
"Baiklah, sekarang adalah waktunya penampilan dari ketua Osis dan wakil ketua Osis yang baru. Silahkan maju."
Ucapan dari pembawa acara yang memakai tuxedo bewarna hitam dan putih menyambut seorang cowok dan cewek yang sudah berdiri di sampinyanya.
Menatap ke depan dengan senyuman manis dari cewek itu, berbeda lagi dengan seorang cowok yang hanya menampilkan raut wajah datar tanpa ekspresi, tapi cowok itu masih kelihatan tampan tanpa ekspresi.
Prok... Prok... Prok...
Para penonton menepuk tangan mereka dengan keras dan ada juga yang bersorak saat cowok di atas panggung mengambil gitar besar dan si cewek yang sudah duduk di samping cowok itu sambil memegang mic di sebelah tangan.
Jreng...
Neowa hamkke hago sipeun ildeureul
Sangsanghaneun ge
Yojeum nae ilsangi doego
Neoui jeulgeowohaneun moseubeul bogo isseumyeon
Jayeonseure ttara utgo inneun geol
Neoui haengdonge seolleeohago dwicheogidaga
Jisaeun bami manajineunde
Igeon nuga bwado sarangil tende
Jongil hamkkemyeon jillil tende
Na doraseodo ontong neoin geon
Amuraedo saranginga bwa
Jeomjeom neowa hago sipeun ildeul
Saenggakamyeonseo
Harul bonaen nari manajineunde
Igeon nuga bwado sarangil tende
Jongil hamkkemyeon jillil tende
Na doraseodo ontong neoin geon
Amuraedo saranginga bwa
Neoui haengbokaehaneun moseubeul
bogo isseumyeon
Nado moreuge ttara unneunde
I jeongdomyeon arajul manhajana
Neodo yonggi naelman hajana
Naman ireon ge aniramyeon
Uri mannabol manhajana
Amuraedo saranginga bwa
Prok... Prok... Prok...
Semua mata mengarah kearah cewek yang sudah selesai menyanyi yang sedang saling tatap dengan cowok yang ada di sampingnya, tepukkan para penonton membuat mereka tersadar lalu menatap ke depan sambil menundukkan kepala hormat.
"Pertunjukkan sangat hebat dan pastinya kakak kelas kita yang akan lulus pasti ini kenangan berkesan kan?"
"IYA..." jawab sorakkan sangat kencang.
Danera atau pun Nera hanya diam tidak mengikuti mereka heboh.
Nera bingung dengan Danera yang biasanya pasti ikut heboh dengan mereka bukannya diam seperti ini. Nera menyenggol lengan gadis itu membuat dia menoleh menatap Nera dengan bertanya menaikkan satu alisnya.
Mata Nera beralih melirik kearah kehebohan teman teman satu angkatannya yang membuat Danera menghela nafas.
"Gue gak semangat, disini gak ada Al. Masa gue senang karena sahabat gue gak ikut acara kenangan ini, Ner." jawab Danera yang membuat Nera mengepalkan kedua tangan di samping badannya.
Saat mendengar ucapan Danera, rasa kesal dan sedih menyeruak dari dalam hatinya, tidak tau kenapa.
Dep!
Lampu mati, semua jadi gelap membuat mereka semua heboh karena terkejut dan bingung.
Danera langsung memegang sebelah tangan Nera erat dan merapatkan badannya kearah gadis tersebut.
Tiba tiba, ada suara...
darararararari
neol bogo isseum eumagi Babe
neoreul wihan mellodi mellodi Yeah
nega myujeunikka jal deureobwa Play it.
Semua mata mengarah ke seseorang yang sedang menyanyi dengan nada lembut sambil lampu bewarna putih hanya mengarah kearahnya, sehingga mereka tau siapa seorang itu.
Saat kepala seorang itu mendongakkan wajahnya mereka terkejut melihat gadis cantik terpancar sinar dengan wajah anggun dan lembut itu sedang tersenyum.
"ALMIRA..." teriakan dari mulut Danera sangat kencang dan Nera hanya memandang saja tapi tatapan itu tersirat sendu.
Almira yang ada di atas panggung menoleh kearah Danera maupun Nera tersenyum sambil melambaikan tangannya.
Sasil mariji since seventeen, yeah
Neol jikyeobwatjji mareul mot haesseul ppun
Yeojeonhi ni juwil maemdora
Du nuneul ttel suga eopjanha
Oh-oh-oh, hokshi
__ADS_1
Neodo gateun mamiljineun
Nan an gunggeumhae, yeah
Nan niga joheunikka
Ni nunbichi heundeullyeo, you already know
Neodo wonhandaneun geol ni ipga misoga beonjinikka
Geugeol bonikka
Bonita-nita, niga
Niga mame deundan geol ni gin meori nallinikka
Geugeol bonikka
Bonita-nita, niga
Da-ra-ra-ra-ra-ra-ri
Neol bogo isseum eumagi, baby
Neoreul wihan melody, melody, yeah
Niga myujeunikka jal deureobwa, play it
Darararararari
Neol bogo isseum eumagi, baby
Neoreul wihan melody, melody, yeah
Niga myujeunikka jal deureobwa, play it
Baby ni deokbune ssodajineun idea
Gamume bi odeut niga naege isseo, pressure
Jogeum seotun nae pyohyeon
Norael billyeo I give you love
Modu neol hyanghae heulleo-oh-oh-oh
Ttatteuthameul neukkyeo ni yeopeseo nan
Hoppang gateun ttakkeunhan sarangi chajawasseo
Mm-mm, excuse me, miss
I L-O-V-E Y-O-U
Ni nunbichi heundeullyeo, you already know
Neodo wonhandaneun geol ni ipga misoga beonjinikka
Geugeol bonikka
Bonita-nita, niga
Niga mame deundan geol ni gin meori nallinikka
Geugeol bonikka
Bonita-nita, niga
Da-ra-ra-ra-ra-ra-ri
Neol bogo isseum eumagi, baby
Neoreul wihan melody, melody, yeah
Niga myujeunikka jal deureobwa, play it
Darararararari
Neol bogo isseum eumagi, baby
Neoreul wihan melody, melody, yeah
Niga myujeunikka jal deureobwa, play it
Cheoeum neukkyeoboneun love like this
Give me love like this, show you love like this, yeah
Ttara bulleojullae, sing like this
Oh, sing with me, han beon deo, ayy-oh
Can you feel my heartbeat?
gidarigo itjanha
Neoyege dahgil barae all for you
Da-ra-ra-ra-ra-ra-ri
Neol bogo isseum eumagi, baby
Neoreul wihan melody, melody, yeah
niga myujeunikka jal deureobwa, play it
Darararararari
Neol bogo isseum eumagi, baby
Neoreul wihan melody, melody, yeah
niga myujeunikka jal deureobwa, play it
Sol-la-mi-fa-sol
__ADS_1
Neol dalmeun melody
Sol-la-mi-fa-sol
Oh, fall in love with me
Sol-la-mi-fa-sol
Neol dalmeun melody
Sol-la-mi-fa-sol
Oh, fall in love with me, yeah...
Prok... Prok... Prok...
"ALMIRA.... AKU PADAMU..."
Teriakan itu dari mulut Danera yang membuat mereka semua makin heboh.
"Terima kasih, maaf sudah mematikan lampunya." ucap Almira dengan tawa membuat semua ikut tertawa kencang juga.
Almira turun di bantu oleh pembawa acara dan di balas dengan senyuman lembut dari gadis itu membuat cowok itu tersenyum malu malu.
Penampilan Almira sangat cantik dan elegan membuat semua tidak bisa memalingkan pandangan kearah lain.
Grep!
Pelukan erat dari Danera membuat Almira yang berada di pelukan gadis itu mengelus bahunya, saat menoleh menatap Nera yang hanya diam saja membuat gadis itu tersenyum manis sambil menunjukkan tanda peace, lalu tiba tiba Nera ikut memeluk juga.
"Ini beneran lo?" tanya Nera dengan nada pelan tapi bisa di dengar oleh kedua sahabatnya membuat pelukan itu terlepas.
"Iya, gue datang sama bang Alex dan bang Eza. Tuh disana sama Kenzo." tunjuk Almira dengan nada riang membuat mereka menoleh menatap tunjukkan dari jari Almira.
Danera tersenyum canggung menatap ketiga pria yang memakai jas formal warna hitam, kelihatannya sangat tampan. Berbeda lagi dengan Nera yang memandang datar tanpa ekspresi membuat Eza meringis melihatnya.
Karena setelah Almira mengatakan ingin sendiri itu, Eza belum sepenuhnya keluar dari kamar apartemen gadis itu, jadi Eza mengetahui apa yang di bicarakan Almira dengan si penelpon yang dari tadi masih tersambung.
"Baik, makin malam makin ramai. Sekarang adalah waktunya yang kita tunggu tunggu, yaitu mengumumkan siswa terbaik se-angkatan di sekolah ini. Di mohon untuk Bapak kepala sekolah naik ke atas untuk mengumumkan dan memberikan penghargaan." ucap pembawa acara lalu memberikan tempat untuk kepala sekolah di atas panggung di tengah tengah.
Semua menatap kearah kepala sekolah yang diam memandang mereka saru persatu dengan tatapan tajamnya membuat semua takut menunduk kecuali satu orang yang tersenyum mengejek kearahnya membuat pria paruh baya itu mengepalkan kesal. Sebenarnya sedikit terkejut melihat muridnya yang sangat tidak takut kepadanya.
"Baik, disini saya langsung ke intinya saja, karena ini sudah sangat larut." ucap kepala sekolah sambil membuka amplop sedikit besar yang berisikan siswa nama terbaik se-angkatan di sekolah.
Saat membuka amplop itu, kepala sekolah itu hanya memandang saja nama itu dengan perasaan kesal. Mengarah ke mic di depannya dengan wajah datar tanpa ekspresi apapun.
"Siswa berprestasi angkatan dua ribu dua puluh satu adalah..." ucap kepala sekolah sengaja menggantungkan membuat semua murid dan para orang tua menatap penuh harap untuk anak anaknya.
Berbeda dengan Kenzo yang hanya menatap Almira sejak tadi tanpa menatap kearah lain.
"ALMIRA SAYYIDA ALINDRA. Kepada nama yang saya sebutkan silahkan naik ke atas panggung dan juga wali murid untuk mendampingi." lanjut kepala sekolah membuat mereka semua heboh.
Sangat heboh.
Kenzo membelalak terkejut saat tepukkan di bahunya, menatap Alex yang mengangguk membuat dia bingung kenapa.
Melihat Almira berjalan menghampiri kearahnya membuat kedua mata Kenzo menatap lekat gadis cantik, istrinya itu dan senyuman manis terpancar di wajah Almira meskipun tatapan kedua mata sudah sendu.
"Aku dapat." ujar Almira dengan nada lirih.
"Aku tau, kalau kamu pasti mendapatkannya." balas Kenzo langsung memeluk tubuh Almira erat.
Almira yang mendapatkan pelukan hangat dan nyaman, seketika air mata yang sejak tadi sudah dia tahan menumpahkan ke jas hitam Kenzo. Kenzo mengetahui kalau Almira menangis, memeluk erat sambil mengelus bahu Almira dengan tangan kekarnya.
"Oma pasti bangga mempunyai cucu yang hebat ini." bisik Kenzo tepat di samping telinga Almira.
Almira hanya mengangguk saja sambil menghapus bekas air mata yang ada di kedua pipi yang cubby itu.
"Ayo, Ken." ajak Almira menggenggam telapak tangan cowok tersebut membuat Kenzo terkejut.
"Aku?" tanya Kenzo tidak percaya.
"Iya, kan kamu sudah jadi wali ku. Lebih tepatnya..." ucap Almira lalu mendekatkan mulutnya ke telinga Kenzo agar tidak ada yang mendengar.
"Suami ku."
Wajah Kenzo memerah hanya karena bisikan Almira, hatinya menghangat dan merasakan kebahagiaan membuat dia sedikit senyum tanpa ada yang tau.
Semua yang ada di gedung tersebut sejak tadi menatap mereka dengan iri dan baper.
Almira dan Kenzo naik ke atas panggung berhadapan dengan pembawa acara dan tentunya kepala sekolah yang sejak tadi menatap mereka dengan intens.
"Sudah mulai berani kamu, Al?" tanya kepala sekolah dengan nada sinis pelan sambil tersenyum mengejek kearah Almira.
"Dia bukan pacar saya, tapi lebih dari pacar." jawab Almira dengan nada pelan juga yang membuat kepala sekolah itu menatap kearah Kenzo dengan teliti.
"Sebelum pulang, temui saya bersama dia." pesan kepala sekolah dengan pelan sambil memberikan penghargaan seperti piala, medali, dan juga satu buket bunga bermacam macam.
"Iya..." ujar Almira dengan nada kesal kearah kepala sekolah tersebut.
"Kamu..."
"Nanti pasti kamu tau kok." sahut Almira memotong ucapan Kenzo dengan senyuman manis.
"Selamat kepada kak Almira Sayyida Alindra." ujar pembawa acara itu dengan senyum manisnya sehingga terpancar ketampanan tersebut.
"Terima kasih." jawab Kenzo membuat pembawa acara tersebut meringis di dalam hati melihat tatapan tajam tersebut.
"WAH... ALMIRA KU JUARA PARALEL..."
***
Tok... Tok... Tok..
"Assalamualaikum, saya Almira, Pak."
"Masuk."
Setelah mendengar suara dengan nada berat membuat Almira membuka pintu bewarna gold itu dengan pelan sambil sebelah tangan memegang tangan Kenzo lalu menariknya agar masuk.
"Ada apa?" tanyanya sambil menaikkan satu alisnya menatap Almira dan pria yang berada di sampingnya dengan heran.
Tapi setelah melihat senyuman canggung dari Almira membuat pria tersebut menghela nafas panjang karena lelah.
"Hehe." cengir Almira menatap kepala sekolahnya.
__ADS_1