
"DANERA, AYO BERANGKAT. DASAR KEBO LO, BANGUN SEKARANG JUGA. KALAU GAK BANGUN GUE SIRAM PAKAI AIR SUNGAI SEBELAH."
Teriakan sangat kencang dan nyaring memenuhi halaman rumah mewah membuat semua penghuni yang ada di dalam langsung keluar melihat siapa yang berteriak di siang panas begini.
Saat mengetahui siapa yang berteriak, mereka hanya bisa geleng geleng kepala saat melihat cengiran tidak jelas dari mulut gadis tersebut, mereka sudah hafal dengan tabiat gadis yang berteriak tadi sama seperti nona muda mereka yaitu Danera.
"ALMIRA, LO NGAPAIN TERIAK TERIAK SEGALA, HAH?" teriak Danera sangat kencang dan nyaring memangil nama sahabatnya yang tadi pelaku berteriak itu sambil berjalan cepat menghampiri Almira yang bersama Kenzo dengan menampil kan raut wajah kesal sangat terlihat sekali dari wajah Danera.
"LO JUGA TERIAK, DANERA..." teriak gemas dari Almira membuat mereka lagi dan lagi harus menutup kedua telinga dengan kedua telapak tangan.
Ctak.
Sentilan yang cukup keras dari Danera ke kening Almira membuat gadis itu mengaduh kesakitan yang langsung di usap lembut oleh Kenzo, Kenzo sudah menatap tajam ke arah Danera membuat gadis itu terdiam sambil meminta maaf ke Almira yang malah di balas dengan gadis itu rayt wajah mengejek sangat tercetak sekali di wajah Almira yang notebennya adalah sahabat dirinya sendiri.
Saat Danera akan membalas ejekan Almira, Kenzo lebih dulu menengahi dengan cara mengingat kan kalau dirinya akan pergi ke bandara. Itu sangat menyesak kan dalam hidup Almira.
Rasanya Almira tidak mau di tinggal kan lagi sama sahabatnya yang lain, mengingat dirinya akan sendirian di kota ini membuat Almira mencengkram erat bajunya tanpa di ketahui siapa pun.
"Ayok berangkat!" ajak Danera menggandeng sebelah tangan Almira lalu membawa ke mobil yang di bawah suami istri itu.
Danera tidak membawa Almira ke tempat duduk yang depan yang di sebelah Kenzo, Danera melain kan membawa Almira sebelahnya yang berada di tempat duduk yang belakang membuat Kenzo menatap datar tanpa ekspresi yang malah di balas dengan Danera tatapan tidak peduli dan Almira memberi kan ke Kenzo senyuman canggung.
__ADS_1
Di dalam hati Kenzo, pria itu ingin sekali membuat sahabat Almira yang satu ini ke laut. Tapi mengingat Danera adalah sahabat dari sang istri tercinta membuat Kenzo hanya bisa memendam kekesalannya.
Selama perjalanan, Kenzo di acuh kan oleh kedua gadis yang berada di kursi penumpang sehingga dirinya seperti sopir untuk kedua gadis itu.
Kenzo melirik ke arah Almira yang tidak menatap ke arahnya sama sekali membuat pria itu mengendus kesal dengan pelan tapi meskipun pelan Almira mendengar dengan samar samar lalu melirik ke arah Kenzo yang malah di balas dengan sudut bibirnya ke bawah membuat gadis itu meringis melihatnya. Kenzo terlihat sangat menggemas kan saat menampil kan raut wajah cemberut yang tidak pernah pria itu tunjuk kan ke siapa pun.
Wajah Almira di balik kan paksa oleh Danera membuat gadis itu terkejut dengan perlakuan sahabatnya, menaik kan satu alisnya bertanya ke arah Danera lalu sebelum membalas ucapan dirinya Danera lebih dulu menghembus kan nafasnya.
"Lo harus sama gue dulu, jangan sama yang lain meskipun itu suami lo Al, karena ini hari terakhir gue sama lo. Mengerti kan Al? Waktu itu juga sebenarnya Nera mengingin kan apa yang kita lakukan sedari tadi, meskipun ini terlihat sangat mudah tapi itu memang sangat berarti buat gue melain kan Nera." ujar Danera dengan tegas membuat Almira dan Kenzo saling menatap satu sama lain lalu Kenzo mengangguk dan Almira tersenyum menatap ke arah Danera.
Almira memeluk erat Danera yang langsung di balas oleh gadis itu, tiba tiba terdengar suara tangis membuat Almira tersenyum geli mendengarnya.
"Sudah jangan cengeng, nanti cantiknya malah hilang Dan. Maafin gue ya, gue gak bisa buat kalian senang saat saat terakhir kita bersama seperti ini. Tapi lo harus ingat ini, pesan gue ke lo sama seperti pesen gue ke Nera. Tau kan?" ujar Almira dengan nada menghibur yang langsung di anggukki oleh Danera dengan senang meskipun air mata masih menetes di pipinya.
Kenzo yang berada di depan dan sedang menyetir tersenyum kecil saat melihat Almira yang tersenyum senang.
"Aku janji sama kamu sayang, aku akan buat kamu bahagia dan tersenyum tidak akan ku biar kan kamu bersedih. Tapi meskipun kamu bersedih, aku pasti berada di samping kamu apa pun itu sayang." batin Kenzo menatap lurus ke depan dengan raut wajah serius di kedua matanya.
***
"Sampai jumpa Al, gue janji kalau liburan gue langsung ke kota ini dan menemui lo, gak gue saja sih ada Nera juga yang akan datang kalau hari libur."
__ADS_1
Ucapan Danera dengan pandangan sendu menatap ke arah Almira membuat gadis itu hanya bisa tersenyum saja meskipun air matanya ingin sekali turun tapi Almira menahannya agar Danera tidak juga ikut menangis.
Kenzo yang berada di sebelahnya hanya bisa diam saja tanpa mengeluar kan suara apa pun, dia hanya menatap Almira saja yang seperti ingin menangis tapi dia tahan. Dengan lembut Kenzo mengelus puncak kepala Almira yang belakang tanpa di ketahui Danera tentunya, Almira merasa kan elusan lembut dari prianyang ada di sampingnya merasa tenang dan sedikit melirik ke arah Kenzo yang sudah tersenyum kecil.
Melihat Danera melambai kan sebelah tangannya ke arah Almira membuat gadis itu juga ikut melambai kan tangan dengan semangat meskipun air matanya sudah jatuh di kedua pipi cubbynya, tidak hanya Almira saja yang menangis Danera juga ikut menangis tanpa suara isak kan tangis yang malah membuat mereka saling merasa kan sakit di dalam hatinya tanpa ada yang tau.
"BAIK BAIK DISANA DAN..." teriak sangat kencang dari mulut Almira saat melihat Danera sudah masuk ke dalam pesawat terbang langsung membalik kan badan menatap sahabatnya.
"LO JUGA BAIK BAIK DISINI, TUNGGUIN GUE BALIK SAMA NERA JUGA." balik teriak Danera sambil Pramugari menutup pintu pesawat terbang itu.
"Pasti, gue bakalan setia tunggu kalian berdua ketemu gue dan kita akan berkumpul seperti dulu lagi." gumam Almira dengan nada pelan tapi penuh tekad membuat Kenzo bisa mendengar gumaman itu.
Tidak kuat melihat Almira bersedih terus, Kenzo membawa Almira ke dalam pelukannya sambil mengelus puncak kepala Almira dengan lembut membuat gadis itu merasa kan kenyamanan yang seperti biasanya.
"Suatu saat nanti kamu dan kedua sahabat mu akan berkumpul lagi sayang, percaya sama takdir Allah." bisik Kenzo tepat di samping telinga Almira sambil mengecup kening gadis itu dengan lembut yang malah membuat Almira membenam kan wajahnya di dada bidang Kenzo karena malu.
Almira sangat malu karena mereka sedari tadi sudah menjadi pusat perhatian saat Almira berteriak sangat kencang untuk Danera, lalu tiba tiba Kenzo mencium keningnya di depan umum karena mereka masih berada di tengah tengah bandara yang banyak sekali orang berlalu lalang.
"Kamu sih, jadi di lihatin kan kita. Ayo pulang." ujar Almira sambil menarik pergelangan tangan Kenzo sedikit kasar tapi tidak membuat pria itu merasa kan kesakitan.
Kenzo hanya pasrah sejak tadi Almira menarik dirinya, mereka memasuki mobil yang sudah berparkir rapih.
__ADS_1
"Sudah lah Mas, pokoknya seperti itu. Mari kita lihat di depan sana macet atau tidak." ujar Almira membuat mereka berdua menatap lurus ke depan setelah mereka berhenti menepi sebentar.