Suami Pilihan Oma

Suami Pilihan Oma
DELAPAN PULUH


__ADS_3

"Assalamualaikum, aku pulang..."


Ceklek.


Pintu terbuka dengan pelan oleh Almira, raut wajahnya santai saja saat memasukki apartemen mereka. Tapi saat melihat ada seseorang yang sedang berbaring di sofa dengan memakai jas formal bewarna hitam sedang tertidur pulas lalu Almira menghampiri sang suami dengan langkah pelan, takut membuat Kenzo terbangun.


Kedua mata Almira terkejut saat melihat ada kue yang bertulis kan Happy Birthday dengan lilin kecil hanya satu yang sudah padam, dengan cepat Almira menoleh ke arah Kenzo yang masih memejam kan kedua mata.


Almira mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya dengan terburu buru tidak sabar, wajah terkejut sangat terlihat sekali dari wajah Almira saat melihat tanggal yang sangat berarti sekarang ini.


Almira langsung meluruh ke lantai dingin yang membuatnya langsung menatap wajah damai dari Kenzo di depannya, hatinya merasa kan sesak saat dirinya lupa kalau sekarang ini adalah hari ulang tahun Kenzo dan dirinya malah pergi menemui sang mantan pacar.


Tangan kanan Almira mengarah ke sebelah pipi Kenzo dan mengelus lembut dengan ibu jarinya dengan perasaan campur aduk, sedih dan menyesal.


"Maaf, aku minta maaf sudah lupa hari ulang tahun kamu Mas. Maaf kan aku." lirih Almira dengan nada pelan tapi masih bisa di dengar dengan pendengaran Kenzo.


Sebenarnya Kenzo tidak tidur, dia hanya pura pura saja saat mengetahui yang membuka pintu apartemen itu Qlmira sang istri.


Kenzo hanya tidak mau membuat hatinya sakit saat mengingat kan kejadian tadi di restoran, makanya Kenzo memilih diam dan menghindar saja.


"Ak-"


Suara lenguhan dari Kenzo membuat ucapan Almira terhenti, saat melihat kedua mata Kenzo terbuka sehingga mereka saling menatap satu sama lain dengan cepat Kenzo menduduk kan badannya dan telapak tangan Almira juga terlepas dari pipi pria itu.


"Kamu baru pulang? Pasti kamu capek kan?" tanya Kenzo dengan suara seraknya yang hanya di balas dengan anggukkan kepala oleh Almira karena gadis itu seketika linglung dan merasa canggung tanpa sebab.


"Yaudah, ayo tidur. Aku sudah sangat mengantuk." ujar Kenzo lagi lalu merapih kan bajunya dan berdiri tanpa menoleh ke arah Almira sedikit pun membuat gadis itu sangat merasa bersalah.


Grep.


Almira memeluk tubuh Kenzo dari arah belakang dan menempel kan wajahnya di bahu besar pria itu, Almira senang sekali saat m bisa memeluk badan Kenzo yang selalu membuat dirinya merasa nyaman dan aman.


"Selamat ulang tahun Mas, maafin aku. Aku telat mengucap kan happy birthday buat kamu." ujar Almira dengan memejam kan kedua matanya karena merasa kan kenyaman.


Kenzo menampil kan raut wajah datar tanpa ekspresi yang tidak di ketahui oleh Almira pun, dirinya hanya diam. Kenzo bukan marah karena sang istri tidak mengucap kan selamat ulang tahun untuknya, tapi dia sangat kecewa saat mengingat kejadian tadi di restoran.

__ADS_1


Kenzo sangat mencintai Almira lebih dari hidupnya, tapi balasan Almira kekecewaan membuat Kenzo hanya bisa diam saja menerima dan mencoba untuk bersikap biasa saja.


Kenzo menguap membuat Almira melepas kan pelukannya di pinggang pria itu lalu berjalan ke arah depan Kenzo untuk melihat sang suami yang sudah lemas mengantuk membuat Almira tersenyum lebar karena Kenzo sangat menggemas kan sekarang ini.


"Sudah sangat mengantuk ternyata suami ku ini hem, yaudah ayo tidur." ajak Almira dengan mengunyel unyel kedua pipi Kenzo dengan raut wajah tersenyum manis yang hanya di tatap santai saja oleh Kenzo.


Tidak mendapat kan jawaban dari Kenzo, Almira berinisiatif untuk menarik pergelangan tangan pria itu membawa ke kamar mereka.


"Aku sangat mencintai Almira, tapi kenapa kamu tega sekali membuat aku kecewa atas pilihan ku sendiri. Aku menikah dengan mu atas pilihan ku, aku mencintai mu sangat dalam ini pun atas pilihan ku. Tapi kamu malah membuat hati ku sangat sakit dan kecewa. Aku tidak akan ikut campur urusan pribadi mu lagi Almira, aku akan menjadi Kenzo seperti dulu yang hanya diam atas perasaan dan melihat kamu dari jauh dan sembunyi sembunyi itu." batin Kenzo sambil menatap punggung Almira yang sudah berjalan ke arah kamar mandi.


***


"Almira, sekarang adalah waktunya fokus ke pekerjaan. Jangan melamun saja kamu, sekarang perusahaan kamu sedang rendah. Bekerja lah dengan baik."


Teguran dengan nada datar dan tatapan tajam membuat Almira yang memandang ke arah jendela langsung menoleh ke arah Edo yang sudah menampil kan raut wajah tidak enak membuat Almira meringis pelan tanpa di ketahui yang lain kecuali Edo yang sedari tadi menatap ke arah gadis itu.


"Sebaiknya kita lanjut rapatnya habis istirahat makan siang, silahkan keluar dari ruangan rapat terlebih dahulu kalian. Saya dan Almira ada yang harus kami bicara kan." ujar Edo yang tiba tiba sambil menoleh ke arah pegawai yang sedang duduk diam menjadi mengangguk lalu pergi meninggal kan ruangan rapat dengan diam tidak berani mengucap kan satu kata pun dari mulut mereka karena yang berada di depannya adalah Almira dan Edo.


Edo berdiri berjalan menghampiri tempat duduk Almira membuat gadis itu seketika menunduk kan wajahnya tidak berani menatap ke arah sang Abang sepupunya.


"Tapi aku sudah besar dan dewasa, aku pun sudah mempunyai sua-"


"Bagi Abang, kamu masih kecil. Adek kecil Abang yang imut." sahut Edo memotong ucapan Almira membuat gadis itu tersenyum lebar.


Edo itu seperti Justin yang selalu pengertian terhadapnya, selalu mementing kan Almira lebih dulu baru dirinya sendiri, tidak seperti kedua Abang sepupu yang kembar itu.


"Bang, suami ku sebenarnya kenapa? Sedari semalam dia berubah menjadi pendiam tidak seperti biasanya." ujar Almira dengan menoleh ke arah jendela yang sejak tadi dia tatap.


"Kenzo kan memang pendiam." jawab Edo dengan santai.


"Bukan seperti itu Bang, suami ku kalau sama orang lain pasti pendiam, tapi kalau sama aku dia tidak bisa diam. Kemarin malam dan tadi pagi dia sangat aneh Bang, tidak seperti biasanya yang dia lakukan ke aku." ucap Almira mengeluar kan unek uneknya tanpa menatap ke arah Edo yang sedang menatap iba ke arah adek perempuan satu satunya.


Ingin sekali Edo memberikan tau, tapi itu malah membuat Almira tidak tau perasaannya sendiri. Tanpa di ketahui Edo, sebenarnya Almira sudah merasa kan perasaan cinta untuk Kenzo.


Almira hanya mengucap kan ke Kenzo saja sehingga Edo dan yang lainnya tidak mengetahui sama sekali.

__ADS_1


"Coba kamu ingat ingat lagi, kamu berbuat salah atau tidak? Sebenarnya Dek, Kenzo kemarin sudah menyiap kan pesta di caffe buat ulang tahun dirinya sambil di temani kamu, tapi kamu tidak bisa datang." ujar Edo membuat Almira langsung menoleh ke arah Edo sepenuhnya dengan raut wajah terkejut.


"Apa Bang?" tanya Almira mengulang.


"Kemarin pagi Kenzo memberitahu ku kalau dia ingin sekali meraya kan ulang tahun bersama kamu tapi yang romantis, nah Kenzo tanya bagaimana caranya agar romantis. Sejak pagi sampai malam Kenzo mengurusi pesta itu buat kamu, padahal sekarang ulang tahun dirinya sendiri malah menyiap kan buat kamu." jelas Edo mengulang lagi meskipun dirinya sudah nafasnya tersengal sengal karena dirinya mengucap kan kata kata panjang yang di keluar kan.


Bagi Edo itu sangat lelah dan capek untuk mulut tenaganya yang di keluar kan, tapi demi Almira dia mau saja.


Almira langsung berdiri mengambil ponsel di atas meja lalu berlari pergi meninggal kan Edo yang masih menghela nafas menatap ke arah punggung Almira yang mulai menghilang.


"Aku tidak akan membiar kan kamu berpisah dengan Kenzo Dek, apa pun caranya akan ku lakukan agar kamu selalu bersama dengan Kenzo. Kenzo sudah berkorban banyak buat kamu tanpa kamu sadari, suatu saat nanti kamu pasti tau bagaimana perjuangan seorang Captain Kenzo Sagara Samudra untuk Almira Sayyida Alindra." gumam Edo dengan nada bangga terselip di ucapannya dengan menarik sudut bibirnya mencetak senyuman yang sangat menawan,sayangnya tidak ada yang melihat senyuman itu.


***


Nomor yang anda tuju tidak bi-


Terus saja ucapan itu yang keluar dari ponsel gadis yang sudah menampil kan raut wajah sedih, sudah berkali kali gadis itu menghubungi sang suami, tapi hasilnya nihil.


Tidak ada jawaban sama sekali.


"Dimana sih kamu Mas, kenapa tidak aktif..."


Ucapan Almira menghempas kan ponsel yang berlogo apple ke lantai jalan raya karena Almira sekarang sudah berada di luar perusahaanya, sehingga ponsel itu retak dan mati yang di acuh kan oleh Almira masih menatap ke sekeliling mencari seseorang.


Almira mengusap wajahnya dengan telapak tangan karena tiba tiba perasaan takut dan kesal bercampur menjadi satu karena tidak bisa menemui sang suami yang tidak tau keberadaannya.


Tanpa di sadari oleh Almira, ada seorang pria yang memakai jas formal bewarna hitam tuxedo berada di dalam mobil bewarna hitam juga menatap ke arah Almira dengan tatapan sendu.


"Maaf kan aku sayang, aku akan memberi kan waktu buat kamu agar bisa bersama dengan orang yang kamu cintai. Kemarin kemarin aku sudah egois ke kamu, tapi setelah kejadian di restoran itu aku akan berusaha untuk ikhlas dan menerima apa yang akan kamu pilih. Kalau kamu menerima dia, maka aku akan pergi dari kamu. Tapi kalau kamu memilih ku, aku tidak akan membiar kan kamu pergi dari ku sampai kapan pun." ujar seorang pria dengan nada kecil yang hanya bisa dia dengar saja.


"Aku pergi dulu sayang, maaf aku tidak pamit ke kamu. Aku hanya ingin pergi sebentar sayang, setelah itu aku akan menemui kamu lagi dan meminta jawaban pilihan kamu. Sayang, jaga diri baik baik tanpa aku sampai aku kembali. Kenzo sangat sangat mencintai kamu, Almira. Hanya kamu saja yang ada di dalam hati ku." sambungnya lalu menatap ponsel Almira yang sudah retak tidak di hirau kan oleh gadis itu lalu menatap ponselnya yang sudah tidak berbunyi lagi dari panggilan Almira.


Kenzo tersenyum kecil melihatnya, menatap Almira sangat dalam dan saat gadis itu pergi masuk ke dalam perusahaan lagi, Kenzo langsung melaju kan mobilnya menjauhi perusahaan besar itu dengan perasaan sedih dan tidak ingin.


Sedari tadi Edo melihat mereka dengan diam dari jendela ruangannya, saat melihat mereka saling pergi menjauh satu sama lain Edo menghembus kan nafas panjang dengan tatapan iba antara keduanya.

__ADS_1


"Ini semua hanya salah paham saja, tapi kenapa suasananya menjadi sangat buruk. Ini semua adalah kesalahan dari Roy Saputra dan sepupu perempuannya, tunggu saja besok aku akan membalas kan dendam ke kalian berdua sampai kalian meminta kematian datang ke kalian berdua. Selamat datang di permainan Mister Edo Alindra." ujar Edo dengan senyum menyeringai mengeri kan sehingga suasana di dalam ruangannya menjadi sangat dingin seperti pendingin es.


__ADS_2