
"Siapa yang berani kirim ini ke istri ku?"
Ujar Kenzo dengan nada gumaman kepada dirinya sendiri di ruang tamu rumah mereka, dirinya keluar dari kamar setelah Almira tertidur pulas agar istrinya itu tidak terbangun dan Kenzo berinisiatif untuk membuka paket aneh yang atas nama Almira istrinya itu.
Kepalan tangan Kenzo di atas meja kacanya makin mengerat saat melihat isi dalam paket tersebut, isinya adalah bangkai tikus yang penuh banyak darah dan foto Almira yang sedang tersenyum di coret silang dengan darah dari bangkai tikus itu lalu saat Kenzo membalik kan foto Almira ada tulisan Mati dengan darah tikus itu juga membuat Kenzo mengerat kan rahangnya keras, untung saja yang bukan dirinya bukan Almira.
Kenzo mengambil ponselnya lalu mendial nomor seseorang, saat sudah di angkat oleh seberang telepon dengan cepat Kenzo lebih dulu berbicara tanpa menunggu balasan ucapan, Kenzo lebih dulu memati kan sambungan telepon.
"Di ruang tamu sekarang."
Kenzo melipat kan kedua tangannya di depan dada sambil menatap intens kotak yang paket tersebut seperti kotak itu musuh dari Kenzo.
"Kenapa telpon gue malam malam, gue tadi lagi ti-"
"Lihat ini, itu adalah paket yang lo bilang Edo." sahut Kenzo dengan cepat menunjuk ke arah kotak paket yang berisikan tersebut.
Edo langsung saja melihat ke arah kotak tersebut dengan wajah terkejut, lalu merubah raut wajahnya menjadi datar dan serius sambil duduk di depan dengan mengambil foto Adek sepupunya yang sedang tersenyum tetapi tercoret silang dan membalik foto tersebut, betapa terkejutnya Edo melihat tulisan Mati dari foto Adek sepupunya.
"Apa Almira tau?" tanya Edo menatap ke arah Kenzo dengan raut wajah khawatir saat menyebut kan nama Almira.
"Tidak!" jawaban Kenzo membuat Edo menghembus kan nafas lega, sedikit menghilang raut wajah khawatir dari wajah datar tersebut.
"Bagaimana lo dapat paket ini? Apa ada orang yang mengantar?" tanya Kenzo tanpa melihat ke arah Edo karena pandangannya hanya ke arah kotak paket tersebut.
"Kotak ini sudah ada di depan pintu masuk, gue tidak tau siapa yang mengantar karena CCTV di area luar tiba tiba rusak sejak pagi." ucap Edo menjawab pertanyaan Kenzo, dirinya juga bertanya tanya siapa yang melaku kan ini.
"Berarti ini memang di sengaja." gumam Kenzo pelan tetapi masih di dengar oleh Edo membuat pria itu mengepal kedua tangannya di dalam saku celana.
"Berani sekali sudah mengusik keluarga Alindra. Gue pergi dulu, jaga Almira." ujar Edo dengan pamit ke Kenzo yang tidak menatap ke arahnya sama sekali.
Saat Kenzo menjawab dengan deheman membuat Edo langsung pergi dari rumah tidak tau kemana, Kenzo melirik ke arah Edo yang sudah memakai jas formalnya seperti biasa lalu menuju ke pintu mereka. Terdengar suara mesin mobil yang mulai menjauh membuat Kenzo menatap ke arah kotak paket itu dan dia mengambil bungkus yang hanya ada tulisan untuk Almira, itu saja tulisan yang ada di bungkusnya membuat Kenzo menghembus kan nafas jengkel karena tidak bisa menebak siapa yang telah mengiriminya.
"Siapa pun pengirim paket ini, kalau ketemu gue pasti kan manusia itu mendapat kan hukuman yang sangat tepat untuknya, dari ku. Mau itu laki laki atau pun perempuan sekali pun." gumam Kenzo menatap nyalang ke arah kotak tersebut dan bungkusan yang ada di tangannya langsung saja Kenzo meremas erat.
__ADS_1
Tanpa di ketahui dari dua pria yang ada di ruang tamu sejak tadi, ada Almira yang terbangun dari tidurnya lalu melangkah keluar kamar untuk pergi ke dapur karena minuman yang ada di kamar sudah habis dan betapa terkejutnya saat Almira melihat Kenzo dan Edo di ruang tamu dengan kotak paket yang berisi kan bangkai tikus dan foto dirinya.
Ingin menghampiri mereka tetapi saat Kenzo bertanya ke Edo membuat Almira langsung terdiam menatap mereka saja dan mendengar kan pembicaraan mereka dengan jelas. Almira tidak tau harus berekspresi seperti apa karena dirinya sangat terkejut, saat mendengar gumaman dari Kenzo membuatnya sedikit bergidik ngeri karena ucapan suaminya yang terkesan menyeram kan itu dan auranya yang sangat mencengkam di sekeliling.
"Apa dia yang mengirim kan paket itu?" batin Almira di dalam hati sambil menatap lurus ke depan ke arah kotak paket yang mulai di bersih kan oleh Kenzo.
***
"Mas, aku pamit ke Butik karena ada kendala."
Ucapan dari samping Kenzo membuat pria yang sedang menghadap ke laptop mengerja kan proyeknya langsung saja menoleh ke arah samping mendapati Almira yang sudah rapi dan siap.
"Tunggu!" ucap Kenzo lalu menaruh laptopnya ke meja kaca di depannya lalu berdiri, tetapi sebelum pergi pergelangan tangan Kenzo di pegang oleh Almira membuatnya menoleh dengan alis terangkat.
"Mau kemana Mas? Aku pergi sendiri, tanpa kamu." ujar Almira membuat Kenzo langsung saja menatap sepenuhnya ke arah perempuan itu.
"Tidak! Kamu harus sama aku. Kamu tidak lupa kan kalau kamu sedang hamil anak kita, kalau kamu sendiri ke butik maka kamu akan lupa diri kamu sendiri sayang, aku tidak mau itu terjadi. Mengerti hem?" ujar Kenzo sambil menggenggam kedua tangan Almira sambil mengelusnya lembut.
Baru saja Almira akan duduk, Kenzo sudah datang dengan pakaian rapinya membuat Almira tidak jadi duduk karena pria tersebut. Terlalu cepat bagi Almira sehingga perempuan itu memandang aneh ke arah Kenzo yang tersenyum tipis ke arahnya.
"Semangat banget sih, Mas..." ucap goda dari Almira sambil menjawil puncak hidung mancung Kenzo membuat pria itu memaling kan pandangannya karena dirinya baper dengan ucapan dan tindak kan dari Almira.
Almira terkekeh kecil melihat Kenzo seperti kucing sedang malu malu, dengan cepat Almira mengalung kan tangannya ke lengan kekar Kenzo dan membawanya untuk pergi keluar dari rumah mewah mereka. Karena dirinya sudah di tunggu oleh Bibi yang menjalan kan butiknya, maka Almira tidak mau membuat Bibi itu menunggu terlalu lama.
"Pakai sepeda motor saja ya Mas, jangan mobil. Takutnya nanti macet dan aku tidak mau membuat Bibi menunggu aku." ujar Almira yang di anggukki paham dari Kenzo.
"Pegangan yang erat sayang." ucap Kenzo yang mereka sudah berada di atas kendaraan beroda dua tersebut.
Almira dengan cepat langsung mengalung kan kedua tangan ke pinggang Kenzo tidak terlalu erat dan sebelah tangan Kenzo yang menganggur memegang kedua tangan Almira yang berada di depan perutnya sambil mengelus pelan dengan ibu jarinya membuat Almira tersenyum dan menaruh dagunya di bahu sang suami. Cuaca hari ini cukup cerah tidak terlalu mendung, Almira yang melihat cuaca indah dia melebar kan senyumnya dan tanpa di ketahui Almira kalau Kenzo melirik dirinya lewat kaca spion, pandangan Kenzo terbagi menjadi dua yaitu lurus ke depan dan kaca spion.
Di lampu lalu lintas, tanpa sengaja pandangan Kenzo ke arah pengendara motor yang di sampingnya. Saat pandangan mereka bertemu Kenzo terkejut tetapi langsung merubah raut wajahnya menjadi datar, berbeda lagi dengan seorang pria yang tersenyum menyeringai dengan pandangan mengejek ke arah Kenzo membuat pria itu mengerat kan di stir motornya dan genggaman di kedua tangan Almira yang melingkar makin erat membuat perempuan yang ada di belakangnya menatap heran lalu sedikit memaju kan wajahnya agar bisa lebih dekat dengan Kenzo.
"Kamu kenapa Mas? Kok erat banget, sedikit sakit sih sebenarnya tangan ku." ujar Almira dengan cengengesan membuat Kenzo dengan refleks menjauh kan tangannya dari tangan Almira dan menatap Almira dengan pandangan khawatir yang langsung saja di balas dengan istrinya itu senyuman menenang kan agar tidak khawatir.
__ADS_1
Tetapi Kenzo tidak bisa menyembunyi kan raut wajah khawatir saat melirik Almira, karena khawatir kalau Almira melihat mantan pacarnya ada di sampingnya, Kenzo hanya takut saja.
Kenzo melamun.
"Mas, sudah lampu hijau dan juga banyak sekali yang protes ke kita, Mas." ucapan Almira membuat lamunan Kenzo buyar seketika dan menatap sekeliling yang marah mara ke arahnya.
Dengan celat Kenzo menunduk kan kepalanya meminta maaf lalu pergi dari tempat itu dan menuju ke butik, sejak tadi Almira menatap bingung dan heran ke arah suaminya yang sangat aneh, pikir Almira.
Kenzo berjengit kaget saat tangan mungil itu membenar kan tatanan rambutnya yang berantak kan, Almira tidak mempeduli kan Kenzo yang menatapnya lekat.
"Kamu kenapa sih Mas? Ada problem yang mengganggu kamu? Nanti kalau masalah di butik sudah selesai kita bicara kan, ya." ucap Almira dengan nada lembut sambil mengelus elus pipi Kenzo dengan jari jari mungilnya.
Kenzo mengangguk saja tanpa mengeluar kan suara apa pun, dapat jawaban dari suaminya langsung saja Almira menggandeng tangan Kenzo untuk masuk ke dalam butiknya. Selama di perjalan ke arah ruangannya, banyak sekali para pegawai perempuan menatap memuja ke arah Kenzo yang sudah menampil kan raut wajah datarnya.
Almira membalik kan badannya menatap ke arah pegawai perempuan yang masih menatap mereka lebih tepatnya ke arah Kenzo.
"Perkenal kan, ini adalah suami saya. Jadi, jaga tatapan memuja kalian kepada suami saya. Kalau kalian ingin memuja suami saya, maka kalian bersiap lah untuk keluar dari butik saya." ujar Almira dengan nada tegas seperti biasanya yang membuat Kenzo menatap Almira bangga.
Para pegawai perempuan langsung terlonjak terkejut lalu menunduk kan wajah mereka untuk meminta maaf kepada bosnya ini yang bagi mereka sangat menyeram kan.
Almira hanya acuh dengan permintaan maaf mereka karena dirinya sekarang sedang tidak mood karena kesal kepada mereka, Almira sangat sensitif akhir akhir ini karena kehamilannya. Langsung saja Almira menggandeng lengan Kenzo erat membawa ke ruangannya dengan raut wajah datar dan Kenzo tau kalau mood dari sang istri sekarang sedang jelek lalu pria itu mengalung kan tangannya ke pinggang Almira agar mereka lebih dekat, Almira menoleh menatap Kenzo dengan senyuman lebarnya sehingga membuat para pegawai yang melihat cengo seketika.
"Jangan badmood sayang, nanti malam akan aku ajak ke pasar malam. Mau kan, sayang?" ujar Kenzo dengan senyuman tipis yang sudah berada di depan pintu ruangan milik Almira sehingga tidak terlalu ada pegawai disana.
"Mau, Mas. Mau banget!" jawab Almira dengan nada semangat dan raut wajah bahagia memancar kan kedua matanya berbinar yang membuat Kenzo merasa senang telah membuat sang istri senang meskipun dengan sederhana saja.
Ada kebahagiaan tersendiri saat melihat Almira bahagia dan tersenyum senang di dalam hati Kenzo, Kenzo makin mencintai Almira saat ini. Perasaan cinta Kenzo selalu makin bertambah bukannya berkurang meskipun sedikit pun, tidak pernah.
"Aku makin mencintai kamu sayang, aku tidak akan membiar kan kamu pergi dalam hidup ku meskipun hanya sebentar." batin Kenzo menatap ke arah Almira yang masih menampil kan senyuman senangnya yang malah dari kedua mata Kenzo kalau Almira sekarang ini terlihat sangat cantik.
Betapa bahagianya seorang Kenzo Sagara Samudra saat ini.
Ceklek.
__ADS_1