Suami Pilihan Oma

Suami Pilihan Oma
SERATUS EMPAT


__ADS_3

"Sayang, kamu tidak apa apa kan? Tidak ada yang macam macam sama kamu kan? Kamu tidak terluka kan, sayang?"


Pertanyaan beruntun sambil membalik balik kan badan Almira yang masih di depan kasir sehingga mereka menjadi pusat perhatian para pelanggan dan yang lain juga. Meskipun pelan di balik balik kan oleh Kenzo, Almira tetap saja lelah dan pusing melihatnya. Langsung saja Almira menarik pergelangan tangan Kenzo untuk pergi keluar dari caffe tersebut.


Setelah berada di luar caffe Almira melepas kan pegangannya dengan tangan Kenzo, lalu menatap lekat raut wajah khawatir dari pria yang ada di depannya ini dengan tatapan bingung.


"Kamu kenapa Mas?" tanya Almira sambil mengelus pelan rambut hitam legam Kenzo sebentar.


"Jawab pertanyaan ku tadi sayang..." ujar Kenzo dengan nada sedikit rengek kan keluar dari mulutnya membuat Almira menatap heran ke arah suaminya tersebut.


"Aku baik baik saja Mas, tidak ada yang macam macam juga kok. Kamu tuh aneh Mas, sampai sampai aku bingung sama kamu." ucap Almira dengan nada heran yang kentara sekali membuat Kenzo tidak peduli dengan ucapan selanjutnya dari Almira yang mengata kan dirinya aneh, yang terpenting adalah Almira baik baik saja dan tidak ada yang menganggu dirinya membuat Kenzo menghela nafas lega.


Kenzo menggenggam sebelah tangan Almira membuat perempuan itu ingin protes tetapi tidak jadi karena melihat tatapan dari Kenzo yang tidak bisa dia arti kan membuat Almira memilih diam dan menatapnya saja.


Almira kira Kenzo akan membawanya masuk ke dalam mobilnya, ternyata Kenzo malah membawanya jalan kaki tidak tau kenapa. Almira memilih jalan belakang tubuh Kenzo dari pada dia berjalan di samping pria itu, karena aura yang di keluar kan Kenzo membuat Almira tidak memilih di samping pria tersebut.


Ternyata Kenzo membawa Almira ke dalam mobil pria itu membuat Almira cengo sambil menatap ke belakang yang menampil kan mobilnya sudah di masukki oleh Edo sang Abang sepupunya sambil memberi kan senyuman kecil tetapi masih bisa di lihat Almira tentunya, Almira membelalak kedua matanya tidak terima. Tetapi saat menoleh ke arah Kenzo, suaminya itu malah menatap dirinya datar dan menaik kan satu alisnya membuat Almira menghembus kan nafasnya.


"Bersiap lah untuk mendapat kan hukuman mu sayang, karena sudah pergi keluar tanpa suami tampan mu ini." bisik Kenzo tepat di samping telinga Almira saat istrinya itu masuk ke dalam mobilnya.


Almira menoleh ke arah Kenzo yang tersenyum tipis membuat Almira memutar bola matanya malas yang malah Kenzo mengecup pipinya dengan cepat, sehingga Almira tidak bisa menghindar karena kecepatan itu.


Kenzo memutari mobilnya lalu masuk ke dalam kendaraannya sambil mengait kan sabuk pengaman, lalu saat menoleh ke arah Almira yang sibuk dengan sabuk pengaman yang tidak bisa dan istrinya itu cemberut menggerutu membuatnya di pandangan Kenzo terlihat sangat lucu melihatnya, Kenzo terkekeh kecil lalu memaju kan badannya membuat Almira langsung terdiam menatap ke arah suaminya itu dengan menahan nafas karena jarak mereka yang sangat dekat di umum meskipun sudah tertutupi oleh kaca kendaraan, tetap saja bagi Almira ini adalah tempat umum.


Kenzo menoleh kan ke arah Almira yang membuat kedua mata perempuan itu melotot saat pandangan mereka bertemu malah membuat Kenzo tertawa geli melihatnya.


Cup.


Kenzo mengecup bibir mungil Almira dengan pelan dan cepat yang langsung membuat istrinya itu cemberut kesal menatap ke arah suaminya yang sedang tersenyum tipis.

__ADS_1


"Kenapa kamu makin gemessin sih sayang, jadi ingin ku kurung ke kamar dan hanya buat ku saja." ucap Kenzo setelah mengait kan sabut pengaman di badan Almira sambil mengunyel unyel kedua pipi cubby istrinya karena gemas.


"Menyebal kan kamu Mas, sudah sana jauh jauh dari aku." ucap Almira sambil melepas kan kedua tangan Kenzo yang ada di kedua pipinya.


"Kenapa harus jauh jauh?" tanya Kenzo dengan nada protes sambil mendekat kan wajahnya ke wajah Almira lagi setelah dirinya di dorong jauh sama istrinya tersebut, jangan lupa kan dengan raut wajah yang sudah berubah datar menatap ke arah Almira.


"Kamu bau tempat pembuangan limbah, sana deh." jawab Almira dengan nada santai sekali membuat Kenzo langsung menjauh sambil menyender kan badannya dengan loyo.


"Ya ampun..." gumam Kenzo dengan nada lesu dan raut wajahnya berubah memelas membuat Almira yang melihatnya langsung saja tertawa mengejek sambil menunjuk nunjuk Kenzo yang seperti ternista kan olehnya.


Kenzo hanya menatap saja tidak membalas Almira yang sedang menertawa kan dirinya dengan tertawa lepas dan cukup keras, tanpa sadar kalau Kenzo tersenyum tipis dan kecil sehingga tidak di sadari oleh Almira yang masih menertawa kan suaminya itu.


"Aku senang kalau kamu bisa tertawa lepas sayang, meskipun aku harus menjadi badut untuk kamu, aku siap. Karena aku sangat mencintai kamu Almira." batin Kenzo masih menatap lekat ke arah Almira yang mencoba untuk memberhenti kan tawanya sampai sampai perempuan itu menetes kan air matanya, langsung saja Kenzo menghapus air mata yang keluar dengan jarinya.


"Kamu lucu banget Mas, haduh! Sampai nangis aku jadinya." ucap Almira sambil menghapus sisa air matanya yang ada di kedua matanya.


"Sini, cium dulu biar mobilnya bisa nyala, kamu harus cium pipi aku lebih dulu." ucap Kenzo yang bagi Almira sangat konyol tetapi perempuan itu menuruti ucapan suaminya dengan menciup sebelah pipi Kenzo dengan lembut dan cepat tentunya.


Cup.


***


Delapan bulan kemudian...


Banyak sekali yang di lalui Almira dan Kenzo selama ini, banyaknya teror yang mengirim kan ke nama Almira tetapi bumil itu belum mengetahui sama sekali karena Kenzo lah yang selalu menemu kan paket tersebut dan tidak membiar kan Almira jauh darinya meskipun perempuan hamil itu selalu bilang untuk agar menjauh darinya karena bau tidak sedap katanya, padahal Kenzo memakai parfum yang harganya puluhan juta untuk membuat sang istri tidak suka lagi, tetapi sia sia saja.


Acara nyidam Almira juga makin hari makin aneh bagi Kenzo dan yang selalu jadi korban dari acara nyidam selalu Kenzo tentunya, Kenzo tidak marah melain kan selalu mengeluh karena anak mereka yang belum lahir sudah menista kan sang Ayah. Bukannya Almira membela Kenzo melain kan perempuan itu marah marah ke suaminya karena selalu menyalah kan anak yang ada di kandungannya membuat Kenzo hanya bisa pasrah saja apa pun yang di lakukan oleh mereka kepadanya.


Pernah suatu hari Kenzo masih ada pekerjaan di perusahaannya sehingga pria itu membawa Almira ikut bersamanya, meskipun di rumah mereka sudah ada para Abang sepupu dari Almira dan keluarga besar dari Kenzo tentunya untuk berjaga jaga karena usia kandungan Almira mulai berjalan.

__ADS_1


Waktu itu Kenzo sangat malu di hadapan semua keluarganya yang ada di rumah mereka, sangat malu karena acara nyidam Almira sampai sampai mereka semua masih mengingatnya dan akan mencerita kan kepada anak yang ada di kandungan Almira karena lucu melihat Kenzo yang pendiam, datar, kejam untuk orang lain, dan selalu tidak pernah bisa di kalah kan tiba tiba melaku kan tindak kan yang konyol untuk Almira sang istri.


Sebenarnya mereka juga tidak percaya apa yang mereka lihat saat itu, tetapi itu memang kenyataan kalau Kenzo melaku kan tindak kan konyol yang tidak bisa di bayang kan oleh mereka sebelumnya.


Mereka bahagia melihat Kenzo sangat mencintai Almira.


"Sayang kamu hati hati ya jalannya, atau perlu aku gendong saja kamu ke kamar mandi? Aku takut, sayang." ucapan Kenzo yang terus menerus terdengar di telinga Almira saat perjalanan dirinya dari ruang tamu mau ke kamar Kenzo terus saja berbicara kata kata seperti itu, sampai sampai Almira menghela nafas berulang kali mendengarnya.


Perut Almira sekarang sudah membesar dan hanya menunggu waktunya saja untuk melahir kan, makanya Kenzo setiap saat ada di samping perempuan hamil itu dengan segala ocehannya karena Kenzo berubah sangat cerewet di depan Almira.


Mereka semua yang berada di ruang tamu sedang menonton televisi maupun sedang bersantai melihat pasangan suami istri yang sedang berjalan menuju ke kamar hanya bisa geleng geleng kepala dengan Kenzo yang makin hari makin cerewet.


"Semoga saja Almira tidak bosan mendengar ocehan Kenzo." ucap Rio yang langsung di anggukki oleh yang lain.


Beralih ke pasangan suami istri yang sudah sampai ke kamar mereka, dengan cepat Almira masuk ke dalam kamar mandi tetapu saat akan menutup pintu Almira di kejut kan dengan Kenzo yang juga ikut masuk ke dalam. Almira tidak habis pikir dengan Kenzo yang sangat ajaib saat bersamanya, mengelus surai hitam milik Kenzo dengan jari jari mungil Almira secara lembut dan pelan membuat Kenzo diam dengan ocehannya dan menatap lekat ke arah Almira.


"Mas, ingat ini! Aku pasti baik baik saja dan aku sangat bahagia mengandung anak kita, jadi tidak ada yang perlu di khawatir kan." ucap Almira dengan nada lembut dan tidak lupa senyuman manis terbit ke bibirnya membuat Kenzo diam ingin mendengar kan lanjutan kata kata sang istri.


"Aku juga bahagia bisa menjadi istri kamu Mas, betapa beruntungnya aku mendapat kan kamu yang sempurna ini bagi ku." lanjut Almira menurun kan elusannya ke pipi Kenzo.


"Tidak, aku lah yang beruntung mendapat kan kamu sayang. Aku yang beruntung, bukan kamu." protes Kenzo dengan nada cemberut membuat Almira mengangguk kan kepalanya dengan senyuman lebarnya.


Mereka saling menatap dengan diam dan Kenzo mendekat kan wajahnya ke wajah Almira sehingga mereka tidak ada jarak lagi, tatapan Kenzo mengarah ke bibir mungil yang memerah seperti warna cerry itu dan makin mendekat kan akan menempel kan bibirnya ke bibir sang istri, tetapi belum sempat menempel Almira lebih dulu menahan dada bidang Kenzo membuat pria itu menatap protes ke arah sang istri.


"Keluar ya Mas, aku sudah kebelet." ujar Almira dengan meringis saat melihat raut wajah cengo dari Kenzo.


"Menyebal kan kamu." gerutu Kenzo sambil membuka pintu kamar mandi lalu keluar dan menutup kembali pintu tersebut.


Almira meringis melihat raut wajah Kenzo yang cemberut dan kesal sambil terkekeh kecil melihatnya geleng geleng kepala.

__ADS_1


"Padahal tinggal sedikit lagi..." gumam Kenzo sambil mengusap wajahnya kasar dengan telapak tangannya lalu menoleh kan kepalanya ke arah pintu kamar mandi tersebut dengan wajah memelas.


__ADS_2