
"Mas, kamu itu sedang apa sih? Aneh aneh saja kamu Mas."
Nada protesan dari mulut Almira menatap jengah ke arah Kenzo yang sedang menuntun dirinya sangat pelan, padahal dirinya akan pergi ke ruang tamu tetapi perjalanan dari kamar mereka ke ruang tamu sangat lama sekali karena Kenzo melangkah sangat pelan dan Almira tidak di biar kan untuk berjalan sendiri.
Sangat aneh menurut Almira dan lelah dengan sikap ke hati hatian dari Kenzo yang sangat aneh yang berlebihan kepadanya.
Padahal Almira dan Kenzo sudah sejak tiga puluh menit yang lalu berjalan keluar dari kamar mereka, tetapi sangat lama sekali karena langkah pelan Kenzo membuat Almira menghela nafasnya berkali kali dengan tingkah Kenzo yang hanya di acuh kan saja oleh pria tersebut suara protesan dari Almira sejak tadi.
"Mas, lepasin deh. Aku itu hamil, bukan pincang." sunggut Almira dengan nada kesal yang langsung saja di sambut tawa dari semua orang yang berada di ruang tamu sejak tadi menatap ke arah sepasang suami istri tersebut dengan diam, tetapi saat mendengar suara kesal dari Almira membuat mereka tidak bisa menahan tawanya.
Kenzo menghela nafas panjang lalu menoleh ke arah mereka semua yang masih tertawa, tatapannya beralih ke Almira yang berada di sampingnya sedang menampil kan raut wajah kesal ke arahnya membuatnya meringis pelan melihatnya. Dengan refleks, Kenzo mengelus perut Almira yang semakin besar dengan lembut membuat perempuan itu menghela nafas dan menetral kan ekspresinya menjadi biasa saja lalu menatap ke arah Kenzo yang menampil kan senyum tipis.
"Oke!" ucap Almira dengan nada pasrah ke arah Kenzo yang makin melebar kan senyumannya karena senang dengan ucapan sang istri.
Langsung saja Kenzo membantu Almira lagi dengan langkah pelan seperti sebelumnya menuju ke sofa empuk yang ada di ruang yang sudah banyak semua orang yang berada di situ, beberapa menit berlalu akhirnya Almira dan Kenzo sudah sampai di sofa empuk yang kosong langsung saja Almira dudukki karena sudah capek menahan kekesalan kepada suaminya ini.
"Raut wajahnya Almira kaya tertekan gitu sama Kenzo." bisik Rio di Edo, sehingga hanya mereka saja yang bisa mendengar.
__ADS_1
Edo menatap ke arah wajah Almira yang benar adanya yang apa di ucap kan oleh Rio di sampingnya, dengan pelan Edo mengangguk kan kepalanya menyetujui ucapan Rio tentang Adek sepupu perempuannya itu.
Kenzo melihat Almira yang akan mengambil minuman jus stroberry yang ada di meja depannya sangat dekat, langsung saja Kenzo bergerak cepat terlebih dulu sehingga gelas yang berisi jus tersebut sudah ada di genggaman Kenzo membuat Almira menatap heran dan bingung kepada Kenzo.
Tidak jauh beda dengan semua orang yang berada di sekitar mereka, saat bunda dari Kenzo akan protes. Kenzo lebih dulu memberi kan minuman itu ke arah depan bibir Almira sangat dekat membuat perempuan itu menggerjab kan kedua matanya dengan bingung.
"Buat kamu sayang, aku tidak mau membuat kamu capek hanya mengambil minuman yang ada di depan kamu, biar aku saja yang mengambil kan dan kamu hanya duduk dengan santai menunggu apa yang kamu ingin kan datang di depan kamu." ucap Kenzo dengan nada santai tetapi serius dari raut wajahnya membuat semua orang yang berada di sekitar mereka cengo, tidak jauh beda dengan Almira yang heran menatap ke arah Kenzo.
"YA AMPUN..... DASAR BUCIN....." teriak Rio sangat kencang membuat mereka semua menyetujui apa yang di ucap kan pria tersebut untuk Kenzo.
Kenzo hanya acuh saja, tidak mempeduli kan mereka semua. Fokus pandangannya hanya mengarah ke Almira saja, tidak ke yang lain pun.
***
"Sayang, kata Dokter anak kita lahir perkiraan kurang berapa hari lagi?"
Pertanyaan dari mulut Kenzo sejak dari luar ruangan Dokter kandungan sampai sekarang mereka berada di dalam mobil akan menuju pulang ke rumah membuat Almira yang mendengar pertanyaan yang berulang ulang kali dan juga sudah dirinya jawab berulang kali juga membuat dirinya sangat kesal kepada Kenzo yang mulai cerewet lagi seperti kemarin kemarin hari. Almira lebih memilih Kenzo menjadi pendiam dari pada cerewetnya terus menerus dan tidak berhenti henti membuat Almira yang mendengar menjadi sangat kesal.
__ADS_1
"Sayang, berapa kok? Aku sangat menanti kan anak kita lahir ke dunia ini." ujar Kenzo lagi tanpa menatap ke arah Almira yang mendengus kesal dengan nada agar Kenzo tidak mendengarnya, tetapi sia sia saja karena pendengaran Kenzo sangat tajam dan juga jarak di antara mereka cukup dekat tidak jauh.
Almira tidak menjawab melain kan dirinya memaling kan pandangannya ke arah jendela mobil yang menampil kan suasana jalan raya yang cukup ramai dengan pandangan kosong membuat Kenzo menatap sekilas lalu saat di depannya ada lampu lalu lintas yang berganti menjadi warna merah membuatnya leluasa untuk menatap ke arah sang istri yang masih melamun.
Puk.
Tepukan lembut di bahu Almira membuat perempuan itu berjengit terkejut pelan lalu menoleh ke arah Kenzo yang memandang dirinya khawatir, padahal Almira akan memarahi suaminya itu tetapi menjadi tidak jadi karena melihat raut wajah khawatir dari Kenzo.
"Kenapa, Mas?" tanya Almira dengan nada lembut sambil mengelus tangan Kenzo yang sudah menggenggam sebelah tangannya.
"Kamu yang kenapa, sayang?" balik tanya Kenzo bernada khawatir dan ada tatapan taku dari kedua matanya membuat Almira langsung saja membawa tangan suaminya yang menggenggam dirinya ke arah perut besarnya dan mengarah kan untuk mengusap usap perutnya dengan gerak kan pelan sambil tangannya berada di atas tangan Kenzo tentunya.
"Aku tidak apa apa Mas, hanya capek sama ocehan kamu." ucap Almira dengan nada bercanda sambil tersenyum lebar ke arah suaminya tersebut.
"Sayang, kamu buat aku khawatir..." rengek Kenzo dengan nada memelas sambil menunduk kan wajahnya ke bawah membuat Almira terkekeh kecil sambil mengusap surai hitam legam milik sang suami.
"Sudah lampu hijau, buruan! Di marahi kendaraan belakang tuh." ujar Almira sambil menyadar kan Kenzo yang langsung saja menjalan kan mobilnya lagi dan tidak lupa membawa genggaman tangan yang ada tangan Almira ke bibirnya, mengecup berkali kali sambil tersenyum membuat Almira geleng geleng kepala tidak habis pikir dengan perlakuan Kenzo yang sangat konyol dan ada ada saja, pikir Almira.
__ADS_1
"Maaf Mas..." batin Almira menatap sendu terpancar dari kedua matanya yang tidak di ketahui Kenzo tentunya karena pria itu sedang fokus ke perjalanan meskipun bibirnya mengecup punggung tangan milik Almira.