
"Ken, yang benar saja hukumannya seperti ini?"
Jeritan Almira dengan nada tidak terima menatap Kenzo yang sedang menampil kan senyuman menggoda ke arahnya membuat gadis itu makin kesal karena menatap raut wajah dari Kenzo. Bagi Almira, raut wajah yang di tunjuk kan Kenzo adalah mengejeknya.
Bagaimana Almira tidak protes dengan hukuman yang di berikan Kenzo untuknya, Kenzo menyuruh Almira untuk menulis kata kata seperti ini, Saya Almira dari istri Kenzo yang tampan tidak akan mengulangi kesalahan saya, sebanyak dua lembar kertas portofolio.
Itu sangat menjengkel kan dan sangat ke kanak kanakan untuk Almira, konyol sekali bagi dirinya.
Lalu Kenzo hanya menampil kan senyuman menggoda saja.
"Ken, apa tidak ada hukuman yang lain? Hukuman ini bagi ku sangat konyol sekali dan juga capek menulis sebanyak itu." ujar Almira mencoba menawar ke Kenzo yang malah mengelus puncak kepalanya dengan tangan kekar dan lembut.
"Kerja kan, sayang." jawab Kenzo sambil menduduk kan badannya ke kursi sebelah Almira.
Almira membalas dengan dengusan kesal yang membuat Kenzo menatap gadis itu dengan datar tanpa ada senyum, Almira yang merasa di tatap tajam dari sebelah langsung saja menoleh. Saat mengetahui kalau Kenzo menatap dengan raut wajah tidak enak, Almira langsung menampil kan deretan gigi putihnya sambil mengangkat kedua jari bertanda peace.
"Nakal ya kamu, hem." ujar Kenzo sambil mencubit sebalah pipi cubby Almira membuat gadis itu bukannya meringis malah tertawa menghadap Kenzo.
"Udah Ken, diam deh." tegur Almira sambil mencoba melepas kan cubitan di pipinya agar terlepas.
Saat cubitan itu sudah terlepas, Almira langsung melanjut kan hukumannya menulis di atas meja kaca tersebut.
Almira merasa kesal karena Kenzo ada saja menggoda dirinya, gadis itu mencoba cuek dan acuh saja yang malah makin membuat Kenzo menggoda dirinya.
Kenzo mengusap usap puncak kepala Almira.
Kenzo mencubit sebelah pipi cubby Almira.
Kenzo menjawil hidung Almira dengan jarinya.
Kenzo mendekat kan badannya ke Almira.
__ADS_1
Kenzo mengelus perut Almira juga sehingga membuat gadis itu merasa kan geli.
Malah yang bagi Almira itu parah adalah Kenzo mencium seluruh inci wajahnya berkali kali membuat Almira sangat kesal karena terganggu.
"Ken, diam." tegur Almira dengan nada kesal yang malas di balas dengan Kenzo tersenyum manis.
Almira menghela nafas saja melihat pria itu, tiba tiba saja Kenzo memeluk tubuh Almira dari samping membuat gadis itu meliriknya saja dengan menaik kan satu alisnya bertanya kenapa dengan suaminya tersebut.
"Aku sangat mencintai mu." ucap Kenzo yang bagi Almira tiba tiba dan membuat gadis itu membeku di tempat, lalu lebih parahnya jantung Almira berdegup sangat kencang sehingga mereka bisa mendengar.
"Jantung kamu, sayang..."
"Diam." sahut Almira memotong ucapan Kenzo karena malu.
Kenzo tertawa ringan sambil menggoyang kan sehingga pelukan mereka juga ke kanan dan ke kiri.
Almira merasa kan nyaman di pelukan Kenzo, rasanya hangat sehingga membuat Almira betah berada di pelukan Kenzo berlama lama sekali pun.
"Aku senang saat mengata kan itu ke kamu, aku juga tidak merasa bosan sama sekali dengan kata kata yang ku ucap kan hanya ke kamu itu. Yang lebih pentingnya lagi, aku ingin kamu tau seberapa perasaan cinta ku ke kamu." jawab Kenzo dengan nada lembut tapi serius membuat Almira membalas pelukan mereka.
Pelukan mereka makin erat membuat Kenzo mengelus puncak kepala Almira yang sudah bersandar di dada bidangnya yang tertutupi kaos polosnya.
"Ken, aku terlihat penjahat di depan mata kamu. Betapa jahatnya aku kemarin kemarin, maafin aku Ken..." lirih Almira menoleh menatap pria yang sedang tersenyum manis ke arahnya sehingga ketampanan Kenzo meningkat.
Almira berdiri lalu duduk ke pangkuan Kenzo yang sebenarnya pria itu terkejut tapi langsung merubah menjadi santai biasa saja meskipun masih ada raut datarnya.
Almira menangkup kedua pipi Kenzo dengan kedua telapak tangannya, sehingga kedua mata mereka saling menatap satu sama lain. Tatapan mereka seperti menyelami satu sama lain dan juga senyuman manis tercetak jelas dari keduanya.
"Aku kira, kalau menikah karena perjodohan akan rusak, tapi ternyata tidak. Kalau satu sama lain saling membuka untuk pasangan, pasti tidak akan rusak. Kamu menerima aku, aku menerima kamu, Kenzo." ucap Almira dengan nada lembut sambil mengelus kedua pipi Kenzo dengan jari jari kecilnya dengan lembut.
Kenzo tidak membalas, melain kan pria itu memajukan wajahnya ke wajah Almira sehingga hidung mereka saling bersentuhan.
__ADS_1
"Ken, apa aku boleh memanggil kamu dengan sebutan Mas?" tanya Almira.
Kenzo yang mendengar itu hatinya sangat senang dan berbunga bunga, penantian selama ini ternyata membuah kan hasil. Sedari dulu dia sangat mengingin kan nama panggilan dari mulut Almira, tapi saat gadis itu memanggil dengan namanya saja, dia mencoba bersikap biasa saja.
"Boleh, boleh banget sayang." jawab Kenzo sambil mengangguk anggukkan kepala dengan tatapan sendu ke arah Almira.
"Kenapa tatapannya itu, kamu bahagia Mas?" ujar Almira makin mendekat kan wajahnya sambil memanggil Kenzo dengan nada lembut.
Cup.
"Aku sangat mencintai mu, Almira Sayyida Samudra." ucap Kenzo lalu mencium bibir Almira lagi.
***
"Almira, kamu ada disini? Sangat kebetulan ya kita ketemu. Sepertinya ini yang namanya jodoh."
Ucapan dari mulut pria yang memakai jas formal bewarna hitam dan ada kacamata hitam yang sudah berada di kedua mata pria itu membuat Almira yang duduk di meja tempatnya mengerut kan kening tidak mengerti ke arah pria tersebut.
Pria itu tersenyum melihat Almira yang kebingungan tapi terlihat sangat lucu di matanya, dengan perlahan pria itu melepas kan kacamata hitamnya membuat Almira membola karena terkejut melihat Roy yang berada di depannya, si pria berkacamata hitam tersebut.
Tanpa aba aba, Roy duduk di depan Almira dengan menduduk kan badannya di tempat kursi meja Almira.
Almira rasanya ingin sekali membuang pria itu ke rawa rawa agar jauh dari pandangannya, Almira sangat muak dengan pria yang tidak tau malu sehingga dengan ringan menampakkan wajahnya ke keda mata Almira.
Almira kira, sang mantan kekasih sudah di telan bumi. Tetapi ternyata, pria ini masih ada di bumi.
Almira kelihatan begitu kejam, tetapi dirinya tidak masalah kalau kejam kepada pria yang dulunya pernah menjadi kekasihnya yang sangat sangat dia bucinni.
Betapa bodohnya seorang Almira Sayyida Alindra pernah sangat mencintai seorang pria yang bernama Roy Saputra.
"Halo Almira, kamu apa kabar? Kamu kesini sendirian?"
__ADS_1