
"Sekarang kita sudah berkumpul, ayo kita belanja sepatu kaca couple."
Jeritan heboh dari mulut Danera membuat kedua gadis yang sedang memejamkan kedua mata masih mengantuk, karena ini masih sangat pagi.
Baru saja selesai sholat subuh, mereka malah mendengar suara keras dari Danera membuat mereka sangat lah kesal yang sedang menatap dengan pandangan polosnya.
Almira menghembuskan nafas pelan, lelah menghadapi tingkah Danera. Berbeda lagi dengan Nera yang memutar kedua bola matanya malas lalu membaringkan badannya lagi ke kasur milik Almira.
Sebenarnya semalam Kenzo tidak memperbolehkan kesua gadis itu menginap di dalam kamar mereka, karena bujukan dari Almira membuat dia hanya bisa pasrah memperboleh kedua gadis tersebut dan Kenzo memilih tidur di depan televisi, di sofa panjang empuk.
Sebenarnya semalam Almira mengetahui kalau Kenzo sedang merasa kedinginan, tapi gadis itu hanya melewati saja mengacuhkan pria tersebut saat melihat Alex dan Eza bersembunyi di balik dinding.
Almira sudah sangat kesal dengan mereka. Almira tidak peduli membuat kedua pria dewasa yang bersembunyi menghela nafas kecewa sambil menatap Kenzo dengan rasa iba.
"Ayo ke mall, kita beli sepatu kaca." rengek Danera membuat kedua mata Nera terbuka lebar.
"MASIH PAGI, DANERA." bentak Nera yang sudah emosi karena kesal dengan tingkah laku Danera sejak kemarin kemarin.
Nera sekarang sangat lah capek, lalu membaringkan badannya ke kasur empuk lagi sambil memalingkan badan saat mendengar isakkan kecil dari mulut sahabatnya.
Almira langsung mencoba menenangkan tangisan kecil Danera lalu mengelus lengan Nera agar emosinya mereda.
"Gue capek, Al. Gue sangat capek. Sorry, Dan." lirih Nera yang masih mereka dengar membuat isakkan kecil keluar dari mulut Danera berhenti pelan pelan.
Almira maupun Danera mendekati tubuh Nera yang gemetar membuat mereka langsung memeluk tubuh gadis itu. Mereka tau bagaimana situasi keluarga Nera, Nera seperti ini juga karena keluarga tersebut.
Nera hanya sayang kepada Kakek Dirga saja, makanya saat kakek Dirga meninggal, Nera sangat terpuruk dan frustasi.
__ADS_1
Mereka tau betapa tersiksanya seorang Nera selama ini.
"Tiga bulan lagi, gue akan pergi ke Belanda. Sorry baru kasih tau." ucap Nera menileh menatap kedua sahabatnya yang sudah melototkan tidak percaya.
"Lo pasti bercanda kan, Ner? Gak mungkin." racau Danera yang sudah berkaca kaca kedua mata.
"Ayah yang suruh dan gue cuman ikutin saja apa kata mereka." jawab Nera dengan menundukkan wajahnya menyembunyikan kedua mata yang sudah berkaca kaca dan hidung memerah.
"Lo bisa kan tolak? Tolak aja, Ner." balas Danera dengan nada sedikit tinggi sambil mencengkram kerah baju Nera.
Almira hanya diam menatap mereka dengan pandangan kosong, hidupnya seakan menderita.
"Nera pergi ke Belanda, Danera pergi ke Semarang. Lalu gue akan sendiri disini." ucap Almira dengan pandangan kosong membuat cengkraman di kerah Nera terlepas karena Danera terkejut dengan ucapan gadis tersebut.
Danera tidak pernah memberitahu siapa pun, sebenarnya dirinya tidak mau meninggalkan kedua sahabatnya. Tapi tiba tiba, Almira mengetahui rencana dirinya.
"Hahaha, gue sendiri. Hahaha, sangat lucu dunia ini. Setelah Oma Diana pergi, sekarang kalian berdua. Daebak." tawa Almira dengan nada sumbang sambil meneteskan air mata, tapi dengan cepat dia menghapusnya.
"SEMUA HANCUR... SEMUA... HANCUR... AKHHH... SEMUA HANCUR..." teriak Almira sangat histeris membuat kedua sahabatnya langsung memeluk sangat erat gadis tersebut.
"Ada apa?"
Suara dengan nada berat tiba tiba menghampiri, betapa terkejutnya ketiga laki laki menatap Almira yang sudah sangat kacau terkejut.
Tanpa aba aba, Kenzo menghampiri lalu menggendong gadis itu ke kasur empuknya sambil memeluk badan Almira yang sudah gemetar hebat membuat Kenzo memeluk erat sambil mengelus bahu gadis tersebut dengan lembut agar nyaman.
Berbeda lagi dengan Danera dan Nera yang masih duduk di lantai dingin sambil emngeluarkan air mata membuat kedua pria dewasa menghampiri keduanya lalu mengusap kepala yang tertutupi hijab instannya.
__ADS_1
"Bang, Al Bang. Al..." lirih Danera sambil menatap Alex dengan wajah sendu.
Alex yang mendapatkan tatapan seperti itu dari Danera hanya diam, binggung membalas apa. Dirinya juga sangat terkejut dan bingung saat ini dengan keadaan sang adek sepupu perempuan satu satunya.
"Al, kenapa Nera. Kenapa?" tanya Eza kepada Nera yang langsung mendongakkan wajah pria dewasa tersebut yang sudah cemas dan khawatir.
"Al seperti itu karena kita. Huh, gue akan ke Belanda tiga bulan lagi dan Danera ternyata akan pergi ke Semarang. Al merasa sendiri di dunia ini, Bang." jawab Nera dengan nada pelan tapi masih di dengar oleh yang lain.
Kenzo pun mendengarnya dan Almira juga membuat cengkraman di ujung kaos polos Kenzo makin erat membuat pria itu menatap Almira dengan lekat, lalu memeluk gadis tersebut untuk menenangkan.
"Kalian ke-"
"Maaf Bang, gue di suruh orang tua." jawab Danera dan Nera bersamaan membuat para laki laki hanya menghela nafas sambil menatap kearah Almira yang memejamkan kedua mata.
"Yaudah, Abang dengar tadi kalian mau ke mall. Ayo pergi, abang traktir semau kalian. Sana siap siap gih. Al, sebelum waktunya tiba mereka berdua ini harus pergi, kamu buat banyak kenangan bersama bocah dua ini. Jangan menyia nyiakan waktu kebersamaan kalian, buat kenangan yang indah bersama oke? Jangan sedih." ucapan Eza dengan nada lembut membuat mereka menatap pria dewasa itu yang tersenyum manis.
***
"SEPATU KACA, KAMI DATANG UNTUK MENJEMPUT DIRIMU..."
Teriakan sangat kencang dari mulut Danera membuat semuq orang yang ada di dalam mall mewah itu menatap mereka dengan berbeda beda tatapan membuat Almira dan Nera langsung menutupi wajahnya dengan hijab pasminanya hanya terlihat kedua mata saja.
Mereka sangat malu dengan tingkah Danera yang tidak ada berhentinya.
"Ner, gue mau banget buang Danera ke laut, biarin aja tuh cewek di makan buaya. Ikhlas gue, Ner. Malu banget." bisik Almira yang masih bisa di dengar oleh ketiga laki laki yang ada di belakang mereka.
Eza yabg mendengar itu mencoba untuk menahan tawanya agar tidak keluar. Berbeda lagi dengan Alex dan Kenzo yang hanya geleng geleng kepala mendengar bisikan Almira ke Nera.
__ADS_1
"Gue juga ikhlas kok, monggo buang Danera sekarang juga pun tidak apa apa." balas Nera dengan nada bisik dan kesal yang sudah sangat sangat kesal kepada tingkah Danera yang sekarang malah berlari kesana kemari.
"INI DIA... GUE DAPAT SEPATU KACANYA, PARA SAHABAT KU YANG MASIH CANTIKKAN DANERA, INI." Teriakan itu lagi dari suara yang sama membuat kedua gadis itu menghela nafas dan menundukkan wajahnya tidak kuat menahan malu lagi atas tingkah Danera.