Suami Pilihan Oma

Suami Pilihan Oma
DUA BELAS


__ADS_3

“Kenapa tidak memakai helm?”


Pertanyaan itu muncul dari mulut seorang pria kekar memakai baju dinas polisi berdiri di jalan raya yang ada di lampu lalu lintas sedang berbicara dengan seorang cewek yang sedang membenarkan hijab seragam.


Kedua sahabat cewek memalingkan pandangan berpura-pura tidak tahu, berbeda lagi dengan seorang cewek di hadapan sang Polisi yang menatap datar kearahnya.


Banyak sekali yang kena tilang di pinggiran jalan itu sebab tidak memakai helm.


“Lo sih Al, tadikan gue udah bilang nanti ada Polisi.” bisik Danera yang masih bisa di dengar oleh orang lain di sekitarnya.


Almira yang mendapat ucapan itu dari mulut Danera hanya bisa menghela nafas dan memandang Polisi itu dengan cengiran tidak jelas membuat Polisi itu menegang kaget. Berbeda lagi dengan kedua sahabat hanya bisa geleng-geleng kepala.


“Kamu saya tilang.” ujar Polisi dengan wajah datar saat mencoba menentralkan jantungnya.


“Bapak tidak bisa tilang saya, saya akan laporkan bapak ke suami saya. Suami saya juga Polisi. Jangan macam-macam ya pak.” sinis Almira tanpa sadar sudah membuat semua terkejut dengan pengakuannya.


“Siapa suami mu?” tanya Polisi menatap kedua mata Almira yang terpancar.


“Kenzo Sagara Samudra.” jawab Almira dengan nada kencang sehingga semua bisa mendengarnya.


“Itu nama saya.” sahut Polisi itu dengan wajah yang memerah.


“Bodoamat.” ucap Almira setelah sadar dengan semua ucapannya.


Mencoba bersikap biasa di depan semuanya. Sedari tadi Almira merutuki kebodohannya di dalam hati. Almira tidak berani menatap wajah Kenzo ataupun kedua sahabatnya yang tersenyum geli.


“Kamu tetap saya tilang, nanti saya juga yang akan menjadi wali kamu.” ujar Kenzo sambil menuliskan surat yang ada di tangannya.


“Terserah. Nih bawa sepedanya.” ujar Almira turun dari kendaraannya yang bewarna merah muda itu di serahkan ke Kenzo.


Kenzo menerima kendaraan itu dan memberikan surat tilang ke Almira. Kenzo mengusap hijab instan yang ada di kepala Almira dengan lembut.


“Jangan cemberut. Salim dulu.” ujar Kenzo menyerahkan tangan kanan di depan wajah Almira.


Dengan wajah cemberut Almira mengambil sebelah tangan Kenzo mendaratkan ke bibir ranumnya dengan memejamkan kedua mata.


Sorakkan sangat kencang dan banyak terdengar di telinga Almira yang membuat dia melepaskan tautan itu, Almira bener-bener sangat malu sekarang.


“Ayo.” ajak Almira langsung naik ke kendaraan Nera yang berarti mereka naik ke satu kendaraan.


“Kamu sama—“


“ASSALAMUALAIKUM…” sebelum selesai Kenzo menyelesaikan ucapannya, Almira lebih dulu mengucapkan salam dan kendaraan mereka sudah meninggalkan tempat.

__ADS_1


“Waalaikum salam…” balas Kenzo sambil geleng-geleng kepala melihat kepergiannya.


***


“SIALAN LO, GU—“


Dugh!


Kaleng soda mendarat ke kening Ella sehingga menimbulkan suara yang nyaring membuat semua murid yang ada di kantin menoleh si pelaku yang tersenyum sinis.


Pelaku itu, tak lain tak bukan, Almira yang bersama kedua sahabatnya.


“Gak ada kapok-kapoknya lo, bully anak orang.” ucap Almira bernada sinis.


Ella memandang tajam kearah Almira, dia sudah muak dengan sok pahlawan Almira yang membuat dia terkenal di sekolah. Ella sangat iri.


Kedua tangan Ella terkepal sangat erat di samping tubuhnya dan wajah yang sudah memerah karena sedang marah.


“Makin lama, lo makin ngelunjak Almira Sayyida Alindra. Teman kanak-kanakku.” ejek Ella maju ke depan yang sudah berada di depan Almira.


Raut wajah Almira berubah menjadi pias, dia sangat terkejut Ella mengingatnya. Padahal data-datanya sudah diamankan oleh sang Oma agar tidak ada yang tahu masa lalunya yang kelam itu.


Ella yang melihat perubahan raut wajah Almira tersenyum kemenangan menatap cewek yang ada di depannya. Ella sangat menikmati raut terkejut Almira.


Setelah Ella mengucapkan itu membuat suasana menjadi ramai dengan bisik-bisik dari semua murid yang melihatnya.


“Almira pernah di bully sama Ella, gila berita hot nih.”


“Gak nyangka gue, seorang almira pernah di bully.”


“iya gue juga, malah yang makin menghebohkan itu si pembully.”


“iya woy, Ella yang bully, Ella woy.”


“Cepat ramaikan di grub sekolah.”


“Almira di bully Ella.”


Itulah bisik-bisik dari semua murid sambil menatap Almira aneh sehingga ketiga cewek tidak tahu apa arti pandangan itu kepada Almira. Berbeda lagi dengan Ella dan kedua sahabatnya yang tersenyum senang dan jangan lupakan dengan raut wajah yang mengejek.


Almira yang tidak tahan, langsung saja berlari meninggalkan kerumunan mereka.


Danera yang melihat itu langsung berlari mengejar Almira. Near yang masih menatap tajam kearah semua murid menjadi terdiam karena takut.

__ADS_1


Near maju mendekat kearah Ella lalu membisikan sesuatu yang membuat Ella merubah raut wajahnya menjadi takut dan seluruh badannya membeku tidak bisa menggerakkan.


Setelah itu, Nera berjalan santai meninggalkan kerumunan itu dengan wajah dingin dan datarnya sambil memasukkan sebelah tangan di saku roknya.


“Sialan.” gumam Ella menunduk sangat pelan.


***


“Sudah aku ambilkan motor kamu, tapi sekarang ada di bengkel.”


Ucapan Kenzo tiba-tiba membuat Almira terkejut membuyarkan lamunannya sambil menoleh kearah Kenzo yang menatapnya khawatir tapi hanya diam di tempat. Almira yang melihat itu hanya menghela nafas pelan dan mengusap dadanya untuk menormalkan jantungnya.


“Duduk sini.” ucap Almira menepuk-nepuk sofa yang ada di sampingnya.


Kenzo yang mendapatkan itu sangat senang dan mencoba untuk mendatarkan raut wajah yang sudah memerah karena salting.


Dengan cepat, Kenzo langsung duduk di samping Almira mengadap kearah istrinya menatap sangat intens membuat Almira menaikkan satu alisnya bertanya.


“Kamu kapan mencintaiku?” tanya Kenzo dengan nada serius.


Pertanyaan yang dilontarkan oleh Kenzo membuat Almira menoleh menatap dengan tatapan yang sulit diartikan. Berbeda lagi dengan Kenzo yang memandang sendu yang terpancar di kedua mata, sangat berbeda dengan raut wajah yang masih datar tanpa ekspresi.


Hening.


Suasana diantara mereka, Almira yang tidak menjawab pertanyaan kenzo, dia hanya menghela nafas pelan sambil memalingkan pandangan menjadi lurus ke depan.


“Dari kecil, aku sudah suka sama kamu. Tapi setelah kejadian itu, perasaan ku sudah menghilang sampai sekarang.” ucap Almira membuat Kenzo menoleh kearahnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


Kenzo meremas kedua tangan di samping badannya tanpa di ketahui Almira. Perasaan takut, sedih, dan kecewa kepada dirinya sendiri.


“Kamu sendiri yang membuat kita seperti ini. Sekarang aku sudah mencintai pa—“


“Tidak boleh. Kamu sama dia sudah berbeda.” potong Kenzo dengan cepat.


Rasa kesal tiba-tiba menjalar di relung hatinya. Kenzo sangat tidak suka saat Almira membahas pacarnya di depannya.


Kenzo merasakan kalau dia tidak baik untuk Almira dan juga Kenzo selalu merasakan rasa cemburu saat Almira berbicara dengannya di sekolahan dengan senyuman manis yang terpancar di raut wajah Almira.


“Kamu tidak ber—“


“AKU BERHAK, AKU SUAMI KAMU ALMIRA SAYYIDA ALINDRA.” ucapan Kenzo dengan nada tinggi sambil mencengkram bahu Almira dengan erat.


Tiba-tiba tawa sinis keluar dari bibir Almira yang membuat Kenzo tersadar dari kemarahannya. Kenzo langsung melepaskan cengkraman itu dengan pelan.

__ADS_1


“Selamanya kamu tidak berhak mengatur kehidupanku. Ingat ini, Kenzo Sagara Samudra. Selamanya aku tidak akan menganggapmu suami ku. Selamanya.”


__ADS_2