Suami Pilihan Oma

Suami Pilihan Oma
ENAM BELAS


__ADS_3

“Lo suka sama Danera?”


Pertanyaan dari mulut Nera membuat mereka semua menatap kearah Rio yang makin memerah raut wajahnya.


“Ekhem, ayo Ken sudah waktunya.” ujar Rio mengalihkan menatap Kenzo memberikan kode tanpa di ketahui ketiga cewek.


Kenzo hanya berdehem kecil membuat Rio tanpa sadar menghembuskan nafas lega. Rio tidak berani menatap kearah Danera yang menatapnya lekat. Dengan cepat, Rio pergi meninggalkan mereka dengan mendorong bahu Kenzo agar berjalan keluar rumah.


Danera geleng-geleng kepala melihat Rio yang salting.


“Ayo.” ajak Almira sambil merangkul kedua sahabatnya untuk keluar dari rumah.


Saat mereka sudah berada di luar rumah. Mereka sudah menaikki kendaraan masing-masing dengan santai. Tiba-tiba Danera memukul keningnya membuat kedua sahabatnya menoleh memusatkan perhatian kearah Danera.


“Gue lupa gak bawa helm…” lirih Danera sambil menunduk.


“Kalau satu gak pakai, gue sama Nera gak pakai.” ujar Almira membuat Nera menatap ingin protes.


Danera yang mendengar itu langsung saja kedua mata berbinar menatap kedua sahabatnya yang mengangguk, Danera tahu kalau Nera mengangguk dengan malas. Tapi itu tidak membuat binaran di kedua mata hilang.


Danera memeluk kedua sahabatnya merasa terharu dengan solidaritas.


“KUY, BERANGKAT…”


***


“Berhenti, kalian bertiga silahkan ke pinggir jalan.”


Ucapan sang Polisi mengarahkan Almira dan kedua sahabatnya untuk ke pinggiran jalan. Mereka tidak mengenakan helm saat akan melewati lampu lalu lintas, lalu di pinggir lampu lalu lintas ada pos Polisi untuk bertugas.


Almira tidak mengenali Polisi itu, karena bukan Kenzo ataupun Rio.


Ketiga gadis hanya mengikuti yang diarahkan oleh Polisi itu tanpa mengeluarkan suara ataupun memandang kearahnya, tidak seperti Nera yang memandang tajam juga membuat Polisi itu tidak berani bertatapan dengan Nera.


“Silahkan masuk di pos. Saya akan menghubungi atasan saya terlebih dulu.” ujar Polisi itu meninggalkan ketiga gadis yang sudah duduk.


Setelah menunggu beberapa menit, ada tiga Polisi yang masuk ke pos itu dengan pakaian rapinya.


“Ini orangnya Pak yang melanggar tidak memakai helm.” ujar Polisi itu menunjuk ketiga gadis yang sedang menyengir tak jelas kecuali Nera yang memandang datar.


“Kalian?” raut wajah syok sangat kentara sekali dari Rio sambil menepuk keningnya pelan.

__ADS_1


Kenzo sebenarnya juga menatap terkejut tapi dia langsung menguasai raut wajahnya menjadi datar lagi. Menatap Almira yang menyengir membuat Kenzo sangat gemas ingin mencubit pipi cubby itu.


“Kan gue sudah bilang, jangan keluar…” ucap Rio yang sudah lemas menatap ketiga cewek itu.


Rio sudah lelah.


Raut wajah bingung di tunjukkan oleh Polisi yang tadi menangkap ketiga gadis itu. Saat ada yang berbicara dia menatap. Dia sangat bingung dengan situasi seperti ini.


“Kenapa gak pakai helm?” tanya Kenzo sambil duduk di tempat depannya Almira.


“Danera lupa gak bawa helm, yaudah kita gak pakai. Ini namanya solidaritas antar sahabat!” jawab Almira dengan nada santai dan terselip nada bangga di kata solidaritas itu.


Rio yang mendengar jawaban dari Almira mengusap wajahnya dengan kasar, dirinya makin lelah.


Berbeda dengan Kenzo malah mengusap wajah Almira yang membuatnya gemas, mereka yang melihat melotot terkejut. Kecuali Almira yang mendengus kesal menatap Kenzo.


“Nigel, ini istri saya.”


Ucapan Kenzo membuat Nigel langsung menatap kearah Almira yang memandang datar tanpa ekspresi. Raut wajah syok dan tidak percaya dengan pengakuan dari Kenzo.


Bagi Nigel, istri Kenzo itu seperti yang di ceritakan. Tapi ini sangat berbeda dengan cerita dari Kenzo.


“Kok beda sama yang lo ceritakan.” ujar Nigel membuat ketiga gadis itu menatap tajam kearahnya.


Pukulan ke lengan Nigel sangat kencang hingga berbunyi membuat mereka menoleh kearah si pelaku yang masih menatap tajam kearah Polisi itu.


“Lo bilang gitu, sama aja menghina sahabat gue.” ujar Nera sambil menunjuk Nigel dengan telunjuknya, dia sangat marah mendengar Nigel berucap seperti itu.


Yaps, pelaku yang memukul Nigel adalah Nera.


“Lo—“


“Sudah... Sudah…” cegah Kenzo sebelum Nigel melanjutkan kata-katanya.


Hening, semua menantikan ucapan selanjutnya dari Kenzo.


Kenzo memandang datar dan dingin kearah Almira yang membuat dia mengucapkan kata maaf tanpa suara, hanya gerakan mulut saja lalu menunduk tidak berani menatap Kenzo.


Bila Kenzo sudah bertugas menjadi Polisi, maka dia akan sangat tegas tanpa memandang bulu.


“Hukuman kalian bertiga, menyapu jalan ini sampai bersih.” ujar Kenzo membuat ketiga gadis itu melototkan kedua mata tidak terima.

__ADS_1


Saat akan protes, Kenzo menaikkan sebelah tangan untuk mengkode berhenti dan tidak ada penolakkan.


“Kok malah gue yang berada di neraka dia.” batin Almira tidak terima.


***


“Sapu yang benar.”


Ucapan Rio membuat ketiga gadis memandang kesal dan sinis. Tatapan itu membuat Rio tertawa sangat lepas dan kencang, tidak jauh beda dengan Nigel yang berada di samping cowok itu.


Berbeda lagi dengan Kenzo yang menatap Almira diam duduk di dalam pos itu. Saat melihat keringat Almira membuat Kenzo tidak tega, tapi saat mengingat kesalahan Almira yang terus menerus membuat dia duduk kembali hanya menatap.


Tanpa di sengaja, kedua mata Almira menatap Kenzo dari luar jendela. Mereka sama-sama menatap satu sama lain tanpa membiarkan sekitarnya.


Almira menghela nafas lalu mamalingkan pandangan kearah bawah untuk melanjut kegiatan menyapunya.


Kenzo tahu, kalau pandangan Almira itu sangat kesal kepada dirinya. Tapi dia hanya diam.


Semua mata kendara menatap tiga cewek cantik membuat mereka sangat malu tiba-tiba menjadi pusat perhatian. Ketiga gadis itu sangat tidak suka saat mereka menatap dengan artian berbeda-beda.


Kenzo yang mengetahui itu langsung saja memerintahkan Rio dan Nigel untuk memberhentikan ketiga gadis itu. Kenzo menghampiri mereka dengan membawa kunci motor tiga, lalu memberikan itu ke satu persatu.


“Langsung pulang.” ucap Kenzo dengan nada dingin membuat mereka terpaksa harus menurut.


Tanpa mengucapkan sepatah katapun, ketiga gadis itu menaikki kendaraannya dan berlalu pergi dengan kencang membuat ketiga Polisi hanya geleng-geleng kepala melihat itu.


“Di rumah nanti, istri lo gak marah Ken?” tanya Rio menatap Kenzo.


Kenzo hanya menjawab dengan deheman dan menaikkan bahunya tidak tahu. Tapi ada rasa takut saat Almira berubah lagi seperti dulu yang membencinya karena mempunyai pacar.


“Tatapan Nera sangat menyeramkan.” ujar Nigel tiba-tiba membuat atensi kedua laki-laki itu menatap Nigel.


“Emang, kan sepupunya Kenzo.” jawab Rio dengan nada santai.


“HAH.”


Teriakan sangat terkejut dari mulut Nigel sambil melirik kearah Kenzo yang menaikkan satu alisnya.


Nigel langsung menunjukkan dua jari kearah Kenzo menandakan tanda peace sambil menampilkan deretan gigi putihnya. Rio yang melihat itu terkekeh lepas melihat raut wajah Nigel yang sudah pucat pasi karena takut kena hukuman.


“Tidur di kandang Anggro, macan putih itu satu hari satu malam.”

__ADS_1


“TIDAKKKKK………”


__ADS_2