
"Sialan, aku tidak bisa menemu kan cewek bodoh itu."
Di lain tempat ada seorang pria yang sedang menghacur kan barang barang yang ada di ruangan gelapnya, sehingga ruangan tersebut berserak kan tetapi pria itu hanya acuh saja dengan sekeliling. Mengepal kan kedua tangan menatap perempuan yang ada ponsel galerinya saat berfoto bersama di depan kantor sekolahan.
"Aku akan membalas kan dendam ke lo cewek bodoh, lo sudah membuat sepupu gue menjadi gila karena perbuatan sepupu lo ke kami. Tunggu saja waktu yang tepat, gue akan langsung menghancur hidup lo cewek bodoh." sungutnya dengan geraman dan mengerat kan rahangnya mengeras.
Brak.
Tiba tiba saja pria itu memecah kan ponselnya ke lantai dingin sehingga layar ponsel tersebut mati hanya menampil kan warna hitam saja, tapi sebelum mati layar ponsel itu malah menampil kan foto perempuan yang sangat dia benci sekarang sedang tersenyum dan di sampingnya ada dirinya tersenyum juga meskipun kecil.
Brak.
Pria itu masih sangat kesal saat mengingat kejadian yang menimpa kepada sepupu perempuannya di depan kepala matanya sendiri, kedua tangan pria itu langsung saja meremat surai ke emasan dengan kencang karena masih ada bayang bayang kejadian yang menimpah sepupu perempuannya. Kejadian itu seperti tersarang di kepalanya sehingga tidak bisa pergi dari pikiran pria tersebut yang malah membuat pria itu pusing dan merasa kesal dan juga pastinya merasa sedih.
Pria itu meluruh ke bawah dengan menunduk kan kepalanya sambil kedua tangan yang masih berada di rambut ke emasannya, meremat makin kuat saat melihat raut kesedihan dari sepupu perempuannya saat di perlakuan sangat tidak beradap dari para pria yang ada di ruangan itu.
"Aaakhhhh.... Sialan...." teriakan bercampur geraman keluar dari mulut pria itu dengan sangat kencang karena merasa frustasi akan apa yang menimpah oleh sepupunya.
"Gue tidak akan membiar kan hidup lo tenang perempuan bodoh, tidak akan pernah. Bersiap siap lah untuk menjemput kesengsaraan yang gue buat untuk lo, selamat datang di permainan Tuan Roy Saputra yang sebenarnya, Almira Sayyida Alindra." ucap pria itu menyeringai lebar menatap lurus ke depan dengan kepalan tangan yang sangat erat.
***
"Dingin banget Mas..."
Ucapan dengan nada jeritan keluar dari mulut bibir mungil Almira yang sedang bergetar kedinginan karena sekarang sepasang suami istri itu berada di pantai, pagi pagi sekali baru bangun tidur selesai beribadah mereka langsung pergi ke pantai.
Kenzo yang berada di samping Almira yang sedang memasang kan pelampung di badan sang istri hanya tersenyum kecil melihatnya, setelah selesai Kenzo menarik tangan Almira dengan lembut membawanya ke penyewaan banana but yang sudah ramai sekali membuat Kenzo memilih untuk berada di terakhir tidak mau membuat sang istri sakit karena berdesak kan. Tampilan yang mereka kenakan sangat tertutup berbeda sekali dengan lingkungan sekitar yang memakai baju yang terbuka, Kenzo benar benar menjaga Almira sehingga dirinya sangat dekat sang istri, takut takut kalau sang istri di hampiri oleh para laki laki yang hanya mengena kan bawahannya saja.
Kenzo sebenarnya tidak mau mengajak Almira ke pantai karena itu, tetapi Almira bangun tidur merengek terus untuk pergi ke pantai, mau tidak mau Kenzo harus mengabul permintaan sang istri tercinta.
__ADS_1
"Ayo selanjutnya."
Suara dari speaker yang di bawa oleh pria baruh paya mengisyarat kan banana but akan meluncur dan ternyata kurang penumpang. Tiba tiba pria paruh baya tersebut menunjuk Almira dan Kenzo untuk segera naik ke banana but yang sudah ada gerombolan orang lain.
Kenzo malah melangkah mundur, berbeda dengan Almira yang maju sambil tersenyum tipis yang otomotis membuat Kenzo juga ikut maju.
"Sayang, itu sudah penuh nan-"
"Syuttt.... Diam, Mas." sahut Almira memotong ucapan Kenzo sambil menarik genggaman tangan sang suami untuk mendekati tempat penyewaan tersebut.
Almira sudah naik ke banana but dan Kenzo juga naik setelah sang istri yang berada di belakangnya sambil memeluk pinggang ramping Almira dari belakang dan di pegang oleh Almira tangan yang melingkar tersebut sehingga badan Kenzo sangat dekat dengan badan Almira. Tidak tau saja kalau sebenarnya Kenzo memeluk badan Almira sangat erat yaitu karena perempuan yang berada di depan sang istri menatap ke arahnya dengan pandangan tertarik dan menatap ke arah Almira dengan tatapan sinis, Kenzo mencoba untuk menjauh kan Almira dari perempuan tersebut agar tidak terlalu dekat dan tidak berbicara dengan perempuan tersebut.
"Sayang, jangan terlalu dekat dengan perempuan yang ada di depan kamu itu dan jangan sesekali untuk menjawab pertanyaannya apa pun itu." bisik Kenzo tepat di telinga Almira yang membuatnya melirik ke arah sang suami yang sedikit mengerat kan pelukannya.
"Iya Mas, aku tau kok kalau dia natap kamu tertarik. Kan kamu memang sangat tampan, jadi siapa pun pasti tertarik sama kamu. Sudah lah, biar kan saja." jawab Almira dengan nada pelan sehingga hanya mereka berdua saja yang bisa mendengar karena banana but tersebut sudah meluncur ke pantai.
"Istri ku memang pintar." ucap Kenzo setelah mengecup sebelah pipi Almira yang membuatnya memerab karena malu, bukan apa apa mereka itu sedang berada di lingkungan umum dan Kenzo malah menciumnya.
Almira kesal bercampur malu sehingga dirinya menepuk tangan yang melingkar di pinggang rampingnya sedikit keras yang malah membuat Kenzo tersenyum tipis sambil hidungnya dia gesek gesek kan ke belakang kepala Almira berkali kali, Kenzo bukannya menikmati wahana banana but melain kan pria itu menikmati kegiatannya yang menyangkut Almira. Almira hanya pasrah saja, dia sedang menikmati wahana yang tidak pernah ia naikki.
Banyak teriakan dari mereka semua, berbeda dengan Almira dan Kenzo hanya diam saja tidak seperti yang lain.
"Pegangan aku saja, sayang. Jangan ke banana butnya, aku cemburu tau." bisik Kenzo dengan nada gerutuan membuat Almira langsung saja menepuk kencang tangan yang melingkar tersebut.
Almira geleng geleng kepala tidak habis pikir dengan ucapan konyol dari Kenzo yang katanya cemburu dengan wahana yang dia naikki, meskipun tidak percaya dengan ucapan sang suami Almira tetap mengikuti ucapan Kenzo untuk memegang paha Kenzo untuk dia jadi kan pegangan dirinya.
Di dalam hati Kenzo, pria itu tersenyum senang karena Almira menurut kepadanya. Dia makin sangat mencintai Almira, cintanya sekarang sedang bermekaran seperti bunga. Kenzo merasa sangat senang merasa kan berbunga bunga di dalam hatinya, padahal yang di lakukan Almira sederhana itu tapi berefek sangat besar untuknya.
Melihat Almira tersenyum bahagia dan tertawa lepas membuat Kenzo merasa senang dan bahagia, dirinya merasa berhasil membuat kenangan indah meskipun kecil dan sederhana.
__ADS_1
"Aku ingin kamu selalu mengingat aku sayang, aku sangat mencintai kamu Almira Sayyida Alindra ku." batin Kenzo di dalam hati dengan tatapan sendu ke arah Almira tanpa di ketahui istrinya.
Setelah selesai dengan wahana banana but, wahana tersebut sudah berada di pinggiran pantai membuat mereka semua turun.
Kenzo lebih dulu turun lalu mendongak kan wajahnya menatap Almira lalu mengulur sebelah tangannya ke arah sang istri agar Almira kalau turun tidak jatuh, tetapi tanpa di sangka oleh Kenzo kalau uluran tangannya bukan di sambut oleh tangan Almira melain kan oleh perempuan yang ada di depannya istrinya.
"Terima kasih, tampan." ucap perempuan itu langsung saja Kenzo menghempas kan tangannya sehingga tangan mereka terlepas, Kenzo memberi kan tatapan tajam sangat tajam ke arah perempuan tersebut.
Kenzo langsung saja menarik pinggang ramping Almira untuk turun dengan tangan sebelahnya, Almira hanya diam saja karena dirinya juga terkejut dengan keberanian dari perempuan tersebut.
Kenzo membawa Almira untuk pergi dari tempat penyewaan dengan raut wajah marah dan tatapan yang sangat tajam seperti silet, sebelum pergi Kenzo lebih dulu melirik ke arah perempuan yang menatapnya takut tidak tau juga tiba tiba merasa kan hawa tidak enak dari mereka.
"Jijik, dasar murahan." ucap Kenzo sinis ke arah perempuan tersebut yang langsung membuat Almira untuk menarik suaminya pergi dari tempat tersebut.
Almira tau kalau Kenzo sedang marah dan emosinya memuncak, makanya Almira membawa Kenzo untuk pergi saja dari pada marah marah kepada perempuan tersebut. Sepasang suami istri itu sudah duduk dengan nyaman, lalu Almira membawa sebelah tangan Kenzo yang tadi di pegang oleh perempuan tersebut dan Almira mengambil pasir pantai ke arah telapak tangan Kenzo dan mengusapnya pelan membuat pria tersebut tersenyum lembut ke arah Almira yang bisa saja menghilang kan jejak dengan caranya sendiri, Kenzo hanya melihat gerak gerik Almira yang sudah meniup kan telapak tangannya sambil mengusap usap lembut berkali kali.
"Sudah hilang jejaknya Mas." ujar Almira dengan nada riang sambil tersenyum manis ke arah Kenzo agar emosi dari sang suami menurun.
"Istri ku memang yang terbaik dari segalanya." ucap Kenzo dengan nada lembut yang di sambut oleh Almira tersenyum juga, merasa senang.
"Sudah tidak marah kan, Mas?" tanya Almira dengan menggenggam kedua tangan Kenzo membawa ke atas pahanya yang tertutup celana.
Kenzo tidak menjawab melain kan pria itu mendekat kan duduknya dengan Almira sambil tidak mau melepas kan genggaman mereka, lalu kepala Kenzo jatuh ke bahu Almira dengan nyaman membuat Almira melirik ke arahnya dengan senyuman lembut.
"Sayang, kamu membuat ku makin jatuh cinta sangat dalam seperti ini, rasanya aku sudah berada di jurang yang paling dalam." ujar Kenzo yang tiba tiba dengan nada seraknya membuat Almira merinding seketika karena mendengar nada yang seperti itu.
"Kamu makin membuat ku tidak mau jauh dari kamu, sayang." lanjut Kenzo dengan nada pelan tapi masih di dengar oleh Almira yang mengerut kan kening bingung, tapi mengingat kalau ucapan Kenzo selalu konyol membuatnya hanya bersikap biasa saja sambil tersenyum ke arah Kenzo yang sedang menatap dirinya.
"Aku tidak mau jauh dari kamu sayang, aku tidak mau..." jerit Kenzo di dalam hati sambil memandang wajah cantik istrinya yang sedang tersenyum ke arahnya.
__ADS_1