
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Kenzo Segara Samudra dengan bernama Almira Sayyida Alindra maskawin berupa Mobil lamborghini, uang senilai 200juta beserta seperangkat alat shalat, Tunai."
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Almira Sayyida Alindra dengan maskawinnya yang tersebut, tunai."
"Bagaimana para saksi?" tanya penghulu menghadap kanan dan kiri.
"SAH!"
"Alhamdulillah."
Ucapan syukur secara bersamaan para tamu dan keluarga besar membuat seseorang yang berada di dalam kamar meneteskan air mata. Kedua teman yang melihat itu, langsung memeluk sangat erat sambil menangis haru.
"Lo sudah jadi istri, Al." ujar Danera dengan menangis tersedu-sedu langsung di bekap dengan telapak tangan kanan di mulut, agar tidak ada yang mendengar.
Nera hanya tersenyum sendu ke kedua sahabatnya, dia sangat menyayangi mereka berdua. Karena, hanya mereka yang selalu berada di sampingnya saat senang atau pun sedih.
"Padahal kita belum lulus, Al." lanjut Danera dengan menundukkan kepala.
Almira yang melihat itu langsung memeluk keduanya lagi dengan menangis terisak.
Almira tidak mempedulikan riasan di wajah yang mungkin sudah luntur. Dia hanya ingin berpelukan bersama sahabat tercintanya dan terbaiknya.
Ceklek...
Pintu terbuka menampilkan sang Oma yang tersenyum sendu kearah sang cucu yang sudah melepaskan pelukan mereka.
Oma berjalan menghampiri mereka dengan jalan anggun dan kharisma meskipun sudah banyak umur. Sangat kentara sekali.
"Cucu laknatku..." lirih Oma merentangkan kedua tangan.
Almira yang melihat itu langsung berhambur ke pelukan sang Oma, dia makin sangat sedih saat mengingat dia harus meninggalkan sang Oma.
Beberapa menit keduanya berpelukan meluapkan rasa kasih sayang. Tiba-tiba suara pintu mengetuk dan membuka pelan.
Sang wanita paruh baya menatap mereka dengan senyuman manis.
"Sudah waktunya turun."
***
Kenzo memilin kedua tangan dengan gugup, dia sangat takut kalau Almira kabur atau apalah. Dirinya tidak mau itu terjadi.
Tapi, saat melihat gadis cantik berjalan menghampiri bersama sang Oma dan Mamanya yang bersamanya. Pikiran negatif langsung menghilang tergantikan dengan terpesona.
Sudah berapa kali, dia mencintai Almira.
Almira sudah duduk di sebelah Kenzo tanpa mengeluarkan suara apapun dan tanpa tersenyum sedikitpun.
"Kalian berdua sudah resmi menjadi suami istri. Silahkan sang istri mencium punggung tangan sang suami, dan suami mencium kening sang istri." ucap penghulu dengan senyum.
__ADS_1
Nera menepuk bahu Almira membuat sang empu mengangguk mengerti.
Almira mengambil tangan kanan Kenzo, lalu menciumnya dengan gaya pelan dan Kenzo langsung memajukan wajahnya ke wajah Almira, lalu mencium kening Almira dengan syahdu dan menikmati.
Jantung Almira berdetak kencang dan tanpa sadar meneteskan air mata sambil memejamkan kedua mata.
Suara riuh tepuk tangan dari semua orang yang berada di ruangan itu membuat ciuman di kening Almira terlepas.
"Gara sangat mencintai mu, Say." bisik Kenzo tepat berada di telinga kanan Almira.
"Say membenci mu, Gara." bisik Almira membuat Kenzo merasakan rasa sakit di hatinya.
***
Para tamu sangatlah banyak, membuat Almira kelelahan yang selalu berdiri di samping Kenzo.
Tidak ada percakapan antara mereka berdua. hanya senyum kearah tamu yang menyalami.
"Kalian istirahat saja di kamar." ujar Mama Mawar yang berada di samping Almira tiba-tiba.
"Boleh kah?" tanya Almira ragu.
Mawar hanya mengangguk tersenyum menjawab pertanyaan sang menantu.
Tanpa sadar, Almira menarik pergelangan tangan Kenzo menuju ke kamar. Kenzo menatap sendu kearah tangannya yang di genggam sang istri tercinta.
Saat menuju di depan pintu, Almira menoleh menatap Kenzo yang ada di belakangnya.
"Kuncinya?" tanya Almira mengadah tangan yang tidak menggenggam kearah wajah Kenzo.
"Biar aku!" jawab Kenzo yang langsung membuka pintu itu.
Sebelum Almira masuk di kamar, dia sangat terkejut bila ia menggenggam tangan Kenzo. Almira melepas genggaman tersebut dan masuk kamar tanpa mengajak sang suami.
Kenzo hanya menatap tangannya yang dingin lagi lalu menutup pintu dan menguncinya.
Kenzo melihat Almira yang sudah terlentang di kasur empuk tanpa mengganti baju membuat dia geleng-geleng kepala.
"Say, bangun dulu." ujar Kenzo sambil menggoyang-goyangkan lengan Almira.
"Aku cinta kamu, Gara." lirih Almira dan langsung memejamkan kedua mata.
Kenzo membeku saat mendengar ucapan lirih dari Almira. Setelah itu, dirinya tersenyum bahagia.
Tidak mempedulikan pakaian mereka yang masih melekat, Kenzo membaringkan tubuh di samping Almira dengan memeluk sangat erat badan mungil sang istri.
Kenzo tidak masalah kalau Almira belum siap membuka hijab di depannya, berada di sampingnya dan memeluknya saja, itu sudah sangat senang.
"Aku juga cinta kamu, say. Always!"
__ADS_1
***
Di tengah malam, Almira membuka mata dengan pelan menyesuaikan cahaya lampu. Tapi, saat mata terbuka menampilkan wajah tampan yang damai di depan wajahnya.
Sangat dekat.
Tangan kanan Almira terangkat berada di pipi Kenzo yang halus, sangat hangat membuat Almira terkejut dengan suhu badan.
Almira akan duduk tapi ada tangan yang mencegahnya, dia menoleh ternyata itu Kenzo yang sudah membuka mata menatap melas kearahnya.
"Jangan pergi..." lirih Kenzo pelan tapi masih mampu terdengar oleh telinga Almira.
"Badan lo panas." ujar Almira berusaha melepaskan genggaman Kenzo yang sangat erat.
Almira lupa, kalau Kenzo adalah Polisi. Tenaganya pasti kalah dengannya, meskipun Almira adalah preman di sekolahan. tetap saja kalah melawan Kenzo.
Kenzo menarik kepala Almira yang menegang saat wajahnya bertatapan dengan dada bidang Kenzo sangat erat.
"Ku mohon jangan pergi, Say..." lirih Kenzo sambil mengusap belakang hijab Almira pakai.
"Peluk aku, Say... dingin..." suara bergetar dan pelan membuat Almira mendongakkan kepala menatap wajah Kenzo.
Almira tidak tega melihat Kenzo yang sangat lemah dan tidak berdaya.
Almira mengeratkan pelukannya di leher Kenzo dan mengelus belakang rambut hitam Kenzo dengan lembut. tiba-tiba Almira mencium kening Kenzo yang panas sangat cepat membuat Kenzo yang dapat serangan mendadak membeku.
Dia sangat senang, senang sekali hingga memeluk Almira sangat erat dan menempelkan wajahnya di ceruk leher Almira yang tertutupi hijabnya.
Saat Almira memberhentikan elusan lembut di rambut Kenzo, Kenzo mendusel-duselkan ke leher Almira membuat si empu geli.
"Manja." ledek Almira tersenyum.
"Biarin..." jawab Kenzo lirih membuat Almira gemas dan menjawil hidung mancung Kenzo.
"Sudahlah, tidur cepat." suruh Almira mengelus kening halus itu dengan lembut dan pelan.
Diam-diam Kenzo tersenyum senang tanpa sepengetahuan Almira. Biarkan dia sedikit egois untuk Almira, ia tidak peduli.
Almira adalah hidupnya.
Almira miliknya seorang.
Kenzo tidak akan membiarkan Almira bersama orang lain ataupun meninggalkannya.
Usapan lembut berhenti saat bersamaan nafas teratur dari Almira membuat Kenzo mendongakkan kepala melihat sang istri tercinta.
Sangat cantik miliknya itu. Kenzo memajukan wajahnya menatap lekat sang istri dari dekat dan menciup kening sang istri sangat lama dengan nikmat meresapi rasa cinta dan sayang di dalam hatinya.
"Aku sangat mencintai mu, Say. aku tidak akan membiarkan dirimu bersama orang lain. bila kamu bersama orang lain, akan ku buat orang tersebut hilang seperti di telan bumi."
__ADS_1