Suami Pilihan Oma

Suami Pilihan Oma
SEBELAS


__ADS_3

Kring… Kring… Kring…


Suara bel bunyi membuat para siswa-siswi berbondong untuk keluar kelas. Banyak sekali sorakan.


Berbeda lagi dengan ketiga cewek berhijab yang berjalan santai di koridor sekolah. Almira yang berada di tengah, Nera sebelah kiri dan Danera yang berada di kanan.


Bagi semua murid, mereka adalah sahabat yang sangat indah.


Bruk!


Almira yang akan jatuh menjadi tidak jadi, karena Nera menahan dari belakang. Tatapana tajam dari Danera dan Nera menghunus seseorang yang menabrak Almira di depan, setelah Almira berdiri.


“Ups, lemah.” ujar Ella yang menabrak dengan nada sengaja di buat-buat.


Almira yang mendengar itu melipatkan kedua tangan di dada sambil menatap Ella santai, tidak seperti kedua sahabatnya yang sudah emosi.


“Lo sih gak terlihat, makanya gue bisa jatuh.” ujar Almira tenang sambil menaikkan satu alisnya dan tersenyum tipis.


“Maksud lo gue setan gitu, hah?” sentak Ella mengepalkan kedua tangan menunjukkan kearah Almira.


“Ups, ternyata sadar juga.” balas Almira menirukan nada Ella yang sebelumnya.


Danera yang melihat Ella emosi tertawa sangat keras, berbeda lagi dengan Nera yang tersenyum seringai tanpa ada yang tahu. Kedua sahabat Almira tahu, Almira akan membalas seorang itu yang sudah menganggu ketenangannya.


“Cabut gays, disini panas ada setan.” ajak Almira sambil merangkul kedua bahu sahabatnya.


Almira menatap Ella yang makin emosi membuat dia tersenyum mengejek kearahnya.


“AWAS LO, ALMIRA.” teriak Ella sangat kencang sambil mengepalkan kedua tangan dan menunjuk kearah Almira yang sudah pergi meninggalkannya.


Almira yang mendengar itu langsung saja mengancungkan kedua jari tengah tanpa berbalik yang membuat Ella makin kesal dan emosi.


“Awas aja lo Almira, gue akan membuat hidup lo menderita dan menghancurkan lo. Tunggu saja waktunya.”


***


“Almira?”


Ucapan seseorang membuat ketiga cewek menoleh bersamaan menatap kearahnya. Saat seseorang tadi memanggil tahu kalau itu orang yang di cari, langsung saja mendekati dengan cepat.


Almira yang mengetahui dia pacarnya sedang menghampiri hanya menampilkan senyum canggung. Almira seperti menghianatinya tanpa sadar.


“Kamu… darimana aja?” tanya Roy menelisik semua tubuh Almira dengan raut wajah khawatir.


“Gak ada apa-apa kok, hehe.” tawa Almira kikuk.


Yang Almira rasakan sekarang hanya rasa bersalah. Tidak ada getaran aneh saat bersama Kenzo.

__ADS_1


Tersadar dengan apa yang dilakukan Almira langsung saja membuyarkan pikiran aneh itu. Menatap Roy yang masih memandang khawatir.


“Iam okey.” lanjut Almira memberikan gestur tidak apa-apa.


Saat Roy akan mengeluarkan ucapan selanjutnya, tiba-tiba Danera mengangkat sebelah tangan untuk menandakan berhenti.


“Diam aja deh lo, gue lapar. Mending lo pergi.” Ujar Danera menatap biasa.


Almira yang melihat itu seketika bingung. Ada apa dengan sahabat cerewetnya?


“Pergi.” ucap Nera menambahkan dengan nada penuh penekanan.


Roy pergi dengan raut wajah tidak enak membuat Almira merasa bersalah. Berbeda lagi dengan kedua sahabatnya yang sudah makan mie ayam di pesan tadi.


“Dan, lo kenapa?” tanya Almira mengerutkan kening bingung.


“Gue lapar, gue gak mau ya di ganggu. Lo tahu kan, kalau ada Roy pasti ada Ella yang bikin rusuh.” jawab Danera santai.


Jawaban Danera ada benarnya, dia juga sangat lapar. Tidak ada rasa curiga lagi dalam benak Almira.


Tanpa di ketahui, seseorang diantaranya tersenyum tenang.


“Oh iya, Al. lo jadi… pindah rumah?” ucap Danera kata terakhir bernada pelan.


“Gak tahu, gue ikut dia aja mau kemana.” jawab Almira santai dan tenang sambil menyeruput es jeruknya.


“Gue juga.” sahut Nera tidak mau kalah.


Tawa Almira muncul dari mulutnya saat melihat kedua sahabatnya. Tawa Almira di ikuti oleh tawa Danera juga dan Nera yang hanya tersenyum tipis melihat kedua sahabatnya.


“Gue selalu menjaga kalian berdua.”


***


“ASSALAMUALAIKUM… AL PULANG…”


Salam teriakan sangat kencang memenuhi sudut-sudut rumah yang sepi. Almira hanya menghela nafas lelah dengan kesepian ini.


“Makan dulu sini.”


Ucapan seseorang yang tiba-tiba membuat Almira terjolak kaget dan langsung berbalik menatap seseorang itu yang sedang melepaskan apron di badannya.


Kaos hitam polos, celana santai, dan rambut yang masih basah. Almira menghampiri Kenzo dengan mengelus dada untuk menetralkan jantungnya yang makin berdetak sangat kencang. Dia terpesona.


“Masak apa?” tanya Almira menatap Kenzo yang hanya membalas dengan senyuman hangat.


Melihat Kenzo yang sudah duduk di tempat tanpa sadar Almira menghampirinya, Kenzo yang melihat itu hanya diam menatap sang istri.

__ADS_1


Tanpa di duga Kenzo, Almira menyisir rambut basahnya dengan jari-jari kecil membuat Kenzo memejamkan kedua mata menikmati.


“Masih basah, kenapa gak di keringin dulu sih. Tunggu dulu.” ujar Almira yang langsung pergi meninggalkan Kenzo di meja makan.


Melihat kepergian Almira membuat Kenzo menghembuskan nafas yang sedari tadi dia tahan sambil mengusap wajahnya.


Almira datang sudah mengganti seragamnya menjadi baju santai dan hijab instan yang sering pakai menghampiri Kenzo membawa handuk. Tanpa mengucapkan apapun, Almira mengusap rambut basah Kenzo dengan handuk yang di bawa dengan pelan.


“Tadi sekolahnya gimana?” tanya Kenzo membuka pembicaraan.


“Gak ada yang spesial.” jawab Almira santai masih mengeringkan rambut.


“Bener?” tanya Kenzo memastikan sambil menoleh kearah Almira yang menatap balik kearahnya juga.


“Ada sih, tapi gak penting. Lo gimana?” balik tanya Almira melanjutkan gosokkan itu.


Kenzo hanya geleng-geleng kepala menjawab pertanyaan Almira yang di balas senyuman tanpa sadar dari Almira.


“Oh ya, dua hari lagi Danera ulang tahun. Mau ikut gak? Gue ngajak lo bukan kemauan gue sih. Ini semua atas kemauan Danera, dia gak undang pacar gue.” ujar Almira tiba-tiba dengan nada sinis.


“Pacar?” tanya Kenzo sedikit kaget dengan ucapan Almira.


“Em. Masih ingat kan?” nada sinis dan raut wajah menantang terpancar di wajah Almira.


“Lo juga boleh ajak Rio. Sudah selesai. Selamat makan.”


***


Televisi menyala menampilkan flim bocah kembar botak dengan anteng. Tidak ada yang mengeluarkan suara diantara pasangan suami istri.


Usapan lembut membuat Almira menoleh menatap si pelaku yang mengusap hijab instan dengan tangan kekarnya. Merasa di perhatikan, Kenzo menoleh menatap Almira dengan senyuman kecil tapi hangat, itu yang di rasakan Almira saat ini.


“Ngantuk.” ujar Almira bernada pelan sambil menguap.


Kenzo yang melihat itu geleng-geleng kepala. Dengan cepat Kenzo menarik kepala Almira ke dada bidangnya yang tertutupi oleh kaos sambil mengelus lembut.


“Masih nyaman.” lirih Almira yang sudah memejamkan kedua matanya.


Kenzo mengambil remot televisi untuk mematikan layar tersebut. Setelah selesai, Kenzo memandangi Almira dengan lekat.


“Maaf sudah membuat kamu menghadapi dunia kejam ini sendiri. Betapa bodohnya aku dulu.” ucap Kenzo dengan nada serius.


Cup!


Satu kecupan lembut mendarat di kening Almira dengan hangat dari Kenzo.


“Aku akan membiarkan kamu pacaran sama bocah itu, tapi aku tidak akan melepaskan kamu meskipun kamu ingin. Berjalannya dengan waktu, aku pasti bisa mengambil hati kamu lagi, Almira Sayyida Alindra.”

__ADS_1


__ADS_2