Suami Pilihan Oma

Suami Pilihan Oma
TUJUH PULUH EMPAT


__ADS_3

"Permisi, atas nama Tuan Kenzo Sagara Samudra?"


Pertanyaan dari suara belakang tubuh Kenzo membuat pria itu menoleh ke belakang dan terlihat seorang perempuan yang masih muda tapi memakai baju yang sangat terbuka membuat Kenzo langsung mengalih kan pandangan ke arah lain.


Kenzo tidak memperlihat kan senyumannya sama sekali ke arah perempuan yang berada di depannya yang sudah duduk, di bawah meja tempat duduk Kenzo mengepal kan kedua tangan sangat erat karena pria itu sangat kesal merasa di tipu karena katanya tidak boleh membawa sekretaris dan harus dirinya sendiri.


"Tuan Kenzo, perkenal kan nama saya Ella Inggisti Dusino." ujar perempuan yang berada di depannya dengan mengulur kan tangannya di depan Kenzo sambil menampil kan raut wajah menggoda ke arah Kenzo.


Perempuan itu adalah Ella yang musuh dari Almira saat masih berada di sekolah, perempuan tukang bully yang sudah berada di depan Kenzo dengan memakai baju sangat terbuka dan ketat padahal mereka adalah pertemuan dengan investor Kenzo tapi perempuan itu menampil kan wajah senang.


"Cepat jelas kan kepada saya dan sepertinya anda akan susah mendapat kan proyek ini karena saya tidak sembarang menjadi investor di perusahaan." ujar Kenzo pertama membuka suara membuat Ella menatap pria itu dengan pandangan terpesona akan suaranya dan lebih tepatnya tampannya Kenzo yang sangat tampan.


"Anda sangat tampan Tuan, saya menyukai anda Tuan." ucap Ella yang tiba tiba membuat Kenzo makin mengepal kan kedua tangan di bawah meja dengan erat.


Sebenarnya Kenzo tau siapa Ella tersebut, Kenzo mengetahui karena dirinya sudah memata mata Almira dari dulu sampai sekarang, jadinya Kenzo tau siapa seorang Ella bagi Almira sang istrinya. Tapi hanya karena rencana dari Edo, Kenzo harus melakukan yang tidak pria itu suka dan dirinya sangat muak hanya berhadapan dengan perempuan aneh seperti Ella.


Saat Kenzo akan membalas ucapan Ella, dia berhenti karena mendengar suara yang tidak asing.


"Kenapa memanggil gue? Memangnya sepenting itu pembicaraan lo sampai sampai gue harus menemui?"


Suara itu dengan cepat membuat Kenzo menoleh ke belakang dan terlihat Almira bersama mantan kekasihnya yang sedang berhadapan, Almira tidak mengetahui kalau ada Kenzo karena gadis itu memunggunginya.


Tanpa di ketahui Kenzo kalau Ella sedang tersenyum menyeringai karena senang melihat raut wajah kaget dari Kenzo menatap Almira bersama Roy sang mantan kekasih gadis itu.


"Ini sangat penting, Al. Tapi sebelum itu kamu pesan makanan atau minuman dulu agar ki-"


"Langsung ke intinya, karena gue tidak ada waktu untuk orang seperti lo Roy." sahut Almira membuat Roy yang berada di depannya sedikit terkejut tapi langsung pria itu merubah raut wajahnya menjadi normal.


Kenzo mendengar ucapan Almira membuat pria itu yang semulanya ingin berdiri jadi duduk kembali ingin mendengar ucapan demi ucapan Almira, Kenzo sangat penasaran apa benar kalau Almira sudah mencintainya dan membenci mantan kekasihnya itu.


"Al, aku sangat mencintai kamu dan aku tidak mau meninggal kan kamu. Kamu harus kembali sama aku, kita balikkan lagi kamu pasti mau kan?" ujar Roy dengan wajah memelas.


"Kita mulai dari awal lagi Al, maaf kan aku. Saat kita putus betapa bodohnya aku tidak mengejar kamu dan mohon ke kamu agar kita tidak putus." lanjut Roy menatap Almira.


"Kamu sih tidak mengejar diriku..." ujar Almira sengaja menjeda ucapannya yang membuat Kenzo mengepal kan kedua tangan di dalam saku celana dengan erat lalu berdiri akan menghampiri sang istri.


"Gue gak peduli sama lo, gue malah senang putus dari lo Roy..." lanjut Almira dengan nada sedikit keras dan melotot ke arah pria yang berada di depannya membuat Kenzo berhenti yang sedang membungkuk menatap ke bawah dengan terkejut dan juga Ella yang berada di depannya juga menampil kan raut wajah terkejut menatap punggung Almira.


Kenzo langsung duduk kembali sambil menoleh kan kepalanya ke punggung Almira dengan wajah diamnya.


"Al, kamu bilang apa sih? Jangan seperti ini Al." ujar Roy dengan raut wajah mencoba menetral kan agar menjadi semula karena pria itu semulanya sangat terkejut dengan jawaban Almira.


"Gue dan kedua sahabat gue kan sudah bilang, kalau gue itu sudah menikah. Apa lo lupa hah?" ucapan Almira sukses membuat Kenzo terkejut lalu menatap punggung Almira dengan pandangan tidak percaya.

__ADS_1


"Aku tidak lupa kalau kamu sudah mempunyai suami, tapi aku tau kalau sebenarnya kamu tidak bahagia. Aku lihat kamu semakin kurus Al." ujar Roy dengan raut wajah yang menampil kan kasihan ke arah Almira.


"Iya, gue memang semakin kurus. Selain itu, gue kurus, memang karena suami gue. Karena dia sangat hebat, gue bersama dengan seseorang seperti ini, gue merasa ada tekanan. Apa lo tau? Fitur wajah suami gue sangat tampan seperti ukiran dan sempurna, bagaimana gue tidak bahagia hidup bersama dia. Dia benar benar adalah model patung terbaik tingkat master. belum lagi poster tubuhnya, bahkan model pun akan merasa malu saat melihatnya. Itulah karena gue kurus akhir akhir ini." jelas Almira dengan wajah berseri menatap ke arah luar jendela dengan menggerak gerak kan kedua tangannya.


Kenzo yang sedari tadi mendengarnya menyembunyi kan senyumannya tapi rasanya dia tidak tahan dengan ucapan sang istri tercinta yang memuji dirinya di depan mantan kekasih Almira sendiri, melihat Almira yang mengucap kan tentang dirinya dengan wajah senang membuat hati Kenzo sangat senang dan menghangat.


"Apa lo tau suami gue dapat julukan, yaitu Mimpi Gadis Berjalan. Gue saja menyetujui julukan itu untuk suami gue, dia bisa membuat para betina terpesona meskipun suami gue tidak melakukan apa pun untuk mereka." lanjut Almira membuat Kenzo geleng geleng kepala sambil tersenyum geli yang dia sembunyi kan dengan menunduk.


"Al, aku tau kalau kamu bukan orang yang sedangkal itu. Kamu mengatakan semua ini dengan sengaja untuk membuat ku kesal." balas Roy dengan pandangan kesal ke arah Almira.


"Lo benar, gue memang bukan orang yang dangkal. Kalau gitu mari kita bicara kan bakat dan kemampuan suami gue." ujar Almira dengan nada bangga membuat Kenzo yang berada di sebelah tempat duduknya tersenyum sendiri dengan menatap ke arah lain tidak habis pikir dengan ucapan sang istri, tapi Kenzo sangat senang saat mendapat kan ucapan dari mulut Almira yang bisa membuat hatinya senang dan menghangat secara bersamaan.


"Lihatlah. Suami gue ketua di kepolisian, dia juga menduduki perusahaan yang sudah terkenal, dia suka berolahraga, dia juga sangat tampan, suami gue pun mahir dalam berbagai bahasa, dia pun juga sukses di usia muda. Betapa beruntungnya gue mendapat kan suami seperti dia." lanjut Almira dengan nada penuh penekanan agar Roy bisa mengerti bagaimana sempurnanya suami dari Almira.


"Aku tau, aku tau semuanya. Tetapi apakah dia mempunyai waktu untuk menemani mu?" tanya Roy dengan nada mengejek yang langsung di tertawai oleh Almira berpura pura menutup mulutnya.


Kenzo membalik kan badan menatap punggung Almira dengan pandangan serius saat mendengar suara tawa dari istrinya, rasanya dia sangat ingin menghampiri sang istri lalu membawa pergi.


"Di mana pun gue berada, pasti ada suami gue. Dia sangat posesif, selalu ingin dekat dengan gue, dia juga selalu mencium ku saat membangun kan ku agar bangun, betapa romantisnya kami berdua. Meskipun seperti ini, gue di caffe ini pasti dia juga ada disini. Karena batin kita kuat, gue tekan kan lagi ke lo. Gue bahagia, dimana pun gue berada pasti ada suami gue. Jadi lo jangan macam macam menghubungi gue lagi, ini terakhir kalinya lo sama gue bertemu. Kalau lo masih ganggu rumah tangga gue, gue pasti kan suami gue akan bertindak kasar ke lo. Camkan itu." ujar Almira dengan nada serius tapi penuh penekanan membuat mereka terdiam karena terkejut.


"Kamu..." ujar Roy dengan pandangan tidak percaya.


"Sebenarnya gue gak tau kalau suami gue ada disini, tanpa sengaja gue mencium aroma parfum suami gue. Gue tau ini semua adalah rencana lo dan si nenek lampir itu." ujar Almira dengan nada pelan agar tidak ada yang bisa mendengar ucapannya dan pandangan datar ke arah Roy membuat pria itu hanya bisa diam tidak berkutik sama sekali.


Almira berdiri mengambil tas selempang dengan menatap tajam ke arah Roy.


"Savage banget gue..." batin Almira dengan senyum mengejek ke arah Roy yang masih terdiam.


***


"Sayang, maaf kan Mas. Mas tidak tau kalau yang akan aku temui adalah musuh kamu, sayang. Sayang jangan marah..."


Rengekkan demi rengekkan terus saja Kenzo berikan kepada Almira, sedari tadi di dalam mobil sampai sekarang yang sudah berada di dalam kamar mereka. Almira pun hanya diam saja tidak mengeluar kan suara apa pun kepadanya, itu yang membuat Kenzo terus saja bersuara kepada Almira yang menatap dirinya datar tanpa ekspresi sedikit pun.


Almira melepas hijab pasminanya menjadi hijab instan lalu berjalan ke arah kamar mandi dengan santai, tapi sebelum masuk ke kamar mandi Kenzo lebih dulu menarik tangan Almira memojok kan ke dinding mengukung badan Almira dengan satu tangan yang berada di sebelah pipi Almira.


Kedua mata mereka saling menatap satu sama lain, Almira masih saja memandang datar membuat Kenzo meringis pelan lalu merubah raut wajahnya menjadi tersenyum menggoda ke arah Almira.


Almira menegang di tempat saat sebelah tangan Kenzo tiba tiba mengelus elus perut datar Almira dengan nada lembut dan seksual secara bersamaan, Kenzo melihat raut wajah terkejut dari Almira dengan tersenyum lebar.


"Kamu kalau sedang cemburu seperti ini terlihat sangat imut sayang, ingin sekali aku memakan dirimu sampai puas. Hem..." ujar Kenzo dengan nada berat dan serak membuat Almira membeku di tempat tidak tau kenapa.


Almira berdehem pelan untuk menetral kan jantungnya yang sedari tadi sudah berdetak sangat kencang hanya karena perlakuan Kenzo, Almira menunduk menatap tangan Kenzo yang masih mengelus perut ratanya dan langsung saja gadis itu memegang tangan Kenzo agar berhenti untuk mengelus perut dirinya.

__ADS_1


"Kenapa hem?" tanya Kenzo makin memajukan badannya sehingga tubuh mereka saling menempel yang di halangi dengan baju mereka masing masing.


Tapi wajah mereka tidak menempel sama sekali karena Kenzo tidak memajukan wajahnya karena melihat kedua mata Almira yang sudah melotot terkejut yang malah membuat Kenzo terkekeh kecil kepadanya.


"Tanpa bulan madu pun, kita bisa melakukan malam pertama yang sempat tertunda. Suasananya pasti sama kok, disini di tempat lain sayang. Jadi, bagaimana kalau malam pertama kita, kita ajukan menjadi malam ini hem?" ucap Kenzo yang tiba tiba membuat Almira membulat kan kedua mata tidak percaya dengan ucapan pria yang ada di depannya.


"Mas, jangan seperti ini deh. Ki- kita kan sudah sepakat untuk ke luar negri. Ja- jangan malam ini Mas." balas Almira dengan nada terbata bata karena dirinya sedang gugup tidak tau kenapa.


"Di Bali sama disini itu sama saja sayang, atau kita buat suasana yang berbeda untuk malam ini hem? Tenang saja, permainan untuk malam ini akan sangat puas untuk kamu." ucap Kenzo yang makin menjadi jadi membuat Almira makin gugup.


"Mas, stop." ujar Almira menutup bibir Kenzo yang sudah sangat maju sampai akan mengenai bibirnya.


Almira tau kalau Kenzo sudah sangat gairah, di dalam matanya sangat terlihat sekali membuat Almira seketika takut dan gugup secara bersamaan.


Sebelah alis Kenzo menaik turun kan menatap Almira berniat untuk menggoda, dengan jailnya Kenzo mengecup telapak tangan Almira yang sedari tadi berada di bibirnya sehingga membuat gadis itu makin terkejut dengan perlakuan Kenzo yang sangat sangat di luar nalar bagi Almira.


Almira mencoba tidak merespon Kenzo yang terus saja mengecup telapak tangan Almira, sehingga tiba tiba Kenzo menjilat telapak tangan Almira dengan lidahnya membuat tangan Almira langsung terlepas dari bibir Kenzo.


Cup.


Kenzo langsung saja mencium bibir Almira dengan ******* ******* kecil sehingga suara decapan terdengar, Almira mencoba untuk melepas kan tapi Kenzo malah memperdalam ciuman mereka dengan cara menarik tengkuk Almira untuk memperdalam.


Almira pasrah dengan apa yang di lakukan oleh Kenzo yang malah membuat Kenzo tersenyum kemenangan di sela sela ciuman mereka karena Almira membalas ciuman mereka meskipun tidak semahir dirinya. Tapi itu saja sudah membuat Kenzo sangat senang dan bahagia secara bersamaan.


Sebelah tangan Kenzo tidak tinggal diam, pria itu sudah menyelinap di baju Almira sehingga mengelus perut rata Almira dengan langsung tanpa lewat baju gadis itu. Lalu tangan Kenzo beralih makin naik yang membuat Almira tersadar membuka kedua mata dan sedikit mendorong tubuh Kenzo dengan keras sehingga ciuman mereka terlepas dan badan mereka menjauh. Almira melihat Kenzo yang sudah bernafas tersengal sengal karena dirinya sudah terselimuti nafsu gairahnya.


"Maaf Mas..." lirih Almira dengan nada tulus dan menunduk membuat Kenzo menatap ke arahnya dengan pandangan bersalah.


Grep.


Kenzo langsung memeluk tubuh Almira dengan erat dan nyaman lalu mengelus puncak kepala gadis itu agar sang istri nyaman berada di pelukannya.


"Bukan salah kamu sayang, maaf kan Mas ya...?" bisik Kenzo yang langsung di anggukki oleh Almira yang berada di pelukannya dan membalas pelukan Kenzo sangat erat seperti tidak mau kehilangan pria itu.


"Jangan di pikir kan lagi sayang. Disini Mas mau menjelas kan kesalah pahaman antara kita, karena aku tidak mau kalau kita salah paham dan saling diam sangat lama sampai berhari hari, karena pasti aku akan seperti orang gila sayang. Jadi, sebenarnya aku tidak tau kalau orang yang akan ku temui itu adalah musuh kamu dan sekarang aku tau kenapa aku tidak boleh membawa sekretaris ku ternyata penyebabnya itu seperti ini, tapi aku sangat senang saat kamu memuji diriku di depan mantan kekasih mu." ucap Kenzo dengan nada lembut agar bisa di pahami dengan Almira.


"Aku bukan memuji kok Mas, memang apa yang aku ucap kan itu kenyataan tentang kamu. Aku sangat beruntung mendapat kan kamu dan pastinya Oma Diana pasti bahagia disana bersama kedua orang tua ku saat melihat siapa yang berada di samping ku Mas. Jangan pernah tinggal kan aku Mas, jangan pernah." balas Almira sambil mendongak kan wajahnya sehingga mereka saling menatap.


"Tidak akan pernah, karena Gara hanya untuk Say, bukan orang lain." jawab Kenzo dengan serius membuat Almira tersenyum menatap pria itu dengan jelas.


"Aku mencintai mu Mas Suami, akam ku pasti kan kalau aku mencintai mu selamanya Suami ku yang tampan." ucap Almira dengan senyum manis membuat Kenzo terkejut lalu melebar senyuman manis dan mengecup lama ke kening Almira dengan perasaan sayang seperti menyalur kan perasaan cintanya kepada Almira lewat ciumannya.


Cup.

__ADS_1


"Terima kasih Ya Allah, engkau telah memberi kan seseorang yang sangat ku cintai membalas perasaan ku. Terima kasih, betapa besarnya efek yang engkau berikan kepada kami." batin Kenzo dengan nada lirih bersyukur kepada sang maha pencipta telah memberi kan seseorang yang sangat dia cintai lebih dari hidupnya.


Sangat indah.


__ADS_2