
"Sudah tidur kamu sayang?"
Pertanyaan dari mulut Kenzo sambil membalik kan badan menatap Almira yang sudah menutup kedua mata dan menjawab pertanyaan Kenzo dengan deheman saja. Sudut bibir Kenzo terangkat melihat betapa imutnya sang istri saat sedang tertidur dengan damai, Kenzo memandang terus wajah cantik Almira lalu mengangkat sebelah tangan mengelus pipi cubby Almira dengan lembut yang malah membuat gadis itu makin nyaman dengan tidurnya.
Kenzo terkekeh kecil melihat Almira seperti kucing betina yang sekarang sudah mendekat ke badannya.
Cup.
Kenzo mengecup kening Almira dengan lembut membuat kedua mata gadis itu yang semula terpejam sekarang malah terbuka sehingga mereka saling menatap satu sama lain.
Kenzo menyungging kan senyum manisnya membuat Almira juga menarik sudut bibirnya menampil kan senyuman manis.
"Kenapa bangun, hem?" tanya Kenzo sambil mengelus puncak kepala Almira dengan lembut.
"Hanya terkejut sama sikap kamu yang tiba tiba cium kening aku." jawab Almira dengan nada serak karena baru bangun tidur membuat Kenzo tersenyum lebar lalu mendekat kan badannya ke badan Almira.
Melihat pergerak kan Kenzo yang semakin mendekat membuat Almira menghembus kan nafas pelan yang malah di balas dengan pria itu dengan senyuman dan pelukan erat di pinggang Almira.
"Mas, jangan gini ih, aku sangat mengantuk. Kamu tidak tau saja betapa lamanya aku tunggu kamu, eh malah kamu enak enakkan di kamar. Jangan ganggu." ucap Almira dengan nada kesal lalu membalik kan badan sehingga memunggungi Kenzo.
Kenzo melotot kan kedua mata karena terkejut dengan ucapan istrinya, dia baru ingat kalau Almira meminta dirinya jemput di bandara agar Danera bisa pulang sendiri karena gadis itu masih belum siap bersama Danera satu mobil.
"Sayang, kamu menunggu aku sangat lama?" tanya Kenzo sambil mengintip Almira yang sudah memejam kan kedua mata.
"Lama sekali, sekitar satu jam lebih dua puluh menit. Beruntung saja ada cowok baik yang menawari aku tumpangan, uhh sangat tampan cowok itu. Tapi tenang saja Mas, aku tidak marah kok sama kamu karena kamu tidak menjemput ku, aku bisa bertemu sama cowok tampan dan baik itu." jawab Almira dengan tersenyum senang membuat rahang Kenzo mengerat karena cemburu saat Almira menyebut cowok lain dan yang lebih parahnya lagi Almira di antar oleh cowok itu.
"Ternyata dia cowok bule loh Mas, rambutnya sama seperti Justin. Huh, idaman ya Mas..." lanjut Almira dengan nada senang dan bersemangat sambil membuka kedua mata.
"Mas kamu ta- akhh..."
Jeritan Almira sebelum menyelesai kan ucapannya tiba tiba dia merasa kan melayang yang sudah berhadapan dengan Kenzo sangat dekat, raut wajah terkejut sangat terlihat jelas dari Almira berbeda lagi dengan Kenzo yang tersenyum seringai menatap ke arahnya.
"Aku akan memakan kamu, sayang." ujar Kenzo dengan nada berat sehingga membuat dirinya terlihat sangat seksi di mata Almira.
__ADS_1
Kenzo menempel bibirnya di bibir Almira lalu ********** sedikit kasar dan penuh tuntutan sehingga membuat Almira tidak bisa melepas kan meskipun dirinya sudah memberontak, makin Almira memberontak makin Kenzo memperdalam ciumannya.
Maka Almira memilih pasrah saja dengan Kenzo dari pada ciuman mereka makin kasar yang membuat Almira tidak menyukai, kedua mata Almira menatap kedua mata Kenzo yang menampil kan rasa cemburu yang sangat besar membuat gadis itu tau kalau Kenzo sedari tadi sudah menahan kekesalannya kepadanya.
"Sebesar itu kamu mencintai ku, Ken?" tanya Almira di sela sela ciuman mereka membuat Kenzo memberhenti kan aksi ciumannya lalu menatap Almira dengan lekat dan intens.
"Aku sangat mencintai kamu, Almira. Aku dengar kamu berbicara cowok lain saja sudah sangat kesal dan malah ternyata kamu di antar sama cowok lain rasanya badan ku panas. Dari dulu sampai sekarang aku sangat mencintai kamu, tidak ada cewek lain yang bisa ganti kan kamu Almira. Jauh dari kamu saja rasanya aku sudah seperti orang gila, waktu dulu aku pergi. Sangat menyakit kan, sayang." ungkap Kenzo dengan nada lirih dan pandangan serius ke arah Almira yang membuat gadis itu sedari tadi menatap kedua mata Kenzo tidak ingin beralih ke mana pun.
"Kamu... Obsesi sama aku? Apa selama ini kamu selalu ikuti aku kemana pun saat kita belum bertemu, lebih tepatnya saat aku masih sekolah?" ujar Almira bertanya sambil mengelus rambut hitam legam Kenzo dengan jari jarinya dengan lembut.
"Obsesi yang ku artikan itu sangat sangat mencintai seseorang sampai tidak mau kehilangan kekasihnya dan kalau kehilangan maka dia akan menjadi orang gila. Maaf, benar ucapan kamu kalau aku lah yang selama ini mengikuti kamu. Tapi waktu itu meskipun aku tau kalau kamu pacaran dengan cowok lain, aku tidak pernah mengganggu kamu sama dia, aku hanya ingin melihat dan menjaga kamu saja." jawab Kenzo sambil mengelus sebelah pipi Almira dengan ibu jarinya dengan lembut.
"Waktu itu perasaan kamu bagaimana saat tau kalau aku mempunyai pacar?" tanya Almira karena penasaran dengan Kenzo.
"Kesal, panas, sedih. Waktu itu aku selalu marah marah ke anggota ku hanya buat pelampiasan." jawab Kenzo dengan nada lembut tapi sebenarnya dirinya menahan gejolak aneh di hatinya.
"Maaf." ucap Almira dengan nada tulus lalu memeluk Kenzo membawa kepala pria itu ke lehernya dan mengusap kepala belakang Kenzo dengan lembut dan pelan.
Kenzo yang mendapat kan perlakuan hangat dari Almira membuat hatinya bahagia dan nyaman secara bersamaan, Kenzo mengendus endus kan ke leher Almira yang menimbul kan aroma wangi yang membuat dirinya mabuk hanya karena Almira, Kenzo makin mengendus rakus membuat Almira merasa kan geli dan tersenyum geli atas perlakuan Kenzo.
"Aku suka, enak." gumam Kenzo dengan nada pelan yang terendam tapi masih bisa di dengar oleh Almira.
Almira geleng geleng kepala mendengar gumaman dari Kenzo, sedikit tidak percaya kalau seorang pemimpin kepolisian, Tuan Kenzo Sagara Samudra sang suami bisa bersikap lucu dan manja seperti ini.
"Mas, aku punya hadiah buat kamu. Sebagai bentuk terima kasih karena kamu sudah mencintai aku sangat dalam seperti ini, sampai sampai sudah ada di tahap obsesi." ujar Almira membuat Kenzo mengangkat kepalanya dari leher Almira menatap gadis itu dengan mengerut kan kening tidak faham atas ucapan sang istri yang berada di depannya.
"Kamu tidak marah kalau aku terobsesi sama kamu, Al?" tanya Kenzo dengan raut bingungnya menatap Almira yang malah tersenyum manis ke arahnya.
"Tidak, aku malah suka. Berarti kamu memang mencintai ku sangat dalam, aku lebih suka seperti itu dari pada cuman suka saja. Mas, yang mencintai diriku sangat dalam seperti ini hanya kamu." ucap Almira dengan nada bangga membuat Kenzo menampil kan senyuman ke arah gadis itu.
"Hanya aku? Benar kan hanya aku?" tanya Kenzo dengan nada tidak sabar bertanya beruntun.
Almira yang melihat itu langsung mengangguk berkali kali dengan mantap, Kenzo sangat senang dan bahagia saat mendapat kan angguk kan kepala dari Almira.
__ADS_1
Saat Kenzo masih senang dan bersorak kecil, tiba tiba bibir Kenzo merasa kan ada benda kenyal yang menempel di dirinya dan rasanya sangat manis membuat Kenzo menatap Almira yang sudah memejam kan kedua mata.
Kenzo membalas ciuman Almira dengan sedikit demi sedikit ******* kecil dan Kenzo juga menarik tengkuk Almira agar memperdalam ciuman mereka.
Mereka saling menikmati ciuman itu dengan jantung yang berdetak, ada ribuan kupu kupu yang bertebangan di dalam perut mereka karena sedang senang.
Saat Almira akan menyudahi ciumannya, Kenzo lebih dulu menarik tengkuk Almira agar tidak terlepas pungutan mereka.
Kenzo mengemut bibir bawah Almira dengan lahap seperti sedang mengemut permen, Kenzo membawa kedua tangan Almira mengalung kan ke lehernya.
Kenzo membaring kan badan Almira dengan pelan pelan dan masih mencium bibir Almira dengan lembut tapi penuh hisapan, posisi mereka sekarang Almira berada di bawah Kenzo dan pria itu terus saja mencium bibir Almira tanpa henti membuat gadis itu hanya bisa menuruti pasrah saja akan tindakan sang suami.
"Sayang, aku ingin..." suara Kenzo sangat rendah saat pungutan mereka terlepas.
"Jangan dulu Mas, tunggu semua masalah selesai dan aku ingin kita melakukan itu saat honeymoon. Mau kan, Mas?" balas Almira dengan nada lembut dan serius menatap ke arah Kenzo yang berada di atas tubuhnya yang sudah memandang ke arahnya lapar.
Kenzo tidak menjawab pertanyaan Almira, melain kan pria itu mencium bibir gadis itu lagi dan lagi sampai suara decapan terdengar.
"Aku akan menunggu waktu itu tiba sayang dan kamu menjadi milik ku seutuhnya dan selamanya." ucap Kenzo dengan nada serius yang di anggukki oleh Almira membuat mereka saling melempar kan senyuman manis.
***
"Sayang, ayo bangun, sudah shubuh."
Suara dengan nada lembut sambil menepuk nepuk sebelah pipi cubby Almira dengan tangan dingin Kenzo membuat gadis itu terpaksa membuka kedua mata dengan pandangan linglung, saat kedua mata Almira terbuka betapa terkejutnya saat melihat wajah tampan dengan rambut yang basah menetes di leher Kenzo membuat Almira melotot kan kedua mata tidak percaya menatap ke arahnya.
Senyuman Kenzo makin melebar saat melihat raut wajah lucu dari Almira, jari telunjuk tangan kanan menjawil hidung Almira dengan senyuman menggoda membuat Almira membuyar kan lamunannya sambil menyengir menampil kan deretan gigi putihnya karena tertangkap basah kalau dirinya sedang menikmati ketampanan Kenzo sejak tadi.
"Terpesona hem?" tanya Kenzo dengan nada berat membuat jantung Almira berdetak sangat kencang hanya mendengar suara seksi dari Kenzo.
"Kamu sangat tampan..." jawab Almira dengan wajah cengo membuat Kenzo terkekeh geli mendengarnya.
"Aku kan suami kanu sayang, tidak apa apa kalau kamu mau menikmati wajah ku ini. Apalagi kalau mencium ku itu sama saja mendapat kan paha-"
__ADS_1
Cup.
Kecupan yang tiba tiba dari bibir Almira ke bibir Kenzo membuat ucapan pria itu berhenti tidak melanjut kan perkataan selanjutnya, Kenzo sangat terkejut lalu menoleh ke arah Almira yang tersenyum malu malu dengan kedua pipi yang sudah memerah seperti kepiting rebus.