
"Bang Edo, sedang apa malam malam di luar? Ayo masuk Bang."
Suara itu dari arah belakang membuat pria yang sedang merokok sambil menatap ke arah langit yang gelap tapi banyak sekali bintang yang bersinar, saat menoleh ke arah belakang ternyata suara itu dari Adek sepupunya yang berjalan menghampirinya.
Dengan sekali hentak kan, Edo memati kan putung rokok yang masih panjang sambil meminum jus jeruk agar tidak terlalu bau rokok kalau dirinya sedang berbicara dengan Adek sepupunya.
Almira yang melihat itu tersenyum sambil geleng geleng kepala merasa senang, dengan langkah cepat Almira sudah berada di samping Edo dan menduduk kan dirinya lumayan dekat dengan Edo karena kursi panjang lumayan kecil.
"Kenapa keluar dari kamar hem?" tanya Edo dengan suara beratnya dan datar tapi ada nada lembutnya di ucapan pria itu.
"Bosan aja di kamar, Kenzo lagi mengerja kan tugasnya karena akan ada misi gak tau apa, jadi dia sedang sibuk. Abang tadi Al cari kemana mana, eh ternyata malah ada di luar. Di dalam yuk Bang, di sini dingin loh." cerocos Almira dengan panjang membuat Edo menatap gadis itu dengan kedua mata menyelidiki yang malah membuat Almira salah tingkah.
"Sudah mulai bawel kamu, pasti ada maunya. Mau apa hem?" ucap Edo yang langsung di balas dengan Almira tersenyum lebar lalu memeluk tubuhnya dengan senang.
"Kamu itu ya, kalau ada maunya perhatian banget sama Abang. Abang sampai sudah hafal sama kamu Dek." sambung Edo setelah melepas kan pelukan mereka sambil mengacak acak puncak kepala Almira yang tertutupi hijab instan bewarna coklat.
"Abang Edo memang yang terbaik..." ujar Almira sambil menunjuk kan ibu jarinya di depan Edo yang langsung di balas dengan senyuman kecil tapi masih bisa di lihat oleh Almira.
"Waktu pernikahan ku sama Kenzo tidak ada hari libur setelahnya, waktu itu saja aku masih sekolah dan Kenzo juga masih bertugas. Nah, bagaimana kalau hari libur setelah semua pekerjaan ku selesai kami liburan. Boleh Bang?" ucap Almira dengan nada hati hati saat melihat tatapan selidik dari Edo untuknya membuat dirinya langsung malu.
Tidak ada jawaban dari Edo sama sekali.
"Aku mau liburan di Korea, Bang. Cuman lima hari saja kok Bang, janji tidak lama lama disana. Kan aku disini mempunyai pekerjaan yang harus ku tanggung jawab kan." lanjut Almira dengan nada bangga di dalamnya.
"Baiklah, kalian liburan di Korea selama satu minggu." ujar Edo sambil berdiri dari duduknya dan saat melihat raut wajah terkejut dari Almira membuatnya merasa gemas kepada Adek sepupunya ini.
Edo menjawil hidung Almira membuat keterkejutan dari Almira buyar seketika lalu menatap ke arah Edo dengan berbinar bahagia sangat terlihat sekali dari wajahnya.
"Ayo masuk, waktunya tidur." ajak Edo yang langsung di anggukki oleh gadis itu dan menggandeng lengan Edo dengan erat sambil berjalan menggoyang goyang kan lengan tersebut.
Almira saat di perjalanan masuk ke rumahnya terus saja bernyanyi kecil dengan raut wajah bahagia, jangan lupa kan dengan menggandeng lengan Edo membuat pria itu tersenyum senang tanpa di lihat Almira.
Edo sangat senang kalau Adek sepupunya senang dan bahagia, dia akan memberi kan kebahagian untuk Almira, tidak peduli dengan cara mendapat kannya, yang terpenting itu Almira bahagia.
"Sana masuk ke kamar Bang, selamat malam Abangnya Almira yang tersayang..." ucap Almira sambil melambai kan tangannya di depan Edo yang tertawa kecil karena ucapan Almira.
"Selamat malam juga untuk Adeknya Abang yang sangat sangat tersayang." balas Edo yang membuat Almira dan dirinya tertawa lebar.
Setelah Edo masuk ke dalam kamarnya dan pintu sudah tertutup, baru lah senyuman Almira luntur seketika sambil menatap ke arah pintu kamar Edo dengan raut wajah yang sulit di artikan.
"Terima kasih Bang, aku tau apa saja yang Abang berikan ke aku selama ini. Aku sayang Bang Edo." gumam Almira lalu pergi meninggal kan tempat yang tadi.
Saat akan pergi ke kamar, tiba tiba saja ada tangan yang melingkar di pinggang rampingnya membuat gadis itu tersentak terkejut.
"Sayang ku terkejut hem?" bisik dengan nada berat tepat di telinga Almira membuat gadis itu tiba tiba merinding lalu melirik ke arah wajah tampan itu yang sedang menaruh kan dagunya ke bahu Almira.
"Dasar kamu, Mas." ucap Almira dengan nada kesal sambil sebelah tangannya mengacak rambut hitam legam pria itu.
Kenzo yang dapat perlakuan itu malah tersenyum lebar sambil mengerat kan pelukannya di pinggang ramping Almira, tiba tiba saja Almira merasa kan melayang dengan refleks dia mengalung kan kedua tangannya di leher Kenzo.
Mereka saling menatap satu sama lain dengan diam ingin menyelami tatapan dari satu sama lain, Kenzo menarik sudut bibirnya tercetak senyuman tulus yang langsung tertular di Almira sehingga gadis itu juga tersenyum lembut ke arah Kenzo.
"Memangnya pekerjaan kamu sudah selesai, kok keluar dari kamar?" tanya Almira sambil mengusap tengkuk belakang Kenzo dengan ibu jarinya.
"Tadi kamu dimana? Aku cari cari tidak ada." bukannya Kenzo menjawab melainkan melempar kan pertanyaan balik ke Almira yang langsung di balas dengan dengusan sebal.
__ADS_1
Kenzo bukannya kesal melain kan pria itu melihat raut wajah Almira yang cemberut baginya sangat imut dan menggemas kan.
Kenzo berjalan menghampiri pintu kamar mereka dengan menggendong Almira ala bridal style sambil sesekali menatap ke arah Almira yang sedang menyender kan kepalanya di dada bidang Kenzo dengan nyaman membuat Kenzo yang melihat tersenyum senang.
"Jantung kamu berdetak sangat kencang Mas." ucap Almira yang malah membuat Kenzo salting telinga memerah tanpa di ketahui gadis tersebut yang berada di gendongannya.
Ceklek.
Pintu kamar mereka terbuka lalu dengan cepat Kenzo menutup kembali tidak lupa mengunci pintu tersebut, lalu membaring kan badan Almira yang menatap ke arahnya karena Kenzo tidak mau berdiri malah berada di atas tubuh Almira.
"Kenapa Mas?" tanya Almira karena Kenzo sedari tadi hanya melihat dan diam saja membuat gadis itu merasa heran.
"Kamu gemesin, sayang." ucap Kenzo dengan nada serak basah yang malah terdengar di telinga Almira sangat sexy.
Cup.
Tanpa aba aba, Kenzo menempel kan bibirnya ke bibir Almira dan langsung menghisapnya dengan lembut tapi rakus, Kenzo melahap rakus di bibir bawah Almira yang sangat manis baginya. Sehingga bibir bawah Almira sangat candu bagi Kenzo, sejak tadi dirinya sudah menahan untuk tidak mencium bibir itu saat di luar kamarnya.
Kenzo menekan tengkuk Almira agar memperdalam ciumannya dan sebelah tangannya menarik pinggang Almira agar semakin dekat dengan tubuhnya.
"Sayang, kapan menikmati surga dunia hem?"
Pertanyaan dari mulut Kenzo setelah melepas kan pungutan mereka sambil menatap dalam ke arah Almira yang membelalak kaget, Almira mencubit kedua pipi Kenzo karena gemas sekali dengan pria yang berstatus suaminya ini.
"Tunggu masalah pekerjaan ku selesai ya, baru kita melakukan itu. Tenang saja Mas, aku sudah bilang ke Bang Edo kalau kita akan liburan ke Korea dan Abang memberi kan waktu satu minggu disana, tapi setelah pekerjaan ku selesai." ujar Almira membuat kedua mata Kenzo berbinar senang.
"Waktu itu kan aku pernah bilang kalau kita akan berangkat lusa, lusa itu berarti besok sayang." ujar Kenzo dengan nada lembut tapi santai sambil mendekat kan wajahnya ke wajah Almira.
Almira geleng geleng kepala menjawab ucapan Kenzo sambil mengusap usap rambut hitam legam Kenzo.
"Memangnya kapan pekerjaan kamu selesai?" tanya Kenzo yang sudah menempel kan keningnya ke kening Almira.
Jawaban dari Almira membuat Kenzo langsung lemas tidak berdaya sehingga kepalanya jatuh ke leher Almira yang di balas dengan gadis itu tertawa sambil mengelus elus puncak kepala Kenzo dengan lembut.
"Lemas banget sih, suami ku ini..." ujar Almira dengan nada menggoda.
"Aaa... Itu lama, sayang..." rengek Kenzo yang malah membuat Almira tertawa kencang.
Kenzo kalau merengek seperti ini, wajahnya sangat imut sekali.
***
"Sayang... Mau makan..."
Rengekkan terus di lontar kan oleh Kenzo sambil mendusel dusel kan wajahnya ke badan Almira yang sedang memangku laptop, Kenzo terus saja melontar kan rengek kan tapi tidak di peduli kan oleh Almira karena dirinya sedang fokus untuk pekerjaan di perusahaannya meskipun dirinya berada di Jakarta.
Sebenarnya saat melihat raut wajah imut Kenzo dan suara rengek kan itu membuatnya tidak tahan untuk tertawa karena Kenzo sangat menggemas kan hari ini, tapi Almira mencoba untuk mengacuh kan semua itu agar dirinya bisa cepat mengerja kan pekerjaannya yang tadi di kirim oleh orang kepercayaan Edo.
"Sayang, lapar... Mau makan..." lagi dan lagi suara rengek kan itu keluar dari mulut Kenzo membuat Almira menghela nafas panjang.
"Mas, kalau kamu ganggu aku saat sedang mengerja kan pekerjaan, maka di Koreanya akan makin lama. Emang kamu mau kita tidak jadi bulan madu?" ujar Almira dengan nada ketus dan lelah secara bersamaan karena gadis itu capek mengerja kan banyak hal dari pagi sampai siang ini.
Kenzo menggeleng kan kepalanya lalu beranjak menjauh dari Almira dan menunduk kan wajahnya dengan memilin ujung bajunya.
Almira melihat Kenzo yang seperti anak kecil habis di marahi oleh ibunya membuat gadis itu tidak tega, Almira menaruh laptopnya ke atas meja kaca yang ada di depan mereka lalu beranjak mendekati Kenzo dan mengelus kepala pria itu dengan jari jari mungilnya membuat Kenzo mendongak kan wajahnya menatap Almira yang sedang tersenyum manis.
__ADS_1
"Selama tiga hari ini boleh aku minta tolong untuk kamu tidak mengganggu dulu, agar kita bisa ke Korea Mas. Kamu mengerti kan Mas?" ujar Almira dengan nada selembut mungkin agar tidak menyinggung perasaan suaminya.
Tidak ada jawaban dari Kenzo melain kan pandangan yang tidak bisa Almira arti kan dari Kenzo, Almira bingung dengan pandangan aneh dari Kenzo.
Dengan lembut Almira mengusap wajah Kenzo dengan telapak tangan kanannya agar berubah menjadi santai atau datar yang seperti biasa, Almira lebih nyaman dengan pandangan datar Kenzo dari pada pandangan aneh seperti tadi.
"Sayang, kamu tau kan, kalau aku terobsesi dan sangat mencintai kamu lebih dari apa pun. Maka aku tidak mengganggu kamu, tapi aku tidak bisa kalau tidak ada di dekat kamu. Mengerti sayang?" balik ucapan Kenzo membuat Almira menghela nafas dan di balas oleh pria itu senyuman lebar.
"Terserah kamu deh Mas..." ujar Almira dengan nada pasrah.
Kenzo yang mendengar ucapan pasrah itu dari istrinya dengan cepat Kenzo menarik pinggang ramping gadis itu ke pangkuannya, Kenzo melihat Almira yang melotot kan kedua matanya ke arahnya yang makin terlihat menggemas kan di mata Kenzo.
"Selalu saja kagetin." dumel Almira sambil memukul dada bidang Kenzo pelan yang di balas dengan pria itu senyum geli.
"Sayang, apa kamu memilih ku?" tanya Kenzo yang tiba tiba dengan nada serius yang membuat Almira menatap serius juga sambil merangkul leher Kenzo dengan kedua tangannya.
"Aku memilih kamu Mas, aku tidak akan bersama pria lain. Bagi ku, tidak ada yang bisa menandingi kamu, apa pun itu." jawab Almira dengan senyuman tulus yang menular ke Kenzo ikut tersenyum.
Kenzo menarik pinggang ramping Almira yang membuat mereka makin dekat sehingga tubuh mereka saling menempel.
"Kamu ingat tidak, waktu itu siapa nolongi aku saat aku di bully?" tanya Almira dengan menaik kan satu alis.
"Aku." jawab Kenzo dengan cepat membuat Almira tertawa karena lucu menatap Kenzo yang menampil kan rait wajah polos seperti pria itu sedang tidur.
"Bukan, tapi pahlawan ku yang menolong. Sampai sampai kami menjadi sahabat waktu kecil, selalu kemana pun bersama, nama dia itu Gara. Bagus kan namanya? Iya dong, pahlawan ku gitu loh." ujar Almira dengan nada bangga sambil mengedip kan sebelah matanya.
Kenzo yang melihat itu dan mendengar namanya di sebut tertawa lepas sehingga membuat gadis yang berada di pangkuannya cengo karena melihat raut wajah tampan dari Kenzo.
Kedua mata Kenzo menyipit saat sedang tertawa dan kedua pipinya memerah, itu sangat lucu bagi seorang Almira Sayyida Alindra.
Cup.
Tanpa aba aba Almira mengecup sudut bibir Kenzo membuat tawanya berhenti seketika dan menatap ke arah Almira yang tersenyum malu malu menghadapnya, Kenzo masih terkejut membuat Almira menepuk nepuk kedua pipi pria itu sehingga tersadar lalu mencium bibir Almira dengan rakus membuat gadis itu sangat terkejut karena perlakuan Kenzo yang tiba tiba.
Kenzo terus saja ******* bibir bawah Almira dengan rakus tapi lembut sehingga suara decapan terdengar cukup jelas, untung saja kamar mereka kedap suara sehingga dari arah luar tidak mendengar apa pun.
Kenzo makin memperdalam ciuman mereka, ******* dan menghisap tanpa henti seperti kalau di lepas akan kehilangan. Almira hanya menerima saja dan sedikit demi sedikit membalas ciuman mereka karena Kenzo tidak membiar kan ciuman mereka terjeda.
Ciuman mereka terlepas tapi pasangan suami istri itu tidak menjauh kan wajahnya masing masing, Kenzo menikmati wajah Almira begitu pun sebaliknya.
"Pahlawan kamu masih sama, yaitu Kenzo Sagara Samudra dan sekarang sudah berstatus suami kamu sayang. Apa kamu mencin-"
"Aku mencintai kamu Kenzo Sagara Samudra, suami ku..." teriak Almira sangat kencang membuat Kenzo tidak melanjut kan ucapannya lagi.
Kenzo tersenyum manis saat tatapan Almira mengarah ke arahnya kembali, Kenzo sangat senang di dalam hatinya sekarang berbunga bunga seperti remaja sedang kasmaran. Kenzo gila karena Almira, itu pasti.
Cup.
Kenzo langsung mencium bibir Almira lagi dengan perasaan Cinta dan lembut tidak rakus seperti sebelumnya seperti menikmati pungutannya, Almira pun sama dia memejam kan mata merasa lega setelah mengucap kan perasaannya kepada Kenzo.
Mereka saling menikmati dan memejam kan kedua mata sambil menghisap bibir mereka satu sama lain, suara decapan makin keras memenuhi ruangan kamar mereka yang tidak di peduli kan oleh si pelaku yaitu Kenzo tentunya.
Kenzo beralih ke arah leher Almira menggigit leher mulus itu sehingga meninggal kan kissmark yang sangat tercetak jelas membuat Almira memejam kan kedua mata merasa geli karena sentuhan Kenzo di lehernya.
Kenzo menatap hasil karyanya dengan senyum bangga, itu berarti Almira adalah miliknya, hanya miliknya tidak ada yang lain.
__ADS_1
Saat Kenzo mencium bibir Almira lagi, tiba tiba ada suara sangat kencang dan gedoran pintu terdengar membuat mereka saling menatap dan beralih ke arah pintu tanpa menjauh kan wajah mereka masing masing.
"KENZO, INI ADA TELPON DARI PUSAT KEPOLISIAN CARI LO. KATANYA LO DI SURUH KE KANTOR SEKARANG... KENZO, BUKA PINTUNYA ES BATU... CEPAT..." suara itu dari Edo membuat Kenzo memutar bola matanya malas dan Almira hanya menampil kan senyuman gelinya sambil mengelus kedua pipi Kenzo dengan ibu jarinya secara lembut.