
"Ayo makan siang dulu di kantin Rumah Sakit ini."
Ajakan Justin kepada mereka semua setelah melihat sang Oma sudah tertidur. Mereka semua sudah berdiri tinggal Almira saja yang masih duduk di pinggiran brankar sambil menggenggam sebelah tangan Oma yang tidak di infus menatap wajah damai dari wanita tua itu.
Almira berpikir, kenapa Oma Diana cepat sekali tua dan dirinya juga cepat sekali sudah besar. Padahal baru kemarin mereka masih main petak umpet di taman saat Almira masih sangat kecil dan masih belum bisa mengucapkan kata R di mulut.
Tepukan di bahu Almira membuat dia tersadar dan menatap Kenzo.
"Ada apa?" tanya Almira bernada lembut dengan sedikit mengerjapkan kedua mata.
"Ayo makan dulu." jawab Kenzo dengan nada lembut sambil mengelus puncak kepala Almira.
Almira menatap ke sekeliling saat melihat kedua sahabatnya yang mengangguk menandakan mengajak seperti Kenzo. Kalian aja duluan, gue disini jagain Oma." ujarnya sambil tersenyum kearah kedua sahabatnya.
"Makan dulu Al, kalau lo gak makan malah lo yang sakit. Oma pasti gak suka kalau cucunya yang dia sayang sakit. Iya kan, Ner?" ujar Danera meminta persetujuan sahabatnya yang ada di sebelah.
Nera mengangguk mengiyakan ucapan Danera sambil menatap Almira dengan senyuman kecil.
"Em, kalau gitu. Gue titip aja ya, boleh kan?" tawar Almira saat mendengar dengusan kesal dari Danera menatap menyengir.
"Boleh." jawab Nera membuat Almira berterima kasih lalu mereka semua pergi.
Almira menoleh menatap Kenzo yang masih setia duduk di sampingnya, membuat kerutan di kening muncul.
Kenzo yang mengetahui ada kerutan di kening Almira, langsung saja dia mengusap agar kerutan itu hilang.
"Aku temani kamu." ucap Kenzo membuat kedua mata terlonjak kaget.
Kenzo menarik kepala Almira ke pundaknya agar bersandar dan langsung mengelus lembut. Almira yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Kenzo sebenarnya jantungnya berdetak tak karuan. Tapi dia mencoba untuk bersikap biasa saja.
"Oma pasti tidak apa-apa kan, Ken?"
Pertanyaan dari Almira dengan gumam lirih tanpa menatap lawan bicara.
Kenzo hanya mengangguk saja tanpa mengeluarkan suara membuat Almira menghela nafas pelan. Rasa takut masih terselimuti di dalam hatinya.
"Kita berdo'a saja, meminta pertolongan ke Allah."
***
"Almira, boleh bicara berdua di luar?"
__ADS_1
Pertanyaan dari mulut Justin yang tiba-tiba masuk ke ruang rawat Oma setelah dari kantin menghampiri Almira dan Kenzo yang sedang saling bersandar. Justin menatap serius membuat Almira menatap bingung.
"Om Ken, pinjam Almira sebentar." pinta Justin yang hanya dianggukki kecil oleh Kenzo sambil menatap kearah Almira.
Almira menatap Kenzo, setelah mendapatkan anggukkan Almira pergi meninggalkan Kenzo yang masih menatap punggungnya.
"Semoga tidak ada hal buruk." ujar Kenzo pelan setelah itu tidak melihat punggung Almira dan Justin.
Di lain tempat, Almira dan Justin sudah duduk berada di taman Rumah Sakit yang sedikit sepi karena ini adalah waktunya untuk para pasien istirahat.
Hening, itu suasana sekarang yang ada di antara mereka.
"Jus-"
"Al, kamu harus menerima Om Kenzo suami kamu. Jangan berpura-pura lagi." sahut Justin memotong ucapan Almira sambil menatapnya.
Almira yang mendapatkan ucapan seperti itu dari sepupunya terkejut. Padahal Almira tidak pernah bilang kepada siapapun, kecuali Danera dan Nera.
"Maksud lo apa sih?" tanya Almira mencoba mengelak.
Justin yang mendengar itu menghembuskan nafas lelah sambil mengusap puncak kepala Almira dengan tangan kekarnya. Justin tau semua apa yang di rencakan Almira ataupun yang dilakukan Almira.
"Ini, kamu gak lupakan sama gelang ini?" tunjuk Justin ke pergelangan tangan Almira yang memperlihatkan gelang bewarna hitam yang sama seperti punya Justin dan sepupu lainnya.
Itu adalah buatan dari Justin yang ada alat perekamnya terlihat kecil.
"Justin, gue... gue..." ujar Almira terbata-bata sambil menatap Justin dengan sendu.
"Sini." pinta Justin.
Justin membawa kepala Almira ke pelukannya, dia mengerti perasaan sepupu perempuan satu-satunya di keluarga Alindra. Tapi bagi Justin, tindakan Almira sudah salah karena mereka bukan cinta monyet tapi sudah menjadi suami istri di mata hukum dan agama.
Justin mengelus kepala Almira dengan lembut membuat sang sepupu agar nyaman berada di pelukannya.
"Al, kamu sekarang sudah jadi istri dia. Ingat itu." pesan Justin membuat kedua mata Almira terpejam mendapat ucapan yang sangat membuat dia benci.
"Justin, kamu tau sendiri kan gimana waktu aku kecil? Betapa frustasinya aku? Aku hanya minta satu ke kamu." ucap Almira mendongakkan pandangan kearah Justin.
"Apa?" tanya Justin menatap Almira dengan raut wajah bingung.
"Kamu harus diam, jangan pernah ikut campur urusan ini. Biar aku aja."
__ADS_1
***
"Lo kenapa, Al?"
Pertanyaan dari mulut Danera membuat Almira terlonjak terkejut karena suara Danera tiba-tiba, dengan cepat Almira tersadar dan menoleh kearah Danera untuk menyembunyikan sesuatu yang membuatnya melamun.
"Gue? Kenapa?" balik tanya Almira membuat Danera mendengus malas.
"Lo kaya banyak pikiran." jawaban Nera membuat Almira membeku sesaat dan langsung menoleh kearah sahabatnya itu lalu menggeleng sambil tersenyum lembut.
Kenzo yang sejak tadi melihat raut wajah Almira yang seperti banyak pikiran membuatnya gusar dan gelisah. Kenzo langsung menggenggam sebelah tangan Almira dan mengelus lembut.
Almira yang mendapatkan perlakuan dari Kenzo yang sabgat manis baginya membuat dia menatap ke wajah yang memancarkan raut wajah khawatir menatapnya.
Almira hanya tersenyum lembut menenangkan.
Justin yang melihat itu hanya diam tak ber ekspresi apapun, dia hanya memandang tanpa mengikuti pembicaraan mereka.
Jika Almira memintanya untuk diam, maka dia akan diam. Tapi dia tidak tahan melihat perlakuan Almira yang hanya pura-pura dan Kenzo yang sangat manis dan tulus membuat Justin merasa bersalah kepada cowok tersebut.
Karena kesalahan di masa lalu, Kenzo harus menerima balas dendam dari Almira yang pasti akan sangat menyakitkan tanpa dia ketahui.
"Justin." panggil Almira yang membuat cowok itu mendongakkan kepala menatap sepupunya yang tiba-tiba memanggil.
Justin hanya menaikkan satu alisnya bertanya tanpa mengeluarkan suara.
"Oma mau ngomong berdua sama lo. Kita akan pergi ke kantin kalau gitu, lo masuk aja." ujar Almira bernada biasa saja.
Setelah mendapatkan jawaban deheman dari Justin mereka semua pergi meninggalkan cowok itu yang akan masuk ke ruangan Oma Diana.
Almira yang di beritahu Oma Diana untuk meninggalkan Justin dan dirinya hanya berdua membuat dia bertanya-tanya, apa yang akan mereka bicarakan.
"Apa mereka membicarakan gue dan Kenzo." gumam Aira saat melihat punggung Justin yang sudah masuk di ruang rawat Oma Diana.
Di lain tempat, Justin masuk ke dalam sudah melihat raut wajah dayar dari Oma Diana sedang menatapnya membuat Justin merasa takut hanya menatap Oma Diana.
Bila Oma Diana sudah menatap datar seperti itu, maka yang akan Oma bicarakana pasti sangat serius kepadanya.
Oma Diana sangat tegas.
"Oma mau ngomong apa?" tanya Justin saat mencoba memberanikan memulai percakapannya.
__ADS_1
"Kamu pasti tau apa yang di rencanakan Almira ke Kenzo. Beritahu Oma sekarang, Justin?"