
"Kenzo, ambilin handuk."
Ujar Almira berada di dalam kamar mandi sambil mengulurkan sebelah tangan keluar dengan nada sedikit teriak.
"KENZO." teriak Almira kesal saat mendengar kekehan kecil dari mulut cowok itu.
"Iya." jawab Kenzo setelah meredakan kekehannya.
Kenzo berjalan kearah lemari bewarna putih lalu mengambil handuk dengan cepat saat mendengar gerutuan kesal dari mulut Almira.
"Mana Kenzo." ujar Almira sedikit kencang sehingga Kenzo menutup kedua telinga.
Sangat nyaring, sehingga membuat telinga Kenzo berdenging. Handuk bewarna putih dan lembut sudah berada di tangan Almira, dengan cepat dia memakai handuk itu ke seluruh badannya.
Almira sudah sejak tadi merasa kedinginan akibat suaminya.
Hah, Suaminya?
Setelah sadar dengan pemikirannya, Almira geleng-geleng kepala sambil memukul kepalanya untuk menyadarkan pikiran yang aneh dan gila ini.
"Meskipun akhir-akhir ini gue baik sama dia, tetap saja gue tidak akan menganggap Kenzo sebagai suami gue."
Setelah Almira mengucapkan kata-kata itu, dia langsung membuka pintu kamar mandi setelah tidak ada suara Kenzo di dalam kamarnya. Karena, Almira melupakan baju ganti sehingga dia keluar hanya memakai handuk putih dan lembut itu.
Saat sudah berada di depan lemari. "Almira." suara itu.
Almira langsung membalikkan badan menatap Kenzo yang memandang tanpa kedip. Mereka saling tatap tanpa mengindahkan kearah lain.
Saat tatapan Kenzo menjelajah seluruh badan Almira dari bawah sampai keatas membuat Almira melototkan kedua mata menatap kearah Kenzo.
Ceklek!
Suara kunci kamar membuat Almira menoleh kearah pintu yang sudah tertutup, Almira menoleh Kenzo yang sudah berada di depannya setelah mengunci pintu kamar mereka.
Tanpa aba-aba, Kenzo menarik badan Almira ke pelukannya, sehingga wajah Almira sudah menempel di balik dada bidang Kenzo yang tertutupi kaos tipisnya.
"Sengaja mau bikin aku khilaf, hem?" bisik Kenzo tepat di samping telinga Almira dengan nada berat dan seksi tentunya.
Almira menegang di tempat yang masih berada di pelukan hangan Kenzo.
Almira merasakan sangat nyaman berada di pelukam Kenzo.
Cup!
Kecupam lembut dan sangat lama berada di kening Almira membuat si empu terkejut dengan perlakuan Kenzo yang tiba-tiba.
"Kamu tau, Al. Aku sangat mencintai kamu lebih dari apapun." ujar Kenzo yang mereka sudah saling menatap tapi masih mempertahankan pelukan mereka.
Tanpa sadar.
"Obsesi?" gumam Almira dengan nada ragu yang masih bisa di dengar oleh Kenzo.
"Bagiku, obsesi itu mencintai seseorang sangat dalam. Kalau seseorang itu menghilang darinya, maka dia akan menjadi gila. Lalu aku seperti itu ke kamu, Almira Sayyida Alindra."
***
"Kenzo Sagara Samudra, sana ih. Berat tau."
Ucapan Almira dengan nada kesal membuat Kenzo menarik sudut bibirnya ke atas sambil menatap Almira.
Kepala Kenzo sekarang masih berada di atas paha Almira sedari satu jam yang lalu. Almira sudah sangat kesal dengan Kenzo yang hanya acuh kepada dirinya.
__ADS_1
Bukan apa-apa, Almira sudah sangat pegal duduk tanpa bersandar.
"Awas sana." ucap Almira yang mencoba sabar menghadapi Kenzo yang sedang manja.
Kenzo hanya berdehem dan berbalik badan menghadap perut Almira yang sudah tertutupi dengan bajunya, dengan gerakan cepat Kenzo memeluk pinggang Almira dan membenamkan wajahnya ke perut Almira membuat si empu terasa geli.
"Aku capek Kenzo, nih sudah pegal-pegal rasanya."
Setelah Almira mengucapkan kata-kata itu, Kenzo mendongak menatap raut wajah Almira yang sudah menampilkan raut wajah datar tanpa ekspresi yang membuat Kenzo tidak tega.
Almira hanya melihat Kenzo yang sudah duduk di sebelah Almira dengan menatap rasa bersalah.
"Maaf." ucap Kenzo sambil menunduk.
Kenzo sangat takut saat dia akan kehilangan Almira karena kesalahan kecil dan sepele ini.
Almira diam tidak menjawab, lalu berdiri menuju kasur empuk untuk merebahkan badannya yang terasa pegal.
Sedari tadi, Kenzo bergumam kata maaf sambil mendekatkan badannya kearah Almira. Saat mengetahui kalau Almira menghela nafas lelah membuat Kenzo langsung memeluk pinggang ramping Almira sangat erat membuat si empu risih kepadanya.
Almira membalikkan badan menghadap Kenzo yang sudah bersembunyi di ceruk lehernya dengan masih bergumam kata maaf.
Usapan lembut di rambut legam Kenzo membuat si empu merasa nyaman dan tersenyum di sela-sela kegiatannya.
"Maaf." ucap Kenzo mendongak menatap Almira dari bawah.
"Iya." jawab Almira sambil tersenyum membuat Kenzo membenamkan kepalanya lagi berada di ceruk leher Almira.
Almira hanya diam sambil melakukan kegiatan mengelus rambut kepala Kenzo dengan lembut. Tidak ada yang tau Almira menampilkan raut wajah yang sulit diartikan.
Almira memandang lurus ke depan dan menatap tajam menahan rasa emosi di dalam dirinya.
"Lo harus mendapatkan balasan yang setimpal dan menyiksa, Kenzo Sagara Samudra." batin Almira menampilkan senyum devilnya.
***
Suara itu sedari tadi terus saja keluar dari mulut Kenzo yang membuat Almira merasa risih.
Kenzo dalam mode manja on.
Almira lelah, capek, dan juga risih melihat Kenzo yang seperti anak kecil. Sangat berbeda saat seperti biasannya.
Almira baru saja tau kalau Kenzo sedang sakit kepala karena pusing dan badan panas yang membuat dia berperilaku sangat manja dan seperti anak kecil.
Betapa tersiksanya seorang Almira Sayyida Alindra.
"Almira aku mau sate."
Ucapan itu lagi, Almira hanya menampilkan raut wajah datar sambil menatap Kenzo tajam. Tapi itu hanya sia-sia belaka, karena Kenzo menampilkan raut wajah polos sehingga membuat Almira sangat gemas.
"Sekarang sudah malam, Kenzo. Sekarang jam Sembilan." balas Almira mencoba sabar menghadapi Kenzo dengan nada tertekan.
"Tapi, aku ingin sate, Al." rengek Kenzo sambil menghentakkan kedua kaki di lantai dingin.
Almira menghela nafas kasar, dia sudah sangat lelah dan kesal tapi Kenzo malah merengek.
"Oke. Ayo." ajak Almira bernada kesal sedikit meninggikan suaranya dan langsung menarik pergelangan tangan Kenzo.
Kenzo hanya diam menatap tangan kecil Almira yang berada di tangannya, sangat lembut membuat Kenzo tersenyum sangat kecil.
Setelah menunggu Almira memakai hijab instan dan Kenzo juga sudah mengambil jaket hitam lalu mereka berjalan keluar dari kamar.
__ADS_1
"Mau kemana malam-malam gini?" tanya Oma Diana menatap suami istri secara bergantian.
"Mau beli sate, Oma!" jawab Kenzo dengan raut wajah santai.
Oma Diana hanya mengangguk lalu Almira menarik Kenzo untuk segera pergi meninggalkan Oma sendirian. Oma Diana menatap cucu kesayangannya dengan tatapan sendu, dirinya sudah salah saat waktu itu dan sudah membuat Almira serta kedua sahabat gadis itu kecewa.
Kenzo dan Almira sudah pergi meninggalkan rumah mereka dengan menaikki kendaraan beroda dua dengan Almira memeluk Kenzo dari belakang yang membuat si empu tersenyum di balik helm.
Suasana dingin menjadi hangat, bagi Kenzo Sagara Samudra.
"Stop, sate itu saja." ujar Almira yang dianggukki oleh Kenzo dan memberhentikan kendaraannya.
"Kamu duduk aja, biar aku yang pesan." suruh Almira dengan nada santai lalu pergi meninggalkan Kenzo yang sudah duduk di tempat dengan memandang Almira di setiap gerak geriknya.
Kenzo melihat Almira sedang berbicara kepada penjual membuat dia tersenyum manis, ternyata Almira itu mudah bergaul dengan orang asing.
Kenzo sangat beruntung memiliki Almira meskipun belum sepenuhnya. Tapi, dia sudah sangat bahagia.
Kenzo mendengar kalau Almira membuat lelucon kepada penjual itu yang langsung mereka tertawa bersama membuat Kenzo ikut tertular dengan tawa mereka.
Si penjual adalah seorang pria yang sudah tua, sedari tadi tidak ada yang membeli hanya Kenzo dan Almira saja.
Karena penjual itu berdagang di samping jalan raya dan di samping restoran yang begitu indah dan juga bersih tentunya. Makanya, bapak penjual itu sedari tadi tidak dapat pembeli.
"Bapak jualan di perumahan Sukoharjo saja pak, biar saya bisa beli sepuasnya."
Ucapan Almira yang di dengar Kenzo membuat dia merasa hangat di dalam hatinya, Kenzo tahu kalau Almira berniat membantu bapak penjual itu.
"Bagus juga ide kamu, Nduk." balas bapak penjual dengan semangat.
Almira sudah menyelesaikan bicangannya dengan bapak penjual itu lalu dia pamit untuk duduk di depan Kenzo yang langsung di angguki oleh penjual itu dengan senyuman.
Almira mengacak-acak rambut Kenzo sehingga menimbulkan berantakan sambil menyengir menampilkan deretan gigi putihnya.
"Kenapa hem? Sudah sangat ingin?" tanya Almira yang sudah duduk di depan Kenzo sambil menampilkan raut wajah santai.
Kenzo hanya mengangguk sambil menatap Almira tanpa kedip membuat Almira langsung mengusap wajah Kenzo, sehingga si empu tersadar dari lamunannya.
"Tuh, di makan satenya. Melamun aja terus." ucap Almira dengan nada menggoda.
Kenzo tidak menjawab ucapan Almira, melainkan dirinya langsung melahap satu per satu sate tanpa menghiraukan tatapan Almira yang sedang tersenyum.
Almira makin gemas dengan Kenzo.
"Kenapa di lihatin terus sih, kan malu." gerutu Kenzo dengan nada pelan tapi masih di dengar oleh Almira.
Tangan kanan Almira terulur ke kepala Kenzo dan mengelus dengan sangat lembut sambil menampilkan senyuman manis. Almira sangat gemas melihat cara makan Kenzo yang sangat lahap.
"Aku baru tau kamu bisa se gemas ini, Kenzo." ujar Almira masih memandang dengan lekat tanpa mengindahkan.
"Aku gemas gini cuman ke kamu saja, sayang." balas Kenzo dengan menampilkan senyum menawan membuat Almira membeku sehingga tangan Almira yang mengelus rambut Kenzo terhenti.
Almira ingin berteriak, KENZO SANGAT TAMPAN.
Kenzo berdiri dari duduknya lalu membawa kursi plastik ke samping Almira yang hanya di tatap oleh si empunya.
Grep!
Pelukan daei samping dari Kenzo membekap Almira di pelukannya yang hangat.
"Aku sangat mencintai kamu, Almira. Aku tidak akan membiarkan kamu pergi ataupun meninggalkan ku. Kamu hanya milikku, Almira. Almira Sayyida Alindra milik Kenzo Sagar Samudra." bisik Kenzo yang membuat Almira membeku.
__ADS_1
Tanpa sadar, Almira mengangguk yang membuat Kenzo tersenyum bahagia.