
"Sayang bangun yuk, kita sudah sampai."
Cup.
Bisikan dengan nada lembut tepat di samping telinga Almira dan yang membuat gadis itu langsung membuka kedua mata adalah karena kecupan lembut mendarat ke pipi sebelah dengab cepat. Saat membuka kedua mata, Almira langsung bersitatap dengan tatapan dari Kenzo membuat pria itu mengelus puncak kepala Almira dengan lembut sambil merapih kan hijab sang istri yang rambutnya keluar meskipun itu sedikit membuat Kenzo tidak rela kalau ada yang melihat rambut indah dari sang istri, karena itu hanya miliknya.
Almira hanya diam saja menatap ke arah Kenzo dengan pandangan lekat membiar kan suaminya melakukan apa pun keinginannya, Almira hany menerima saja tanpa membantah karena dirinya juga senang saat di perlaku kan istimewa apa yang di lakukan oleh Kenzo untuknya.
"Ayo turun sayang." ucap Kenzo sambil mengambil tas selempang punya Almira yang bewarna hitam, langsung saja pria itu menyampir kan tas selempang ke bahunya membuat Almira tertawa kecil melihatnya.
"Untung saja warnanya bukan merah muda Mas." ujar Almira yang langsung di jawil puncak hidungnya oleh Kenzo membuat gadis itu memberhenti kan tawanya dengan menampil kan dua jari bertanda peace di depan wajah Kenzo yang mengangguk sambil tersenyum tipis yang hanya bisa di lihat oleh sang istri tercintanya.
Tanpa banyak bicara, Kenzo langsung menggandeng tangan Almira lalu turun dari pesawat ke bandara. Saat mereka menginjak kan kaki ke bandara, banyak sekali yang menatap penasaran karena baju yang di kenakan keduanya terlihat sederhana tapi berkharisma karena mereka melihat merek pakaian keduanya.
"Mas, aku mau apartemennya yang dekat sama pantai. Oke?" ucap Almira dengan nada pelan dan mendekat kan wajahnya ke Kenzo yang melirik saja.
"Memanhnya ada di Korea?" tanya Kenzo dengan raut wajah heran.
"Tidak tau, aku saja baru pertama kali ini ke negara Oppa Oppa." jawab Almira dengan nada santai tanpa beban membuat Kenzo menatap datar ke arah gadis itu karena mendengar ucapannya.
Kenzo melepas kan topi bewarna hitam yang ada di kepalanya lalu memasang kan ke kepala Almira sehingga wajah sang istri tidak terlalu terlihat membuat Almira menoleh dan saat akan melepas kan, Kenzo lebih dulu menatap datar yang membuat Almira menampil kan cengiran tidak jelasnya dan mengacak acak rambut rapi Kenzo.
Tatapan Kenzo kemnali seperti semula membuat Almira diam diam menghembus kan nafasnya dengan pelan karena lega melihat raut wajah biasa saja dari sang suami.
"Sayang, aku sangat cemburu melihat para laki laki itu menatap kamu. Ayo kita pindah negara yuk sayang, jangan disini." bisik Kenzo dengan nada kecil tapi raut wajahnya menajam menatap ke arah para laki laki yang ada di seberang sana seperti ingin memakan mereka hidup hidup tanpa sepengetahuan sang istri.
Para laki laki itu langsung saja memaling kan pandangan saat tidak sengaja melihat tatapan tajam dari Kenzo, tidak tau apa arti dari tatapan itu tapi mereka merasa merinding hanya menatap mata itu saja.
"Aneh kamu Mas, tenang saja mereka itu cuman bisa menatap aku saja tanpa bisa memiliki. Berbeda lagi sama kamu yang bisa miliki aku dan malah bisa lebih dari memandang aku kok. Jadi, jangan cemburu ya sayang..." ucap Almira lumayan keras membuat Kenzo menatap lekat ke arah sang istri.
Kenzo sangat senang dengan ucapan Almira, tapi yang lebih membuat perasaan Kenzo sangat senang dan bahagia adalah ucapan terakhir dari Almira memanggil kata sayang untuknya.
Kenzo melepas kan genggamannya ke Almira membuat gadis itu menatap heran, tapi saat mengetahui tangan Kenzo yang sudah berada di pinggang ramping milik Almira dengan menarik agar lebih dekat dengannya.
Almira tersenyum menatapnya yang telinganya memerah lalu geleng geleng kepala, bagi Almira Kenzo sekarang sangat menggemas kan. Rasanya Almira ingin sekali mencubit kedua pipi Kenzo tapi dia tahan karena gadis itu masih mengingat tempat di mana mereka.
Tidak seperti Kenzo yang tidak tau tempat dan situasi.
"Kamu tuh ya sayang..." bisik Kenzo dengan nada pelan karena dia sudah sangat malu hanya menampil kan raut wajahnya yang sudah memerah.
__ADS_1
Almira memeluk pinggang Kenzo membuat pria itu terkejut lalu menatap ke arah sang istri dengan bingung yang malah hanya di balas dengan senyuman saja dari Almira. Tidak tau apa yang sedang di pikir kan oleh Almira sehingga dia memeluk pinggangnya pertama kali ini, sangat aneh bagi Kenzo.
Tapi ia hanya bisa diam saja lalu mereka menaikki mobil taxi yang sudah sang sopir melambai kan sebelah tangan sambil memegang kertas panjang bertulis kan nama mereka, taxi itu bukan mereka yang memesan melain kan Edo lah yang berada di Indonesia yang memesan, sangat aneh memang tapi mereka hanya bisa pasrah saja.
"Mas, aku mau apartemen yang ada pan-"
"Sayang, Edo sudah memesan apartemen yang terlihat taman dan ada juga pohon sakuranya disana. Jadi, jangan protes ya." sahut Kenzo memotong ucapan Almira tanpa memperduli kan raut wajah kesal dari sang istri.
Kenzo memilih memasuk kan barang barangnya ke bagasi mobil tersebut dan Almira yang sudah duduk anteng di kursi penumpang dengan raut wajah kesal dan hanya diam saja. Saat Kenzo sudah duduk di sampingnya, Almira menjauh kan badannya dari Kenzo membuat pria itu memejam kan kedua mata menahan emosinya yang tiba tiba saja datang, dia takut kalau dirinya pelepasan marah ke sang istri, makanya dia lebih memilih untuk memejam kan kedua mata untuk menghilang kan emosi karena masih mengingat tatapan dari para laki laki di bandara meskipun Almira sudah menenang kannya, tapi tetap saja rasa emosi masih ada di tubuhnya karena mereka.
Lalu Almira malah meminta aneh aneh membuat emosi Kenzo menaik, tapi dia mencoba untuk menahannya agar tidak keluar dan menyakiti hati sang istri tercinta.
Berbeda lagi dengan Almira yang menatap tidak percaya ke arah Kenzo yang malah memejam kan kedua matanya tidak mempeduli kan dirinya membuat gadis itu tiba tiba merasa kan sesak di hatinya, Kenzo tidak pernah memperlaku kan dirinya seperti ini. Lalu sekarang pria itu berlaku seperti ini membuat Almira sangat sedih merasa kannya.
Almira menepuk nepuk dadanya yang merasa kan sesak yang tiba tiba, rasanya sakit sambil Almira menatap ke arah jendela mobil dengan pandangan sedih dan tertekan karena rasa sakit di dadanya.
Bugh.
Suara pukulan sangat keras membuat Kenzo yang semulanya memejam kan kedua mata menjadi terbuka lalu menatap ke arah sang istri dengan raut wajah terkejut, dengan cepat Kenzo menghadap kan pandangan Almira ke arahnya sambil menggenggam tangan Almira yang terus memukul mukul dadanya dengan erat meskipun gadis itu memberontak sebelumnya.
Perasaan khawatir menyeruak di dalam hati Kenzo saat melihat Almira yang sangat menyedih kan tidak tau kenapa.
"Sayang, kamu kenapa hem... sayang hey, kenapa?" tanya Kenzo dengan nada khawatir sambil menepuk nepuk kedua pipi cubby Almira dengan pelan.
Kenzo yang mendapat kan jawaban itu langsung saja menarik kepala Almira ke dalam pelukan hangatnya sambil mengusap lembut puncak kepala sang istri yang tertutupi hijab pasminanya, malah membuat Almira susah sekali untuk masuk ke dalam mimpi.
"Jangan buat khawatir sayang, aku sangat mencintai kamu." bisik Kenzo tepat di samping telinga Almira dengan nada lembut dan mengecup kening sang istri dengan sangat lama karena sambil menikmati rasa hangat dan nyaman ini dari sang istri.
Cup.
***
Cup.
Cup.
Cup.
"Sayang bangun yuk, sudah sore."
__ADS_1
Ucapan Kenzo sambil mengecup bibir mungil punya Almira dengan berkali kali membuat kedua mata indah itu terbuka dengan pelan sambil menyesuai kan cahaya yang tiba tiba ke arah matanya, Kenzo yang melihat itu tersenyum kecil lalu mengusap kepala Almira dengan lembut sambil mendekat kan wajahnya ke wajah sang istri, sangat dekat sehingga pandangan pertama yang muncul adalah wajah tampan sang suami membuat Almira tersenyum lembut melihatnya.
Almira sangat senang dengan pemandangan sekarang ini, sangat indah karena Kenzo sang suami. Kenzo pun juga tersenyum lembutnya yang membuat Almira mengalung kan kedua tangannya di leher pria itu dengan manja.
"Gendong Mas." ujar Almira dengan nada manjanya membuat Kenzo mengerjab kan kedua matanya sedikit tidak percaya saat Almira berlaku manja kepadanya seperti anak kecil sekarang ini.
Sangat imut dan menggemas kan sehingga membuat Kenzo ingin melahap Almira.
"Manja banget hem?" ujar Kenzo dengan menaik kan satu alisnya tanpa bergerak sedikit pun membuat Almira menampil kan senyuman lebarnya sehingga kedua mata itu menjadi menyipit.
Kenzo sudah tidak tahan dengan kegemasan dari Almira, sehingga pria itu langsung mencium bibir mungil Alkira dengan ******* ******* meskipun lembut. Kenzo tidak memberi kan Almira untuk melepas kan pungutan mereka melain kan pria itu mencium Almira dengan dalam sehingga Kenzo sudah berada di atas tubuh sang istri, Kenzo makin memperdalam ciuman mereka sehingga lidah keduanya saling bersentuhan di dalam mulut Almira yang malah membuat Kenzo tersenyum senang di sela sela ciuman mereka saat Almira membalas ciumannya dan menarik tengkuknya agar makin dalam ciuman itu.
"Rasa mulut kamu enak Mas, mau lagi." ucap Almira dengan nada manja saat ciuman mereka terlepas membuat Kenzo yang mendengar tersenyum geli.
"Mau kamu hem?" tanya Kenzo dengan nada menggoda ke arah Almira yang tanpa menjauh kan wajahnya dari wajah sang istri.
"Mau, mau banget Mas!" jawab Almira dengan mengangguk semangat sehingga bibirnya mengenai leher Kenzo membuat pria itu memejam kan kedua mata untuk menahan sesuatu.
Kenzo menatap raut wajah polos dari Almira saat menatap ke arahnya karena sedang memejam kan kedua mata dengan keringat yang tiba tiba menetes, Kenzo langsung mencium bibir Almira tanpa memberi kan jeda dan ********** pelan meskipun sedikit menuntut.
Kenzo menggigit kecil bibir bawah Almira dengan gaya menggodanya membuat sang istri tertawa senang meskipun kecil, Kenzo makin senang saat mendengar tawa kecil dari sang istri lalu melahap bibir mungil itu terus tanpa henti.
Cup.
Cup.
Cup.
Cup.
Cup.
Suara decapan terus saja keluar dari bibir mereka saling bersautan di dalam kamar yang hening, sore ini mereka menikmati suasana romantis yang tiba tiba karena dari luar memperlihat kan langit yang cerah dan mereka juga saling bertukar saliva tanpa henti.
"Mas, nanti malam jalan jalan ya?" tanya Almira di sela sela ciuman Kenzo yang berada di pipinya menggigit tanpa henti setelah dari bibir mungilnya.
Kenzo hanya berdehem saja membuat Almira bersorak senang mendapat kan jawaban persetujuan dari Kenzo, mendengar suara dari senang dari Almira membuat Kenzo tersenyum misterius dan senang tanpa di ketahui sang istri.
Kenzo mencium bibir mungil Almira lagi dan lagi seperti sedang menyesap dengan lahap tanpa berhenti membuat Almira memejam kan kedua mata lalu membuka kedua mata tiba tiba merasa kan kenikmatan yang tidak pernah dia rasa kan.
__ADS_1
Tanpa di ketahui Almira, Kenzo melihat raut wajah Almira membuatnya makin tersenyum seringai lalu mencium bibir itu dengan ******* ******* sangat dalam, menikmati dengan perasaan senang di dalam hatinya.
"Setelah kita jalan jalan nanti malam, besok malam kamu siap siap akan aku makan sayang. Oh bulan madu yang sangat indah, aku sangat mencintai kamu sampai segila ini Almira." batin Kenzo di dalam hatinya sambil melanjut kan kegiatan ******* bibir mungil sang istri tercinta.