Suami Pilihan Oma

Suami Pilihan Oma
TUJUH PULUH DELAPAN


__ADS_3

"Sayang, bagaimana hukumannya? Nikmat bukan?"


"Mas, kamu keterlaluan sama aku. Capek tau Mas, hukuman kamu sangat konyol."


"Tapi dari wajah kamu sangat menikmati hukuman yang aku berikan sayang, betapa imutnya kamu saat sedang berkeringat seperti ini. Kamu sangat menggoda."


"Akh... Kamu menyebal kan, kamu kenapa sangat tega memberi kan aku hukuman konyol seperti ini, ini malah makin menyiksa badan ku Mas. Aku tidak perlu olahraga perut, karena aku langsing. Tapi kenapa kamu malah memberi kan hukuman gila dan konyol seperti ini hah?"


Teriak kan Almira malah di balas dengan suara tawa dari Kenzo yang sedang duduk di atas kedua kaki Almira dengan gadis itu yang sedang berbaring menatap ke atas.


Bagi Almira, Kenzo sangat aneh saat memberi kan hukuman konyol yang menyuruhnya untuk olahraga perut dengan bantuannya yang harus duduk menahan kedua lutut kaki Almira dengan badannya.


Almira tidak habis pikir dengan pemikiran otak yang ada di Kenzo, sangat random sekali saat menyangkut dirinya tentang hukuman.


Melihat Kenzo sedang sibuk dengan buku yang ada di genggamannya menbuat Almira tersenyum geli melihat raut wajah serius pria itu yang malah membuat Kenzo terlihat sangat tampan dan kharismatik. Almira akui kalau Kenzo memang sangat tampan, visual pria itu sangat sempurna seperti tidak ada kekurangan.


"Mas, capek... Berhenti saja ya?" tanya Almira dengan nada lemah di buat buatnya.


"No, ini hukuman kamu tidak bisa menawar atau pun membantah sayang ku." jawab Kenzo tanpa menatap ke arah Almira yang membuat gadis itu kesal secara bersamaan kalau dirinya di acuh kan oleh Kenzo hanya karena buku tidak jelas itu tulisannya.


Ting.


Tiba tiba saja Almira tersenyum devil menatap ke arah Kenzo karena gadis itu sudah mendapat kan ide yang sangat bagus baginya untuk sang suami yang sudah mengabai kan dirinya hanya karena buku di genggamannya.


Cup.


Kenzo membelalak kan kedua mata karena terkejut atas perlakuan Almira yang tiba tiba mengecup bibirnya dan menatap ke arah gadis itu yang malah menampil kan senyuman tanpa rasa bersalah dengan santai melanjut kan hukuman olahraganya.


Saat duduk wajah mereka sangat dekat sehingga hidung mereka saling bersentuhan lalu dengan wajah senyum devil Almira, gadis itu malah menggesek gesek kan ujung hidungnya yang mengenai ujung hidung Kenzo membuat pria yang masih terdiam menatap lekat ke arahnya dengan dalam karena jantungnya berdetak sangat kencang tanpa henti karena perlakuan Almira kepada dirinya yang sangat romantis.


Saat Almira duduk lagi, kedua tangan Almira sudah berada di leher Kenzo tidak mau terlepas dengan senyuman manisnya yang malah membuat jantung Kenzo makin berdetak tidak karuan dan di dalam perutnya merasa kan geli karena seperti ada ribuan banyak kupu kupu yang terbang karena sangat senang dengan perlakuan Almira yang seperti ini, memulai duluan.


"Sudah ya Mas? Ya ya ya?" tanya Almira dengan wajah di dekat kan ke wajah Kenzo dengan menggerak kan badannya membuat Kenzo mencengkram erat ujung bajunya untuk menahan sesuatu yang sangat sensitif.


"Memangnya sudah berapa hem?" tanya Kenzo dengan nada suara berat yang menimbul kan raut wajah senang dan tersenyum dari Almira membuat Kenzo makin mencengkram erat ujung bajunya.


Hanya karena melihat Almira sang istri sedang bermanja kepada dirinya, Kenzo ingin sekali memakan Almira sampai sampai menjadi miliknya satu satunya, tapi sayangnya Almira masih belum siap saja.


"Dua puluh delapan Mas, banyak kan Mas? Banyak itu, selesai ya..." ujar Almira dengan nada lembut sambil mengelus sebelah pipi Kenzo dengan ibu jarinya membuat Kenzo seketika terpanah menatap sang istri tercinta tanpa ingin beralih kemana pun.


Melihat Kenzo yang hanya diam saja membuat Almira memaju kan bibirnya cemberut yang malah membuat Kenzo ingin sekali melahap rakus bibir merah alami itu.


Tiba tiba saja Kenzo menarik badan Almira dengan kedua tangannya yang sudah berada di pinggang gadis itu membuat Almira terbelalak karena terkejut yang dilakukan oleh Kenzo yang tiba tiba tapi sangat cepat sehingga Almira tidak bisa menghindar atau pun protes, Almira hanya bisa diam pasrah menatap Kenzo yang sudah menampil kan senyuman manisnya yang menular ke dirinya sehingga Almira pun juga ikut tersenyum manis ke arah Kenzo.


"Kamu semalam tidak tidur kan? Kamu hanya tidur sebentar, betul tidak?" pertanyaan dari mulut Kenzo yang wajahnya sangat dekat ke arah wajah Almira membuat gadis itu terkejut karena ucapan dari pri yang ada di depannya dan juga tidak bisa berkutik ke arah lain karena Kenzo mengunci pergerak kannya dengan cara memeluk sangat erat pinggang rampingnya.

__ADS_1


"Lalu tadi pagi kamu pergi ke kantor tanpa sarapan dan juga tanpa pamit ke suami mu ini." lanjut Kenzo lagi cepat cepat saat melihat kalau Almira akan protes kepadanya, dengan ucapan Kenzo selanjutnya membuat Almira seketika terdiam.


Almira menunduk kan wajahnya menghindari tatapan ke kedua mata Kenzo yang memancar kan ketulusan yang sangat dalam membuat Almira makin merasa bersalah kepada Kenzo tentunya.


"Maaf..." ucap lirih Almira dengan menunduk seperti sebelumnya.


Dengan cepat Kenzo memegang kedua pipi Almira lalu membawanya untuk mengangkat pandangannya agar mereka saling menatap satu sama lain. Almira hany menuruti saja dengan diam karena dirinya masih merasa kan perasaan bersalah yang sangat besar.


Almira mengakui kalau dirinya yang salah di antara mereka, maka Almira hanya bisa diam saja tidak tau harus melaku kan apa.


Begitulah seorang Almira Sayyida Alindra.


"Ratu tidak boleh menunduk kan kepalanya, nanti mahkota sang Ratu jatuh. Jangan mengucap kan maaf lagi, tidak tau kenapa hati ku rasanya sangat sakit sayang dan juga jangan mengulangi kesalahan tadi ya sayang?" ujar Kenzo dengan nada lembut lalu membawa tubuh Almira untuk masuk ke pelukannya.


Almira membalas pelukan nyaman dari Kenzo, hatinya merasa kan seperti bila dindekat Kenzo dirinya selalu merasa aman.


Almira menjawab pertanyaan Kenzo dengan angguk kan kepala saja karena dirinya sedang menikmati pelukan mereka yang nyaman ini dengan cara memeluk erat dan memejam kan kedua mata.


"Janji sayang?" tanya Kenzo ulang karena dirinya tidak mendapat kan jawaban yang dia ingin kan membuat Almira yang semulanya memejam kan kedua mata berganti membuka kedua mata itu lebar lebar karena suara sang suami yang sangat tepat sekali di telinga yang berada di kiri.


"Aku janji Mas!" balas Almira dengan mendongak kan wajahnya sehingga tatapan mereka bertemu yang malah membuat kedua pipi Almira tiba tiba terasa panas dan memerah.


Kenzo tersenyum lebar karena melihat kedua pipi Almira yang memerah seperti tomat, bagai pria itu Almira sangat menggemas kan sekarang ini.


Cup.


Almira memeluk leher Kenzo dengan kedua tangannya dan Kenzo sudah menekan tengkuk gadis itu agar ciuman mereka makin dalam.


Kenzo tidak berani untuk memasuk kan lidahnya, dirinya hanya mengecap bibir bawah dan atas dari Almira secara bergantian. Rasanya sangat manis membuat Kenzo makin candu dengan bibir Almira.


Suara decapan terdengar sangat jelas di dalam kamar mereka yang kedap suara. Kenzo mengangkat tubuh Almira, menggendong ala koala di depan dengan masih menaut kan bibir mereka masing masing tanpa mau terlepas.


Kenzo membaring kan tubuh Almira ke atas ranjang mereka yang sangat empuk itu dengan pelan pelan tidak mau Almira merasa kan sakit meskipun sekecil pun, ciuman mereka terlepas dan mereka saling menatap satu sama lain. Kenzo berada di atas tubuh Almira memandang lembut dan lekat ke arah Almira yang sedang menghirup oksigen banyak banyak karena ciuman Kenzo yang tidak membiar kan terlepas.


"Ini adalah hukuman kamu sayang, rasanya nikmat. Akan ku buat bibir kamu bengkak tanpa ampun, selamat menikmati sayang ku."


Setelah Kenzo mengucap kan kata kata barusan, dengan cepat Kenzo mencium bibir Almira dengan rakus tapi masih lembut dengan sebelah tangannya mengelus sebelah pipi Almira dengan jarinya membuat Almira melenguh yang malah Kenzo melahap kembali bibir Almira tanpa mau melepas kan barang sedikit pun.


Cup.


Cup.


Cup.


Suara decapan terus saja keluar dari mulut mereka, Kenzo sangat senang di dalam hatinya saat Almira membalas ciuman mereka dan terus saja Kenzo menggigit kecil di bagian bawah dari bibir Almira membuat gadis yang berada di bawah kungkungannya melenguh makin keras yang membuat Kenzo mengeram karena menahan gejolak nafsunya karena suara indah dari Almira sang istri tercintanya.

__ADS_1


"Sayang, kamu menyiksa ku..." suara berat dari Kenzo membuat kedua mata Almira terbuka menatap ke arah pria itu lalu memberi kan tatapan lembutnya dengan mengelus sebelah pipi Kenzo gerakan lembut.


Almira tau apa yang di maksud oleh Kenzo, maka dirinya dengan inisiatifnya sendiri langsung saja Almira menenang kan Kenzo dengan menarik kepala suaminya ke lehernya yang sudah melepas kan hijab instannya.


Kenzo memejam kan kedua mata saat aroma wangi dari lavender memasuki indra penciumannya, sangat candu sehingga membuat dirinya menghirup rakus yang membuat Almira merasa kan geli tapi dirinya menahannya agar Kenzo tidak merasa terganggu dengan apa yang dia lakukan.


"Aku sangat mencintai kamu sayang, sangat dalam. Aku tidak akan membiar kan kamu pergi dari ku, tidak akan pernah sampai kapan pun itu. Ingat ini sayang, kamu hanya milik ku, seorang Kenzo Sagara Samudra." bisik Kenzo dengan suara beratnya yang bagi Almira sangat seksi.


***


"Sudah beberapa hari ini, Kenzo tidak kelihatan. Kemana dia? Padahal baru saja gue tinggal tiga hari, eh Kenzo malah tidak ada di kantor."


Suara itu membuat semua orang yang berada di kantor Polisi menoleh secara bersamaan menatap ke arah pintu dan menampil kan badan tegap dari seorang pria yang menatap mereka senyum lebar.


Dengan cepat semua para anggota Polisi yang sedang duduk itu langsung menghampiri Rio dengan berlari lalu memeluk pria itu sangat erat sampai Rio yang berada di pelukan mereka menjadi susah untuk bernafas.


"Le- Lepas, gue su- susah untuk bernafas..." ucap lirih dari Rio sambil menarik badannya agar terlepas dari pelukan mereka dengan wajah yang sudah memerah dan nada suaranya sudah sesak membuat mereka yang lain sadar lalu melepas kan pelukan erat mereka dengan wajah menyengir menampil kan deretan gigi putihnya.


"Kalian semua memang suka sekali ya, kalau gue tersiksa hah?" ujar Rio dengan nada kesal dan masih menepuk nepuk dadanya dengan sebelah tangannya.


"Itu sudah nasib lo, Rio. Tidak bisa di ubah kalau nasib lo memang menjadi laki laki tersiksa dari para anggota kepolisian yang lainnya." sahut Nigel dengan wajah tanpa dosanya membuat Rio menatap sengit dan makin kesal lalu terdengar suara tawa dari mereka untuk Rio.


Rio makin menampil kan raut wajah kesal menatap mereka yang masih menertawa kan dirinya, tapi sebenarnya di dalam hati Rio merasa senang kalau dirinya bisa membuat mereka tertawa yang selalu saja bersedih jauh dari pasangan atau pun keluarga mereka.


"Sudah sudah, sekarang jawab pertanyaan gue, di mana Kenzo sekarang?" tanya Rio memberhenti kan tawa mereka dan semua langsung menatap ke arah Rio dengan raut wajah santai.


"Ketua sedang perjalanan bisnis bersama istrinya." jawab salah satu di antara mereka.


"Pantes, dasar Kenzo bucin." gumam Rio sangat pelan sehingga para anggota Polisi lain tidak bisa mendengar karena mereka sudah bercanda ria sangat ramai.


"Nigel." panggil Rio yang langsung saja pria yang di panggil menoleh dengan menaik kan satu alisnya bertanya karena Nigel sedang memain kan ponselnya.


"Gue senang banget saat bertugas kemarin kemarin, ternyata kota gue itu tempat pindah Danera dan betapa senangnya gue, ternyata unit kamar apartemen gue bersebelahan sama Danera. Gue sekarang sudah dekat seperti dulu lagi meskipun kita menjadi teman saja." cerita Rio dengan wajah berseri seri dan berbinar yang membuat Nigel sangat terkejut dengan cerita dari sahabatnya.


"Terus terus, lanjut Rio. Gue sangat penasaran." balas Nigel dengan wajah penasarannya dan ikut senang, fokus menatap ke arah sahabatnya yang sudah senyum senyum sendiri.


"Gue setiap hari bersama Danera, makanya gue cari Kenzo buat cerita ke dia dan lo. Eh ternyata Kenzo berada di luar kota juga, jadi gue cerita dulu ke lo. GUE SENANG BANGET..." teriak Rio dengan wajah senang dan sangat keras membuat yabg lain memandang aneh ke arah Rio.


Nigel tersenyum menanggapi Rio dan para anggota Polisi lain yang menatap penasaran ke arah kedua pria tersebut.


"Kenapa tuh bocah?" tanya salah satu dari anggota Polisi menatap ke arah Nigel.


"Biasa, masalah cewek yang dia cintai mereka bertemu lagi." jawab Nigel dengan tawa kecil.


"WAH, SELAMAT BRO." teriakan demi teriakan terus saja mereka keluar kan untuk Rio yang sudah terkekeh melihat mereka lalu memeluk mereka yang lain dengan menggiyang kan mengikuti alunan musik yang dari salon besar mereka.

__ADS_1


Nigel yang melihat itu hanya tersenyum kecil, dia juga ikut berbahagia kalau sahabatnya bertemu dengan orang yang dia cintai.


"Nera, aku sangat merindu kan kamu. Aku akan selalu meminta ke Allah agar bisa ketemu kamu di suatu saat nanti, kalau kita bertemu di masa depan maka aku tidak akan pernah melepas kan kamu Nera." batin Nigel menunduk kan wajahnya menatap ke arah bawah yang menampil kan telapak tangannya dengan bertulis kan nama SYAINERA DWI DULLOND sangat besar.


__ADS_2