Suami Pilihan Oma

Suami Pilihan Oma
DUA PULUH EMPAT


__ADS_3

"ALMIRA SAYYIDA ALINDRA."


Bentak seseorang dari arah belakang membuat semua menoleh karena penasaran. Saat tau siapa yang memanggilnya, betapa terkejutnya saat melihat Roy berjalan menghampiri sambil mengepalkan kedua tangan dan jangan lupakan dengan raut wajah marah dengan tatapan datar tanpa ekspresi.


"Lo apain sepupu gue, HAH?" bentak Roy di depan wajah Almira.


Deg!


Jantung Almira sangat terkejut, sangat sakit sekali hatinya saat Roy membentak dan marah hanya karena Ella.


Dulu saja, saat mereka masih menjalin hubungan. Almira dan Ella berantem, yang akan di bela oleh Roy adalah dirinya. Lalu dia akan memarahi Ella dan menghukumnya.


Tapi sekarang?


Itu yang membuat hati Almira sakit saat melihat tatapan datar dan kosong tanpa rasa cinta di dalamnya.


"Minta maaf sekarang juga ke sepupu gue, Nona Alindra." ujar Roy tanpa menyebutkan nama Almira membuat dia menatap syok kearah Roy.


Almira masih diam di tempat, dia tidak memperdulikan Kenzo yang sedang mencoba menyadarkannya.


"Roy..." panggil Almira dengan nada lirih yang sangat pelan.


"Gue bilang minta maaf sekarang, Nona Alindra. Atau lo mau gue hu-"


"Apaan sih lo, gak jelas banget tau gak." sahut Danera memotong ucapan Roy yang membuat mereka semua menatapnya.


"Kelihatan capernya ke Al." ucapan Nera sangat penuh penekanan dan menatap sinis keara Roy yang terdiam menatap mereka.


"Betul banget ucapan lo, Ner." jawab Danera menatap remeh jearah Roy dan Ella yang mengepalkan kedua tangan di samping badannya.


Puk!


Tepukan sedikit keras dari telapak tangan Nera ke bahu Almira membuat dia tersadar dari keterdiamannya.


Almira menatap kearah Nera yang sudah memberikan kode yang hanya dirinya tau dan Danera tentunya.


Almira mengangguk kecil.


"Gue gak salah, wahai ketua Osis terhormat. Lo sedari tadi lihat perdebatan gue sama sepupu cabe lo ini." ucap Almira lalu pergi sambil menarik pergelangan tangan Kenzo yang di ikuti Danera, Nera, Nigel dan Rio yang tersenyum mengejek kearah Roy dan Ella yang sudah mengeram kesal dan marah menatap punggung mereka yang mulai menjauh.


"Sialan."


****


"Maaf..."


Ucapan Almira berkali-kali kepada Kenzo yang berada di sampingnya.

__ADS_1


Mereka sedang berada di dalam kamar, bersebelahan duduknya di atas kasur empuk mereka. Kenzo hanya diam tidak menatap Almira sama sekali, dirinya hanya memandang lurus ke depan membuat Almira kesal dengannya yang sedari tadi mencuekkinya.


Raut wajah terkejut dan kedua mata molotot menatap Almira yang sudah berada di atas paha Kenzo dengan menatap dirinya dari bawah.


Usapan lembut di pipi Kenzo membuat rasa terkejut dirinya makin bertambah. Melihat senyum manis dari Almira yang berada di bawah membuat dia ikut tersenyum menatapnya sambil mengusap kepalanya yang tertutupi hijab instan kesukaannya.


"Maaf, tadi itu cuman kaget aja tau Roy seperti itu." ujar Almira memandang Kenzo dengan tatapan bersalah.


Kenzo diam tidak menjawab, tapi elusan lembut masih dia lakukan di kepala Almira.


Almira yang tidak dapan balasan dari Kenzo membuat dia sedikit rasa gelisah. Tanpa mempedulikan apapun, Almira memeluk perut seksi Kenzo dan membenamkan kepalanya di perut Kenzo untuk menyembunyikan rasa bersalah.


Sudut bibir Kenzo terangkat membentuk senyuman yang tidak di ketahui Almira.


"Aku minta maaf, janji deh gak mengula-"


ALMIRA, OM KENZO. AYO MAIN TOD."


Teriakan dari suara Danera membuat kedua pasutri itu saling menatap dan tiba-tiba muncul suara terkekeh dari mulut keduanya.


"Haha, Om Kenzo." tawa Almira makin kencang saat melihat raut wajah cemberut dari Kenzo.


Kenzo yang tidak terima langsung saja menggelitiki perut Almira yang membuat gadis itu makin tertawa akibat terasa geli atas tindakan Kenzo kepadanya.


Kenzo tertawa lepas melihat raut wajah Almira yang sangat lucu.


Bahagia itu sederhana, cukup kita yang menciptakan kebahagiaan itu kepada diri kita sendiri.


"Sudah stop, ayo kita kesana. Cukup... Cukup..."


***


"Ayo, siapa yang putar nih?"


Tanya Almira menatap mereka yang sudah duduk melingkar beralaskan karpet bulu-bulu bewarna merah muda yang ada di ruang tamu rumah Oma Diana. Mereka akan menginap malam ini dan merasa gabut tidak ada kerjaan yang harus mereka kerjakan, maka mereka mencentuskan ide untuk main TOD yang singkatan dari Turt Or Dare artinya jujur atau tantangan.


Botol bewarna hijau sudah berada di tengah-tengah mereka dan jangan lupakan dengan bedak bayi bewarna putih yang sudah mereka tumpahkan ke wadah. Bila ada yang kalah atau pun tidak bisa menjawab mereka harus di coret dengan bedak bayi itu.


Mereka saling mengancungkan jari telunjuk ke atas kecuali dua manusia es batu yang hanya diam menatap kehebohan mereka dengan wajah datar. Siapa lagi kalau bukan Kenzo dan Nera, mereka memang cocok menjadi saudara. Sama-sama beku dan datar.


Itulah pemikiran mereka saat melihat diamnya kedua manusia itu.


"Oke, sudah di putuskan. Gue yang mulai duluan." ucap Almira yang membuat mereka bersorak tidak terima.


Tapi saat melihat tatapan tajam menghunus mereka dari Kenzo. Kedua sahabatnya ataupun Danera langsung terdiam membuat Almira tertawa mengejek dan menjulurkan lidahnya kepada mereka yang membuatnya kesal yang hanya bisa terendam.


Almira memulai memutar botol bewarna hijau itu membuat mereka semua mengalihkan pandangan menatap botol yang sedang berputar kencang.

__ADS_1


Tepat mengenai yang di tuju Almira, yaitu kearah Kenzo membuat semua menatap kearah cowok itu yang masih menampilkan raut wajah santai.


"Oke, turt or dare Om Kenzo?" ucapan Danera sangat kencang membuat mereka tertawa atas panggilannya kepada Kenzo.


Danera yang melihat tertawa dari mereka meringis pelan saat tidak sengaja menatap tatapan tajam dari Kenzo menghunus kearahnya. Rio bukannya membantu, malah dia menertawakan melihat raut wajah ketakutan dari pacarnya tersebut.


"Dare." jawaban Kenzo singkat.


Almira bersorak senang atas jawaban Kenzo, merasa puas dengan pilihan suaminya.


"Gue tantang lo, cium bibir Almira di depan kita semua." ucapan Rio membuat sorak gembira Almira terhenti.


"APA-APAAN LO HAH? AYO GELUT KITA, SEKARANG JUGA." teriak Almira sangat kencang dan berwajah memerah karena malu.


Elusan lembut dari Kenzo ke bahu Almira membuat amarahnya menurun drastis, tidak tau kenapa saat mendapatkan elusan lembut membuat dia merasa nyaman.


"Lanjut." itu perintah yang tidak bisa di protes membuat semua menuruti apa yang di ucapkan Kenzo dengan nada berat.


Danera langsung memutar botol bewarna hijau itu dengan kencang. Tiba-tiba botol itu menunjuk kearah Nigel membuat Rio bersorak senang.


"Turt or Dare?" tanya Almira kepada Nigel yang sedang seperti berfikir keras membuat mereka menunggu sambil kesal dengan cowok itu.


"Turt." jawaban dari Nigel membuat mereka mendesah kecewa yang hanya di balas dengan Nigel senyum mengejek.


"Oke, gue aja yang tanya. Siapa cewek yang lo suka sekarang?" tanya Danera membuat mereka menatap Nigel tertarik dengan pertanyaan Danera.


Nigel syok mendengar itu, raut wajahnya menjadi pucat pasi menatap mereka satu sama lain.


"Nera."


Jawaban Nigel membuat mereka syok karena terkejut, berbeda lagi dengan Nera yang memandang Nigel sulit diartikan.


Semua beralih menatap Nera dengan tatapan berbeda, yang di tatap tidak berbalik menatap mereka. Dia hanya diam.


Nigel menunduk takut saat tatapan mereka bertemu, telinganya memerah karena salting saat di tatap intens oleh Nera.


Sudah sejak kemarin lusa Nigel merasakan jatuh cinta kepada Nera. Tapi, dia berusaha untuk menghilangkan. Bukannya hilang, melainkan makin bertambah cintanya kepada Nera.


"Akh... Gila, ternyata Nigel suka Nera. Gue kira Nigel suka sama cewek yang ada di kantor Polisi." ujar Rio masih syok menatap Nigel dan Nera secara bergantian.


Kenzo menatap kearah Nera yang mulai kesal akibat Nigel yang menyatakan perasaannya secara gamblang. Kenzo tau kalau Nera tidak suka ada seseorang yang mencintainya.


Bagi Nera, itu memuakkan.


"Gue akan jalani tantangan gue tadi." ucapan Kenzo yang tiba-tiba membuat mereka mengalihkan pandangan kearahnya dengan wajah cengo.


Berbeda dengan Almira yang melototkan kedua bola matanya mendengar ucapan Kenzo.

__ADS_1


Cup!


__ADS_2