Suami Pilihan Oma

Suami Pilihan Oma
TUJUH PULUH


__ADS_3

"Dan,lo pulang aja lebih dulu. Gue nanti di jemput sama Kenzo."


Ucapan Almira kepada Danera yang berada di sampingnya sedang menatap lurus ke depan membuat gadis itu menoleh ke arah Almira yang menatap lurus ke depan, mereka sama sama menatap ke arah pesawat yang sudah tertutup rapat pintunya setelah Nera masuk ke dalam.


Danera melihat Almira yang menatap kosong ke depan membuat dirinya tidak bisa bertanya apa pun, Danera pun merasa kan yang sama apa yang di rasa kan sahabat satunya ini, tapi mengingat dirinya juga akan meninggal kan Almira sendiri di kota ini membuat Danera tidak bisa berbicara apapun, rasanya mulut akan terbuka sangat susah.


"Al, gue..."


"Gue tau, besok gue bakalan datang lebih awal tidak seperti tadi yang sedikit terlambat. Pulang aja Dan, lo harus banyak banyak istirahat buat perjalanan besok." sahut Almira memotong ucapan Danera dengan menoleh ke arah sahabatnya ini dan tersenyum manis ke arah gadis yang berada di sebelahnya menatap sendu.


Tepuk kan lembut di bahu Danera dari Almira mengisyarat kan untuk gadis itu pergi yang membuat Danera tidak bisa menolak, Danera mengangguk menatap Almira lalu pergi meninggal kan gadis itu tanpa mengucap kan kata apapun.


Almira berjalan lalu meluruh ke kursi tunggu di bandara, gadis itu masih menatap kosong ke depan tanpa bisa di cegah air mata menetes dari kedua mata jatuh ke kedua pipi cubbynya dengan deras membuat Almira menunduk kan pandangannya mencoba menyembunyi kan wajah sedihnya dari orang orang yang berlalu lalang di bandara tersebut.


"Rasanya seperti mimpi buruk, habis Nera pergi dan besoknya Danera yang pergi." lirih Almira dengan nada pelan.


Beberapa menit kemudian, Almira sudah merubah raut wajahnya menjadi santai seperti tidak ada kesedian yang setelah dia lakukan.


Melihat kanan dan kiri, Almira tidak melihat Kenzo akan menjemput dirinya. Sudah sejak tadi Almira menunggu di kursi tunggu di bandara, tapi batang dan hidungnya Kenzo tidak terlihat sama sekali.


Mencoba menghubungi nomor ponsel Kenzo, tapi nihil hasilnya karena hanya ada suara operator yang Almira dengar.


"Awas saja kamu Ken, aku akan jadi kan kamu sambel goreng saat di rumah." ucap Almira dengan perasaan kesal sambil berjalan keluar dari bandara.


***

__ADS_1


"Mas, kamu sedang apa? Apa yang mau kamu lakukan?"


Pertanyaan dari mulut Almira membuat Kenzo sedang sibuk memunggungi terlonjak terkejut saat mendengar suara sang istri yang tiba tiba muncul, dengan wajah cemas Kenzo langsung saja menyimpan barang yang tidak di ketahui oleh Almira ke dalam saku celana. Almira yang mendapat perilakuan dari Kenzo menyipit kan kedua mata mencoba melihat barang apa yang di sembunyi kan.


Belum sempat Almira mengetahui, Kenzo lebih dulu membalik kan badan sehingga Almira menatap wajah pria yang ada di depannya ini dengan pandangan penasaran yang malah membuat Kenzo menghela nafas secara perlahan tanpa sepengetahuan sang istri tercintanya.


"Kok sangat cepat sekali kamu bertemu sama kedua sahabat mu itu? Apa kalian tidak pergi jalan jalan dulu?" tanya Kenzo mencoba mengalih kan pembicaraan agar Almira tidak menatap barang yang dia simpan.


"Jangan mengalih kan pembicaraan. Itu barang apa Mas? Sini aku mau lihat." ujar Almira sambil berjalan menghampiri Kenzo dengan mengadah kan kedua tangan di depan pria tersebut.


"Tidak perlu! Ini juga tidak terlalu penting untuk kamu, sayang." balas Kenzo dengan nada sesantai mungkin.


"Tidak apa apa itu tidak penting bagi ku, tapi aku hanya ingin melihat saja kok, Mas." desak Almira dengan nada penuh penekanan dan memaju kan wajahnya sehingga kening mereka saling bersentuhan satu sama lain.


"Mas, kita itu sudah menjadi suami istri. Kunci dalam hubungan itu saling percaya, jujur, dan saling terbuka masing masing. Mengerti kan kamu, Mas?" ujar Almira dengan nada lembut sambil menggesek gesek kan hidungnya ke hidung Kenzo.


"Kamu menyembunyi ka sesuatu dari aku kan Mas? Padahal aku sekarang terbuka apapun sama kamu loh, eh ternyata kamu tidak terbuka sama sekali ke aku." sambung Almira sambil menjauh kan wajahnya membuat Kenzo menatap diam ke arah gadis di depannya ini.


Kenzo tetap diam, pria itu hanya menatap Almira yang mulai menjauh pergi ke kamar mandi terus memandang ke arah gadis itu sampai pintu kamar mandi tertutup lalu Kenzo beralih menoleh menatap ke arah barang yang tadi dia sembunyi kan.


"Bukan saatnya kamu mengetahui kebenaran ini, Al. Aku tidak tau harus memulai dari mana untuk mencerita kan sebenarnya terjadi di masa lalu saat kamu membenci aku." lirih Kenzo dengan nada pelan sehingga suara pria itu hanya berbisik saja.


Berbeda dengan seorang gadis yang sekarang berada di kamar mandi menatap pantulan kaca yang berada di depannya dengan pandangan datar tanpa ekspresi. Mengusap wajahnya dengan kasar lalu kedua telapak tangan Almira sudah menempel di kaca yang berbentuk lingkaran sambil menatap lurus ke depan, tanpa sadar air mata menetes dan tidak ada suara isak kan dari mulut gadis mungil tersebut.


"Kenapa susah sekali aku bahagia? Kenapa Ya Allah? Setelah kehilangan Oma Diana, sekarang Nera, lalu besok Danera. Kenapa orang yang sangat penting dalam hidup ku meninggal kan aku dan buat sendiri." lirih Almira dengan nada pelan sambil menangis deras tanpa isak kan yang keluar dari mulutnya hanya badannya bergetar saja.

__ADS_1


Itu sangat menyakit kan yang sekarang Almira rasa kan.


"Disini aku hanya punya Kenzo, tapi dia... Kenapa harus ada perasaan ini kembali, padahal perasaan ini sudah ku kubur dalam dalam bersama masa lalu yang kelam itu. Tapi kenapa sekarang perasaan ini ada lagi? Meskipun selama ini aku hanya pura pura saja, tapi perasaan ini benaran ada di hati ku. Aku mencintai mu juga, Kenzo. Tapi kenapa rasanya susah sekali aku mengungkap kan perasaan ini, seperti ada dinding tidak terlihat. Padahal aku mencoba untuk mengungkap kan ini meskipun aku selama ini sebenarnya hanya pura pura saja." lanjut Almira dengan nada penuh bersalah dan lirih tanpa ada yang tau.


"Maaf kan aku, Kenzo." ucap Almira menghapus air matanya yang sedari tadi meluncur deras tanpa henti.


***


Ceklek.


Pintu kamar mandi terbuka menampil kan Almira yang sudah memakai baju tidurnya dan tanpa memakai hijab instan seperti biasa karena rambut basah, Kenzo menatap Almira dengan raut wajah terpesona karena gadis itu terlihat segar dan cantik bersamaan.


Kenzo hanya menatap dengan diam ke arah Almira yang sudah duduk di depan meja rias sehingga memantul kan wajahnya dan Kenzo yang berada di belakang sedang bersandar duduk di kasur empuk menatapnya, Almira hanya acuh saja ke Kenzo tanpa menoleh maupun melirik ke arah pria tersebut.


Kenzo mencengkram ponselnyang dia pegang sejak tadi karena Almira tidam menatap ke arahnya seperti Kenzo tidak ada di sekelilingnya, Kenzo tidak suka kalau Almira mengacuh kan dirinya.


Dengan cepat Kenzo berjalan menghampiri Almira sehingga mereka saling menatap tapi di pantulan cermin saja. Sebenarnya Almira sedikit terkejut dengan Kenzo yang tiba tiba menghampiri dengan raut wajah datar tanpa ekspresi seperti biasa.


Grep.


"Sayang..." panggil Kenzo dengan nada rendah membuat dia sangat seksi dan merinding di telinga Almira setelah pria itu memeluk leher gadis itu dengan kedua tangannya.


Almira melirik yang di balas langsung oleh Kenzo senyuman manis sehingga kedua mata pria itu menyempit.


"Istri ku tersayang..." panggil Kenzo lagi dengan nada lembut sambil menggoyang kan badang Almira ke kanan dan ke kiri dan memejam kan kedua mata menikmati kehangatan yang mereka cipta kan.

__ADS_1


__ADS_2