
"Sayang, kamu sedang apa malam malam seperti ini masih bangun hem?"
Suara tiba tiba membuat Almira yang sedang fokus dengan laptopnya terkejut mendengar suara serak dan berat itu muncul tiba tiba, dengan cepat Almira membalik kan badan menoleh ke arah Kenzo yang sudah menatap datar dan melipat kan kedua tangan di depan dada lurus ke arah Almira. Almira yang melihat bel bahaya dari Kenzo langsung saja gadis itu menampil kan cengiran tidak jelas sehingga deretan gigi putihnya terlihat jelas dan di balas dengan Kenzo helaan nafas panjang melihat Almira yang sangat menggemas kan di kedua mata Kenzo sehingga dirinya tidak tega untuk mengomeli sang istri, memang Kenzo segitu bucinnya terhadap Almira sang istri tercintanya.
Tidak mendengar suara jawaban dari Almira membuat Kenzo membalik kan badan untuk meninggal kan Almira, Almira yang melihat itu langsung saja menaruh laptop yang berada di atas pangkuan pahanya ke meja kaca yang ada di depannya beserta kertas kertas yang sangat penting bagi dirinya.
Sedikit berlari menghampiri Kenzo karena langkah pria itu sangat panjang, saat Kenzo sudah dekat Almira dengan cepat memeluk pinggang Kenzo dari belakang membuat langkah pria itu berhenti mematung.
"Maaf, tadi ke bangun terus dapat telepon dari Bang Edo kalau ada berkas yang suruh periksa dan juga tadi ternyata ada kesalahan kecil dari pegawai ku. Maaf Mas." ujar Almira dengan nada lembut dan jujur yang masih mempertahan kan pelukannya yang meskipun tidak di balas oleh Kenzo.
Sebelah tangan Kenzo sudah berada di atas lingkaran tangan Almira dan mengelus lembut lalu membalik kan badan sehingga pelukan mereka terlepas dan juga saling tatap dengan wajah santai tidak seperti tadi yang datar tanpa ekspresi dari raut wajah Kenzo membuat Almira makin melebar kam senyuman manisnya ke arah Kenzo tentunya.
"Sudah berapa lama mengerjakannya?" tanya Kenzo dengan mengacak acak rambut Almira yang tidak memakai hijab instan andalannya karena mereka sekarang berada di kamar.
"Sudah lama Mas." cicit Almira dengan nada pelan dan menunduk.
Kedua tangan Kenzo berada di pundak Almira sambil sedikit menekannya membuat gadis itu mendongak kan wajahnya menatap Kenzo sedikit takut.
"Kenapa Mas, a- aku salah ya?" lanjut tanya Almira memandang Kenzo dan mencengkram kuat kepalan tangannya.
Kenzo masih diam dan hanya memandang saja ke arah Almira yang makin mencengkram kepalan tangannya tidak tau harus ngapain lagi melihat Kenzo tidak mau mengeluar kan sepatah kata pun. Almira menunduk kan wajahnya, tapi sebelum itu Almira merasa kan pelukan hangat dan nyaman sambil mengelus belakang kepalanya dengan lembut membuat Almira mendongak kan wajahnya menatap Kenzo yang tersenyum lembut yang membuat gadis itu bingung.
"Istirahat dulu sayang, kamu pasti capek. Aku tidak mau ya kamu kecapek an atau pun sakit, aku gak mau." ujar Kenzo dengan nada lembut sedikit ketegasan dalam bicaranya membuat Almira tersenyum manis.
Almira merasa hatinya nyaman dan bahagia karena dia mendapat kan seorang pendamping hidup sempurna baginya, Almira sangat bersyukur mendapat kan seorang Kenzo Sagara Samudra yang sekarang sudah menjadi suaminya.
"Terima kasih Oma dan aku minta maaf." batin Almira di dalam hati menyebut kan nama Oma Diana dengan nada sendu.
__ADS_1
Tanpa di sadari Almira kalau Kenzo melihat raut wajah sendu dengan sangat jelas membuat Kenzo memeluk sedikit erat dan di balas dengan Almira mengelus bahunya dengan lembut. Di dalam hati Kenzo sangat senang mendapat kan perlakuan dari orang tercintanya.
Kenzo tidak peduli kalau dirinya di bilang alay hanya karena seorang Almira, tapi ini memang kenyataannya kalau dirinya sangat mencintai Almira lebih dari apa pun.
"Mas, perusahaan ku yang di sana ada masalah, kamu bolehin aku pergi keluar kota lagi. Tapi tanpa kam-"
"Tidak, kalau kamu pergi maka aku harus ikut juga. Tidak ada bantahan sayang, memangnya kamu mau tidak berangkat sama sekali kalau aku tidak ikut hem." sahut Kenzo sambil mengerat kan pelukan mereka dan menggoyang kan ke kanan dan ke kiri badan mereka seperti mengikuti irama.
"Mas, jangan seperti ini deh. Aku pergi juga buat perusahaan bukan ma-"
"Aku tidak peduli kalau itu tentang pekerjaan atau pun yang lain, karena yang penting itu kamu. Kalau kamu pusing dengan masalah perusahaan, aku akan membantu kamu dan seperkian detik pasti sudah beres sayang." ujar Kenzo dengan nada serius membuat kedua bola mata Almira terkejut karena ucapan santai dari pria yang berada di pelukannya.
Almira geleng geleng kepala tidak habis pikir dengan pikiran Kenzo yang membuat santai tanpa beban tentang pekerjaan, dirinya yang mengurus perusahaan dan butik saja sudah kuwalahan sampai sampai dirinya meminta bantuan dengan Paman Indra.
Tapi Kenzo malah mengurus kepolisian dan perusahaan yang banyak sekali sendirian, Almira melihat Kenzo dengan pandangan teliti lalu mengangkat sebelah tangan yang sudah berada di sebelah pipi Kenzo membuat pria itu yang semulanya memejam kan mata menjadi membuka kedua mata menatap Almira dengan tatapan intens dan lekat.
"Suami capek? Terima kasih sudah berjuang untuk ku Mas, sebegitu gigihnya kamu buat bekerja mencari uang untuk ku? Kenapa Mas, kenapa kamu terlalu baik sama aku?" ujar Almira dengan pertanyaan karena dirinya sangat merasa bersalah kepada Kenzo yang dia lakukan selama ini.
Selama ini memang Almira hanya berpacaran satu kali saja, tapi Almira tidak mendapat kan perasaan cinta yang mendalam seperti Kenzo dari Roy. Almira tidak tau membalas seperti apa ke Kenzo karena cinta yang sangat dalam.
"Mas, terima kasih untuk semuanya dan maaf kan aku selama ini." lirih Almira menatap Kenzo yang menampil kan senyuman manisnya.
Sedari tadi Kenzo tidak meluntur kan senyuman manisnya yang hanya bisa di dapat kan untuk Almira saja, Kenzo tidak berhenti hentinya terima kasih kepada Allah di dalam hatinya karena dirinya sudah mendapat kan cintanya kembali setelah lama menunggu waktu tiba dan juga takdir yang datang kepadanya.
"Aku tidak akan pernah bosan mengucap kan kata kata ini buat kamu sayang, aku sangat mencintai kamu, Almira Sayyida Samudra istri ku tersayang..." ucapan Kenzo yang langsung mencium kening Almira sangat lama saling menikmati kehangatan dan debaran jantung mereka yang sangat kencang.
Cup.
__ADS_1
***
"Sayang, kita berangkatnya besok saja ya, aku sekarang ada rapat penting yang tidak bisa di tinggal kan, tidak apa apa kan sayang?"
Suara dari Kenzo membuat Almira yang sedang menonton televisi di ruang tamu menoleh menatap ke arah Kenzo yang sedang memakai jasnya dengan tergesa, Almira yang melihat itu geleng geleng kepala lalu berdiri menghampiri Kenzo yang sedang membenar kan dasinya.
Almira yang peka langsung saja mengambil dasi itu lalu memakai kan ke kerah leher jas Kenzo dengan rapi membuat pria itu hanya diam diam tersenyum kecil melihatnya.
"Terima kasih sayang..." ujar Kenzo lalu memberi kan kecupan kecil di kening Almira lalu gadis itu menyambut dengan uluran tangan berniat salaman dan di mengerti oleh Kenzo.
"Hati hati, Mas." pesan Almira yang di balas dengan senyuman dan mengangguk mantap ke arah gadis itu.
"Assalamualaikum, sayangnya Kenzo." salam Kenzo yang malah membuat Almira bersemu merah kedua pipinya karena salting.
"Waalaikum salam..." cicit Almira pelan tapi masih bisa di dengar di telinga Kenzo yang membuat pria itu tersenyum geli melihatnya.
Kenzo keluar dari rumah yang membuat Almira langsung duduk di sofa empuk di depan televisi membenam kan wajahnya di bantal sofa dengan berguling senang.
"AAA.... GUE BAPER MASA...." teriak Almira dengan wajah yang sudah memerah seperti kepiting rebus.
"Kenapa sih suami gue sangat sangat tampan, baik, perhatian, kan gue malah jadi sayang banget. Akh, jadi sayang sama suami tampan." gerutu Almira yang sudah berbaring sambil membenam kan wajahnya di bantal sofa lagi.
"Bagaimana ya kalau gue punya anak sama Kenzo? Pasti jadi gemoy dan ucul, akh jadi pengen punya anak sama Kenzo..." jerit Almira sambil menatap ke atas dengan wajah berbinar dan melamun membayang kan kalau dirinya mempunyai seorang anak yang gemoy dan lucu membuatnya tidaj habis pikir dengan ucapannya yang tiba tiba itu.
"Akh... Pikiran gue kotor... Sadar Almira, lo harus sadar. Aneh aneh memang otak ini kalau sudah mendapat kan sesuatu yang bagus, selalu aja tidak bisa di cegah pikiran pikiran aneh yang ada di dalam otak gue, sangat menyebal kan. Tapi kalau beneran jadi gue punya anak sama Kenzo, pasti gue sangat bahagia sekali. Akh... Jadi senang." ucap Almira lagi dengan senyum senyum sendiri di dalam rumah mewah itu tanpa ada siapa siapa.
Ting.
__ADS_1
Suara notifikasi ponselnya yang ada di atas meja kaca di depannya membuat gadis itu duduk dan bersandar di punggung sofa lalu mengambil ponselnya dengan santai, kedua mata Almira membola karena terkejut melihat isi pesan WhatsApp yang ada di layar ponselnya.
Roy Mantan : Temui aku di restoran yang biasanya kita datangi, ada sesuatu yang penting yang harus aku bicara kan sama kamu, Almira. Ini sangat penting, jangan sampai tidak datang.