Suami Pilihan Oma

Suami Pilihan Oma
SERATUS TUJUH


__ADS_3

"Kamu tadi berangkat sama siapa, sayang?"


Pertanyaan dari Kenzo di sela sela suapan demi suapan dari Almira menatap lekat ke arah wajah cantik istrinya itu. Bukannya dapat jawaban dari Almira, melain kan tatapan tajam penuh peringatan agar tidak bicara dari kedua mata sang istri membuat Kenzo tersenyum tipis dan elusan lembut ke sebelah pipi Almira agar menghilang tatapan tajamnya.


Bukan apa apa atau pun Kenzo takut, melain kan Almira terlihat menggemas kan di kedua mata sehingga membuat Kenzo memakannya seperti malam pertama mereka. Takutnya nanti Kenzo khilaf dan pria itu juga mengerti dimana mereka berada sekarang, meskipun di ruangan itu hanya ada Kenzo dan Almira saja.


"Bagaimana sama penyakit kamu Mas?" tanya Almira dengan nada santai tanpa menatap ke arah Kenzo karena dirinya menatap ke arah bubur dengan mengaduk aduk.


Tidak tau saja kalau sebenarnya di dalam hati Almira begitu sesak saat mengata kan pertanyaan seperti itu kepada Kenzo.


"Apa? Maksud kamu apa sayang? Aku hanya kecapekan saja kok, tidak ada pe-"


"Aku sudah tau semua Mas! Ini kan alasannya kenapa kamu membuat aku membenci kamu di masa lalu. Kenapa kamu cerita ke aku, kalau kamu sedang sakit, bukannya malah menyembunyi kan seperti ini. Apa aku tidak penting dalam hidup kamu Mas? Sampai sampai kamu membuat ku seperti orang bodoh yang tidak mengerti apa apa. Itu yang kamu maksud Mas?" sahut Almira sambil menetes kan air mata dari kedua matanya membuat Kenzo langsung saja menghapusnya sambil geleng geleng kepala tidak setuju dengan ucapan istrinya tersebut.


"Jangan berbicara seperti itu sayang, berhenti lah menangis." ucap Kenzo dengan nada khawatir lalu membawa tubuh Almira masuk ke dalam pelukannya sambil mengelus elus bahu istrinya untuk menenang kan.


Tanpa sadar dan tanpa sepengetahuan mereka kalau mereka saling menenang kan dirinya masing masing, mereka saling menatap lurus ke depan dengan banyak pikiran pikiran negatif yang tiba tiba tersarang muncul ke kepala mereka masing masing.


"Yang kamu ingat itu hanya, aku sangat mencintai kamu Almira dan juga jangan berpikiran aneh aneh karena kamu sekarang sedang mengandung besar. Penyakit ini pasti sembuh, percaya sama Allah kalau aku pasti sembuh, sayang." bisik Kenzo tepat di samping telinga kanan Almira lalu mengecup puncak kepala Almira berkali kali membuat perempuan itu mengangguk pelan yang langsung di sambut dengan senyuman dari Kenzo.


Tanpa sepengetahuan mereka kalau sejak tadi ada yang menatap mereka melalui layar besar yang ada di depannya dengan menampil kan senyum seringainya, mendapat kan ide yang sangat cemerlang dari otaknya untuk hadiah mereka telah membuat hidupnya hancur dan juga telah membuat sepupu perempuan tersayangnya bunuh diri.

__ADS_1


Baru beberapa hari yang lalu dirinya tau kalau sang sepupu meninggal dengan cara bunuh diri di ruangan gelap tersebut, tetapi sebelum itu ada kabar kalau Ella kecelakaan terbawa laut yang berombak dan itu membuat dirinya tidak percaya sama sekali.


Maka dari itu dia mencari tau beberapa bulan lalu baru saja menemu kan jawaban yang sebenarnya, dia sangat marah dan emosi saat tau penyebab Ella meninggal kan dirinya. Tekat untuk balas dendam kepada mereka makin meluap luap ingin cepat cepat agar terbalas kan untuk mereka, tetapi selama ini dia hanya bisa mengintai dan memata matai mereka saja tanpa bisa menyentuh.


Dia mencari waktu yang tepat dan sekarang adalah sepertinya waktu yang tepat untuk kehancuran mereka.


"Bersiap lah untuk menuju kehancuran kalian, kalian sudah salah mencari musuh kepada ku. Jadi, jangan sampai kalian menyesal telah berbuat keji kepada kami." gumam pria itu di depan layar menyeringai lebar menatap dua manusia yang masih berpelukan.


"Uh, makin tidak sabar menunggu waktu dimana kalian akan hancur." ucapnya sambil tertawa kencang dengan nada mengejek menggema di seluruh ruangan gelap tersebut.


***


"EDO, BELIIN GUE MAKANAN SEKARANG JUGA..."


Saat Edo sudah masuk, benar saja Kenzo lah yang bersuara tadi dan melihat ke arah Almira yang sedang menggosok gosok kan kedua telinganya karena merasa berdenging membuat Edo sangat panik dan khawatir tidak mempeduli kan Kenzo menatap heran ke arahnya, pria itu tidak menoleh ke arah Almira karena Kenzo sedang menunggu Edo untuk datang ke arahnya.


Bugh.


"Bego lo, samping lo ada Almira." sentak Alex selesai membogem perut Kenzo sehingga membuatnya meringis karena merasa kan sakit yang luar biasa karena dirinya juga tidak siap tiba tiba mendapat kan bogeman dari pria datar di samping Eza yang meringis menatapnya.


Berbeda lagi dengan Edo yang sudah menjauh kan Almira dari Kenzo membuat pria yang sedang mengelus elus perutnya langsung tersadar apa yang di lakukan tadi sehingga membuat dia langsung saja menoleh ke samping ke arah Almira yang sudah berada di pelukan Edo membuat Kenzo sangat kesal melihatnya.

__ADS_1


"Lepasin istri gue." tegas Kenzo dengan nada penuh penekanan ke arah Edo yang hanya acuh saja menatap ke arah Almira yang seperti meminta untuk melepas kan pelukan mereka dan menghampiri suaminya itu.


"No Dek." ucap Edo samnil geleng geleng kepala membuat Almira mau tak mau harus mengangguk mengiya kan ucapan Abang sepupunya itu yang melarang untuk melepas kan pelukan mereka.


Kenzo yang melihat itu makin di buat kepanasan dan kesal tentunya, langsung saja pria itu turun dari brankar tempat tidurnya, malah Edo menggiring Almira untuk melangkah menjauh karena Kenzo makin dekat kepada mereka.


Kenzo benar benar sangat kesal sehingga raut wajahnya menjadi memerah membuat Almira menghela nafas pelan melihatnya.


"Bang, jangan goda suami ku deh. Sana!" tegur Almira sambil menepuk bahu Edo yang menghela nafas dan mengangguk.


Saat pelukan itu sudah terlepas, Kenzo langsung saja berlari ke arah Almira dengan langkah cepat.


"Hati hati, jangan sampai ke gencet." pesan Rio yang sejak tadi melihat tingkah mereka yang konyol dan tertawa senang saat melihat Kenzo ternista kan.


Rio sangat bahagia kalau Kenzo ternista kan oleh mereka dan Almira yang malah lebih kejam dari para laki laki tersebut, tetapi Rio sangat menikmati raut wajah melas dari sahabatnya tersebut.


"Sayang....." suara rengekan keluar dari mulut Kenzo yang sudah membenam kan wajahnya ke pelukan Almira tetapi masih bisa di dengar oleh semua orang karena suasana yang hening.


"HAHAHAHA." langsung saja mereka yang mendengar suara rengekan dari Kenzo tertawa kencang sampai sampai ada yang berair karena ketawanya.


Mereka tertawa bahagia melihatnya.

__ADS_1


"Tunggu saja, tertawa bahagia itu akan segera hilang dan pasti akan musnah. Puas puas kan tertawa bahagia kalian, karena sebentar lagi tawa itu akan menghilang dan di ganti kan dengan tangis yang sangat menyedih kan tentunya." ucap seorang pria yang sedang menatap layar besar yang ada di depannya dengan senyum seringai menyeram kan.


__ADS_2