Suami Pilihan Oma

Suami Pilihan Oma
TIGA BELAS


__ADS_3

“Selamanya kamu tidak berhak mengatur kehidupanku. Ingat ini, Kenzo Sagara Samudra. Selamanya aku tidak akan menganggapmu suami ku. Selamanya.”


Ucapan Almira sedari tadi berputar-putar di kepala membuat Kenzo sangat pusing memikirkan itu.


Setelah mengucapkan kata-kata itu, Almira meninggalkan Kenzo sendiri yang masih terdiam membeku di tempat.


“Aku tahu, kesalahan ku di masa lalu sangatlah fatal. Tapi kenapa kamu menghukum ku seperti ini? Sakit sekali.” Lirih Kenzo sangat pelan sambil menunduk.


Tanpa sadar, satu tetes air mata terjun ke pipi Kenzo membuat dia langsung saja menghapus dengan kasar. Bagi Kenzo, Almira adalah dunianya.


“Maaf.”


Kata itu terus saja di ucapkan Kenzo sambil menunduk tanpa henti. Sedari tadi seseorang menatap Kenzo dengan kepalan kedua tangan dan tatapan mata menjadi sendu.


“Aku benci kamu.” ucap seorang yang di balik dinding dengan penuh penekanan.


Tak kuat melihat Kenzo seperti itu terus, seseorang itu meninggalkan tempat itu ke kamarnya sendiri dengan langkah cepat.


“Kenzo?” panggil seseorang yang langsung masuk ke rumah mewah itu dengan nada tergesa-gesa memakai baju dinas Polisi.


Kenzo mendongakkan kepala melihat siapa yang datang, saat tahu itu adalah Rio, temannya. Kenzo langsung menundukkan pandangan lagi.


“Kenzo, kita di suruh pergi ke kantor sekarang.” ujar Rio dengan nada tegas dan meneggapkan badannya.


Kenzo langsung menatap sahabatnya dengan mengangkat satu alisnya, “Emang sepenting itu?” tanyanya dengan mengerutkan kening.


“Urgent.”


***


“ALMIRA… YUHUUU…”


Teriakan sangat kencang memenuhi rumah mewah membuat sahabatnya yang berada di sampingnya menutup kedua telinga dengan telapak tangan.


Suara yang sangat melengking, Almira langsung berlari menghampiri kedua sahabatnya, takutnya kalau di biarkan Danera akan makin kencang teriak.


“Jangan teriak, Oma sedang sakit.” ujar Almira tiba-tiba datang membawa tas sekolah di pundaknya.


Danera yang mendengar itu langsung saja menutup mulut dengan telapak tangan kanan sambil meminta maaf dengan nada pelan. Near hanya menatap tajam kearah Danera yang masih menyengir lebar sambil mengancungkan dua jari menandakan tanda peace.


Almira menata roti lalu memberikan selai, bikin tiga yang berbeda rasa. Setelah selesai Almira memakan satu roti yang rasa coklat lalu dua roti ia berikan ke Nera dan Danera yang langsung di terima.


“Makasih.” ucap mereka berdua secara bersamaan.


“Ayok be—“


“Tunggu.”

__ADS_1


Dengan cepat Almira berlari ke dalam kamar lagi, saat di ambang pintu dia melihat Kenzo yang sedang memakai sepatu dinas menunduk.


Almira sedikit ragu, dengan jalan pelan menghampiri Kenzo yang sudah mendongakkan kepala menatap dengan diam tanpa mengeluarka suara. Tangan kanan terulur di depan wajah Kenzo yang masih duduk.


Kenzo yang faham langsung saja mengambil uang bewarna merah yang ada di dompet lalu memberikan Almira, Kenzo berdiri setelah memberikan uang itu. Berbeda dengan Almira yang menampilkan wajah cengo melihat uang bewarna merah ada dua di tangannya.


Almira geleng-geleng kepala dan menarik tangan kanan Kenzo lalu mengarahkan ke mulutnya untuk mencium punggung tangan Kenzo membuat kedua hati mereka berdetak kencang.


Kenzo sangat senang.


“Aku berangkat, Assalamualaikum.”


Almira langsung saja keluar dari kamar mereka meninggalkan Kenzo sedang berbunga-bunga tanpa menunggu jawaban dari lawan bicaranya.


“Waalaikum salam…” ucap Kenzo pelan yang memandang tangan kanan yang tadi di cium Almira.


Senyuman kecil tersungging di bibir, “Tangan ini tidak akan ku basuh.” tawa kecil dari mulut Kenzo.


***


“Almira?”


Panggilan dengan nada kencang penuh penekanan membuat tiga cewek yang sedang bercanda ria di parkiranmenoleh kearah pelaku itu, meskipun yang dia panggil hanya satu orang.


Nera memandang dengan tajam dan datar, Danera memandang sinis dan raut wajah tidak suka, berbeda dengan Almira yang menampilkan senyuman manis sambil merapihkan hijabnya yang sedikit acakan.


“Ayo ikut aku.”


Setelah mengucapkan kata-kata itu, dengan beraninya Roy menarik pergelangan tanagn Almira yang hanya memandang syok lalu menatap kedua sahabatnya yang sudah emosi dan kesal.


Saat akan pergi meninggalkan kedua sahabat Almira, Nera langsung menepis tangan Roy yang menggenggam pergelangan Almira dengan kasar sehingga terlepas.


Nera mengkode ke Danera untuk membawa Almira berada di belakangnya. Anggukkan kepala Danera menjawab lalu dengan cepat menarik tangan Almira membawa di belakang tubuhnya dan Nera.


“Berani sekali tangan kotor lo pegang tangan sahabat gue. Apa lo lupa, kalau almira itu agama islam.” cibir Nera memandang tajam dan sangat. Sangat menakutkan bagi siapapun yang melihatnya.


Roy yang melihat raut wajah Nera yang tidak enak tiba-tiba merasakan tubuhnya bergetar takut. Roy hanyalah anak bunda yang selalu di manjakan.


“Lo sama Almira sangat berbeda. Islam tidak bolehkan laki-laki menyentuh perempuan, meskipun itu hanya tangan. Kalian tidak akan pernah bersatu. Camkan itu.” lanjut Nera sambil mengepalkan kedua tangan menahan amarah yang akan meletup.


Almira hanya menatap dengan diam, tapi ucapan Nera sangat mengganggu pikirannya. Di dalam hatinya, Almira membenarkan ucapan Nera.


Danera yang melihat Nera akan mengamuk langsung saja menarik Nera untuk mundur meskipun itu hanya dua langkah.


“Sebelum Nera mengamuk, lebih baik lo pergi dari sini.” ucap Danera dengan nada jengah menghadapi Roy.


Sebelum Roy pergi, dia menyempatkan untuk menatap Almira yang hanya diam tidak memandangnya. Saat belum benar-benar jauh dadri tiga cewek itu, dia mendengar salah satu mereka membuatnya berhenti mendadak.

__ADS_1


“Kapan lo putusin cowok itu, Al?” tanya Danera sangat malas.


“Putus?” raut wajah kaget di tunjukkan Almira.


“Iya. Sebaiknya kalian putus. Gue kasih pertanyaan buat lo, lo lebih pilih Tuhan lo atau Roy lo?” ucap Danera membuat semua mata mengarah kearahnya.


“Tanpa pikir panjang juga, gue pilih Tuhan gue, Dan. Meskipun pilihannya hanya Roy.”


Jawaban Almira membuat kepalan tangan Roy sangat erat, rahang mengetat, wajah memerah karena emosi. Lalu pergi meninggalkan mereka dengan hati yang sakit.


“Terus, kenapa masih pacaran?” tanya Nera sambil melirik kearah Roy yang sudah menghilang.


Nera dan Danera tahu kalau sedari tadi Roy mendengarkan, berbeda dengan Almira yang tidak tahu sama sekali karena tempat berdirinya membelakangi.


“Ingin aja.” jawab Almira bernada sangat santai.


Wajah cengo dari Danera membuat Almira terkekeh kecil dan Nera hanya tersenyum tipis melihatnya. Almira merangkul pundah kedua sahabatnya untuk menuju ke kelas, tapi sebelum itu mereka berhenti karena pertanyaan Danera.


“Terus sama suami lo?” tanya Danera bernada sangat pelan agar tidak ada yang mendengar kecuali mereka.


“Itu takdir dari Allah, gue menerima kalau Allah yang mengirim dia jadi jodoh gue, meskipun rasa kecewa dan benci ada untuk dia.”


***


“Rio, lo ngapain?”


Rio yang di panggil sangat terkejut sehingga mengakibatkan tersedak telur rebus, Kenzo yang melihat itu langsung saja membantu dengan menepuk-nepuk tengkuknya.


“Minum gih.” suruh Kenzo sambil memberikan segelas air putih yang langsung di terima Rio.


Kulit wajah Rio sudah berubah menjadi merah dan kedua mata yang sudah berair. Dengan kesal, Rio memukul lengan Kenzo dengan pelan takut kalau dia akan di balas dengan sangat keras.


“Lo kagetin gue aja…” ucap Rio lega sambil mengusap sisa air mata yang ada di pelupuk kedua mata.


Kenzo hanya menaikkan satu alisnya tidak menjawab dengan ucapan membuat Rio mendengus kesal dengan sahabat es batu itu, yang sangat dingin.


Rio heran dengan Kenzo, tadi pagi senyum-senyum sendiri tanpa henti, tapi sekarang sudah sore malah berwajah datar seperti biasanya.


“Lo kenapa? Tadi perasaan masih senyum-senyum kaya orang gila, sekarang malah jadi seperti biasa.” tanya Rio yang sudah penasaran dengan suasana hati Kenzo.


“Almira.”


“Kenapa sama bocah itu?” tanya Rio dengan cepat.


Tatapan tajam menghunus kearah Rio yang sudah menyengir tidak jelas sambil minta maaf kepada Kenzo yang sudah mendatarkan raut wajahnya. Sekarang Rio bisa bernafas lega melihat itu.


Kenzo saat memberikan hukuman, dia akan sangat kejam tanpa memperdulikan anak buahnya.

__ADS_1


“Almira tidak mau putus dengan pacarnya.”


__ADS_2