Suami Pilihan Oma

Suami Pilihan Oma
DELAPAN PULUH DUA


__ADS_3

"Mas, aku pulang. Mas kamu dimana?"


Teriakan itu terus saja keluar dari mulut Almira sambil berjalan ke arah di rumah mewahnya yang sudah berada di Jakarta. Edo hanya menatap dengan diam membiar kan Almira heboh sendiri dengan duduk di sofa panjang yang empuk sambil melipat kedua tangan di depan dada.


Tapi saat melihat Almira meluruh ke bawah sambil menempel ke pintu kamarnya dengan pandangan sedih dan putus asa membuat Edo berdiri dari duduknya, lalu berjalan menghampiri Adek perempuannya dengan pandangan khawatir.


Elusan lembut di kepala Almira membuat gadis itu mendongak kan wajahnya menatap ke arah pria yang berada di depannya, Almira sangat terkejut saat melihat tatapan yang sangat khawatir dari kedua mata Edo menatap ke arahnya.


Dalam sekejap Almira merubah raut wajah yang tadi sedih menjadi santai dan biasa saja, khawatirnya seorang Efo Alindra itu sangat bahaya bagi Almira. Makanya Almira tidak mau membuat Edo khawatir kepadanya.


Bila rasa khawatir Edo datang, maka pria itu akan melakukan hal hal aneh dan gila.


"Almira, kenapa?" tanya Edo yang ikut berjongkok di depan tubuh Almira dengan nada ragu karena masih khawatir.


Dengan cepat Almira berdiri dan di ikuti oleh Edo yang masih menatap seperti sebelumnya, Almira membalas tatapan Edo dengan senyuman manis untuk menghalau kekhawatiran dari Edo yang nanti kalau pria itu masih khawatir akan sangat bahaya bagi dirinya dan orang lain.


"Tidak apa apa Bang, aku hanya sedih saja tidak bisa menemu kan kenzo di rumah ini. Apa dia pergi dari rumah juga Bang?" ujar Almira menampil kan raut wajah serius tapi masih ada redupan di kedua matanya karena pikiran negatifnya tiba tiba muncul di otaknya.


Edo menyentil kening Almira dengan pelan memakai jari kelingkingnya karena tidak mau menyakiti sang Adek tersayangnya, Almira bukannya kesakitan atau pun marah kepada Edo melain kan gadis itu menyengir menampil kan deretan gigi putihnya membuat Edo geleng geleng kepala tidak habis pikir dengan Almira.


Almira saat melihat ke arah lain lalu beralih ke arah Edo lagi, tanpa sengaja Almira melihat raut wajah berpikir sangat serius dan datar tanpa ekspresi membuat Almira ketar ketir sendiri saat menatapnya.


"Aku tau dimana Kenzo berada sekarang. Ayo Dek, kita kesana sekarangjuga dan kamu harus melihatnya apa yang dilakukan Kenzo saat suasana hatinya sedang buruk, dia pasti langsung kesini tanpa perlu memikir." ujar Edo dengan senyuman penuh arti menatap ke arah Almira yang tiba tiba menegang kaku.


***


"Tembak dengan benar, jangan seperti BANCI yang lembek."


Bentakan campur teriakan sangat kencang membuat semua para laki laki yang sedang berdiri di bawah sinar matahari yang terik merasa kan takut hanya menatap ke arah pria yang memakai seragam Polisi yang banyak sekali pin di bajunya.


Wajah datar dan garang, tatapan yang sangat tajam seperti ingin memangsa, tubuh tegap dan gagah. Visual yang sangat menawan dan tampan dari pria yang bernama Kenzo Sagara Samudra sang pemimpin dari kepolisian itu.


Kenzo melepas topinya lalu menaruh ke atas meja yang berada di samping duduknya dan berdiri menatap mereka yang sedang berjemur di lapangan hijau dengan langkah wibawanya seperti biasa dan aura dingin membuat mereka hanya meringis saja dengan pelan, takut kalau Kenzo mendengarnya.


"Push Up sepuluh kali lalu lari putar seperti biasa sambil menyanyi kan lagu Halo Halo Bandung." perintah Kenzo yang membuat mereka semua melongo karena harus menyanyi kan lagu daerah itu.


"Siap." suara bersama dari mereka membuat Kenzo mengangguk kan kepala lalu mundur tiga langkah dan menatap ke arah mereka, mengawasi dengan baik.


Para laki laki itu tidak ada yang memakai kaosnya, mereka sedang latihan sehingga banyak keringat menguncur di badan mereka dan mereka juga mempunyai perut yang kotak kotak.


"Wow..."


Suara dengan teriakan heboh membuat mereka semua menoleh ke arah belakang dan mereka semua sangat terkejut saat melihat seorang gadis memakai hijab pasmina memandang mereka tanpa kedip dan yang lebih terkejut lagi adalah Kenzo menatap gadis itu.


"Almira?" panggil Kenzo membuat seorang gadis yang menempel dengan pagar bewarna putih langsung menggerjap kan kedua matanya lalu menatap ke arah Kenzo dengan cengiran tidak jelasnya menampil kan deretan gigi putihnya.


"Hello Mas Suami..." ujar Almira sambil melambai kan tangan kanannya dengan raut wajah seperti anak kecil sehingga merek yang sedang Push Up berteriak heboh karena merasa gemas kepada Almira.

__ADS_1


Saat Kenzo akan mengeluar kam suaranya, tiba tiba saja ada seorang pria yang menutupi kedua mata Almira dengan telapak tangannya karena gadis itu masih mencuri pandangan ke arah para lelaki itu.


"Edo, lo..."


"Yeah." belum selesai Kenzo mengucap kan kata kata langsung saja pria yang menutupi kedua mata Almira menyahuti dengan nada santai.


Kenzo menghela nafas pelan melihat mereka berdua lalu menunduk menguat kan hatinya yang tiba tiba merasa kan sesak, padahal hanya melihat Almira saja belum berbincang.


"Mas, boleh bicara berdua?" tanya Almira yang masih di tutupi kedua matanya oleh Edo.


Kenzo menatap ke arah Almira yang hanya telihat hidung dan bibirnya saja karena tangan Edo yang menutupi, tersenyum kecil tanpa di ketahui oleh orang lain tapi Edo tidak sengaja melihatnya membuat pria itu geleng geleng kepala.


"Boleh." jawab Kenzo lalu melangkah melewari pagar itu dengan cara meloncat membuat Almira yang melihatnya melotot kan kedua mata karena tangan Edo sudah turun dari kedua matanya.


Saat akan menoleh ke arah para laki laki yang tidak memakai kaos, dengan cepat tangan Kenzo menutupi kedua mata Almira lalu membawa ke pelukannya.


"Kamu sudah punya sayang, malah lebih keras dan banyak di aku. Jadi, tidak perlu menambah lagi." bisik Kenzo membuat Almira menyengir lebar dan langsung di bawa oleh Kenzo ke arah ruangan pribadinya.


Saat Kenzo dan Almira pergi, para laki laki yang sedang berdiri tapi tidak melaku kan apa yang di perintah kan oleh pemimpin mereka, karena mereka sedang sibuk membicara kan sang istri Kenzo yang terlihat sangat cantik dan lucu.


"LARI KELILING LAPANGAN SEBANYAK TIGA PULUH LIMA, SEKARANG JUGA." teriakan dari mulut Kenzo sangat kencang membuat mereka langsung berlari tanpa menoleh ke arah pria itu yang sudah memerah karena berteriak sekencang itu.


Almira mencoba untuk menahan tawanya dengan mengelus punggung Kenzo dengan telapak tangannya dan Edo yang sudah tertawa sambil menahannya karena melihat bagaimana raut wajah tersiksanya para anggota Polisi karena Kenzo dan Kenzo yang sudah berwajah merah.


Kenzo melirik sinis ke arah Edo yang masih tertawa kecil membuat pria itu langsung saja menutup mulutnya sambil menunjuk dua jarinya ke arah Kenzo yang malah di balas oleh pria itu mendengus kesal dan pergi menarik tangan Almira dengan lembut.


"Assalamualaikum." salam Almira dengan nada kecil sambil melihat melihat apa saja yang ada di ruangan pribadi Kenzo.


"Waalaikum salam." jawab Kenzo membuat Almira langsung menoleh ke arahnya yang juga sedang menatap ke arahnya.


Almira tersenyum manis membuat Kenzo mengalih kan pandangan lalu duduk di sofa panjang bewarna hitam kecoklatan itu dan di ikuti oleh Almira juga duduk di samping tubuh Kenzo mendekat membuat pria itu memandangnya dengan diam.


Almira membenar kan letak duduknya menjadi menghadap ke arah Kenzo dengan menaik kan kakinya di sofa dan di lipat, kedua telapak tangan Almira sudah berada di kedua pipi Kenzo membuat pria itu harus menoleh ke arahnya.


Sebenarnya Kenzo mengalih kan pandangan itu karena jantungnya berdetak sangat kencang karena berdekatan dengan sang istri tercinta. Di dalam hatinya sekarang sudah sangat merasa kan kebahagiaan yang seperti remaja mabuk asmara.


"Mas, kamu salah paham saat aku bertemu dengan Roy di restoran. Kita tidak balik kan, sepertinya kamu hanya mendengar setengah saja dari pembicaraan itu." ucap Almiar mengawali pembicaraan sambil mengelus pipi Kenzo dengan jari jari kecilnya membuat pria itu hanya diam dengan memandangnya dengan intens.


"Mas, aku mempunyai bukti. Sekarang buka ponsel kamu, cari nama akun instagram Net.benar12 nah itu kamu pencet yang video ada foto ku." ujar Almira dengan nada lembut, sebelum menurun kan kedua telapak tangannya dari kedua pipi Kenzo, Almira menyeka keringat Kenzo yang berada di kening dengan jari jari kecilnya tanpa rasa jijik sama sekali.


Kenzo terdiam sebentar lalu mengambil ponselnya yang berada di saku celananya lalu memain kan ponsel itu dengan di intip Almira.


"Ini?" tanya Kenzo singkat sambil mengarah kan ponsel layarnya ke arah Almira.


Almira mengangguk membalasnya dan langsung saja Kenzo pencet video itu. Lalu terputar lah kejadian di restoran sangat lengkap, dari awal sampai akhir Roy berbicara lalu Almira menyahuti dengan nada marah.


Saat Almira menampar Roy dengan sangat keras membuat Kenzo sangat terkejut, perasaan di dalam hatinya langsung saja terasa ringan dan lega lalu menaruh ponsel ke meja di depannya tanpa mengucap kan kata kata apa pun membuat Almira menatap saja dengan diam.

__ADS_1


Grep.


Sebuah pelukan yang tiba tiba dan erat dari Kenzo membuat Almira sangat terkejut dan membalas pelukan itu sangat erat seperti tidak mau kehilangan lagi pria yang berstatus suaminya.


"Sayang, maafin aku. Aku sudah pergi meninggal kan kamu, maaf kan aku sayang. Maaf, maaf." bisik Kenzo tepat di telinga Almira sambil mengecup pipi gadis yang ada di pelukannya berkali kali membuat Almira tersenyum bahagia.


"Maafin aku juga Mas. Aku janji, aku kalau pergi kemana pun, aku akan membicara kan terlebih dulu sama kamu. Aku tidak mau kejadian seperti ini terjadi lagi, aku tidak mau Mas." ujar Almira setelah melepas kan pelukan mereka tapi kedua tangan Kenzo masih berada di pinggang ramping gadis itu tidak mau melepas kan.


Kenzo mengangguk kan kepalanya berkali kali membuat Almira sangat gemas karena Kenzo seperti dulu lagi saat sebelum kesalah pahaman di antara mereka. Almira sangat merindu kan sifat Kenzo yang saat bersamanya, sangat rindu sehingga dirinya memeluk Kenzo lagi dengan erat sambil menggoyang goyang kan ke kanan dan ke kiri seperti mengikuti alunan.


"Kamu memilih aku sayang, aku tidak akan membiar kan kamu pergi dari ku, tidak akan pernah. Ini perasaan Cinta dan Obsesi di dalam hati ku, maka kamu tidak akan pernah lepas dari ku. Apa pun yang terjadi ke depannya, aku tidak mau kamu pergi dari ku. Aku sangat mencintai mu Almira, sangat mencintai mu sampai sampai aku seperti orang gila." ujar Kenzo yang tiba tiba dengan nada rendah dan berat sambil menatap Almira dengan sangat intens tidak mau mengalih kan pandangan sedikit pun.


Almira bukannya takut atau merinding mendengar kata kata dari Kenzo, malah gadis itu tersenyum sambil mengangguk angguk kan kepalanya dan membenar kan tatanan rambut Kenzo yang berantakan.


"Terima kasih sudah mencintai ku sedalam ini Mas, rasanya aku senang sekali saat ada yang mencintai ku sedalam kamu. Baru kali ini aku merasa kan perasaan cinta yang tercampur obsesi dari kamu, terima kasih kamu sudah berjuang banyak buat aku. Aku mencintai mu Mas, aku mencintai mu. Almira hanya milik seorang Kenzo Sagara Samudra, tidak ada yang lain." ujar Almira dengan menetes kan air mata membuat Kenzo langsung menghapusnya dengan gerakan lembut dan tersenyum manis ke arah Almira.


Cup.


Kenzo mengecup lama di kening Almira membuat mereka saling memejam kan kedua mata menikmata kenyamanan di antara mereka.


Cup.


Kenzo beralih mengecup ke hidung Almira dengan pandangan mereka bertemu, saling menatap terpancar kebahagiaan di kedua mata mereka.


Cup.


Kenzo beralih mengecup kedua pipi cubby Almira dengan pelan.


Tatapan Kenzo beralih ke arah bibir mungil yang sudah menggoda dirinya sejak tadi dan di balas dengan tatapan dari Almira.


"Boleh hem?" suara Kenzo sangat deep voice sekali membuat Almira terpesona lalu mengangguk kan kepalanya menyetujui pertanyaan dari sang suami.


Cup.


Kenzo mencium bibir mungil Almira dengan lembut, menghisap rakus bibir bawah Almira seperti sedang mengemut permen. Rasanya sangat manis dan membuat Kenzo candu dengan bibir mungil sang istri.


Kedua tangan Almira sudah mengalung di leher Kenzo dan sebelah tangan pria itu berada di tengkuk Almira agar memperdalam ciuman mereka.


Kenzo ******* bibir Almira dengan lembut tapi rakus tidak membiar kan pungutan mereka terlepas kan, tapi saat melihat Almira kehabisan nafas membuat mau tidak mau Kenzo melepas kan pungutan mereka tapi tidak menjauh kan wajahnya dari wajah Almira.


Saat Almira sudah nafas secara normal, langsung saja Kenzo mencium lagi bibir mungil itu dengan lahap dan membaring kan tubuh Almira ke sofa panjang sehingga Kenzo berada di atas tubuh Almira.


Mereka masih melanjut kan ciuman bibir tanpa mau melepas kan satu sama lain, menyalur kan perasaan Cinta dan Rindunya membuat mereka sangat menikmati ciuman bibir mereka.


Di sela sela ciuman mereka, Kenzo mengucap kan kata kata yang membuat Almira sangat malu.


"Lusa kita akan bulan madu dan kamu akan ku buat tidak berjalan sayang karena kenikmatan surga dunia itu, aku tidak akan membiar kan kamu menunda lagi melakukan hubungan suami istri itu. Aku sangat mencintai mu Almira, sangat mencintai mu melebihi diriku sendiri."

__ADS_1


__ADS_2