Suami Pilihan Oma

Suami Pilihan Oma
DELAPAN PULUH TUJUH


__ADS_3

"Kenapa rumah ku sangat gelap seperti ini? Aneh sekali."


Ucapan dari mulut Almira yang membuka pintu masuk rumahnya dengan perasaan bingung dan langsung saja gadis itu menyala kan lampu ruang tamu, sangat sepi membuat Almira menghendi kan bahunya acuh tidak peduli.


Ceklek.


Pintu kamar Almira terbuka membuat gadis itu sangat heran, karena kamarnya seperti ruang tamu tadi. Saat pintu kamar di tutup dan sudah terkunci oleh Almira, tiba tiba saja tubuhnya terasa di peluk dari belakang membuat gadis itu memberontak karena terkejut dan takut kalau itu adalah orang jahat karena rumahnya sangat gelap.


"Sayang, ini aku." bisikan itu membuat gerakan heboh dari Akmira langsung terhentidan menoleh menatap ke arah pria yang memeluknya dari belakang itu, meskipun samar samar Almira menangkup kedua proa tersebut.


"Kenapa gelap sih, Mas?" tanya Almira sambil mendekat kan wajahnya ke wajah sang suami sehingga hidung mereka saling bersentuhan.


"Hanya ingin saja kok sayang." jawab Kenzo dengan suara rendahnya sangat santai yang tidak tau saja kalau jantung Almira tiba tiba berdetak sangat kencang karena suara dari Kenzo yang baginya sangat seksi ini.


Almira langsung mencubit kedua pipi Kenzo sambil tertawa, ingin mengalih kan agar Kenzo tidak sampai mendengar suara detak jantungnya yang menggila, Almira sangat malu kalau Kenzo mendengarnya.


"Kamu kenapa sayang, kok suara detang jantung kamu begitu sangat kencang. Apa kamu sakit hem?"


Pertanyaan dari mulut Kenzo yang tidak tidak di perkiraan oleh Almira karena dia sudah mencoba untuk menutupi suara detaknya, tapi ternyata sang suami mengetahui.


Almira tidak tau saja kalau Kenzo ini sangat lah peka terhadapnya, apa pun itu menyangkut Almira sekecil apa pun maka Kenzo mengetahui sangat dalam tanpa ada tercela tertinggal sedikit pun tentang Almira. Sebegitu besarnya cinta Kenzo kepada Almira tanpa di ketahui gadis itu, kalau selama ini Kenzo sudah sangat berkorban untuknya.


Almira tidak menjawab pertanyaan dari Kenzo, gadis itu hanya diam yang malah membuat Kenzo sangat khawatir.


Tanpa aba aba, Kenzo menggendong tubuh Almira membuat gadis itu terkejut dan mengalung kan kedua tangan di lehernya. Almira menatap ke arah Kenzo dengan pandangan lekat dan dalam, berbeda lagi dengan pandangan Kenzo yang sangat khawatir dengan gadisnya, istrinya.


"Tunggu dulu sayang, aku akan menghubungi Dokter untuk ke-"


Belum selesai Kenzo menyelesai kan ucapannya dan juga beranjak, Almira lebih dulu mencengkal lengan Kenzo membuatnya pria itu menatap ke arah sang istri dengan wajah bingung.


Dengan kekuatan besar dan penuh, Almira menarik lengan Kenzo sehingga pria itu jatuh di atas tubuh Almira dengan pandangan terkejut. Kenzo sangat lah kuat, beruntung saja Almira menariknya saat pria itu belum siap dan masih linglung sehingga gadis itu bisa menariknya meskipun Almira sudah menyalur kan kekuatan penuh untuknya.


Kedua tangan Almira mengalung ke leher Kenzo dan kedua tangan Kenzo menyanggah di kasur empuk di sebelah kepala Almira yang masih memakai hijabnya.


"Segitu besarnya cinta kamu ke aku Mas? Apa hanya perasaan ku saja?" tanya Almira yang memecah kan keheningan di antara mereka.


Kenzo menatap lekat ke arah kedua mata Almira lalu pria itu mengangkat tangannya dan menempel kan ke sebelah pipi gadis itu sambil mengelus lembut memakai kelima jarinya. Almira menatap lembut sambil memancar kan senyuman manisnya membuat Kenzo menatapnya dengan terpesona sambil tersenyum sangat kecil meskipun tidak di ketahui oleh istrinya yang berada di bawah tubuhnya.


"Aku mencintai kamu sangat besar sayang, lebih besar dari perkiraan kamu." jawab Kenzo dengan mendekat kan wajahnya ke wajah Almira, sangat dekat sehingga kening mereka dan hidung mereka menempel bersentuhan satu sama lain.

__ADS_1


"Kamu lebih dari apa pun untuk aku, tanpa kamu aku pasti sudah gila sekarang." sambung Kenzo dengan menggesek gesek kan hidungnnya ke hidung Almira membuat gadis itu terkekeh kecil karena perlakuan Kenzo dan juga ucapan konyol dari pria itu.


Bukannya tidak percaya dengan ucapan Kenzo, tapi Almira ucapan itu sangat konyol dan aneh menurutnya. Bagaimana seorang Kenzo Sagara Samudra penerus tunggal keluarganya dan juga ketua Polisi menjadi gila hanya karena gadis sepertinya.


"Ada ada saja kamu Mas." ucap Almira dengan tawa yang menguar membuat Kenzo menatap diam dengan dalam.


Cup.


Tawa Almira terhenti karena Kenzo yang tiba tiba menempel kan bibirnya ke bibir Almira, hanya menempel saja karena Almira sangat terkejut dengan apa yang Kenzo lakukan yang tiba tiba.


Tidak berontak kan dari Almira membuat Kenzo memulai ******* bibir bawah sang istri dengan lembut sambil mendekat kan badannya ke badan Almira untuk memperdalam ciuman mereka. Tangan Almira menyisir rambut hitam legam Kenzo dengan jari jarinya membuat pria itu makin memperdalam ciuman mereka tanpa mau melepas kan, usapan lembut dari Almira membuat Kenzo merasa kan bergairah tapi dirinya mencoba untuk menurun kan gairahnya.


Karena mereka sudah berjanji untuk melaku kan hubungan suami istri itu saat berbulan madu, makanya Kenzo menahan gairahnya sekarang ini agar tidak melewati janjinya kepada Almira.


******* itu makin dalam sehingga mereka saling bertukar saliva satu sama lain, Kenzo menggigit bibir bawah Almira agar terbuka sehingga lidah pria itu masuk di mulut sang istri dengan memain kan lidah Almira juga, saling menempel.


Saat Kenzo mendapat kan pukulan kecil di punggungnya dari Almira membuat pria itu dengan terpaksa melepas kan pungutan mereka dengan cemberut menatap ke arah Almira yang sedang menghirup udara untuk pasokannya yang habis karena ciuman dari Kenzo.


"Sayang... Mau lagi..." rengek Kenzo sambil menggesek gesek kan hidungnya ke hidung Almira dengan nada manja dan raut wajah cemberut seperti anak kecil membuat Almira merasa gemas dengan tingkah suami datarnya ini yang berubah menjadi anak kecil.


"Apanya yang lagi Mas?" tanya Almira dengan nada menggoda yang malah di balas dengan Kenzo cemberut sambil memaling kan pandangannya ke sembarang arah yang malah membuat Almira tersenyum geli.


"Tidak mau." balas Kenzo dengan nada seperti anak kecil manja dan masih memaling kan pandangannya dari Almira yang membuat gadis itu geleng geleng kepala melihatnya.


Almira dengan cepat langsung memegang kedua pipi Kenzo lalu membalik kan menatap ke arahnya dan mencium bibir Kenzo dengan sedikit ******* membuat pria itu tersenyum di sela sela ciuman Almira kepadanya.


"Balas Mas." ucap Almira dengan wajah malu bernada kecil tapi masih bisa di dengar oleh Kenzo.


"Kamu hanya milik ku sayang." batin Kenzo dengan senyuman lebar.


Kenzo langsung membalas ciuman itu dengan lembut tapi malah membuat Almira merasa senang dan debaran di jantungnya saat Kenzo yang mendominasi di ciuman mereka, Almira tidak bisa seperti Kenzo yang sangat lahap dan seperti sudah pro. Almira hanya seadanya saja membalas ciuman dari Kenzo, Kenzo menghisap bibir bawah Almira membuat gadis itu meremas rambut hitam legam Kenzo sangat kuat tapi tidak membuat Kenzo kesakitan dengan jambakan dari sang istri melain kan pria itu menikmatinya.


"Sayang, kamu hanya milik ku, hanya milik ku. Paham hem? Kalau kamu hanya milik seorang Kenzo Sagar Samudra." tegas Kenzo menatap wajah Almira dengan serius.


Almira yang di lihat serius seperti itu langsung saja mengangguk mantap dan tersenyum lebar ke arah Kenzo.


Cup.


Cup.

__ADS_1


Cup.


Suara decapan terus saja berbunyi di antara mereka tanpa mau melepas kan pungutan ciuman mereka, seolah mereka sangat menikmati permainan bibirnya.


***


"Sayang, beneran pekerjaan kamu sudah selesai?"


Pertanyaan itu terus saja keluar dari mulut Kenzo ke Almira yang sudah malas untuk menjawab pertanyaan yang sejak tiga puluh menit yang lalu, tapi saat mendengar suara semangat dari Kenzo membuat Almira menjawab pertanyaan itu lagi dan lagi tanpa henti sejak tadi sambil geleng geleng kepala saat Kenzo makin mendekat ke arah Almira yang sudah menyender kan punggungnya ke sofa empuk di dalam kamar mereka.


Sejak pagi sampai sore hari ini Almira terus saja menatap ke arah laptop dengan bantuan Kenzo yang menyiap kan makan minumnya, cemilan, dan memijat lengan tangan Almira. Kenzo memperlaku kan Almira sangat ratu agar nyaman untuk bekerja, Almira hanya berhenti saat sholat dan mandi itu saja. Semua pekerjaan rumah sudah di lakukan sama Bibi An.


Almira sejak tadi melihat ke arah Kenzo yang terus saja melaku kan kegiatan untuknya tanpa mengeluh atau cemberut melain kan Kenzo menampil kan senyum menawannya dan wajah tampan ke arah Almira. Kenzo tidak tau saja kalau semua yang dia lakukan untuk pria itu, saat Almira capek ingin berhenti menjadi tidak jadi karena melihat wajah Kenzo, membuat Almira sangat semangat menyelesai kan masalah perusahaannya tanpa henti tidak membiar kan rasa capek menyerang karena Kenzo sangat siap untuk memijat.


Saat dirinya selesai dari tiga puluh menit yang lalu, Almira meraaa senang saat melihat raut wajah senang dan kedua mata Kenzo berbinar membuat gadis itu tidak merasa kan lelah melain kan dirinya juga ikut senang.


"Kamu senang?" tanya Almira sambil mengelus puncak kepala Kenzo yang bersandar di punggung lengannya sambil melilit kan kedua tangan di pinggang ramping Almira.


"Hem, senang banget sayang." dehem Kenzo dengan menyembunyi kan wajahnya yang memerah ke ceruk leher Almira yang tertutupi hijab instannya.


"Kalau gitu ayo siap siap." ajak Almira sambil menarik tangan Kenzo, tapi sebelum itu Kenzo mencegah Almira untuk berdiri sehingga gadis itu duduk lagi di sofa sebelumnya.


"Tidak perlu, karena aku sudah menyiap kan barang barang kita kemarin, kan kemarin sudah aku kasih tau kamu sayang." ujar Kenzo dengan geleng geleng kepala mendongak kan wajahnya menatap ke arah Almira tanpa mau mengindah kan kepalanya yang bersandar.


"Semangat banget Mas, yaudah kalau gitu ayo berangkat." ucap Almira yang langsung di anggukki oleh Kenzo dengan semangat, sangat semangat malah membuat Almira geleng geleng kepala tidak habis pikir membuat Kenzo bahagia dengan sederhana ini.


Dulu saja saat dirinya masih pacaran dengan Roy, pria itu tidak mau sederhana melain kan pria itu harus mewah dan meriah sampai sampai dirinya harus dandan di salon dan juga membeli baju baru memakai uang haram karena dirinya berbohong ke Oma Diana untuk membeli buku padahal itu sama sekali tidak.


Mengingat itu membuat Almira sedih karena Oma dan kesal karena cowok berengsek itu, Almira sangat bersyukur mendapat kan Kenzo yang sudah dewasa ini.


Ternyata pilihan Oma Diana tidak pernah salah dan penilaian wanita paruh baya itu selalu benar dengan sifat kelakuannya. Betapa bodohnya seorang Almira malah mau membalas kan dendam ke Kenzo dan dia senang ternyata dirinya malah terjebak sama rencananya sendiri.


Mencintai Kenzo lagi.


Melihat Kenzo yang sudah siap membuat Almira mengacak acak rambut pria itu sehingga berantak kan membuat Kenzo cemberut kesal, Almira tidak mempeduli kan raut wajah kesal melain kan gadis itu mencuri ciuman ke pipi Kenzo yang sebelah kiri lalu pergi dari hadapan Kenzo menuju ke kamar mandi dengan tawa yang menguar dari bibirnya yang membuat lamuanan Kenzo buyar seketika.


"MULAI BERANI KAMU YA SAYANG..." teriak Kenzo dengan wajah memerah mengsalting.


"AKU JUGA MENCINTAI KAMU MAS, HAHA." balas Almira teriak membuat Kenzo memegang jantungnya yabg berdetak sangat kencang karena ucapan Almira yang menyata kan perasaan cintanya, padahal Kenzo tidak bilang kata kata keramat itu tapi Almira malah membalas kata kata keramat itu dengan teriakan sangat kencang.

__ADS_1


"Tidak akan ku biar kan kamu sayang, aku akan buat kamu lelah dan nikmat secara bersamaan disana, tidak akan ku biar kan kamu lari dari ku. Karena kamu sudah membuat aku makin gila, hanya kamu yang bisa membuat aku gila seperti ini Almira. Tunggu saja saat kita disana, aku akan membuat kamu nikmat, senikmat nikmatnya dan tidak akan membiar kan kamu istirahat walau pun sebentar saja hem." gumam Kenzo dengan menimbul kan seringai lebar dengan perasaan membuncah di dalam hatinya karena sangat senang.


__ADS_2