
"Sayang, jangan ngambek. Aku jadi sedih nih, maaf kan aku ya sayang?"
Bujuk kan dengan kata kata yang sama keluar dari pria yang berada di sampingnya dengan memelas ke arah perempuan yang menatap cemberut menjawab geleng geleng kepala membuat sang suami mengecup salah satu pipinya dengan cepat membuat istrinya sangat terkejut.
Almira yang mendapat kan perlakuan romantis yang tiba tiba membuat jantungnya berdetak sangat kencang, Almira selalu masih berdebar saat Kenzo melakukan tindak kan romantis meskipun sederhana tapi ber efek di hatinya sangat dalam.
Akan tetapi Kenzo mengetahui kalau Almira sedang salting membuatnya makin mengecup pipi itu berkali kali tanpa mau berhenti, Almira terkekeh kecil karena geli atas perlakuan Kenzo kepadanya. Almira dan Kenzo sekarang berada di pesawat terbang untuk liburan yang di suruh oleh Edo saat di telepon, Almira selesai dengan pelatihan tersebut dan sudah mendapat kan sertifikat lalu juga sudah menunjuk kan ke Paman Indra.
Saat Paman Indra mendapat kan sertifikat punya Almira, pria yang sudah berumur dewasa itu langsung saja memasang ke dinding dengan pigura di perusahaan punyanya Almira sendiri, agar para investor tau bagaimana kinerja perusahaan yang atas nama Almira itu.
Setelah dari tempat pelatihan ity, Almira dan Kenzo langsung berangkat ke Bandara untuk perjalanan berlibur gratis dari Edo. Tanpa kembali ke Jakarta atau rumah mereka.
"Benar deh, tidak akan mengulangi la-"
"Tidak mungkin kamu tidak mengulanginya lagi Mas, sangat tidak bisa di percaya kalau masalah ini." sahut Almira dengan nada kesal yang di balas oleh Kenzo dengan senyuman tanpa doaa yang di berikan suaminya itu membuat Almira langsung menggigit sebelah pipi dari Kenzo sehingga menimbul kan giginya.
Bukannya kesal atau meringis kesakitan, Kenzo malah tersenyum menatap Almira dengan pandangan berbinar karena bahagia.
Berbeda dengan Almira yang makin cemberut kesal karena Kenzo tidak merasa kan sakit seperti dirinya beberapa jam yang lalu karena ulah suaminya itu, Almira berniat untuk membalas dengan sama tetapi ternyata Kenzo tidak merasa kan sakit sama sekali di lihat dari raut wajahnya yang malas senang.
Puk.
Dengan perasaan kesal, Almira menipuk lengan kekar Kenzo membuat pria itu merubah raut wajahnya menjadi santai tidak seperti yang tadi sedang berbahagia sambil menatap ke arah Almira dengan menaik kan satu alisnya bertanya.
"Aku kesal sama kamu." ujar Almira dengan nada merajuk dan Kenzo langsung saja memeluk tubuh istrinya dari samping untuk membujuknya dengan cara yang manis bagi Kenzo.
__ADS_1
Cup.
Cup.
Cup.
Kecupan terus saja Kenzo layang kan ke pipi Almira yang malah membuat istrinya itu kegelian dan terkekeh kecil sambil menatap ke arah Kenzo yang juga sedang menatap dalam dan lekat ke arahnya tanpa mau mengalih kan pandangan ke arah lain.
"Kamu tuh ya Mas, bisa saja ih." ujar Almira dengan tertawa karena Kenzo menggesek gesek kan puncak hidungnya ke bibir mungil Almira tanpa mau berhenti.
Bagi Almira, dirinya selalu tidak bisa kesal atau pun marah kepada sang suami terlalu lama saat mereka sedang bersama. Karena Kenzo akan membuat Almira gagal untuk merajuk saat di samping pria tersebut. Bagi Almira, Kenzo adalah cowok yang humoris tapi hanya raut wajah datarnya saja yang membuat siapa pun pasti beranggapan kalau suaminya ini tidak bisa bercanda ria.
Tetapi Almira hanya tau kalau Kenzo humoris saat kepadanya saja, Almira tidak pernah melihat Kenzo humoris atau pun bercanda dengan sahabat sahabatnya atau pun orang lain, sama sekali tidak pernah. Almira lebih senang dengan Kenzo seperti itu, itu tandanya Kenzo hanya nyaman dengannya dan sangat mencintai dirinya.
Almira memilih untuk egois kepada Kenzo.
Almira tidak menjawab melain kan perempuan itu memeluk tubuh Kenzo dengan erat sambil mengelus bahu belakang suaminya dengan lembut, sebenarnya Kenzo heran tapi dia memilih untuk membalas pelukan sang istri tercinta dengan senang hati mengelus bahu belakang juga sama persis dengan apa yang istrinya lakukan kepadanya.
"Aku mencintai mu Mas, aku mencintai mu." bisik almira tepat di telinga kanan Kenzo membuat pria itu membelalak terkejut mendengar bisikan yang sangat dia sukai dengan kata kata yang keluar dari mulut istrinya tersebut.
Kenzo melepas kan pelukan mereka dan menatap ke arah Almira yang menampil kan senyuman lebar dan manisnya membuat Kenzo juga ikut tersenyum meskipun tipis, tetapi di dalam hati Kenzo dirinya sudah berteriak sangat kencang karena merasa sangat senang sekali sampai sampai dirinya makin gila dengan Almira.
"Sayang, kamu..."
Cup.
__ADS_1
Belum sempat Kenzo melanjut kan ucapannya, tiba tiba ada benda dingin dan kenyal menempel di bibirnya membuat Kenzo tentu terkejut dengan tindak kan Almira yang tidak pernah dia bayang kan karena di pesawat ini adalah umum dan banyak sekali penjmpang lainnya terlalu ramai.
Hanya menempel saja dan Almira langsung menjauh kan wajahnya agar sedikit memberi jarak antara dirinya dan Kenzo tentunya lalu kedua mata Almira menatap ke sekeliling, Almira menghela nafasnya pelan sehingga mengenai wajah Kenzo, Almira merasa tenang karena para penumpang sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing masing karena sekarang sudah malam pukul sembilan.
Sedari tadi Kenzo hanya menatap ke arah Almira yang terus saja mengeluar kan raut wajah yang berubah ubah membuat Kenzo sangat gemas dengan istrinya ini.
"Sayang..." panggil Kenzo dengan nada gemas membuat Almira langsung saja menoleh ke arah suaminya dan menampil kan senyuman terbaiknya yang malah membuat jantung Kenzo berdetak kencang sampai Almira bisa mendengar karena suasana di pesawat tersebut lumayan sepi.
"Kamu membuat ku makin gila sayang..." lirih Kenzo dengan wajah memelas sambil menjatuh kan kepalanya ke punggung lengan Almira dan menggesek gesek kan ke leher Almira yang tertutupi hijab pasminanya.
"Kok bisa aku membuat kamu makin gila Mas? Kan aku tidak melaku kan apa pun." ujar Almira dengan nada pertanyaan sambil terkekeh kecil mendengar ucapan konyol dari suaminya.
Almira selalu menganggap ucapan Kenzo yang bilang kalau dirinya membuat dia gila, bagi Almira hanya ucapan konyol yang tiba tiba keluar dari mulut Kenzo. Tetapi bagi Kenzo tidak, karena ucapannya sangat serius sekali kalau Almira membuat dirinya makin gila sampai sampai dirinya tidak bisa berpikir jernih sekarang ini hanya karena istri tercinta ini.
"Apa pun yang kamu lakukan atau pun kamu hanya diam saja bisa membuat ku gila sayang, karena apa? Karena aku sangat sangat mencintai kamu lsbih dari apa pun. Siapa pun yang menghalangi kita, aku akan membuat mereka pergi dari dunia ini tanpa ampun. Tetapi satu yang bisa memisah kan kita adalah kematian." ucap Kenzo dengan nada serius membuat Almira menatap heran dan bingung yang tiba tiba di ucap kan Kenzo.
"Aneh aneh kamu Mas, sudah lah aku mau tidur, mengantuk." ujar Almira sambil mengandeng lengan Kenzo untuk dia jadi kan bantal tidurnya.
Kenzo hanya melihat Almira yang sudah mulai memejam kan kedua matanya dengan diam, lalu sebelah tangan yang tidak di genggam sang istri mengelus kening Almira dengan lembut.
"Maaf kan aku sayang, maaf. Waktu ku tidak lah banyak, aku berjanji akan membuat kenangan indah buat hidup kamu dan tidak akan melupa kan aku sayang. Bersiap lah untuk bersenang senang sayang, aku aangat mencintai kamu lebih dari apa pun meskipun itu diri ku sendiri." gumam Kenzo dengan nada pelan agar tidak bisa di dengar oleh Almira ucapannya.
Cup.
Kenzo mencium kening Almira dengan lama dan lembut membuatnya memejam kan kedua mata menikmati perasaan hangat dan nyaman datang ke hatinya, lalu melepas kan ciumanannya dan menatap wajah cantik yang dia cintai langsung saja bibirnya tertarik ke atas menimbul kan senyuman tipis. Kenzo sangat senang melihat sang istri berada di pelukannya dan di sampingnya.
__ADS_1
Kenzo menatap lurus ke depan dengan pandangan datar tanpa ekspresi seperti biasanya, seperti raut wajah tadi yang sedang menatap sang istri itu seperti hanya ilusi saja tetapi sebenarnya itu memang nyata dari Kenzo. Kenzo menyeringai dan mengeluar aura yang dingin sekali sampai sampai penumpang lainnya yang cukup dengan duduk pasangan suami istri itu langsung saja kedinginan dan menggigil, tidak jauh beda dengan Almura yang juga merasa dingin lalu memeluk lengan Kenzo dengan erat sehingga badan perempuan itu hanya terlihat setengah saja karena menyembunyi kan badannya ke Kenzo yang langsung di terima baik oleh pria tersebut dan menurun kan aura dinginnya agar tidak terlalu.
"Aku sangat mencintai kamu Almira Sayyida Alindra, istri ku tercinta." ucap Kenzo lalu memeluk tubuh Almira dengan erat dan memejam kan kedua matanya untuk tidur seperti sang istri.