
"Baik Bang, aku akan berangkat langsung kesana. Abang handle dulu ya yang disana sampai aku sampai, kalau gitu aku tutup dulu, Wassalamualaikum..."
Setelah mengucap kan kata kata itu, Almira langsung mematikan sambungan telepon dengan sepihak membuat seseorang yang berada di seberang mengeram kesal menatap ponselnya yang sudah berubah menjadi warna hitam.
Almira membalik kan badan dengan pelan tapi saat siapa yang berada di belakangnya sangat dekat membuat Almira sangat terkejut, pasalnya Kenzo menatap datar tanpa ekspresi sehingga Almira tidak tau bagaimana suasana hati pria tersebut.
"Mas, kagetin aja kamu hehe..." cengir Almira menampil kan deretan gigi putihnya menatap ke arah Kenzo yang masih menampil kan raut wajah datar tanpa ekspresi sedikit pun tidak merubah sama sekali.
Kenzo menarik pinggang Almira sehingga tubuh mereka saling menempel satu sama lain, sangat dekat. Almira hanya menatap pasrah saja apa yang di lakukan sang suami kepada dirinya, dia hanya diam saja.
"Kamu mau pergi kemana sayang?" tanya Kenzo dengan nada berat dan serak yang malah membuat Almira gagal fokus menatap ke arah Kenzo.
"Mas, aku saja yang akan pergi dan kamu harus disini mengurus pekerjaan kamu yang selama ini kamu tinggal. Aku tidak mau tau, kamu harus disini dan tidak ikut dengan ku." jawab Almira membuat Kenzo mengerat kan rahangnya menjadi keras dan terlihat urat urat yang ada di lehernya membuat Almira sangat terkejut dengan bersamaan ketakutan hanya melihat seperti itu yang di tunjuk kan Kenzo.
Bagi Almira, Kenzo yang sekarang berada di depannya sangat menakut kan dan menyeram kan.
Tapi Almira mencoba untuk memberi kan perlakuan baik dan lembut kepada Kenzo dengan cara mengelus elus sebelah pipi pria itu dengan sebelah tangannya.
Tapi hasilnya nihil, Kenzo masih menampil kan raut wajah menyeram kan.
"Mas, aku disana tidak akan lama kok. Aku disana cuman dua minggu saja, jadi kamu harus bertahan berjauhan dengan ku selama dua minggu oke? Dua minggu itu cepat kok." ucap Almira dengan nada lembut untuk meyakin kan Kenzo sambil mengelus elus pipi Kenzo dengan ibu jarinya.
__ADS_1
"Dua minggu itu lama sayang..." ucap Kenzo dengan nada penuh penekanan menatap datar ke arah Almira.
Almira menelan salivanya susah payah karena suara Kenzo dan tatapan yang makin menyeram kan dari sebelumnya. Kenzo sangat bingung bagaimana cara memberi kan penjelasan kepada Kenzo yang notabennya keras kepala dan posesif kepada dirinya.
"Mas, cuman sekali ini saja kok. Aku disana hanya berada di apartemen dan kantor saja, sepertinya sih aku akan lebih lama berada di kantor Mas." ucap Almira dengan menarik kepala Kenzo membawa ke ceruk lehernya yang tertutupi hijab instan kesukaannya.
"Aku janji Mas, setelah pekerjaan selesai disana, aku langsung pulang ke kamu. Jangan ikut ya kamu Mas..." lanjut Almira dengan nada sedikit memelas dari sebelumnya.
"Kapan kamu berangkat?" tanya Kenzo dengan nada seperti semula.
"Sekarang, tiketnya sudah di pesan kan sama Bang Edo, jadi aku hanya tinggal berangkat sa-" ucap Almira yang tidak dia terus kan karena suara Kenzo.
"Terserah!" sahut Kenzo dengan nada sedikit tinggi sehingga membuat Almira berjengit kaget lalu pergi meninggal kan kamar mereka tanpa menoleh sedikit pun ke arah sang istri.
Almira hanya bisa memandang saja dengan helaan nafas panjang lalu menunduk menyembunyi kan raut wajah sedihnya.
"Maaf Mas, ini juga buat kebaikan kamu dan aku. Aku tidak mau membuat kamu lepas dari tanggung jawab hanya karena diriku. Maaf sekali lagi, Mas..." lirih Almira dengan pelan.
***
"Mas kamu dimana? Aku akan berangkat. Mas, kamu dimana sih?"
__ADS_1
Teriakan yang terus menerus Almira keluar kan menatap ke sekeliling rumah mewahnya dengan menarik koper besar mencari keberadaan sang suami yang tampan tapi tidak muncul sama sekali meskipun dirinya sudah memanggil dengan teriak, masih belum ada sahutan dari Kenzo membuat Almira mengerat kan pegangan di kopernya dengan erat karena Kenzo masih marah kepadanya.
Ceklek.
Suara pintu dari belakang tubuh Almira terbuka membuat gadis itu membalik kan badan menatap Kenzo yang masih menatap datar tabpa ekspresi seperti beberapa jam yang lalu mereka bersitatap, tidak ada yang berubah dari Kenzo membuat Almira makin mengerat kan genggamannya yang berada di ganggang kopernya.
Tanpa di sengaja mereka menatap satu sama lain sedikit lama, lalu Kenzo mengalih kan pandangan menatap jam tangan yang berada di tangan kirinya. Berbeda lagi dengan Almira yang menatap ke arah Kenzo terus tanpa mengalih kan pandangan sedikit pun sehingga membuat jantung Kenzo berdetak sangat kencang karena merasa gugup saat pria itu di tatap dengan intens oleh sang istri tercintanya.
Kenzo sebenarnya tidak betah kalau mendiami Almira terlalu lama, tapi karena ini adalah salah Almira maka Kenzo melakukan semua ini. Rasa amarah dan emosi masih saja berada di dalam hatinya karena ucapan izin Almira beberapa jam yang lalu, Kenzo sangat tidak kuat kalau dirinya berjauhan dengan Almira sang istri tercinta.
"Mas, kamu masih marah sama aku? Jangan marah Mas, rasanya susah sekali hanya keluar dari rumah ini sebab kamu tidak merestui jalan ku Mas, aku mohon Mas." ucap Almira melepas kan genggaman di ganggang koper meninggal kan dan menghampiri Kenzo yang masih berdiri tegap di pintu yang dirinya buka tadi.
Almira menggenggam kedua telapak tangan Kenzo menyatu kan ke tangan mereka, sangat romantisnya lagi.
"Mas, ku mohon berikan ridha mu buat aku pergi ke luar kota dan doa kan aku agar masalha perusahaan cepat selesai." ucap Almira sambil mengelus lembut dengan ibu jarinya saat berada di samping dirinya.
Kenzo tidak menjawab ucapan Almira sama sekali membuat gadis itu menunduk untuk menyembunyi kan raut wajah yang sudah bersedih dari pandangan Kenzo.
"Cepat berangkat, sudah waktunya kamu berangkat. Jangan sampai telat agar kamu tidak di tinggal oleh pesawat terbang lalu kamu malah tidak jadi berangkat ke perusahaan kamu. Padahal kamu saat meminta bantuan diriku agar membuat perusahaan kamu damai lagi, aku bisa melakukannya dengan waktu cepat tanpa lama seperti kamu. Tapi kamu malah ingin menghadapi masalah ini sendirian tanpa dirinya." ujar Kenzo dengan senyuman seringai membuat Almira merinding yang tiba tiba dia rasa kan tidak tau kenapa saat melihat kedua mata Kenzo yang menatap dirinya dengan pandangan yang sulit di artikan.
"Kalau gitu aku per-" ucap Almira terpotong.
__ADS_1
"Waktunya kamu berangkat, maka cepat lah." sahut Kenzo dengan pandangan sinis di arah kan ke Almira tentunya.