
mobil keenan melaju dengan kecepatan tinggi karena takut sampai jakarta terlalu malam
kiara terlihat kedinginan karena udara pedesaan yang masih banyak dengan pepohonan sepanjang jalan keenan tidak menyalakan ac mobilnya karena takut kiara makin menggigil
" kamu baik-baik aja kan kiara? " tanya keenan khawatir
" gapapa hanya sedikit kedinginan maklum lah tidak biasa dengan udara dingin" jawab kiara sembari menggesekan kedua tangannya
" mau pakai jas mas keenan gak? tawar keenan
" gak usah mas, nanti juga dinginnya hilang sendiri" seloroh kiara
" maafin mas ya gara-gara di ajak kesini kamu jadi menggigil gitu"
" gapapa, santai aja"
" sepertinya kamu kelelahan, mendingan tidur aja nanti kalau sudah sampai mas bangunkan"
kiara mengangguk
keenan menyalakan musik di mobil agar tidak terlalu sunyi
suara sayup-sayup musik semakin membuat kiara terlelap tidur
keenan merasa bahagia akhirnya kiara mulai melunak meskipun belum sepenuhnya namun setidaknya itu sudah menjadi kemajuan yang baik
hanya kiara bersikap lembut saja sudah membuat keenan senang bukan kepalang
" seandainya aku bisa mengungkapkan kalau aku ingin segera menikah dengannya, hhhhmmmm" keenan menghela nafas
" perkataan mang ucup ada benarnya juga tidak baik jika seseorang yang sudah bertunangan kalau menunda pernikahan terlalu lama, mungkin lebih baik bicara dulu dengan mami papi" keenan bermonolog
terdengar suara panggilan telfon masuk di ponsel kiara
keenan mencoba untuk melihatnya karena takut yang menelfon adalah kedua orang tua kiara
keenan tidak mau membuat calon mertuanya khawatir
belum sempat keenan mengambil ponsel kiara ternyata kiara sudah mengambilnnya terlebih dahulu karena suara getaran ponselnya sudah mengganggu tidurnya
" kok gak di jawab? siapa yang telfon? " tanya keenan penasaran
"viola... biarin diemin aja paling juga mau curhat, besok juga ketemu di kampus" jawab kiara dengan mata yang masih terpejam
" kalau masih ngantuk tidur lagi aja" titah keenan
" engga, kasian mas gak ada temen ngobrol nanti ikutan ngantuk juga kan bahaya" ucap kiara
__ADS_1
keenan tersenyun manis
" mas maafin aku ya kalau sikap aku kemaren agak sedikit kasar sama mas, gak seharusnya aku bersikap seperti itu sama mas" seloroh kiara
" gak perlu minta maaf mas ngerti kok sama perasaan kamu mas juga tidak mau terlalu kemaksakan biarin semuanya berjalan apa adanya saja, mas takut jadi beban buat kamu" sahut keenan
" ternyata mas tidak sekaku yang aku bayangkan ya kalau sudah ngobrol begini keliatan lebih humble gitu" kiara tersenyum
" mas kaku itu sama orang yang belum pernah mas kenal sama sekali, kalau sama kamu kan beda lagi mas harus bisa mengimbangi kamu yang cerewet" keenan nyengir
" mas aku belum sepenuhnya percaya dengan omongan mas yang tadi di villa, aku masih ada sedikit keraguan sama mas. secara mas kan sudah mapan, sukses dalam karir, tampan dan masih muda juga pasti banyak wanita di luar sana yang mau sama mas, kenapa mas malah milih aku" kiara bertanya panjang lebar pada kiara
" untuk mencintai seseorang itu tidak butuh alasan kiara, mas sendiri juga gak bisa mengatur hati mas buat cinta sama siapa.
yang jelas hati mas sudah memilih kamu buat jadi pendamping mas
mas juga gak tau kenapa tiba-tiba hati mas memilih kamu untuk menjadi wanita yang mas cintai, semuanya tumbuh begitu saja dan semakin kesini perasaan mas sama kamu semakin dalam "
" apa mas yakin tidak ada hati wanita lain yang tersakiti karena pertunangan kita? "
" sebelum mas di jodohkan sama kamu maa audah tidak punya hubungan spesial dengan wanita manapun jadi tidak akan ada yang tersakiti"
kiara mencerna setiap ucapan yang keluar dari mulut keenan
kiara merasakan ketulusan hati keenan kepadanya
" kalau setelah kita menikah terus kita gak cocok gimana? tanya kiara
" tidak ada pasangan yang cocok, tugas kita adalah mencocokkan ketidak cocokan kita, menerima kekurangan pasangan kita apapun itu, tidak ada pasangan yang tidak pernah bertengkar pasti akan selalu ada kerikil kecil yang menerpa setiap rumah tangga, itu kembali lagi kepada diri kita yang menanggapinya" keenan menjawab dengan tegas
kiara terhenyak mendengar jawaban keenan yang membuat hatinya begitu tenang
ternyata keenan bukan hanya dewasa secara usia saja dalam pemikiraan juga dia sudah dewasa sekali
kiara terpaku tak bisa berkata apa-apa lagi
yang ada di dalam isi hatinya saat ini adalah dia harus berusaha membuka hatinya untuk keenan sepenuhnya
karena jujur saja saat ini belum ada lain di hatinya untuk keenan hanya sebatas rasa kagum dan sedikit rasa nyaman ketika berada di samping keenan
mungkin dengan seiring berjalannya waktu semua bisa berubah termasuk dengan perasaan kiara yang sebatas hanya mengagumi akan menjadi cinta dan kasih sayang untuk keenan dengan tulus
" malah bengong, masih ragu sama mas? keenan bertanya dengan tatapan tajamnya sembari meneoikan mobilnya di pinggir jalan
" engga, aku udah yakin sekarang sama mas keenan" kiara tertunduk malu
CUP
__ADS_1
keenan mengecup kening kiara begitu lembut
" mas sayang sama kamu kiara, mas tidak memaksa kamu akan membalas perasaan mas sekarang hanya sekedar melihat kamu tersenyum untuk mas saja, mas bahagia" keenan memeluk kiara dengan penuh cinta
" shhhiiiitttt... kenapa di peluk keenan rasanya nyaman banget" aroma tubuh keenan seakan menusuk indera penciuman kiara dan itu membuat kiara enggan melepaskan pelukan itu
jantung kiara semakin berdegup kencang seakan mau meledak saar itu juga
kiara menghela nafas agar perasaannya saat ini tidak di sadari oleh keenan
" makasih ya kamu sudah yakin sama perasaan mas sama kamu, mas akan tetap menunggu sampai kamu bisa membuka hati buat mas" keenan mengelus pipi kiara dengan lembut
" yaa TUHAN kenapa keenan semanis ini sama gue, meleleh kan gue sekarang" kiara bergumam dalam hatinya
" oh iya mas hampir lupa, mas kan belum simpen no ponsel kamu, masa no ponsel calon istri sendiri gak punya" keenan tersenyum sembari menatap kiara lekat
" yasugah mana ponsel mas biar aku yang simpan"
keenan menyerahkan ponsel mahalnya kepada kiara
" udah aku simpan yaa, " kiara mengembalikan ponse keenan
" yasudah kita jalan lagi ya, bentar lagi sampai rumah kamu lho, gak kerasa ya" keenan mulai melajukan kembali mobil sportnya
sesampainya di rumah keenan hanya mengantar kiara sampai depan rumah saja karena tidak ingin menggangu calon mertuanya yang sedang beristirahat
" tolong pamitin sama om dan tante ya mas gak masuk dulu gak enak udah malem banget,
mmmmm,, mulai besok mas yang akan antar jemput kamu ke kampus ya, kamu keberatan gak? " keenan menggenggam tangan kiara
" ya engga lah malah bagus jadi aku gak usah keluar uang buat beli bensin" kiara tertawa
" dasar kamu tuh" keenan mengacak rambut kiara gemas
ya sudah mas pulang ya,
keenan kembali mengecup kening kiara sontak saja membuat kiara terdiam dengan senyuman terbaiknya
"iya hati-hati bawa mobilnya ya"
keenan melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah mewah kiara
kiara tetap memandangi calon suaminya itu sampai mobilnya tak terlihat oleh pandangannya
kiara bergegas masuk ke dalam rumahnya dan langsung menaiki anak tangga menuju kamarnya di lantai atas
kiara merasa seluruh tulang sendinya rontok karena perjalanan dari bogor ke jakarta cukup melelahkan
__ADS_1