Suami Untuk Kiara

Suami Untuk Kiara
Dokter Raisa


__ADS_3

pagi ini setelah memastikan keenan benar-benar pergi ke kantor kiara dan kedua sahabatnya berangkat menuju rumah sakit pelita kasih untuk menemui dokter raisa


kiara membawa hasil tes kesuburan miliknya dan milik keenan tak lupa juga dia membawa semua tespack yang sudah dia gunakan kemarin untuk mengecek kehamilannya


karena pagi ini bukan jadwal praktek dokter raisa kiara langsung masuk ke dalam ruangan dokter raisa sedangkan viola dan denis menunggu di kantin rumah sakit karena mereka belum sempat sarapan


"selamat pagi dok maaf dokter harus repot-repot datang ke rumah sakit meskipun tidak ada jadwal praktek" ucap kiara sopan


"tidak apa-apa bu hari ini saya free bisa luangkan waktu untuk pasien saya, jadi gimana ada keluhan apa bu kiara?" tanya dokter raisa


kiara menceritakan semua yang kenahen yang terjadi mulai dari menceritakan hasil tes kesuburan keenan dan memberikan hasil tes sebagai bukti juga tiba-tiba kiara yang hamil saat ini itu sangat tidak mungkin karena dari hasil tes kesuburan kemarin sudah jelas bahwa keenan tidak bisa untuk memiliki keturunan


kiara pun memberikan tespack yang sudah kiara gunakan kemarin


dokter raisa pun sama mendapat kejanggalan dari semua ini kalau memang benar-benar keenan tidak subur otomatis kiara juga tidak akan mengandung saat ini


"apa ada kesalahan dalam tes kemarin dok? jujur saja saya takut untuk memberitahukan kabar bahagia ini kepada suami saya karena saya takut suami saya akan berpikiran yang macam-macam dok" ucap kiara dengan suara sedikit bergetar


"ya saya mengerti dengan perasaan ibu saat ini, saya juga cukup heran dengan kejadian ini tidak mungkin ibu kiara hamil kalau pak keenan tidak subur kecuali ada oknum yang menukar sample milik pak keenan sebelum melakukan tes itu" sahut dokter kiara


"apa mungkin hal itu terjadi di rumah sakit ini dok dengan penjagaan yang cukup ketat dan sangat privasi, bagaimana bisa ada seorang oknum ada yang menyusup?" tanya kiara heran


"sebenarnya beberapa tahun yang lalu sempat terjadi juga kejadian seperti ini bu, ada petugas lab yang bekerja sama dengan orang luar dan mungkin saja hal ini juga terjadi dengan kasus ibu, nanti saya coba lihat cctv saat pak keenan akan melakukan tes itu" jawab doktre raisa lugas


"maaf ya dok saya jadi dua kali merepotkan dokter saya tidak tahu harus bercerita kepada siapa lagi selain kepada dokter, oh ya apa bisa di cek keadaan kandungan saya dan berapa usia kandungan saya saat ini dok?"


"itu sudah menjadi kewajiban kami bu kalau sampai benar ada oknum di rumah sakit yang merugikan pasien pasti itu sudah menjadi tanggung jawab kami untuk mengurusnya.


baiklah silahkan ibu berbaring terlebih dahulu biar saya cek dulu"


kiara membaringkan tubuhnya di atas ranjang pasien


dokter raisa pun mulai menempelkan transducer ke perut kiara yang sudah si olesi cairan seperti jel


dokter raisa mulai menggerakan transducer ke semua permukaan perut kiara untuk mengetahui kondisi janin dalam perut kiara


setelah selesai kiarapun duduk kembali berhadapan dengan dokter raisa

__ADS_1


"usia kandungan ibu baru tiga minggu masih berukuran sangat kecil tapi kondisi janin ibu sehat dan banyak-banyak memakan makanan yang bergizi jangan terlalu stres, ibu hamil harus happy jangan banyak pikiran ya bu" ucap dokter raisa


"tapi jujur saja dok saya masih kepikiran tentang hasil tes itu, harusnya kehamilan saya menjadi kabar bahagia tapi tidak untuk saat ini" sahut kiara sendu


"tenang saja bu saya akan membantu semampu saya, jangan terlalu di pikirkan ingat di dalam perut ibu sudah nyawa yang harus ibu jaga" ucap dokter raisa tulus


"baik dok terima kasih sudah mau membantu dan maaf saya sudah banyak merepotkan, saya permisi dulu dok" kiara berpamitan dan menjabat tangan dokter raisa


kiara berjalan gontai di lorong rumah sakit ingin sekali mengatakan kepada keenan kabar bahagia ini tapi dengan sikap keenan yang tempramental dan tidak bisa berpikir jernih kiara takut akan terjadi hal buruk pada janinnya


kiara mengelus perutnya yang masih rata, kiara masih tidak percaya akan menjadi seorang ibu kiara bahagia karena di beri kepercayaan untuk mengandung dan merasakan bagaimana rasanya melahirkan


"maafkin mommy yang masih belum bisa mengatakan kehadiranmu kepada daddy ya sayang, sehat-sehat di dalam perut mommy ya" gumam kiara sambil mengelus perutnya yang masih rata


sedangkan di kantin rumah sakit viola dan denis sudah mulai cemas karena kiara belum juga datang menemui mereka padahal mereka memunggu sudah satu jam lebih


denis memutuskan untuk menelfon kiara menanyakan apa urusannya sudah selesai apa belum


denis mengajak viola untuk ke lobby rumah sakit karena kiara sudah menunggu disana


"ki lu kenapa kok sedih gitu mukanya?" tanya viola yang baru datang di lobby rumah sakit


"kita ke taman yang dekat kampus aja kalau jam segini pasti masih sepi" timpal denis


akhirnya mereka bertiga pergi ke taman yang tadi denis sebutkan


kiara mengirim pesan kepada keenan kalau dia sedang jalan-jalan bersama kedua sahabatnya


saat di jalan kiara melihat penjual rujak di pinggir jalan


kiara menyuruh denis menepikan mobilnya sebentar untuk membeli rujak itu


"lu gak salah ki mau makan rujak? lu belom sempet sarapan kan tadi?" tanya denis heran


"gue lagi gak nafsu makan nasi, gue lagi kepengan makan rujak ini" sahut kiara yang sudah memegang satu kantong plastik rujak di tangannya


"ki jangan-jangan lu......?" tanya viola menggantungkan ucapannya

__ADS_1


"jangan-jangan apa?" tanya denis


"hamil bambang" sahut viola membulatkan matanya


sedangkan kiara tidak peduli dengan ocehan kedua sahabatnya dia asik memakan rujak dengan lahapnya


viola dan denis merasa heran dengan tingkah kiara karena setau mereka kiara tidak menyukai rujak sama sekali


denis berhenti di taman dekat kampus dan benar saja suasana disana masih sangat sepi


"ki lu mau ngomong apa sih sebenernya?" tanya viola penasaran


"lu tuh kayak ngajak orang mojok tau gak, mau ngomong ngajak ke tempat sepi ada-ada aja" sahut denis


"kalian janji ya ini rahasia ini cuman kita bertiga yang tau selain dokter raisa, keenan pun jangan dulu tau masalah ini dan...." kiara menggantungkan ucapannya


"dan apa? ngomong tuh jangan setengah-setengah cumi" sentak denis


"gue hamil" ucap kiara


"tuh kan feeling gue bener selamat ya ki, bentar lagi gue sama denis bakal punya ponakan" viola memeluk kiara antusias


"tapi tunggu dulu kenapa lu mau rahasiain kehamilan lu sama keenan?" tanya denis penasaran


kiara mulai menceritakan apa yang ingin dia sampaikan kepada kedua sahabatnya dengan sangat detail dan menunjukan hasil tes kesuburan waktu itu


viola dan denis pun mengerti kenapa kiara ingin merahasiakan kabar bahagia ini kepada keenan


"terus apa yang bisa kita bantu?" tanya denis


"gue udah minta bantuan sama dokter raisa tadi, mudah-mudahan dokter raisa bisa membantu" sahut kiara menghela nafas


"tapi harus nunggu sampai kapan ki pasti bakalan lama dokter raisa kan gak tiap hari stay di rumah sakit, tapi kalau lu ada kenalan dokter yang stay di rumah sakit itu tiap hari pasti akan lebih mudah" sahut denis


"gue ada sih kenalan dokter disana tapi gue gak yakin bisa minta bantuan sama dia" ucap kiara datar


"siapa?" tanya viola

__ADS_1


"adrian" sahut kiara


__ADS_2