Suami Untuk Kiara

Suami Untuk Kiara
MAIN PLAYSTATION


__ADS_3

setelah sampai di rumah kiara bergegas masuk dan menaiki anak tangga menuju lantai atas dengan membawa satu kantong belanjaan yang lumayan besar


kiara sampai lupa kalau dia meninggalkan calon suaminya yang masing berdiri di teras rumah


kiara kembali menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa


sesampainya di teras depan rumah kiara melihat calon suaminya yang menatap tajam ke arah nya


" mas maaf tadi aku buru-buru masuk ke dalam kiarin mas ngikutin aku di belakang " ucap kiara


" mas tau diri lah, sama yang punya rumahnya aja di cuekin mana berani masuk gitu aja " keenan menjawab dengan nada datar


" maaf " kiara bergelendot di pundak keenan


ayo masuk " ajak kiara


" boleh masuk nih " tegas keenan


" boleh atuh aden kasep " kiara meledek keenan dengan mengikiti gaya bicara mang ucup


" kami tuh bisa-bisanya ngelupain mas yang segede gini" keenan menggelengkan kepalanya


" iya, iya maaf jangan di bahas lagi atuh" kiara cemberut


kiara dan keenan bergandengan menaiki tangga menuju lantai atas


disana sudah ada viola dan denis yang tengah asik bermain playstation


" ngapain sih lu mondar mandir , udah kayak setrikaan aja" ucap denis kesal


" ada yang ketinggalan " jawab kiara merebahkan tubuhnya di atas sofa


" eh ada bang keenan, mau ikut maen bang?" sapa denis


" jadi yang lu maksud ketinggalan itu bang keenan? kebangutan lu mah " denis berdecak


sedangkan keenan hanya tersenyum mendengar ucapan denis dan merebahkan dirinya di samping kiara


" kamu mau minum apa mas? biar di bikinin sama bi tuti" tanya kiara


" apa aja terserah " keenan menjawab dengan ekspresi wajah datarnya


" kamu masih marah kok jutek gitu " kiara menatap keenan lekat


" engga, aku capek" sahut keenan singkat


kiara pun berjalan ke arah dapur dia berniat membuat minuman untuk calon suaminya agar keenan tidak marah lagi padanya


" biar bibi saja yang buat non? " sahut bi tuti mengambil gelas di tangan kiara


" gapapa bi biar kia aja yang buat sekalian belajar, bibi bikinin minuman buat viola sama denis aja mereka ada di atas" ucap kiara yang fokus membuat minuman keenan


" hanya berdua saja non? " bi tuti kembali bertanya


" sama mas keenan, ini kia bikinin minuman buat dia biar gak marah lagi" bisik kiara


" pantas saja mau buat minuman sendiri" gumam bi tuti dalam hati


mereka berdua berjalan menuju lantai atas dengan membawa gelas berisi jus jeruk di tangan masing-masing


" makasih ya bi" ucap viola sedangkan denis fokus pada playstationnya


" ini buat kamu mas aku yang bikin lho" ucap kiara tersenyum


" emang tangan kamu udah gak sakit" tanya keenan


" gapapa cuman buat apa minum doang mas " jawab kiara


" itu tangan lu kenapa cong? kok lebam gitu? bang keenan ngapain kiara?" tanya viola yang menatap sinis kearah keenan


" bukan gara-gara mas keenan vi" seloroh kiara

__ADS_1


" terus siapa? tanya vio penasaran


" tadi gue ketemu orang gila di depan kampus tapi udah lah gak usah di bahas bikin badmood" sahut kiara


viola mengerti dengan maksud kiara yang mengedipkan matanya sebelah dia tidak ingin merusak suasana karena membahas mantan kekasihnya itu apalagi raut wajah keenan sekarang terlihat masam dan jutek


" mas mau maen gak? ayo sama aku kalau mau" ajak kiara yang ingin mencairkan suasana supaya tidak kaku


" ayo siapa takut, yang kalah di hukum ya" ucap keenan dengan senyuman sinis


kiara meng'iya'kan saja ucapan keenan agar keenan tidak marah lagi padanya


karena kiara tidak suka melihat raut wajah keenan yang jutek


seperti singa lapar yang mau melahap makanannya, ngeerriii


keenan dan kiara pun asik memainkan playstationnya


sementara viola dan denis hanya menjadi penonton dan memakan cemilan yang kiara beli


hingga akhirnya keenan harus bisa menerima kalau dia di kalahkan oleh calon istrinya itu


" kamu mah curang" umpat keenan


" kamu yang gak bisa maen, kasih hukuman apa yaa" kiara berpikir sejenak


sebelum kiara mendapatkan ide yang tepat untuk menghukum keenan, keenan malah menghindar dan lari terbirit-birit agar tidak tertangkap oleh kiara


" dasar bocah" umpat denis dan viola bersamaan


" cong cabut aja yok? udah kayak obat nyamuk kita disini mandorin orang pacaran" ajak denis pada viola


" ayo, biarin gak usah pamit biar si oncom puyeng nyariin kita " umpat viola


viola dan denis akhirnya pulang meninggalkan pasangan yang sedang di mabuk cinta itu


sedangkan kiara dan keenan terlalu asik dengan ulah mereka yang seperti anak kecil rebutan mainan


" ampun, ampun... udah gak kuat geli" pinta keenan yang mencoba menghentikan ulah kiara


seketika kiara terhenyak karena kedua sahabatnya menghilang


" kok vio sama denis gak ada? " gumam kiara


" marah kali kita cuekin makanya pada pulang" sahut keenan


" kamu sih " kiara mencubit perut keenan


" apaan, kamu yang mulai... udah ah stop aku capek " keenan mendudukan tubuhnya di atas sofa dengan nafas yang terengah-engah


mereka merebahkan tubuhnya di atas sofa karena kelelahan lari kesana kemari seperti gangsing


keenan melirik ke arah lengan kiara yang lebam


" sayang,, tangan kamu kok bengkak" ucap keenan


" masa sih" jawab kiara


" coba liat sini,,, sakit gak?" kiara menekan tangan lebam kiara yang membengkak


" aawwww... sakit mas" kiara meringis


" mas olesin minyak urut ya biar bengkaknya berkurang" ucap keenan


kiara mengangguk


keenan dengan telaten mengolesi minyak urut di lenngan kiara yang bengkak


" mas... kamu gak balik lagi ke kantor? tanya kiara


" engga, kerjaan mas sudah selesai dari sebelum makan siang" keenan berkelit sebenernya semua urusan kantor dia serahkan kepada bagas asisten pribadinya

__ADS_1


" kita makan yuk mas aku laper " ajak kiara kepada keenan


" memang gapapa mas makan disini? tanya keenan


" tadi pagi aja kamu sarapan disini" seloroh kiara


keenan menggaruk tengkuknya yang tak gatal


keenan dan kiara berjalan menuju ruang makan di lantai bawah


keenan terus menerus melihat jam yang melingkar di tangannya


kiara mulai heran entah ada apa dengan cLon suaminya itu


" kamu kenapa sih mas ngeliatin jam terus dari tadi, ada janji sama orang? selidik kiara


" iya mas ada meeting sore ini " jawab keenan ragu


" bukannya urusan kantor sudah beres dari tadi siang " tanya kiara heran


" iya, tapi kalau urusan meeting harus mas sendiri yang turun tangan gak bisa di handle sama bagas" keenan mencoba menjelaskan


"oh" jawab kiara singkat


" sini mas suapin makannya tangan kamu masih sakit kan" keenan mengambil piring yang sudah berisi nasi dan lauknya


entah mengapa kiara merasa ada yang keenan sembunyikan darinya


kiara lebih memilih diam karena bicara pun percuma keenan pasti akan mengelak


terdengar ada suara panggilan telfon masuk dari ponsel keenan


entah siapa yang menelfon sampai keenan harus menjauh untuk menjawabnya


keenan pun menjawabnya dengan suara berbisik-bisik seakan tidak ingin di ketahui kiara


" sayang,, maaf ya mas gak jadi makan disini klien mas udah menelfon barusan " ucap keenan


" iya" jawab kiara ketus


" yasudah mas pulang ya " keenan pergi begitu saja meninggalkan kiara


kiara merasa keenan sedikit berubah berbeda dengan sikap sebelumnya yang begitu manis padanya sedangkan kali ini keenan begitu dingin


kiara menyimpan banyak pernyataan dalam pikirannya


kiara merasa hatinya tidak rela kalau keenan harus membohonginya


tak ingin lama-lama memikirkan hal yang belum pasti kiara memutuskan menelfon kedua sahabatnya


tuuut... tuuuttt... tuuuttt


" com lu dimana? tanya kiara kepada denis


" di tempat nongkrong, kenape lu nyari gue tadi aja gue di kacangin " umpat denis


" sorry, sorry...


viola sama elu gak?


" iya disini, eh sekarang mau ada balapan lagi lu mau ikutan kagak? kalau mau gue daftarin sekarang " tanya denis


" oke... gue siap-siap sekarang"


kiara mematikan sambungan telfonnya dan bersiap-siap pergi ke tempat balapan


" daripada gue dongkol sendiri mendingan gue balapan, bodo amat si keenan mau kemana, dia juga gak peduli sama gue" umpat kiara dalam hati


kiara mengendarai motor sport miliknya menuju tempat balapan, rasa sakit di lengan kiara yang masih bengkak sama sekali tidak dia rasakan


lebih dominan rasa kesal di dalam hatinya karena tiba-tiba keenan mengacuhkannya

__ADS_1


__ADS_2