Suami Untuk Kiara

Suami Untuk Kiara
Permohonan Keenan


__ADS_3

"keenan layak mendapatkan kesempatan kedua bukan? jangan menyiksa diri sendiri kalau lu emang gak bisa jauh dari suami lu kiara, di mimpi aja lu masih menyebut nama keenan, rasa cinta lu sama keenan dalem banget gue bisa liat itu" ucap bianca


"kenapa rasa cinta gue lebih besar dari rasa kecewa gue sama keenan bi, gue bodoh karena terlalu cinta sama keenan" isak Kiara dengan airmata yang masih menetes membasahi pipinya


"cinta gak pernah tau pada siapa dia akan berlabuh bahkan sebrengsek apapun keenan kalau hati lu hanya memilih untuk cinta sama keenan lu bisa apa? sekuat apapun lu berusaha menjauh kalau hati lu masih terikat sama hati keenan percuma itu cuman buat lu dan keenan semakin sakit, pikirin baik-baik ucapan gue inget ada anak kalian di dalam perut lu"


setelah puas mengeluarkan isi hatinya kiara dan bianca kembali tidur


rasa kecewa di hati kiara memang kalah oleh rasa cintanya yang begitu besar kepada keenan namun kiara tak ingin memaafkan keenan begitu saja, kiara ingin keenan berubah menjadi lebih dewasa dalam menyikapi setiap masalah


kiara percaya bahwa keenan begitu mencintai kiara namun rasa cemburu keenan yang membutakan mata hati keenan sendiri


untuk saat ini biarlah berjalan seperti air mengalir kiara ingin melihat kesungguhan keenan untuk mempertahankan rumah tangganya benar-benar berubah menghilangkan sedikit saja sifat tempramentalnya kiara juga tak ingin egois dia juga mengingat bayi yang ada di dalam kandungannya saat ini, kiara tidak ingin saat bayi nya lahir nanti dengan keadaan kedua orang tuanya yang tak lagi bersama


pagi ini keenan bangun lebih awal membiasakan untuk melakukan aktifitas seperti yang kiara lakukan setiap pagi, mulai dari menunaikan ibadah sholat subuh dan membuat sarapan sendiri untuknya meskipun hanya membuat sandwich karena hanya itu yang keenan bisa


setelah selesai keenan langsung berangkat menuju apartemen bagas sesuai rencananya bukan sekedar untuk menjemput bagas namun ingin bertanya keberadaan kiara kepada viola


ting nong


ting nong


"bang keenan tumben kesini pagi-pagi" sapa viola saat membuka pintu


"mampir aja sekalian ajak bagas berangkat bareng" sahut keenan santai


"yauda masuk bang" ajak viola


"tunggunya vio panggilin bagas dulu"


viola masuk ke dalam kamarnya untuk memberitahu bagas kalau ada keenan sedang menunggunya


"sayang ada keenan, kalau dia tanya-tanya soal kiara gimana? takut keenan curiga nanti" ucap viola


"santai aja sayang, jawab aja kiara lagi menenangkan diri kalau kamu jawab gak tau pasti keenan akan tambah curiga, ayok keluar" bagas menarik tangan viola untuk menemui keenan


"bos tumben kesini pagi-pagi" ucap bagas pura-pura tidak tahu maksud kedatangan keenan


"gue mau nanyain kiara sama bini lu, vio bisa bantu gue kan?" jawab keenan to the point


"mau tanya abang? pasti gue jawab apapun yang gue tau" sahut viola


"kiara tinggal dimana sekarang? gue mohon jujur gue janji gak bakalan sakitin kiara lagi, gue nyesel vi" mohon keenan

__ADS_1


"lu sadar gak bang apa yang udah lu lakuin sama kiara? bisa-bisanya lu berpikir kalau anak yang kiara kandung bukan anak lu, lu sama aja udah ngerendahin harga diri kiara gak rela gue muka kiara sampe lebam karena ulah lu, masih mending gue, denis sama bianca gak laporin ke polisi karena tindakan KDRT" viola mengekuarkan unek-uneknya yang selama ini dia tahan


"ya gue sadar gue salah, gue udah keterlaluan sama istri gue, tapi demi Tuhan gue nyesel apapun akan gue lakuin agar kiara maafin gue"


"gue aja gak bisa maafin lu apalagi kiara" ketus viola


"vi come on, kasih tau kiara dimana?" pinta keenan


"kiara ada di tempat yang aman lu gak usah khawatir, dia gak akan kelaparan ataupun ngerasa kesepian" sahut viola meninggalkan keenan dan bagas


keenan menghela nafas panjang buang-buang waktu dia untuk datang ke apartemen bagas namun viola tak mengatakan dimana kiara tinggal saat ini


keenan menatap bagas mencoba mencari solusi untuk lebih mudah mengetahui keberadaan kiara saat ini


sudah hampir gila keenan tanpa kiara selama satu minggu ini


berbeda dengan kiara yang terbangun dengan keadaan yang lebih baik hatinya merasa lebih tenang


kiara tersenyum melihat bianca yang maaih terlelap di sampingnya


kiara beranjak dari ranjangnya menatap satu persatu foto dirinya bersama keenan


kiara mengusap wajah keenan di dalam foto itu terlihat sangat tampan dengan senyumannya


kiara segera membersihkan diri di kamar mandi, kiara ingin menyiapkan sarapan untuk bianca sebagai ucapan terima kasihnya karena sudah mau menemani kiara tinggal di villa itu


kiara langsung turun ke dapur setelah selesai memakai baju dan memoles riasan tipis di wajahnya


pukul sepuluh pagi bianca terbangun dan tak melihat kiara di sampingnya bianca bergegas turun dari kamar untuk mencari kiara


namun bianca menajamkan matanya ketika melihat kiara sedang memasak


wangi masakan sampai menyeruak di dalam hidung bianca


"lu udah ngerasa lebih baik ki?" tanya bianca


"iya dong, gue gak mau nangis lagi capek, kasian air mata gue nanti abis" kiara terkekeh


"lu gak lagi kesambet kan? tanya bianca penasaran


"engga lah, ngaco aja lu" seloroh kiara menyiapkan makanan di ataa meja


***ddrrttttt

__ADS_1


ddrrtttt***


ponsel bianca berdering panggilan video dari viola


bianca langsung memberikan ponselnya kepada kiara


"***hai vi i miss you so"


"i miss you too ki, keenan barusan kesini loh"


"masa"


"dia nanyain lu tinggal dimana sekarang"


"terus lu jawab gimana?"


"mau tau aja apa tau banget"


"kurang ajar, awas lu ya kalau ember gue mau ngerjain keenan dulu biar dia stres"


"lu gak percaya sama gue"


"iya, iya gue percaya***"


kiara dan viola asik berbincang melalui panggilan video sedangkan bianca pergi ke kamar mandi untuk mandi terlebih dahulu sebelum sarapan


tiga puluh menit berlalu akhirnya kiara memutuskan panggilan videonya setelah meminta viola untuk datang akhir pekan ini


siang ini keenan sengaja menemui papi adi di kantornya untuk memaksa papi nya mengatakan dimana dia menyembunyikan istri nya


keenan yakin bahwa papi adi yang sengaja menyembunyikan kiara agar sulit di ketahui keradaannya oleh keenan


"pi keenan mohon kasih tau dimana kiara sekarang" ucap keenan sedikit memohon


"papi gak tau kiara dimana keenan, sudahlah papi sibuk ada meeting" papi adi hendak pergi meninggalkan keenan namun tangannya di cekal oleh keenan


"keenan mohon, papi mau keenan gila karena berpisah terlalu lama dengan kiara?" ancam keenan


"papi gak percaya kamu akan gila tanpa kiara" ejek papi adi


"kenapa?" keenan mengerutkan dahinya


"kamu pernah bilang kan gak bisa hidup tanpa kiara, ini udah hampir dua minggu kiara minggat kamu masih bisa bernafas" ucap papi adi tersenyum sinis

__ADS_1


__ADS_2