Suami Untuk Kiara

Suami Untuk Kiara
Pendekatan viola dan bagas


__ADS_3

setelah menyelesaikan semua urusan kantornya bagas menghampiri viola yang masih asik duduk di sofa dengan memainkan game di ponselnya


bagas memandang viola dengan tersenyum sangat manis membuat hati viola merasa tidak karuan


viola merasa begitu heran melihat sikap bagas yang sedikit mulai berubah dari yang dingin seperti es sekarang sudah mulai mencair


" jangan melihat aku seperti itu, nanti naksir lho " viola menggoda bagas


" kalau sudah naksir bagaimana? " sahut bagas semakin mendekatkan wajahnya ke wajah viola


DEG....


viola yang awalnya menggoda bagas malah dia sekarang yang salah tingkah


wajah viola memerah ketika mendengar ucapan bagas bahwa bagas sudah menyukainya


" what... gak mungkin bagas secepat itu bisa naksir sama gue. pria dingin seperti dia pasti gak bisa segampang itu jatuh pada seorang wanita apalagi baru pertama kali bertemu " batin viola yang belum bisa percaya begitu saja pada ucapan bagas


jantung viola semakin berdegup kencang melihat bagas memandangnya dengan tatapan penuh makna apalagi wajahnya dengan wajah bagas berjarak sangat dekat bahkan hampir saja kedua bibir mereka bersentuhan


" jangan bercanda, pekerjaannya sudah selesaikan ayok kita pulang " ucap viola menghindarkan wajahnya dari wajah bagas yang semakin mendekat


bagas bisa melihat viola yang mulai salah tingkah karena ulahnya


bagas tersenyum melihat viola yang semakin tertunduk malu dan wajah viola memerah seperti kepiting rebus


" iya sudah, ayok kita pergi " ajak bagas


bagas membereskan dahulu berkasnya yang masih berantakan di atas meja kerjanya


setelah selesai bagas dan viola pergi meninggalkan gedung mewah yang menjulang tinggi itu


bagas bergegas pergi ke parkiran untuk mengambil mobilnya sedangkan viola menunggu bagas di lobby kantor


" kita pergi makan sebentar gapapa ya, setelah itu saya antar pulang ? tanya bagas kepada viola yang sudah berada di dalam mobil


viola mengangguk tanda setuju dengan ajakan bagas


bagas menjalankan mobilnya menuju sebuah cafe x


di dalam mobil viola hanya terdiam tidak mengeluarkan suara sedikit pun


" kamu kenapa diam saja? tidak suka pergi sama saya? tanya bagas dengan fokus pada kemudinya


" bukan, bukan begitu hanya terasa sedikit aneh saja " sahut viola


" aneh gimana maksudnya? tanya bagas kembali menaikan sebelah alisnya


" gapapa, lupakan saja " sahut viola


"mmmmmmm,, aneh " batin bagas


mereka sampai di cafe x dan memesan beberapa makanan dan minuman


mereka langsung menyantap makanannya setelah semuanya tersedia di meja mereka


" vi.. pacar kamu marah tidak kalau kamu pergi sama saya? tanya bagas sembari mengunyah makanan di dalam mulutnya

__ADS_1


" kalau punya pasti marah tapi sayang aku jomblo " jawab kiara sedikit tertawa


" jadi kamu belum punya pacar kenapa? kiara aja sudah mau menikah? sahut bagas


" jelas aja kiara udah mau di nikahin orang dia di jodohin sama kedua orang tuanya sama keenan " ucap viola santai


" jadi mereka di jodohin? kok saya baru tahu ini dari kamu ya bos keenan gak bilang apa-apa " sahut bagas kaget


mereka mengobrol panjang lebar, membahas obrolan yang membuat mereka semakin dekat dan tidak canggung lagi satu sama lain


" kata keenan kamu orangnya dingin tapi setelah kita ngobrol kamu asik juga ternyata " sahut viola sembari meminum es lemon tea miliknya


" sebetulnya keenan juga kaku dan dingin sama setiap wanita tapi setelah bertemu kiara dia jadi lebih agresif padahal sebelumnya dia pernah punya pacar tapi tidak sampai seperti ini " sahut bagas


" jadi kamu sama keenan satu frekuensi ya " ucap viola tertawa


" viola orangnya lucu, cantik dan gampang mencairkan suasana. kenapa gue bisa secepat ini deket dan sudah merasa nyaman sama dia" batin bagas yang terus memandangi wajah viola


bagas mengantarkan viola pulang ke rumahnya setelah selesai makan


di dalam perjalanan mereka melanjutkan kembali obrolan mereka yang sempat tertunda di cafe tadi


tak terasa mobil bagas sudah sampai di halaman rumah viola


" makasih ya udah nraktir makan plus nganter pulang " ucap viola tersenyum


" iya... " sahut keenan membalas senyuman viola


" mau mampir dulu?" tanya viola


" langsung pulang aja ya gak enak udah malem " jawab keenan


" kenapa? tanya viola bingung


" aku boleh minta no ponsel kamu " bagas menyodorkan ponsel miliknya pada viola


viola menyimpan nomor nya di ponsel bagas kemudian dia bergegas turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah setelah mobil bagas meninggalkan rumahnya


*********


setelah urusannya selesai dengan davin, keenan mengajak kiara untuk ke toko perhiasan sebentar sebelum mereka pulang namun kiara sama sekali tak mengetahui rencana keenan ini


keenan membelikan sebuah cincin pernikahan kepada kiara dan sudah di pesan olehnya sejak jauh- jauh hari


flashback on


setelah menentukan tanggal pernikahannya dengan kiara


keenan langsung menemui kenalannya yang mempunyai sebuah toko berlian terbaik di kota jakarta


keenan meminta untuk di buatkan cincin berlian untuk dirinya dan kiara untuk acara pernikahannya nanti


" selamat siang tuan keenan " sapa sang pemilik toko berlian tersebut


" siang tuan hendri, saya ingin melihat beberapa cincin berlian untuk acara pernikahan saya satu minggu lagi " jawab keenan


" baik tuan, mohon tunggu sebentar " sahut hendri mengambil beberapa model cincin pernikahan

__ADS_1


keenan melihat-lihat cincin yang kiara inginkan namun keenan tak menemukannya


keenan memperlihatkan foto cincin yang kiara inginkan di ponselnya


dia meminta agar toko tersebut untuk membuatkan cincin seperti yang di foto itu


" saya ingin di buatkan cincin seperti ini bisa dan memakai ukiran nama di dalam cincinnya " ucap keenan


" sepertinya tidak mungkin tuan karena waktunya yang sangat singkat" sahut hendri sang pemilik toko


" saya akan bayar berapapun bahkan saya akan bayar 2 kali lipat asalkan cincin ini selesai sebelum acara pernikahan saya " ucap keenan sembari memberikan sebuah amplop berwarna coklat


sang pemilik toko berpikir sejenak ada perasaan tidak enak di dalam hatinya jika ia menolak permintaan keenan yang kekuasaannya sangat berpengaruh di kota ini


" baiklah akan saya usahakan, lalu ukuran cincin wanita nya bagaimana? tanya hendri


" ini saya sudah siapkan, ukurannya sama persis dengan cincin itu " sahut keenan


" baik tuan kami akan menghubungi anda segera kalau cincinnya sudah selesai "


" baik... terima kasih "


flashback off


" sayang kita mau kemana lagi? aku capek " ucap kiara


" temani mas sebentar ya, mas janji tidak akan lama " sahut keenan mengelus rambut kiara lembut


" iya, tapi mau kemana? " tanya kiara


" ikut saja, sebentar lagi sampai " jawab keenan


tak berselang lama mobil keenan sampai di parkiran sebuah mall terbesarr di kota jakarta


kiara menatap heran ke arah keenan


" kok ke mall kirain aku mau ke kantor temen kamu mas " ucap kiara


" iya temen mas di dalem, ayok turun " keenan dan kiara turun dari mobilnya


kiara menggandeng tangan keenan dan masuk ke dalam mall


kiara membulatkan matanya ketika keenan membawanya masuk ke dalam toko berlian terkenal


" mas ngapain kita kesini? " tanya kiara heran


" ayo masuk aja " keenan menarik tangan kiara masuk ke dalam toko tersebut


para pelayan membungkukan punggungnya saat keenan dan kiara masuk ke dalam toko itu


keenan langsung menemui tuan hendri sang pemilik toko berlian tersebut


" tuan hendri apa kabar? saya mau mengambil pesanan saya" sapa keenan sembari mengulurkan tangannya untuk bersalaman


" sudah saya siapkan tuan, mohon tunggu sebentar " titah tuan hendri


kiara masih penasaran sebenarnya pesanan apa yang keenan maksud

__ADS_1


kiara sama sekali tak pernah berpikir bahwa keenan akan membelikannya sebuah perhiasan tanpa mengajak dirinya


__ADS_2