Suami Untuk Kiara

Suami Untuk Kiara
FOTO PREWEDDING SEMPURNA


__ADS_3

pagi ini kiara bersiap-siap untuk menjemput viola rencananya mereka akan menemui vendor yang akan membantu persiapan pernikahan kiara dan keenan


kiara menggunakan salah satu mobil milik papi krisna untuk menjemput viola


" com tumben lu bawa mobil? udah mulai pensiun bawa motor sport? ledek viola


" lagi males bawa motor " jawab kiara yang turun dari bangku kemudinya


" nah lho kok malah keluar, jangan bilang lu nyuruh gue yang nyetir" ucap viola dengan tatapan tajamnya kepada kiara


" sekali-kali lu sopirin gue " sahut kiara tersenyum


viola melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang


sebetulnya viola akan membawa kiara menuju tempat foto prewedding yang di rencanakan oleh keenan


viola berpura-pura dengan alasan akan mengajak kiara menemui vendor


viola berharap kiara tidak akan marah setelah mengetahui rencanya bersama denis dan keenan


" maafin gue yaa com, ini semua buat kebaikan lu sama keenan " batin viola


kiara tampak sedikit kesal ketika melihat panggikan telfon masuk berulang kali dari keenan


kiara masih malas untuk memulai percakapan dengan keenan meskipum hanya lewat sambungan telfon saja


" ponsel ku bunyi terus di angkat napa, berisik banget dah " titah viola


" males ah nanti dia ngikutin kita lagi, gue males debat lagi sama dia " sahut kiara ketus


" keenan maksud lu? gak boleh begitu lah. dia kan calon suami lu bentar lagi lu meried lho sama dia. kalau ada masalah di omongin baik-baik jangan menghindar gitu " viola mencoba menasehati sahabatnya


" jadi ngantuk gue ngedenger ocehan lu" sahut kiara yang berpura-pura menguap


viola hanya menggeleng-gelengkan kepalanya


kiara memang keras kepala sulit untuk di nasehati


semuanya hanya bisa di lakukan sesuai dengan yang ada di dalam hatinya bukan karena paksaan orang lain


ddddrrrrttttt.... dddddrrrrttttt


" udah jalan belum cumi? gue sama bang keenan udah nyampe? Ucap denis kepada viola di balik telefon


" iya mas kita bentar lagi sampai , ini sudah di jalan " sahut viola yang berpura-pura menerima telfon dari orang vendor


detak jantuk viola berdegup lebih kencang dia takut rencananya akan ketahuan oleh kiara sebelum sampai lokasi foto preweddnya


" siapa com? tanya kiara


" mas rian, orang vendor yang urusin pernikahan elu " jawab viola yang fokus dengan kemudinya


" ngomong-ngomong ini kok gak nyampe-nyampe dari tadi, emang tempatnya dimana jauh bener? awas aja kalau lu ngerjain gue" ancam kiara dengan tatapan tajamnya kepada viola


" gausa bawel lu cumi, ikutin kata gue aja. gak mungkin juga gue nyulik elu " viola tertawa


sementara di lokasi foto prewedding keenan dan denis tengah sibuk mempersiapkan semuanya


keenan berniat akan meminta maaf terlebih dahulu kepada kiara dengan memberikan sedikit kejutan untuknya


keenan berharap semoga usaha keenan tidak akan sia-sia dan berjalan lancar seperti rencana awalnya

__ADS_1


viola menghentikan mobilnya di dekat sebuah danau di pinggiran ibu kota


suasana begitu sejuk dan masih asri karena terdapat banyak pepohonan di sekelilingnya


" ayok turun... " ajak viola


" udah sampe? jawab kiara


viola berjalan tanpa menjawab kembali pertanyaan kiara,


kiara mengekori langkah viola yang berjalan menuju lokasi tujuan


kiara sama sekali tak curiga dia sangat menikmati pemandangan indah di sekelilingnya


seketika kiara membulatkan matanya ketika dia melihat keenan dan denis yang sudah mematung di hadapannya yang letaknya tak terlalu jauh


" kok mereka bisa ada disini? lu beneran ngerjain gue ya? " tanya kiara heran


" gak usah banyak ngomong " viola menarik tangan kiara untuk mendekat ke arah keenan dan denis


kiara menatap begitu tajam ke arah keenan


sedangkan keenan hanya tersenyum melihat kedatangan calon istrinya itu


" sayang..." sapa keenan kepada kiara


kiara hanya memperlihatkan raut wajahnya yang masam tanpa menjawab sapaan keenan


" jangan manyun aja cumi, tuh laki lu udah nungguin lu dari tadi" sahut denis


keenan menarik tangan kiara lembut ke pinggiran danau


keenan menatap kiara lekat terlihat sekali rasa kesal dari wajah kiara kepada keenan


" kamu tuh nyebelin, ngeselin, rajanya cemburuan, kayak anak kecil " kiara memukuli keenan untuk meluapkan rasa kesalnya sembari memegang bunga yang keenan berikan untuknya


keenan menarik kiara ke dalam pelukannya, keenan mencoba meredam rasa kesal kiara dengan pelukannya yang membuat kiara nyaman


keenan mengecup kening kiara begitu lembut


" maafin mas ya, mas janji gak bakalan bikin kamu marah lagi, mas sayang sama kamu melebihi apapun " ucap keenan tulus


" iya aku maafin, aku juga gak bisa lama-lama marah sama kamu " sahut kiara dengan wajahnya yang sudah merona


" mas ada sesuatu buat kamu " keenan memberikan satu kotak berwarna merah kepada kiara


kiara membulatkan matanya ketika melihat isi di dalam kotak berwarna merah itu


kiara tidak menyangka keenan akan memberikan sebuah kalung berlian untuknya


seketika airmata kiara jatuh berhamburan membasahi pipi mulusnya


" makasih ya mas, sering-sering aja ngasih aku kayak begini " kiara tertawa


keenan membantu memasangkan kalung pemberiannya di leher jenjang milik kiara


" woyyyy pasangan bucin buruan siap-siap " teriak denis kepada keenan dan kiara


" memang ada apa lagi mas? " tanya kiara penasaran


" foto prewedding kita, mas sudah siapain semuanya" bisik keenan

__ADS_1


kiara tak menyangka keenan akan menebus semua kegagalan kemarin malah lebih sempurna dari yang kemarin kiara rencanakan


kiara segera bersiap-siap mengganti bajunya dan merias wajahnya di bantu oleh viola


sesi foto pun di mulai mereka berfoto dengan berbagai gaya


sosok gila kiara terlihat ketika melakukan adegan foto yang begitu konyol namun membuat keenan bahagia karena kiara sudah melupakan kemarahannya kepadanya


" mas foto bareng sama viola dan denis ya, mumpung ada mereka disini " pinta kiara memohon


keenan mengangguk sembari tersenyum


mereka mengambil beberapa gaya berfoto yang unik, terlihat sekali pancaran kebahagiaan dari mereka berempat


apalagi keenan kebahagiaan dia saat ini tidak bisa di lukiskan


keenan berharap setelah ini dirinya dengan kiara tidak akan bertengkar lagi


setelah selesai melakukan semua sesi foto mereka bersiap untuk pulang


jelas sekali terlihat raut wajah ceria kiara saat itu berbeda dengan tadi pagi yang memasang wajah masamnya


" bro thank's ya, semuanya berjalan lancar... sebagai bonus gue traktir kalian semua makan sepuasnya " ucap keenan antusias


" iye sama-sama bang lu kan udah jadi sohib kita juga apalagi kalau di traktir makan mah gaskeun lah " sahut denis tertawa


" com lu bawa mobil gue yak iring-iringan aja " ucap kiara


" siap nona " sahut viola


" tumben kamu bawa mobil? udah bosen bawa motor? tanya keenan meledek kiara


kiara hanya menatap keenan tanpa menjawab pertanyaannya


mereka pun pergi dengan kendaraanya masing-masing


mereka pergi menuju ke sebuah cafe karena akan menagih janji keenan yang akan neraktir mereka makan sepuasnya


kiara masih terdiam di samping keenan yang tengah fokus pada kemudinya


keenan menggenggam erat tangan kiara dengan tangan satunya yang tak memegang setir mobil


" sayang mas kangen sama kamu, seharian kemarin di cuekin rasanya hidup masmenatap ucap keenan lirih


kiara tertawa mendengar ucapan keenan


" emang enak di cuekin, sapa suruh cemburuan gak jelas" sahut kiara yang menatap ke arah keenan


seketika keenan menghentikan mobilnya


CUP


keenan mencium bibir kiara lembut


" itu hukuman buat kamu yang udah nyuekin mas kemarin " sahut keenan nakal


" dasar mesum" umpat kiara


" sayang hari ini jadi ya mampir ke rumah mas, tadi mami udah telfonin mas terus " ucap keenan sembari melajukan lagi mobil sportnya


" iyaaa..." jawab kiara

__ADS_1


keenan bergegas melajukan mobilnya ke arah kediaman orang tuanya


keenan dan kiara tidak ikut makan-makan dengan viola dan denis keenan hanya mentransfer sejumlah uang kepada denis untuk membayar makanan mereka, bonus sebagai rasa terima kasihnya karena telah membantu dirinya


__ADS_2