
kiara masuk ke dalam kamar tamu dan menguncinya dari dalam tak peduli dengan perutnya yang sudah keroncongan
kiara sedang tidak ingin melihat wajah keenan untuk saat ini
biarkanlah rasa kecewanya menghilang dengan sendirinya tanpa harus berdebat lagi dengan keenan
kiara memasangkan earphone di telinganya karena tidak ingin mendengar teriakan keenan dari luar yang terus memaksa ingin masuk ke dalam kamar
keenan menggedor pintu kamar tamu seperti orang kesetanan keenan benar-benar menyesal dengan apa yang sudah terjadi
akibat kebodohannya bisa saja kiara pergi meninggalkannya begitu saja
namun keenan masih bernafas lega karena kiara hanya mendiamkannya saja dan tidak meninggalkannya
"sayang mas mohon maafin mas jangan hukum dengan cara seperti ini kamu boleh siksa mas dengan cara yang lain tapi jangan seperti ini" keenan terus saja memohon di balik pintu berharap agar kiara segera memberi maaf untuknya
hampir satu jam keenan berdiri di depan pintu namun tetap saja kiara tidak membukanya
tanpa keenan ketahui ternyata di dalam sana kiara sudah tertidur pulas dengan earphonr yang masih menempel di telinganya percuma saja keenan berteriak sampai terdengar ke ujung dunia pun kiara tak akan mendengar
keenan melupakan kalau setiap kamar di apartemennya pasti ada kunci cadangannya
keenan bergegas mencarinya karena lupa menyimpannya dimana
keenan berlari kecil menuju ruang kerjanya dan membuka laci meja kerjanya ternyata memang disitu lah keenan menyimpan kunci cadangan setiap ruangan di apartemennya
tanpa menunggu lama keenan langsung membuka pintu kamar tamu
keenan merasa begitu bersalah ketika melihat pelipis kiara yang terluka karena ulahnya
keenan mencium luka di pelipis kiara karena kiara masih tertidur kalau sedang bangun mana berani keenan melakukannya
keenan menatap wajah kiara begitu dekat sampai hembusan nafas kiara tetasa di wajah tampan keenan
keenan meninggalkan kembali kiara yang sedang tertidur pulas dia takut kiara akan tambah marah ketika kiara terbangun ada keenan di sampingnya
biarlah kiara mendiamkannya asalkan itu membuat kiara sedikit menghilangkan kemarahannya
keenan mengecup kening kiara terlebih dahulu sebelum benar-benar keluar dari dan kembali mengunci pintu kamarnya
__ADS_1
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
sementara di dalam suatu ruangan di sebuah rumah sakit terbesar di jakarta seorang dokter sedang melamun memutar kembali ingatannya saat dulu masih mengenakan seragam putih biru
adrian terhanyut ke dalam kisah masa lalunya bersama kiara yang tak dapat dia lupakan sampai saat ini dan mungkin saja itu yang membuat adrian masih betah menyendiri sampai sekarang
flashback on
"ki nanti kita pulang bareng ya kakak tunggu kamu di depan pintu gerbang sekolah" adrian mengirim pesan singkat kepada kiara
"tapi bareng bianca sama justin ya kak, kayanya bakalan lebih seru deh kalau bareng mereka" kiara membalas pesan singkat adrian
"lu kenapa sih senyum-senyum sendiri begitu? kesambet lu ya?" tanya bianca yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik kiara
"adrian ngajak gue balik bareng bi nih chatnya" kiara memperlihatkan isi chatnya dengan adrian kepada bianca
"lu kenapa ngajak gue sama justin, lu berdua aja pulangnya biar makin romantis" bianca terkekeh
"bahaya kalau jalan berdua nanti yang ketiganya setan biar gak jadi fitnah juga" timpal kiara tertawa
"lu pikir lu mau pergi ke hotel pake segala ngomong biar gak ada fitnah segala, ada-ada aja lu
begitupun dengan kiara, bianca dan justin mereka sudah berjalan menuju gerbang sekolah dan sudah ada adrian yang menunggu disana
bianca berpura-pura mengajak justin ke toko buku agar tidak ikut pulang dengan kiara dan adrian
bianca ingin memberikan waktu berdua untuk kiara dan adrian tanpa gangguan darinya dan juga justin
"kalian yakin gak ikut sama kita?" tanya adrian kepada bianca dan justin
"engga kak kalian berdua aja ya kita harus cari buku dulu soalnya, urgent" jawab bianca tersenyum simpul
"ya udah kalau gitu kita duluan ya" adrian menarik tangan kiara agar berjalan beriringan dengannya
kiara hanya pasrah dan tidak menolak ajakan adrian
adrian berniat mengajak kiara ke sebuah taman di dekat sekolah mereka karena ada sesuatu yang ingin adrian bicarakan
kiara menurut saja tanpa banyak bertanya
__ADS_1
mereka berdua sudah duduk di bangku taman itu
"ki setelah lulus nanti kakak mau ngelanjutin sekolah kakak di Amerika dan kemungkinan juga kakak akan kuliah disana" ucap adrian
ada rasa kecewa di hati kiara karena akan berjauhan dengan adrian dalam waktu yang cukup lama
sejak beberapa bulan ke belakang memang kiara dan adrian sering menghabiskan waktu bersama hanya sekedar untuk mengobrol dan pulang sekolah bersama
mereka saling memberikan perhatian satu sama lain layaknya sepasang kekasih yang sedang di landa kasmaran
kiara merasa nyaman ketika berada dekat dengan adrian begitupun sebaliknya
namun mereka tak tahu apa itu cinta atau hanya sekedar rasa nyaman saja karena mereka sendiripun belum paham seperti apa cinta yang sebenarnya
"oh ya, wajarlah kalau kakak mau ngelanjutin sekolah kakak di amerika kakak kan pinter banget" sahut kiara dengan wajah polosnya
"tapi kenapa ya kakak ngerasa gak rela harus jauhan sama kamu, ngerasa akan ada yang hilang aja gitu" wajah adrian berubah menjadi sendu
"kakak harus semangat dong kan ini buat masa depan kakak juga kita masih bisa berkomunikasi kan entah lewat telfon, chat atau email juga" kiara mencoba menyemangati adrian
"tapi kamu masih mau kan nunggu kakak pulang sampai kakak selesai kuliah nanti, kakak janji setelah selesai kuliah orang pertama yang akan kakak temuin itu kamu bukan orang lain" adrian memberanikan diri untuk memegang tangan kiara
"maksud kakak nunggu gimana? aku gak ngerti kak" sahut kiara masih dengan wajah polosnya
"kakak gak mau kehilangan kamu kiara, kakak gak tau perasaan apa ini namanya tapi kakak gak bisa kalau kamu berdekatan dengan pria lain selain kakak" mohon adrian dengan wajah memelasnya
"kita masih kecil kak belum saatnya berbicara yang lebih jauh kia mau fokus sekolah dulu" jawab kiara menundukan kepalanya
"tapi janji ya kamu gak bakalan lupain kakak dan jangan pernah putus komunikasi dengan kakak walaupun kita jauhan, kakak janji setelah kakak pulang akan akan nemuin kamu sebagai orang pertama" ucap adrian yang di balas anggukan oleh kiara
mungkin itu hanya sebuah janji sepasang bocah SMP yang belum tau apa-apa yang belum mengerti apa itu cinta dan apa itu komitmen yang mereka tau hanya sekedar rasa nyaman dan tidak ingin berjauhan satu sama lain
flashback off
"kenapa kamu menikah secepat ini kiara bahkan aku masih saja mengharapkan kita menjadi sepasang kekasih dan menikah
mungkin dulu aku belum mengerti apa arti cinta yang sebenarnya tapi kenapa sampai detik ini hanya kamu yang membuat aku tidak bisa berpaling pada wanita lain" batin adrian
salah satu tujuan adrian kembali dan bekerja di rumah sakit di Jakarta pun sebenarnya adalah ingin segera menemui kiara dan menepati janjinya namun ternyata setelah sekian lama pertemuannya kembali dengan kiara malah mendapatkan kabar yang mengecewakan untuk adrian
__ADS_1
adrian yang saat ini masih menautkan hatinya untuk cinta pertamanya yaitu kiara namun kiara sudah memiliki suami