
"serius bener ngobrolnya, boleh gabung?" seru pria yang tiba-tiba berdiri di hadapan kiara dan bianca
kiara dan bianca menoleh ke arah pria yang menyapa mereka
DEG
"adrian? kenapa dia bisa ada disini? bahaya nih kalau keenan sampai tau" kiara bergumam dalam hatinya
bianca yang mengerti dengan perubahan wajah kiara pun jadi salah tingkah jika membiarkan adrian ikut bergabung bersama mereka takut terjadi salah paham antara kiara dan keenan tapi menolak pun rasanya percuma karena adrian sekarang sudah duduk di samping kiara tanpa menunggu persetujuan mereka
"hey kenapa kalian malah ngelamun? gak suka gue gabung sama kalian?" tanya adrian
"bu..bukan gitu tapi kita udah mau selesai makan siangnya, iya kan ki" bianca mengerlikan sebelah matanya memberikan isyarat kepada kiara
"iii...ya kita udah dari tadi disini, bi kita cabut sekarang aja yu?" ajak kiara yang sudah ingin berdiri namun tangan kiara di cekal oleh adrian
"tunggu kiara ada sesuatu yang mau aku omongin, please sekali ini saja" mohon adrian tanpa melepaskan tangannya
"aduh adrian gue mohon jangan jadi pebinor dong gue bisa di kubur hidup-hidup sama keenan" batin bianca begitu ketakutan
"kalau masalah handphone aku yang rusak gapapa mas keenan sudah beliin yang baru, kita duluan ya adrian" kiara menarik tangan bianca untuk meninggalkan restoran itu
"I miss you kiara, I miss you so much" teriak adrian yang membuat kiara dan bianca saling bertatapan karena kaget
bughhhh
tiba-tiba satu pukulan mendarat di pipi adrian dan darah segarpun mengalir dari ujung bibir adrian
"brengsek, masih berani lu ganggu istri gue hah?" bentak keenan dengan tatapan membunuhnya
adrian pun langsung membalas pukulan keenan dan terjadilah baku hantam di antara mereka jangan di tanya wajah keduanya yang sudah babak belur
adrian menatap keenan dengan senyuman mengejeknya dan tentu saja keenan yang sudah di bakar amarah menjadi semakin berapi-api keenan berniat untuk kembali memukul adrian namun di tahan oleh kiara
" sayang hentikan, please" mohon kiara
"kamu membela dia?" tanya keenan dengan suara penuh amarah
"no... kamu bisa gak sih segala sesuatunya di pikir dulu gak harus dengan emosi apa mau kalian saling tonjok-tonjokan sampai mati, iya?" bentak kiara melihat ke arah keenan dan adrian secara bergantian
"kalian gak malu jadi bahan tontonan orang-orang disini? dimana akal sehat kalian hah?" teriak kiara uang sudah semakin muak dengan tingkah keenan dan adrian
kiara memutuskan untuk pulang karena sudah tidak ingin terjadi lagi aksi saling baku hantam antara keenan dan adrian
kiara menarik tangan keenan untuk meninggalkan restoran itu yang sudah di kerumuni banyak orang
__ADS_1
kiara memberikan beberapa lembar uang kepada pelayan untuk ganti rugi semua kerusakan disana
"bi gue duluan" ucap kiara kepada bianca tak peduli dengan beberapa pasang mata yang memperhatikan kiara dan keenan yang sedang berjalan meninggalkan restoran
kiara mengambil kunci mobil keenan dari saku celananya karena tidak mungkin dalam keadaan seperti itu keenan memaksakan untuk menyetir mobil
"biar aku saja yang nyetir" ucap keenan namun tak di dengar oleh kiara
"masuk" titah kiara yang membuka pintu mobil untuk keenan
kiara mengitari mobil keenan dan duduk di kursi kemudi tanpa berbicara satu patah katapun
kiara segera melakukan mobilnya menuju apartemen
baru kali ini keenan melihat wajah kiara yang begitu datar tanpa ekspresi keenan takut ingin memulai pembicaraan dengan keduanya jadi memutuskan untuk diam dengan banyak sekali luka lebam di wajahnya dan ujung bibirnya yang sedikit sobek
sementara di restoran bianca membantu adrian yang masih tersungkur di lantai
bianca mencoba membantu adrian untuk berdiri dan berniat untuk membawa adrian ke tempat yang lebih sepi tanpa kerumunan banyak orang
setelah adrian masuk ke dalam mobil bianca menyempatkan untuk membeli obat untuk mengobati luka di wajah adrian terlebih dahulu
dan disinilah bianca dan adrian berada saat ini di taman kota yang tidak jauh dari restoran tadi
bianca membantu mengobati luka di wajah adrian
"awww, pelan-pelan dong sakit tau" ringis adrian
"lu gak ada niat buat ngehancurin rumah tangga kiara dan keenan kan?" tanya bianca penuh selidik
"kalau ada kesempatan kenapa tidak? lagian gue rasa kiara gak bahagia nikah sama tu cowok" jawab adrian enteng
"are you crazy? asal lu tau ya kiara dan keenan saling mencintai please jangan ganggu rumah tangga mereka" bianca mencoba mengingatkan adrian
"gue gila karena kiara bi, kalau saja waktu itu gue berani buat ngungkapin perasaan gue pasti kiara mau nungguin gue dan gak akan nikah sama cowok lain, dan sekarang gue gak peduli kalaupun harus merusak rumah tangga mereka, gue mau kiara jadi milik gue" tegas adrian
"wah lu bener-bener udah gak waras, wake up adrian... kalau lu bener tulus cinta sama kiara seharusnya lu ikut bahagia ketika melihat kiara bahagia meskipun bukan sama lu.
gue ingetin sama lu ya jangan sekali-kali lu bermain api kalau lu belum siap untuk terbakar, gue cabut lu obatin aja sendiri males gue" bianca pergi meninggalkan adrian sendiri di taman itu
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
"awwww... perih sayang pelan-pelan" ringis keenan yang sedang di obati oleh kiara
"manja, tadi pas maen tonjok-tonjokan gak kerasa sakit ataupun perih kan kenapa sekarang jadi lebay gini" kiara semakin kasar menekan kapasnya ke ujung bibir keenan yang terluka
__ADS_1
"niat buat ngobatin gak sih, gak ikhlas banget" sentak keenan sembari meringis menahan perih
"jangan ngedumel terus nanti lukanya gak sembuh-sembuh" timpal kiara
"kamu gak mau minta maaf sama mas?" tanya keenan yang sudah selesai di obati oleh kiara
"maaf tapi disini aku gak salah ya, aku lagi makan berdua sama bianca bahkan makanan kita sudah mau abis entah muncul dari mana tiba-tiba dia ikut duduk sama kita" kiara membela diri
"tapi kayaknya kamu happy deket sama dia apalagi dengan lantangnya dia bilang kangen sama kamu, kangen banget katanya" keenan berbicara dengan nada mengejek
"terus aku juga harus kangen sama dia? kamu seneng kalau aku juga kangen sama dia, gitu?" kiara melotot ke arah keenan
"awas aja kalau berani mas bikin kamu gak bisa jalan" bisik keenan di telinga kiara
"uwwhhh takut" kiara mengejek keenan
tanpa aba-aba keenan langsung mengangkat tubuh kiara seperti karung beras
keenan membawa kiara masuk ke dalam kamarnya dan menghempaskan kiara di atas ranjang mereka
keenan langsung menc ium dan mel umat bibir kiara yang sejak tadi sangat menggodanya keenan mere mas dua gundukan milik kiara yang begitu menantang keenan meng isap dalam-dalam aroma tubuh kiara dan dengan gairah yang sudah menggelora keenan meng ecup leher mulus kiara dan meninggalkan beberapa jejak kepemilikannya disana
keenan meraba paha mulus kiara dan perlahan meraba bagian inti kiara memainkan jari jemarinya disana yang masih di tutupi segitiga milik kiara
perlahan jari na kal keenan mulai memasuki goa milik kiara memainkannya dengan lincah di dalam sana
kiara menggeliat geli dan nikmat secara bersamaan
" sayang aaghhhh" de sah kiara
keenan melahap dua buah kenyal milik kiara mel umat dan meng hisap penuh dengan naf su keduanya saling menikmati permain panas di siang hari ini tanpa memperdulikan rasa perih di bibir keenan
" sayang, I want you" ceracau keenan yang sudah mulai menanggalkan semua pakaiannya dan pakaian milik kiara
kiara membalikan tubuh keenan hingga posisi keenan saat ini berada di bawah tubuh kiara
"aku yang pegang kendali sayang" bisik kiara nakal
**********
***dukungannya jangan lupa ya guys mohon tinggalkan jejak bagi yang sudah mampir
like, komen dan vote
hadiahnya juga di tunggu ya
__ADS_1
happy reading***