
setelah keenan berangkat ke kantor kiara bersantai di taman belakang rumah sembari menemani mami linda yang sedang menyiram tanaman
di usia kehamilan yang mau menginjak delapan bulan kiara jadi lebih sering ngemil kiara menjadi sangat cepat lapar tapi tidak begitu berselera untuk memakan nasi alhasil mami linda setiap hari harus menyiapkan cemilan dan membuat kue kesukaan kiara
"sayang jangan terlalu banyak makan nanti berat badan kamu berlebihan" ucap mami linda
"iya mi" sahut kiara dengan mulut yang masih penuh dengan makanan
"kamu belum membeli perlengkapan baby kan? sebentar lagi kamu lahiran loh sebaiknya mulai dari sekarang kamu siapin semuanya biar nanti gak kerepotan" mami linda mencoba mengingatkan kiara
"iya juga ya mi aku baru kepikiran sekarang, mami mau kan anterin aku belanja?" tanya kiara
"tentu saja mami mau, mau kapan?"
"hari ini aja sekalian kita ajak viola sama bianca biar lebih seru"
"iya mami setuju, tapi kamu minta ijin dulu sama keenan ya"
setelah meminta ijin kepada suaminya kiara langsung menelfon bianca dan viola dengan begitu antusias viola dan bianca menerima ajakan kiara untuk berbelanja
dan disinilah mereka saat ini di sebuah toko pakaian khusus bayi, namun kiara masih bingung memilih warna apa yang cocok untuk calon baby nya karena atas permintaan keenan, mereka sengaja tidak mau di beritahukan tentang jenis kelamin baby mereka nanti
mau laki-laki atau perempuan sama saja yang terpenting semuanya berjalan lancar samapi proses persalinan nanti, ibu dan anaknya sehat dan selamat tanpa kekurangan suatu apapun
"mi kia bingung mau beli warna apa untuk baby" ucap kiara sembari memilih beberapa baju
"pilih warna yang netral aja sayang, semuanya bagus dan lucu kok" sahut mami linda
"ki liat lucu banget kan, gemes deh" teriak viola memperlihatkan sepatu bayi perempuan berwarna merah yang sangat lucu
"gemes banget, tapi anak gue cowok apa cewek ya?" kiara sedikit berpikir
"udah gak usah banyak mikir beli aja nanti kalau anak lu cowok sepatunya kasih buat anak gue, kali aja ni si utun cewek" sahut viola mengelus-elus perutnya yang sudah terlihat buncit
berbeda dengan viola dan kiara yang sedang asik memilih pakaian bayi bianca malah asik menatap ponselnya sembari senyum-senyum sendiri
__ADS_1
viola dan kiara mengerutkan keningnya melihat bianca sudah seperti orang gila
entah sedang bertukar pesan dengan siapa sampai bianca begitu terlihat bahagia
"udah biarin aja paling dia lagi chatingan sama justin" ucap kiara kembali memilih baju untuk calon baby nya
"bukannya bianca sama justin udah putus, sebelum justin kembali ke luar negri buat nerusin perusahaan keluarganya" sahut kiara
"lu tau dari mana?" tanya kiara dengan mata yang fokus pada pakaian bayi yang lucu-lucu
"lu lupa kalau bianca ade ipar gue? dia curhat lah sama gue" jawab viola yang tak kalah antusias memilih pakaian bayi
"terus dia chatingan sama siapa dong"
"meneketehe"
kiara dan viola kembali melanjutkan buruan mereka untuk membeli pakaian bayi, viola hanya ikut memilih saja tanpa berniat membeli satupun pakaian bayi mengingat usia kandungannya masih empat bulan jadi masih belum boleh menyiapkan perlengkapan bayi sebelum usia kehamilannya di atas tujuh bulan
mami linda sudah membeli beberapa pakaian dan perlengkapan lainnya tinggal menunggu kiara yang belum selesai memilih-milih baju yang akan dia beli menurutnya semua baju bayi di toko ini sangat lucu-lucu dan menggemaskan kiara jadi ingin memborong semuanya
mereka memilih restoran yang ada di dalam mall karena sudah tidak kuat menahan rasa lapar mereka
bianca yang masih asik dengan ponselnya membuat kiara dan viola bertanya-tanya
"bi lu mau pesen apa? perut lu gak bakalan kenyang kalau mandangin handphone doang" seru kiara membuat bianca tersenyum kikuk
"samain aja deh sama kalian, gue lagi nanggung bentar ya" sahut bianca lalu kembali fokus pada ponselnya
"lu lagi chatingan sama siapa sih, sibuk bener kayaknya" viola sedikit mencodongkan badannya untuk melihat ponsel bianca
"eitss rahasia dong, di larang kepo" bianca menyembunyikan ponselnya karena tidak mau ketauan oleh viola
"awas kalau macem-macem gue aduin abang lu ya" ancam viola kepada adik iparnya
"dih beraninya ngancem, bilangin aja sana gue gak takut" sahut bianca menjulurkan lidahnya krpada viola
__ADS_1
"dasar adik ipar gak ada ahlak" cebik viola
mami linda hanya mengelengkan kepalanya saja melihat tingkah para wanita yang sudah dewasa itu, bahkan kelakuan mereka masih seperti anak kecil kalau sedang beradu pendapat tapi hal itu yang justru semakin menguatkan ikatan persahabatan mereka apalagi bianca dan viola sejak mereka tinggal satu rumah mereka berdua jadi semakin akrab dan mau berbagi cerita satu sama lain mereka sangat menikmati peran mereka sebagi kakak dan adik ipar yang akur
"sayang jangan capek-capek, pulang sebelum mas sampai rumah ya... i love you mommy"
kiara menyunggingkan senyumannya ketika keenan mengirimkan pesan manis untuknya
"iya sayang bentar lagi aku pulang, ini lagi makan dulu daddy juga jangan lupa makan siang ya... i love you too daddy"
kiara juga membalas pesan yang tak kalah manis untuk suaminya
keenan dan kiara tersenyum geli membaca pesan di ponsel mereka masing-masing benar-benar sudah bucin parah
kiara, viola, bianca dan mami linda akhirnya memutuskan untuk pulang selain membeli perlengkapan untuk bayi nya kiara juga membeli beberapa pakaian untuk keenan juga membeli beberapa kemeja dan dasi untuk suami tercintanya itu
begitupun dengan viola dia tidak ingin ketinggalan untuk membelikan bagas beberapa kemeja dan pakaian santai
"bi lu jangan main rahasia-rahaisaan ya sama kita?" ucap kiara penuh intimidasi
"rahasia apaan? gue gak nyrmbunyiin rahasia apapun dari kalian" elak bianca
"jangan bohong, lu lagi deket sama siapa sekarang hah? kalau lu gak jujur berarti lu udah gak nganggep kita sahabat lu lagi" sarkas kiara
"wihh bumil mendadak jadi mengerikan ya wa" bianca terkekeh
"cepet bilang lu lagi deket sama siapa jangan bikin kita mati penasaran adik ipar" timpal viola
"denis... gue lagi pedekate sama denis" sahut bianca lantang dan to the point
"what?" pekik kiara dan viola bersamaan
bianca hanya tersenyum melihat ekspresi sahabat dan juga kakak iparnya
apa yang harus di kagetkan denis jomblo bianca pun jomblo tidak ada salahnya bukan mereka mencoba untuk menjalin hubungan lebih dari seorang teman, tidak ada pihak lain juga yang akan tersakiti karena kedekatan mereka
__ADS_1