Suami Untuk Kiara

Suami Untuk Kiara
JALAN-JALAN


__ADS_3

Setelah selesai mandi kiara segera bersiap-siap karena tidak ingin mendapat kemurkaan dari papi tercintanya


Kiara berdandan begitu sederhana dengan gaya rambut di cepol dan memakai kemeja oversize di padukan dengan mini dress polos dengan panjang di bawah lutut


Kiara merasa itu penampilannya yang biasa saja beda dengan keenan yang mempunyai ketertarikan sendiri dengan penampilan kiara


" maaf yaa nunggu lama" kiara tersenyum kecil ketika melihat wajah papi krisna yang terlihat masam


Sedangkan keenan hanya melihat kiara dengan penuh kekagumam enggan memalingkan tatapannya dari paras cantik kiara saat ini


" mas... Kok bengong? Kiara melambaikan tanganya tepat d depan wajah keenan


" iyaa... Kamu gak nolak mas ajak pergi? Tanya keenan basa basi


" kalau aku nolak gak mungkin aku berdiri disini sekarang " sahut kiara


" om tante kita pamit dulu yaa" ucap keenan sembari mencium punggung tangan mami linda dan papi krisna


" hati-hati ya jangan pulang terlalu larut ya, kiara jangan aneh-aneh yaa sayang" mami linda mengingatkan kiara


Mereka berjalan ke arah mobil keenan yang terparkir di halaman rumah papi krisna


Keenan bersiap membukakan pintu mobil untuk kiara


Kiara hanya tersenyum lalu masuk ke dalam mobil sport milik keenan


Keenan pun masuk ke dalam mobil dan langsung melajukan mobilnya dengan arah yang belum tentu akan kemana


" mau jalan-jalan kemana? Tanya kiara yang sibuk dengan ponsel di tangannya


" terserah kamu, kamu lagi pengen pergi kemana? Mas ikut saja. Jawab keenan yang fokus pada kemudinya


" katanya tadi kamu yang mau ngajak jalan kok malah nanya balik. Aneh" sahut kiara ketus


Keenan merasa sikap kiara berubah ketika dia hanya berdua dengan kiara beda hal nya ketika di hadapan kedua orang tua kiara


Pembiacaraan kiara lebih lembut beda dengan apa yang dia lihat sekarang


Bahkan kiara tidak memanggilnya dengan sebutan "mas" lagi


" sabar, ternyata kiara memanggil mas hanya di depan kedua orang tuanya saja, ternyata memang sulit menaklukan hati gadis ini" keenan bergumam


" kok malah ngelamun" kiara membuyarkan lamunam keenan


" yasudah mas akan bawa kamu ke suatu tempat jangan protes ya " keenan menjawab sembari melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang


" kemana? " tanya kiara


"BOGOR" sahut keenan santai


" kok jauh bener, aku kan besok kuliah, kalau pulangnya kemaleman gimana? Tak henti-henti kiara menggerutu


" jangan bawel ikut saja" keenan menambah kecepatan mobilnya

__ADS_1


Setelah menempuh jarak yang lumayan jauh akhirnya keenan dan kiara sampai


Kiara belum tahu keenan akan membawanya kemana


Kiara tidak banyak bicara hanya memperlihatkan raut wajah masamnya


Keenan hanya tersenyun melihat ekspresi wajah calon istrinya itu


" ayok " keenan menggenggam erat tangan kiara dan berjalan menyusuri perkebunan


" kamu ngajak jalan jauh-jauh cuman mau ke kebon " hardik kiara


" ayok jalan saja"


Ternyata keenan mempunyai vila di daerah desa terpencil di bogor


Suasananya begitu asri jauh dari hiruk pikuk suasana kota jakarta yang penuh dengan polusi


Villa keenan yang di keliling perkebunan teh membuat suasana menjadi lebih sejuk


Apalagi terdapat kolam ikan di halaman belakang villa


" den keenan tumben baru berkunjung biasanya satu minggu sekali kesini" ucap mang ucup pengurus villa milik keenan


" iya mang kemarin lagi sibuk banget" jawab keenan


" ya sudah hayu atuh masuk den, neng gelis jangan ngelamun aja hayu ikutan masuk" mang ucup membuka pintu villa


" ini villa siapa? " tanya kiara sembari meliha-lihat suasana villa yang begitu menenangkan hatinya


" villa nya lumayan luas ya, suasana nya bikin nyaman.. Beda sama di jakarta" ucap kiara sambil berjalan menyusuri setiap sudut ruangan villa itu


" kita ke rooptop yuk disana pemandanggannya lebih indah" ajak keenan


Kiara mengekori keenan yang menuju lantai atas dimana rooptopnya itu berada


Kiara berdecak kagum ketika melihat pemandangan yang terlihat begitu menakjubkan dari rooptop


Kiara memejamkan netranya menikmati suasana pegunungan semilir angin yang membuat hatinya begitu tenang


"Ki.... Maafin mas ya kalau pertunangan kita membuat kamu tidak nyaman dan kehadiran mas di hidup kamu tidak membuat kamu bahagia" ucap keenan lirih


" kalau kamu merasa semuanya terlalu di paksakan dan kamu tidak ikhlas menjalani semuanya, kamu bilang aja sama mas biar nanti mas yang bilang sama orangtua kamu, mas tidak mau memaksakan sesuatu yang bukan berasal dari keinginan pasangan mas sendiri, mas sadar gadis seumuran kamu belum siap terikat dengan hubungan yang lebih serius apalagi dengan pria seumuran mas yang begitu membosankan" keenan menjelaskan semua isi hatinya


Kiara berpikir sejenak


Mungkin ini saatnya kiara akan menanyakan maksud keenan sebenarnya mau menerima perjodohan ini


" saat ini apa kamu tidak menjadikan aku sebagai pelampiasan kamu saja, bukannya sebelum melakukan perjodohan denganku kamu sempat di jodohkan dengan beberapa wanita" sahut kiara yang mulai mengungkapan unek-unek dalam hatinya


" pelampiasan? Mas tidak mengerti dengan ucapan kamu? Mas tidak pernah sedikitpun ada niat untuk melampiaskan apapun kepada siapapun termasuk kamu


" terus kenapa ketika dijodohkan sama aku kamu terima sedangkan dengan wanita-wanita yang sebelumnya kamu tolak, mungkin kamu sudah jengah selalu di jodohkan dengan banyak wanita jadi sebagai pelampiasan kamu menerima perjodohan kita? Tanya kiara dengan nada bergetar

__ADS_1


" kamu punya pikiran seperti itu dari mana sih" mas saja tidak berpikiran sampai sejauh itu" keenan dengan tegas menjelaskan kepada kiara


" lalu apa? Bisa kamu jelaskan alasannya apa?


" kamu benar-benar ingin tahu alasan mas yang sebenarnya apa?


Kiara hanya diam menatap lekat kepada keenan


" mas cinta sama kamu, mas cinta sama kamu jauh sebelum kita di jodohkan. Mas mencari tahu semua tentang kamu dan pada akhirnya mas tahu kalau kamu adalah anak dari om krisna lalu mas yang meminta ingin di jodohkan sama kamu kiara" ucap keenan dengan tegas


Kiara membulatkan matanya ketika mendengar semua pengakuan keenan


Namu kiara tak percaya begitu saja dengan ucapan keenan dia takut yang keenan katakan hanya sebuah omong kosong saja


Kiara tertawa sinis


" omong kosong, gimana ceritanya bisa jatuh cinta sedangkan kita baru pertama kali ketemu pas hari pertunangan kita" hardik kiara


" demi Allah mas cinta sama kamu sejak dulu, sejak pertama kali kamu masuk kuliah. Mas tau semua tentang kamu, mas tau hobi kamu, mas tau makanan favorit kamu


Cuman satu hal yang mas gak bisa lakuin waktu itu adalah mas tidak mempunyai keberanian buat deketin kamu bisa di bilang mas adalah laki-laki paling pengecut waktu itu" keenan mencoba meyakinkan kiara


Namun tetap saja kiara masih belum bisa percaya begitu saja dengan pengakuan keenan


" apa buktinya kalau kamu sudah kenal sama aku sejak lama" aku mau bukti yang kongkrit yaa bukan yang mengada-ada" kiara menatap keenan dengan tatapan tajam


" ikut mas" keenan menarik tangan kiara untuk mengikuti langkah kaki nya menuju sebuah kamar di villa itu


Kiara membulatkan matanya ketika melihat apa yang ada di dalam kamar milik keenan


Banyak sekali potret kiara yang baru pertama kali dia masuk kuliah, potret kiara sedang melakukan ospek, potret kiara dengan berbagai macam gaya


Dan satu foto yang membuat kiara kaget yaitu foto dirinya sedang berada di atas motor sport miliknya yang hendak balapan


" kamu tau hobi aku balap motor? Dan kamu tahu setiap aku ikut balapan, kok bisa? Kiara menatap keenan heran


" sudah mas bilang, mas tau semua tentang kamu. Semua kiara semua " tegas keenan


" kamu masih mau nikah sama aku dengan hobi aku yang suka balapan motor? Kamu bisa terima kalau setiap weekend aku harus kumpul dengan genk motor aku? Tanya kiara dengan tatapan tajam


" selagi semuanya tidak membahayakan kamu mas setuju, selama kita belum menikah mas tidak akan melarang hobi kamu, tidak akan membatasi pergaulan kamu selagi itu dalam batas wajar


" serius? Gak boong? Kiara menatap keenan penuh keraguan


" serius.... Mas juga pernah muda kia...


Mmmmm... Tapi dengan syarat mas harus ikut kemanapun kamu pergi" keenan menatap kiara penuh dengan senyuman


" sama aja boong dong kalau gitu" kiara berkacak pinggang


" inget status kamu sekaranh tunangan mas, mas bertanggung jawab atas apapun tentang kamu termasuk keselamatan kamu... keenan meninggalkan kiara yang masih setia dengam wajah masamnya


Dengan terpaksa kiara mengikuti langkah keenan yang berjalan ke arah kolam ikan di belakang villa

__ADS_1


" yauda aku nurut apa kata kamu" kiara mulai membuka kembali percakapan mereka


" nah gitu dong, ibu baru calon istri yang penurut" keenan menjawil ujung hidung kiara


__ADS_2