
bagas dan viola tiba di salah satu mall terbesar di kota jakarta
mereka berdua bergegas masuk ke dalam toko perhiasan yang sebelumnya sudah di datangi bagas beberapa hari lalu
mereka berdua di sambut begitu ramah dan sopan oleh para pekerja disana
bagas menanyakan cincin yang sudah dia pesan untuk acara pertunangannya besok lusa
"mba saya maun lihat cincin yang sudah saya pesan beberapa hari yang lalu" ucap bagas sopan
"atas nama siapa mas?" tanya salah satu pegawai wanita disana
"bagas" sahut bagas tegas
"saya ambilkan dulu mohon tunggu sebentar"
bagas dan viola menunggu beberapa saat dan tak lama pegawai itu kembali membawa cincin pesanan bagas
sepasang cincin berlian yang di desain khusus atas permintaan bagas
viola berdecak kagum melihat cincin yang ada di hadapannya saat ini
viola tak menyangka selera bagas dalam memilih perhiasan sangat pandai dan tidak di ragukan
"kamu suka" tanya bagas memandang wajah viola yang sejak tadi menatap kagum pada cincin itu
"sangat" ucap viola yang masih memandang cincin pertunangannya
bagas hanya mengacak rambut viola gemas
dan memasukan kembali cincinnya ke dalam kotak merah
"sudah bisa d ambil sekarang kan mba cincinnya" tanya bagas
"sudah mas biar saya siapkan" sahut pegawai yang tadi
sementara di apartemen keenan yang bangun terlebih dahulu karena merasa perutnya keroncongan
keenan segera bangun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju dapur untuk mengambil. makanan
sayangnya tak ada makanan yang langsung bisa ia makan karena sudah satu minggu mereka meninggalkan apartemen
terpaksa keenan menyeduh mie instan karena hanya makanan itu yang ada di dapur mereka saat ini
kiara pun menggeliat menggerakkan badannya karena mencium wangi dari arah dapur
kiara mengucek matanya karena tak melihat keenan di sampingnya
kiara bangun dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci mukanya terlebih dahulu
__ADS_1
"sayang kamu lagi ngapain?" tanya kiara yang baru keluar dari kamar
"eh istri mas sudah bangun, mas lagi masak mie laper banget" sahut keenan menuangkan mie ke dalam mangkuknya
"kok gak bangunin kan bisa aku bikinin mas" timpal kiara yang duduk di meja makan
"gapapa cuman sekedar masak mie doang mah mas bisa" keenan tersenyum manis ke arah kiara
"eh tumben kamu makan mie biasanya anti banget kamu makan mie" tanya kiara kembali sembari minum segelas air di tangannya
"terpaksa gak ada makanan lain, memanfaatkan yang ada saja lah... kamu mau? mas suapin sini" titah keenan menyodorkan satu sendok mie ke dalam mulut kiara
akhirnya mereka menghabiskan satu mangkuk mie berdua dan tentu saja itu tak membuat mereka kenyang
kiara melihat jam yang menempel di dinding apartement yang baru menunjukan pukul 17:00
kiara berpikir untun mengunjungi kedua orangtuanya sembari memberikan oleh-oleh yang sudah ia beli saat kemarin berbulan madu dan bisa sekalian numpang makan di sana
"mas kita ke rumah mami papi aku yuk sekalian ngasih oleh-oleh" ajak kiara kepada keenan
"ayo... kamu siap-siap duluan gih mas ngecek email dulu siapa tau ada email penting yang masuk masalah kerjaan" sahut keenan yang sudah fokus menatap layar laptopnya
kiara selesai dalam waktu hanya tiga puluh menit
dia berdandan sederhana saja dan hanya memoles wajahnya secara natural dan tak lupa memakai lip matte berwarna lembut kesukaannya
kiara menghampiri keenan yang masih ada di ruang tamu
"mas mandi gih aku udah selesai" ucap kiara yang duduk di pangkuan keenan
keenan menatap wajah kiara yang saat ini duduk di pangkuannya
keenan menatap wajah cantik kiara yang natural tanpa memakai riasan yang berlebihan
keenan mengecup sekelas bibir kiara yang seakan menggoda dirinya
"kamu cantik sayang" puji keenan tulus
"emang udah cantik dari lahir mas" kiara terkekeh dan berdiri dari pangkuan keenan
"sayang mau kemana? tanggung jawab dong jangan maen pergi aja" teriak keenan yang sudah menahan hasratnya sejak kiara duduk d pangkuannya
"tanggung jawab apa? cepetan mandi katanya mau ke rumah mami papi" sahut kiara yang sudah berada di dalam kamarnya
keenan mengacak rambutnya niatnya ingin bertraveling malah jadi kesiksa sendiri
keenan terpaksa mengikuti keinginan istrinya yang ingin mengunjungi rumah mertuanya keenan masuk ke kamar mandi dan mulai membasuh badannya dengan guyuran air shower
kiara memeluk tubuh keenan yang baru saja keluar dari kamar mandi
__ADS_1
"jangan cemberut dong, nanti malam aku kasih yang spesial" bisik kiara di telinga keenan
"janji ya" ucap keenan yang mengeratkan pelukannya
"i'm promise" sahut kiara mengecup pipi keenan gemas
"kamu itu senang sekali menggoda mas" gerutu keenan sembari memakai pakaian yang sudah di siapkan kiara
kiara hanya terkekeh telah berhasil menggoda suaminya dua kali
kiara menatap wajah suaminya yang semakin terlihat tampan dengan pakaian casualnya
kiara begitu suka ketika melihat keenan mengenakan celana pendek dan hanya mengenakan kaos terlihat lebih muda dan lebih mempesona di matanya
"jangan melihat seperti itu, suami kamu memang tampan" keenan menghampiri kiara yang sejak tadi terus memandang wajahnya tanpa bosan
"iya suami tampanku, matanya jangan jelalatan ngelirik cewek lain ya" kiara menangkup wajah keenan gemas
"mas gak pernah ngelirik cewek lain, kamu tuh yang suka peluk-peluk cowok lain" keenan mendengus
"mulai lagi deh, jangan di bahas terus nanti aku kabur lagi " sungut kiara kesal
"iya, iya ayo berangkat istriku" keenan merangkul kiara dan keluar dari apartement
satu jam berlalu keenan dan kiara tiba di kediaman papi krisna dan mami linda
mereka menyambut kedatangan putri dan menantunya
kiara langsung memeluk mami linda dan papi krisna bergantian
keenan yang berjalan di belakang kiara mencium punggung tangan kedua mertuanya
"pengantin baru terlihat berseri-seri ya pi" sahut mami linda
"iya mi sepertinya dunia hanya milik mereka berdua yang lain ngontrak" sahut papi krisna terkekeh
"papi sama mami kayak gak pernah ngerasain jadi pengantin baru saja" timpal kiara santai
"mami becanda sayang, mami bahagia kalau putri mami yang cantik ini juga bahagia
sepertinya keenan memang suami yang tepat buat kamu" ucap mami linda sembari melirik ke arah keenan
keenan yang tepat berada di samping kiara hanya tersenyum bangga karena secara tidak langsung mami mertuanya sudah memujinya
setelah puas berbincang mami linda mengajak anak dan menantunya untuk makan malam bersama
karena kedatangan keenan dan kiara tepat sekali saat mami linda dan papi krisna akan makan malam
tanpa menunggu lama mereka duduk di kursi masing-masing dan segera melahap hidangan makanan malam yang sudah di siapkan
__ADS_1