
satu bulan berlalu setelah kepergian kiara sampai detik ini keenan masih merasakan mual dan juga pusing yang begitu hebat di pagi hari namun semua penderitaan itu tidak berarti apa-apa di bandingkan dengan kesakitannya yang harus menahan rindu kepada istri tercintanya
keenan sudah tidak tau lagi harus mencari keberadaan kiara kemana semesta seolah tidak mengijinkan keenan untuk bertemu secepat itu dengan kiara
bahkan papi adi, mami yasmin dan semua sahabat-sahabat kiara yang sudah tau keberadaan kiara enggan untuk memberitahunya kepada keenan
keenan mulai kehilangan arah hidupnya, separuh jiwanya pergi dan entah kapan dia akan kembali
sungguh ironis bukan rumah tangganya di ambang kehancuran gara-gara kesalahan keenan sendiri
satupun tidak ada yang merasa iba dengan keterpurukan keenan saat ini bahkan bagas sendiri saja sudah angkat tangan menanggapi masalah rumah tangga keenan yang tak kunjung membaik
"sayang maafkan mas, maafkan papa juga nak yang sempat menolak kehadiran kamu mungkin ini hukuman untuk papa karena terlalu berdosa kepada kalian berdua, percayalah papa sangat menyesal papa berjanji akan menebus semua kesalahan papa bagaimanapun caranya asalkan kalian kembali lagi bersama papa, papa sayang kalian" lirih keenan dengan sudut matanya yang mulai mengeluarkan air mata
hari ini kiara mulai mengaktifkan kembali ponselnya setelah satu bulan lamanya tidak pernah tersentuh olehnya, kiara membuka satu persatu pesan yang di kirim keenan kepadanya hatinya mulai tersentuh setiap hari bahkan setiap menit keenan mengirimkan pesan kepadanya, permohonan maaf, penyesalan, perhatian keenan, ungkapan cinta dan kerinduan keenan kepadanya membuat hatinya semakin sesak
beberapa hari terakhir ini kiara melihat video kiriman dari bagas dan papi mertuanya tentang perjuangan keenan mencari dirinya, perubahan sifat keenan sampai semua aktifitas keenan yang di lakukan setiap harinya termasuk saat keenan mengalami muntah-muntah dan pusing setiap pagi terlihat wajah keenan begitu pucat di video itu
kiara memutuskan untuk memaafkan keenan dan memulai kembali semuanya dari awal berharap kejadian yang sama tidak akan pernah terulang lagi, kiara sengaja menghidupkan kembali ponselnya agar keenan bisa melacak keberadaannya
seperti saat ini viola, denis dan bagas sedang mengunjungi kiara mereka sengaja berfoto bersama dan mengunggahnya di akun sosial media mereka masing-masing tentu saja agar keenan melihat itu semua
apalagi denis, viola dan bianca sempat memposting beberapa foto dan video kiara yang sedang tertawa tanpa beban
hanya bagas yang tidak memposting foto kebersamaannya dengan kiara dia takut keenan semakin murka padanya
__ADS_1
"ki lu yakin dengan keputusan lu buat maafin keenan?" tanya denis belum bisa terima dengan keputusan kiara
"insyaAllah gue yakin, gue gak boleh egois nis gue gak mau pas anak gue lahir dalam keadaan keluarganya yang gak utuh, ngebayanginnya aja gue gak sanggup" sahut kiara
"lu yakin keenan akan bener-benar berubah?" tanya viola
"kalaupun keenan belum bisa berubah gue akan tetep terima dia apa adanya, karena menurut gue cinta yang tulus itu kita bisa dengan ikhlas menerima kekurangan pasangan kita tanpa banyak menuntut" ucap kiara bijak
"ya elu bisa nerima keenan apa adanya sebaliknya gimana wa? kalau lu cuman berjuang sendirian gimana? mewek lagi kan lu nanti" timpal bianca
"gue cukup berserah diri sama Tuhan jika keenan adalah jodoh gue sampai mati, gue akan tetap bertahan tapi jika Tuhan berkata kalau jodoh gue sama keenan cukup sampai disini gue bisa apa" tukas kiara
"nah ini jawaban yang gue mau denger dari lu cumi, bilang kalau lu masih cinta sama laki lu, bilang kalau lu rindu jangan cuman di tahan sendirian lu anggap kita ini apa? katanya sahabat tapi masalah perasaan lu gak mau jujur" denis kembali berucap
"tapi kalau keenan sampai berani bikin lu lecet sedikit aja gue maju paling depan buat ngehajar dia, gue bikin prekedel mukanya yang gak seberapa itu" ucap denis tersenyum jahat
"jangan kebanyakan ngemeng lu, tau rasa nantu kalau keenan gak ngasih lu restu buat nikahin amanda" sahut bagas yang baru mengeluarkan suaranya
"wah, wah jangan bawa-bawa amanda dong itu beda kubu" ucap denis di balas tawa oleh semuanya
mereka terus mengobrol dan saling bercanda sesekali mereka saling melemparkan ledekan satu sama lain apalagi denis dan bagas seperti ada dendam terselubung di hati keduanya namun itu tak membuat persahabatan mereka merenggang malah bisa di bilang sebagai bumbu antara persahabatan mereka agar tetap hangat dan penuh warna
☘️☘️☘️☘️☘️
keenan yang baru saja keluar dari kamar mandi mendengar banyak sekali notifikasi di ponselnya karena penasaran keenan langsung membukanya satu persatu ternyata bukan pesan masuk melainkan notifikasi di akun sosial media miliknya
__ADS_1
awalnya keenan enggan untuk melihat postingan viola, denis dan bianca namun hatinya seolah menuntun dia untuk membuka satu persatu foto dan video yang di posting oleh mereka
mata keenan langsung membola ketika melihat foto kiara yang mereka posting rasa bahagia dan rasa geram bercampur menjadi satu
bahagia karena kiara terlihat baik-baik saja bahkan kiara tertawa lepas dalam foto itu namun keenan juga merasa geram karena bagas juga ada di dalam foto itu dan sengaja menyembunyikan ini semua darinya
keenan juga melihat centang biru di aplikasi room chatnya dengan kiara itu tandanya kiara sudah membaca semua pesan darinya
segera keenan menelfon kiara, tersambung namun tak di jawab oleh kiara
keenan mencoba menghubungi bagas namun sama bagas tak menjawab panggilan telfon darinya
sampai akhirnya keenan menelfon viola, bianca dan denis secara bergantian namun sayangnya satupun diantara mereka tak ada yang menjawa panggilan telfon dari keenan
"****, dasar sahabat lak nat kalian" geram keenan meremat ponselnya begitu kuat
keenan segera memakai pakaiannya, keenan ingin segera menemui papi adi dan meminta jawaban atas semua yang sudah di sembunyikan papi nya, keenan sudah tidak tahan dengan permainan yang di buat oleh papinya sendiri bahkan papi adi begitu tega membuat keenan menjauh dan menahan rindu yang menyesakkan kepada kiara
berbeda dengan kiara, viola, denis bianca dan bagas saat ini mereka tengah tertawa puas karena sengaja mengerjai keenan
biarlah keenan semakin frustasi saat ini dan kapan lagi bagas bisa mengerjai bos nya yang pemarah itu
"bodoh, bodoh bukannya keenan bisa melacak langsung keberadaan lu ki? kenapa masih nelfon kita satu persatu" sahut bianca tak berhenti tertawa
"keenan itu memang bodoh kalau masalah wanita, otaknya hanya pintar untuk berbisnis saja" ucap bagas terkekeh
__ADS_1