
malam ini keenan tidur satu kamar dengan kiara meskipun awalnya keenan tidur di sofa
keenan takut kiara akan lebih marah jika keenan tidur satu ranjang dengan kiara
namun setelah lewat tengah malam keenan sudah tidak bisa menahan hawa dingin yang terus menusuk sampai ke tulangnya
keenan mengendap-endap menuju ranjang agar kiara tak terusik
keenan membaringkan tubuhnya menghadap ke arah kiara agar lebih leluasa memandang wajah cantik istrinya ketika sedang tidur
"i miss you mas, so much" kiara mengigau dengan seulas senyuman terbit di bibir mungilnya
keenan menyunggingkan senyumannya mendengar ucapan rindu dari mulut kiara untuknya meskipun hanya mengigau tapi keenan yakin kiara begitu merindukan dirinya sama seperti keenan yang selama satu bulan ini frustasi karena merindukan kiara
tanpa basa-basi keenan langsung menarik tubuh kiara agar tidur di dalam pelukannya
tak ada penolakan kiara semakin menyusupkan wajahnya ke dalam dada bidang milik keenan
"nyaman sekali" lagi-lagi kiara mengigau dan membuat keenan semakin mengeratkan pelukannya
keenan dan kiara tertidur dengan saling mengeratkan pelukan masing-masing seolah-olah menumpahkan rasa rindu yang selama ini tertahan
mungkin bagi kiara pulakan ini hanya sebatas dalam mimpinya saja tapi biarlah keenan cukup bahagia meskipun dalam keadaan tidak sadar kiara bisa menumpahkan rasa rindu kepadanya
sang mentari mulai memancarakan cahayanya dari ufuk timur
kedua insan yang masih di landa rindu masih terjaga dalam lelapnya tidur mereka
keenan dan kiara seolah enggan melepaskan pelukan masing-masing
namun rasa mual seakan mengoyak meminta keenan untuk mengeluarkan semua isi di dalam perutnya
keenan melesat lari ke kamar mandi
huek....huek....huek....
keenan memuntahkan semua isi dalam perutnya berulang kali, rasa pusing di kepalanya terasa berputar-putar tak dapat tertahankan wajah pucat keenan semakin terlihat
kiara mendengar samar-samar suara orang yang sedang muntah langsung terbangun dan melihat ke dalam kamar mandi
keenan sudah terkulai lemas di bawah wastafel
kiara membantu keenan untuk berdiri dan memapahnya ke tempat tidur
"kamu kenapa? sakit?" tanya kiara lembut
__ADS_1
"mungkin baby marah karena mas sempat menolak kehadirannya dan menghukum mas setiap pagi harus merasakan mual dan pusing setelah kepergian kamu" sahut keenan lemas
"jadi keenan yang mengalami morning sickness pantesan aku udah gak pernah ngalamin mual sama pusing lagi, tapi biarlah biar keenan ngerasain gimana penderitaan ibu hamil" gumam kiara di dalam hatinya sembari terkekeh
"aku buatkan jahe hangat dulu ya" ucap kiara meninggalkan keenan
kiara menuruni anak tangga menuju dapur untuk membuatkan jahe hangat untuk keenan namun kiara melihat bianca, viola, bagas dan denis sudah bersiap dengan koper mereka masing-masing
kiara mengerutkan keningnya melihat para sahabatnya yang sudah bersiap untuk pergi
"kalian mau kemana? kok bawa koper segala?" tanya kiara heran
"kita semua mau balik ke jakarta ki, sekarang kan udah ada keenan yang jagain lu disini" sahut bianca
"tapi gue gak mau kalau cuman berduaan doang sama keenan disini, please temenin gue dulu ya" rengek kiara kepada para sahabatnya
"mungkin sekarang waktunya lu dan keenan memperbaiki hubungan kalian, bicara dari hati ke hati buang jauh-jauh ego kalian ingat ada bayi di perut lu ki dia akan bahagia melihat kedua orang tuanya bersama, gue tau kalian berdua masih sangat saling mencintai turunkan gengsi kalian" ucap bagas bijak
"bener yang di bilang laki gue ki, jangan buang waktu kalian cuman untuk saling menekan ego kalian, gue tau lu kangen banget sama keenan jangan terus nutupin perasaan lu sendiri" timpal viola
"lu nikmatin masa-masa berdua dengan keenan setelah satu bulan ini kalian berpisah, gue miris ngeliat keenan penampilannya sama sekali keliatan gak terurus dengan baik. kita balik ya lu baik-baik disini sama keenan, kita tunggu kabar baik dari kalian" ucap denis memeluk kiara mengelus-elus pundak kiara yang mulai terisak
"ya udah kalau emang ini mau kalian gue gak bisa maksa, makasih ya selama satu bulan ini kalian selalu ada buat gue selalu jadi penyemangat gue, gue sayang kalian" kiara memeluk viola, bianca dan denis
"kalian hati-hati di jalan ya" sahut kiara kembali
denis membawa mobil bianca karena saat berangkat denis ikut mobil bagas sedangkan bagas tentu saja satu mobil dengan viola
kiara sampai lupa dengan tujuannya yaitu ingin membuatkan jahe hangat untuk keenan sampai kehadiran bi inah membuyarkan lamunan kiara
"neng gelis kenapa bengong disini? semalam den keenan tidur disini apa pulang?" tanya bi inah
"bi inah bikin kaget saja, mas keenan ada di kamar masih tidur, ini aku mau buatin dia jahe hangat perutnya mual kepalanya juga pusing katanya" sahut kiara berlalu menuju dapur
"nah gitu ath neng rukun sama den keenan bibi ikut seneng ngeliatnya, mau bibi buatin jahe hangatnya?"
"gak usah bi biar kia aja, bibi lanjutin kerjaan yang lain aja" titah kiara
"siap ath non, bibi mau jemur pakaian dulu di belakang" bi inah pamit meninggalkan kiara
kiara kembali ke kamar membawa satu gelas jahe hangat dan satu mangkuk buah-buahan yang sudah di potong-potong
kiara melihat wajah keenan yang begitu pucat timbul rasa bersalah di dalam hatinya selama satu bulan terakhir keenan mengalami morning sickness tanpa ada yang merawatnya
kiara menyingkirkan ego dan gengsinya seperti bagas bilang, kiara ingin merawat keenan sampai keenan merasa lebih baik
__ADS_1
kiara menghampiri keenan yang sedang terbaring lemas di antas tempat tidur
"mas di minum dulu jahe hangatnya biar mualnya berkurang" keenan membantu keenan untuk menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang
"makasih ya" ucap keenan tersenyum dan segera meneguk jahe hangat yang kiara buat
"sudah lebih baik?" tanya kiara kepada keenan yang sudah menghabiskan satu gela jahe hangatnya
"mendingan, kamu belum sarapan kan? ayo kita ke bawah nanti baby kelaparan di dalam sini" ajak keenan mengusap perut kiara
"tapi kamu masih pusing kan, gapapa nanti sarapannya suruh bi inah aja bawa kesini" tolak kiara halus
"mas udah lebih baik, ayok mas juga laper" keenan menarik tangan kiara keluar dari kamar
keenan menggenggam erat tangan kiara sampai mereka sampai di meja makan
mang ucup yang melihat keenan dan kiara menyunggingkan senyumannya
mang ucup juga ikut bahagia kalau hubungan keennan dan kiara sudah lebih baik dan berharap tidak akan ada masalah apapun yang membuat keduanya berjauhan lagi
"den keenan sama neng kiara mau sarapan apa biar mamang buatkan?" tanya mang ucup sopan
"aku lagi pengen roti bakar mang, selainya coklat sama kacang ya" pinta kiara dengan manja
"siap neng, kalau den keenan mau apa?" tanya mang ucup lagi
"samain aja sama istri saya mang" sahut keenan tersenyum ke arah kiara
kiara hanya mendelik dan memalingkan wajahnya ke sembarang arah keenan terkekeh melihat tingkah kiara yang seperti ABG ketika pertama kali pacaran
"yang lain kemana? kok sepi?" tanya keenan
"udah pada pulang tadi pagi, mereka kan harus kerja, emangnya kamu" cebik kiara meminum teh jangat yang sudah di siapkan mang ucup
"mas kan masih ada misi yang belum selesai, lagian kan ada bagas yang bisa handle semuanya" ucap keenan tersenyum menggoda
"misi apaan? jangan terlalu sering membuat orang repot kalau kamu masih bisa mengerjakannya sendiri" sahut kiara
"orang bagas yang mau di repotin, dia sangat mengerti kalau mas gak akan ke kantor dulu sebelum berhasil membawa kamu pulang"
## ***karya ini belum tamat ya guys di karenakan beberapa hari ini lagi ada kepentingan jadi ceritanya di buat end dulu
masih ada beberapa bab menuju end kok tenang aja
tetep dukung karya orhor ya
__ADS_1
like, komen dan vote juga hadiah yang sebanyak-banyaknya
happy reading***##