
keenan yang saat ini berada di kantor sungguh tidak bisa berpikir secara jernih pikiran kiara yang pergi bersama adrian selalu saja menari-nari di dalam pikirannya bahkan jika ada karyawan yang melakukan kesalahan sedikit saja akan langsung menjadi sasaran kemarahan keenan
bagas melihat keenan yang begitu berbeda hari ini memiliki banyak pertanyaan di dalam benaknya, bagas mendekati keenan dan mencoba berbicara kepada keenan sebagai seorang sahabat
"bos ada apa?" tanya bagas pelan
"kiara pergi" jawab keenan dengan tatapan kosongnya
"sebesar apa masalah kalian sampai kiara pergi?" tanya bagas lagi
"complicated gas, kiara udah gak mau hidup sama gue lagi" sahut bagas
bagas hanya menghela nafas panjang sepertinya saat ini bukan waktu yang tepat untuk berbicara dengan keenan
bagas sangat yakin viola mengetahui tentang masalah keenan dan kiara namun viola menutupi semuanya dari bagas
sedangkan kiara, viola dan denis kini sudah berada di aparetemen denis
kiara menceritakan keinginannya untuk pergi sementara waktu bukan untuk menghindar tapi untuk melindungi dirinya dan janin yang ada di dalam kandungannya dari kemurkaan keenan
biarlah keenan merasakan bagaimana rasanya jika kiara sudah tidak ada lagi di sampingnya apalagi ketika nanti sudah tau tentang kebenarannya pasti keenan akan sangat menyesal dengan semua perkataan yang sudah dia ucapkan kepada kiara
"gue minta sama kalian jangan sampai bokap nyokap gue tau masalah ini, kalian bebas mau ketemu gue kapanpun asal tanpa sepengetahuan keenan" ucap kiara di tengah keheningan mereka
"lu yakin dengan keputusan lu ki, lu mau sama siapa disana? kita gak mungkin bisa nemenin lu disana setiap saat" ucap viola sendu
"gue mau minta di temenin bianca cuman dia kan yang masih nganggur" kiara terkikik
"bagas pasti udah tau masalah lu sama keenan sekarang gimana kalau nanya macem-macem sama gue?" tanya viola
"lu ceritain aja semuanya sama bagas dan liatin juga bukti rekaman cctv dari dokter raisa tapi nanti setelah gue pergi" jawab kiara
"lakuin aja apa yang buat lu bahagia sekarang ki asal lu tetep jaga diri lu baik-baik dan lu harus inget di dalam perut lu sekarang sudah ada nyawa yang harus ku jaga juga" sahut denis
"gue minta maaf udah banyak ngerepotin kalian karena masalah gue, gue gak tau harus gimana kalau gak ada kalian di samping gue saat ini" ucap kiara mulai terisak
"udah jangan nangis lagi, berapa kali kita bilang kalau kita itu udah kayak keluarga, sekarang lu kabarin bianca setelah itu kita kemasin barang-barang lu ki" titah viola
kiara menghubungi bianca untuk menemaninya tinggal sementara waktu di villa milik keenan dan tentu saja bianca harus merahasiakan ini semua dari siapapun
__ADS_1
awalnya bianca merasa aneh namun karena kiara berjanji akan menceritakan semuanya setelah mereka bertemu nanti akhirnya bianca setuju dengan permintaan kiara
kiara juga meminta bianca untuk membelikannya beberapa pakaian dan perlengkapannya yang lainnya
kiara mematikan panggilan telfonnya dan segera berkemas di bantu dengan viola
ddddrrrttttttt
dddrrrttttttttttt
ddddrrrrtttttttt
ponsel viola berbunyi tanda ada panggilan masuk , viola hanya mematung melihat layar ponselnya karena bagas menghubunginya sudah pasti bagas sudah tau tentang masalah ini dan bagas pasti akan menanyakannya pada viola
"siapa yang nelfon bukannya di angkat" tanya kiara dengan tangannya yang sibuk mengemas barang miliknya
"bagas ki" lirih viola
"angkat aja jangan gugup" titah kiara
"***ya sayang"
"maaf, tumben kamu nelfon ada masalah?"
"gak usah pura-pura gak tahu, dimana kamu?"
"di apartemen denis"
"aku kesana***"
bagas langsung mengakhiri panggilannya dan langsung melesat pergi ke apartemen denis karena memang sekarang sudah masuk jam makan siang
keenan melihat bagas yang berjalan terburu-buru langsung mengejarnya karena keenan berniat mengajak bagas untuk mencari kiara
"gas lu mau kemana? temenin gue cari kiara" ajak keenan namun bagas menolak
"sorry bos gue udah janji sama viola mauakan siang di apartemen, nanti sore deh gue temenin ya" jawab bagas
"lu yakin viola gak tau dimana kiara sekarang?" tanya keenan menatap bagas penuh selidik
__ADS_1
"kalau viola tau masalah kalian dia juga pasti cerita sama gue bos, lu tenang aja gue bakal cari tau keberadaan kiara sama adek gue semoga bianca tau ya" sahut bagas menepuk-nepuk punggung keenan dan pergi meninggalkan keenan yang masih mematung di lobby kantor
bianca yang baru saja sampai di apartemen denis melihat keadaan kiara menatapnya penuh tanya
kiara yang selama ini selalu terlihat cantik dan selalu ceria kenapa sekarang terlihat menyedihkan banyak sekali pertanyann yang ingin di utarakan bianca kepada sahabat kecilnua itu
"ki what happen?" tanya bianca dengan suara lembutnya
"rumit bi, keenan salahpaham sama gue dan kita berantem hebat" jawab kiara sedih
"terus keenan kasar sama lu dia main tangan sama lu? brengsek keenan pikir dia siapa berani kasar sama sahabat gue, ini udah termasuk kdrt ki, lu kenapa diem aja sih di sakitin sama keenan gini" tanya bianca bertubi-tubi dan mengelus pipi kiara uang masih terlihat sedikit lebam
"nanti gue ceritain semuanya kalau udah di villa sekarang kita berangkat takut keenan keburu tau keberadaan gue" ajak kiara yang sudah siap untuk pergi
namun langkah mereka terhenti saat bagas sudah berdiri di depan pintu apartemen milik denis
bagaa menatap kiara, viola , denis dan bianca dengan tatapan tak biasa bagaa seolah sedang menunggu penjelasan kenapa mereka semua akan membawa kiara pergi tanpa seijin keenan
"kalian mau bawa kiara kemana? kalian mau di laporin sama keenan atas dasar penculikan" ucap bagas tegas
"lu kalau gak tau masalahnya jangan asal jeplak dulu bukan kita yang mau ngajak pergi tapi istri bos lu yang mau melarikan diri dari suami psikopatnya" sahut denis membela diri
"lu kesini sendirian kan gas? keenan gak tau gue disini kan? gue yakin lu pasti sangat hafal sifat tempramental keenan dan alasan kenapa gue sampai mau pergi" tanya kiara dan bagas langsung terpaku dengan semua pertanyaan kiara
"bos sekaligus sahabat terbaik lu emang pengecut bang berani kasar sama cewek, bilangnya cinta sama kiara mana buktinya gak ada cinta yang nyakitin kayak gini" sentak bianca kepada bagas
bagas menatap wajah kiara dan melihat ada sedikit lebam di kedua pipinya dan bagas pun paham kenapa kiara nekad ingin melarikan diri dari suaminya sendiri
bagas yang awalnya ingin memarahi viola namun niatnya mendadak sirna karena ternyata pikirannya salah besar meskipun bagas belum tau pasti apa masalah keenan dan kiara saat ini
"maaf ya sayang aku gak cerita sama kamu, aku takut kamu ngadu sama keenan kalau kiara ada disini" ucap viola sedikit menunduk di hadapan bagas
"iya gak apa-apa lain kali jangan gitu lagi ya, terus kalian sekarang mau bawa kiara kemana?" tanya bagas
"ke villa keenan di bogor gue mau tinggal disana sementara waktu sampai keenan sadar dengan semua kesalahannya" timpal kiara
"yauda gue ikut, gue janji gak akan cerita apapun sama keenan asal lu ceritain semua masalah lu sama keenan" sahut bagas
"iya, nanti gue cerita semuanya setelah sampai di villa
__ADS_1