
keenan memukul adrian bertubi-tubi perasaannya begitu terbakar melihat istrinya sedang duduk berdua dengan cinta pertamanya semasa sekolah dulu
bagaiman keenan tidak sangat murka dia mendengar sendiri ungkapan cinta yang adrian ucapkan kepada kiara yang sudah jelas statusnya masih sah sebagai istri keenan
"brengsek, berani lu deketin istri gue hah" teriak keenan mencengkram kemeja adrian
"istri yang selalu lu kasarin?" sahut adrian dengan senyum menyeringai
"gak usah ikut campur urusan rumah tangga orang lain kalau lu gak tau masalah sebenarnya seperti apa" keenan ingin melayangkan kembali pukulannya di wajah adrian namun kiara mencegahnya
"stop, kalau kalian mau adu jotos jangan di hadapan gue, gue udah muak dengan semuanya" sentak kiara berlalu ingin meninggalkan keenan dan adrian namun tangannya di cekal keenan
"jadi begini kelakuan kamu di belakang aku hah? ketika aku kerja kamu malah bermain gila dengan dia" bentak keenan menunjuk ke arah adrian
"terserah kamu mau ngomong apa, aku gak peduli sudah cukup aku terus bertahan dengan sikap kamu yang gak pernah berubah" kiara menatap keenan tak kalah tajam
"kamu mau ninggalin aku dan kembali dengan pria brengsek itu?" tanya adrian dengan emosi yang berapi-api
kiara tak menjawab apapun yang di ucapkan keenan rasanya percuma saja dia akan bicara jika keenan tidak percaya dengan ucapannya sungguh kiara sangat kecewa dengan sikap keenan bukannya datang untuk memperbaiki keadaan tapi membuat semuanya menjadi lebih rumit
jika boleh kiara memilih untuk egois ingin rasanya kiara meninggalkan semuanya dan tak akan pernah kembali lagi namun kiara teringat dengan janin yang ada di dalam kandungannya saat ini air mata akhirnya luluh juga
adrian yang melihat kiara menangis ingin rasanya dia berlari dan memeluk kiara namun adrian cukup sadar diri sebesar apapun cinta yang dia punya untuk kiara dia tidak akan berbuat bodoh karena saat ini kiara masih berstatus sebagai istri keenan
"ikut aku pulang" keenan menarik tangan kiara dengan kasar
"aku gak mau, kamu pulang sendiri aja" kiara melepaskan tangannya dari cengkraman tangan keenan
"kamu masih istri aku kiara kamu berdosa kalau keluar rumah tanpa seijinku apalagi bertemu dengan pria lain" sahut keenan
"buat apa aku hidup dengan seorang pria yang tidak percaya dengan istrinya sendiri, apa lagi yang harus di pertahankan jika kepercayaan itu sudah tidak ada?" kiara melenggang pergi meninggalakan dengan rasa sesak di dalam dadanya
kiara menemui kembali dokter raisa untuk melihat bukti kalau memang hasil tes itu ada yang sabotase dokter raisa mengirimkan hasil rekaman cctv itu ke ponsel kiara, kiara meminta bantuan kepada dokter raisa untuk memberitahukannya kepada keenan, kiara sudah merasa sangat lelah berhadapan dengan suaminya yang mempunyai sifat tempramental
setelah urusannya selesai dengan dokter raisa kiara menghampiri denis dan viola yang masih setia menunggi di parkiran rumah sakit
__ADS_1
"udah selesai?" tanya viola menatap wajah kiara yang seperti habis menangis
"udah, kalian anterin gue ke rumah mertua gue dulu ya ada sesuatu yang mau gue bicarain sama mereka" pinta kiara dengan wajah sembabnya
"lu yakin keenan gak bakalan ada disana?" tanya denis
"keenan gak mungkin pulang ke rumahnya tanpa gue" sahut kiara
denis melajukan mobilnya menuju rumah kedua orang tua keenan
kiara ingin menceritakan kesalahpahaman yang terjadi antar dirinya dengan keenan
kiara yakin mertuanya akan mengerti apa yang akan menjadi keputusan kiara setelah ini
satu jam berlalu akhirnya kiara sampai di rumah mertuanya
kiara melangkahkan kakinya dan menekan bel rumah mewah milik mertuanya
tak lama pintu rumah pun terbuka terlihat mami yasmin yang sudah berdiri di hadapan kiara dengan tatapan iba karena melihat kondisi kiara yang begitu menyedihkan
setelah menyalami mami mertuanya, mami yasmin langsung mengajak kiara masuk dan mengajaknya ke taman belakang disana juga sudah ada papi adi yang sedang membaca koran
"engga lagi pengen santai di rumah, keenan mana?" tanya papi adi clingak clinguk tak melihat keberadaan anaknya
"kia sendiri pi, ada yang mau kia bicarain sama mami papi" sahut kiara
"kamu sama keenan baik-baik aja kan sayang? gak lagi berantem kan?" tanya mami yasmin cemas
kiara hanya tersenyum kecut mendengar pertanyaan mami mertuanya
tanpa menunda waktu lagi kiara menceritakan semua yang tengah terjadi antara dirinya dan keenan, sebuah kesalahpahaman yang membuat keadaan semakin rumit
kiara menceritakan dari awal mereka melakukan tes sampai menerima hasilnya lalu dengan kehamilan kiara dan keenan tidak mau mengakui bahwa anak yang di dalam kandungan kiara adalah anaknya sampai mereka bertengkar hebat dan membuat kiara pergi dari apartemen
kiara menceritakan bahwa hasil tes itu ada yang sabotase dan kiara memberikan bukti rekaman cctv yang di berikan oleh dokter raisa kepada mertuanya
__ADS_1
mami yasmin dan papi adi melihat rekaman itu dengan seksama mereka hanya bisa menghela nafas mengingat sifat tempramental keenan yang belum bisa berubah
mami yasmin menatap ke arah kiara dengab lebam di kedua pipi kiara, mami yasmin tak bisa lagi membendimung airmatanya melihat menantu yang dia sayangi di sakiti oleh anaknya sendiri
"apa pipi kamu lebam karena ulah keenan sayang?" tanya mami yasmin menatap kiara dengan tatapan bersalah
"maafkan keenan ya sayang, sifat tempramental keenan memang dari dulu memang susah di rubah, maafkan anak mama ya kiara" mami yasmin mulai terisak merasa bersalah atas kelakuan keenan
"tidak ada yang perlu meminta maaf mi, pi kiara mohon tolong sampaikan kebenaran pada keenan, kia ingin menenangkan diri untuk sementara waktu dan tidak ingin bertemu dulu dengan Keenan dan satu lagi kia mohon jangan ceritakan masalah kepada mami linda dan papi krisna ya mi, pi kiara tidak ingin membuat mereka cemas"
mami yasmin semakin terisak dengan ucapan kiara sudah di sakiti oleh keenan masih saja berusaha menutupi kesalahan keenan kepada kedua orang tua kiara
entah dimana hati nurani keenan saat ini, mami yasmin pun tidak mengira keenan akan tega melukai fisik kiara seperti ini
"keenan bodoh, selalu mengandalkan emosi tidaj pernah berpikir secara jernih" umpat papi adi
"tapi kamu tidak akan benar-benar meninggalkan keenan kan sayang? ingat sudah ada calon baby kalian di dalam perut kamu nak" ucap mami yasmin mengusap perut kiara yang masih rata
kiara hanya menjawab dengan senyuman semua ucapan mami yasmin
sudah cukup rasanya pembicaraan yang dia sampaikan kepada mami yasmin dan papi adi
kiara memutuskan untuk pulang karena hari semakin sore
sebelum kiara masuk ke dalam mobil denis tiba-tiba papi adi menyusulnya
"ki papi sangat mengerti apa yang kamu rasakan saat ini, tinggalah di villa keenan yang berada di bogor untuk sementara waktu papi janji tidak akan mengatakan apapun kepada keenan, papi juga ingin memberi pelajaran pada anak itu bagaimana rasanya kehilangan istri yang sangat dia cintai karena keegoisannya sendiri" ucap papi adi kepada kiara yang menunduk
tanpa di duga papi adi langsung memeluk kiara dan mengelus pucuk kepala kiara dengan penuh kasih sayang, kiara sudah tak bisa lagi menahan airmatanya untuk tumpah
tanpa sungkan kiara membalas pelukan papi adi begitu erat
"papi sayang sama kamu ki sama seperti papi sayang sama keenan, pergilah biar papi yang urus semuanya, baik-baiklah disana jaga kesehatan kamu dan calon cucu papi ya jangan memikirkan hal yang lain pikirkan saja kesehatab kalian dan jika kamu berniat untuk mengganti no ponselmu jangan lupa kabari papi, kamu percaya kan sama papi nak?"
"makasih papi udah mengerti posisi kia saat ini, kia percaya sama papi biarlah keenan menyadari kesalahannya sendiri
__ADS_1
kia pamit ya pi, jaga kesehatan papi dan mami" kiara mencium punggung tangan papi adi
"hati-hati nak jangan lupa kabarin papi" teriak papi adi kepada kiara yang hendak masuk ke dalam mobil denis