
"sayang aku mau minta sesuatu boleh?" tanya kiara
"bolah asal jangan yang aneh-aneh" sahut keenan yang sedang asik menciumi leher kiara
"tapi janji dulu" pinta kiara
"apa dulu" keenan tak mau kalah
"aku ma dinner" sahut kiara dengan mata berbinar
"cuman dinner doang?" tanya keenan
"iya tapi dinnernya sama adrian" cicit kiara
"what" pekik keenan tak percaya
wajah keenan langsung berubah masam ketika mendengar permintaan aneh dari kiara
bagaimana bisa dia ingin mengajak pria lain untuk makan malam dengannya sedangkan keenan masih sangat mampu untuk melakukannya meskipun itu adalah bagian dari ngidam aneh kiara tetap saja keenan tidak rela harus menyaksikan istrinya sendiri makan malam dengan pria lain apalagi pria itu adalah adrian
"sayang ayolah, ini permintaan baby loh kamu mau anak kita nanti ngeces pas lahir" bujuk kiara kepada keenan
"big no sayang, jangan coba-coba ngidam aneh lagi mas gak bakalan tertipu dengan permainan kamu yang mengatasnamakan ngidam lagi" tegas keenan
"kamu jahat" sungut kiara dengan mata yang mulai berkaca-kaca
"terserah pokoknya mas gak bakalan ijinin kamu mau dinner sama pria lain kecuali sama mas suami kamu sendiri, lagian kamu hamil udah tujuh bulan masa iya masih ngidam" ucap keenan panjang lebar
kiara tak menjawab apapun ucapan yang keluar dari mulut keenan, kiara menghentakan kakinya turun dari ranjang dan keluar dari kamar mereka
kiara sangat kesal karena keinginannya yang tidak seberapa itu tidak di turuti oleh keenan
kiara tidur di kamar tamu dan menguncinya dari dalam sehingga keenan tidak bisa mengganggunya
sudah satu jam keenan menunggu kiara namun tidak kunjung kembali ke kamarnya keenan memutuskan untuk mencari kiara yang keenan pikir kiara sedang menonton tv dengan mertuanya
namun setelah di liat di ruang tv tidak ada satu orang pun yang berada disana keenan mencari kiara ke dapur dan ke halaman belakang tetap saja tidak ada
keenan panik takut kiara keluar tanpa meminta ijin padanya keenan berlari ke luar rumah berniat untuk mencari kiara namun tertahan dengan suara panggilan dari papi krisna
"keenan mau kemana kamu?" tanya papi krisna sedikit berteriak
__ADS_1
"mau cari kiara pi, dia ngambek" sahut keenan lesu
"ngapain cari kiara keluar dia tidur di kamar tamu" ucap papi krisna
papi krisna hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah menantunya yang sudah menjadi budak cinta putri semata wayangnya
keenan langsung membuka pintu kamar tamu namun sayang pintunya terkunci dari dalam
berulang kali keenan mengetuk pintu namun kiara tetap saja tidak membukanya
"ah sial dia benar-benar marah" racau keenan mengacak rambutnya
keenan tak menyerah dia terus saja membujuk kiara agar membuka pintu dan kembali tidur bersama keenan di kamar mereka
rasa malu keenan sudah hilang entah kemana, bahkan keenan merasa yang berada di rumah itu mungkin hanya dia dan kiara saja tidak peduli dengan teriakan keenan bisa membangunkan semua penghuni rumah papi krisna
"sayang jangan marah dong, apapun aku kasih buat kamu asal jangan yang itu" teriak keenan dari balik pintu
"den keenan percuma aja teriak-teriak sampai suara habispun non kia gak bakalan denger, orang semua kamar di rumah ini kedap suara" ucap bi tuti yang terbangun karena kehausan
"****.... bibi simpan kunci cadangan kamar ini gak?" tanya keenan
keenan mengusap wajahnya kasar sulit kalau kiara sudah merajuk seperti ini jika keinginannya belum di penuhi sampai tahun depan pun kiara sanggup untuk mendiamkan keenan
namun kalau harus mengabulkan permintaan kiara pun keenan gak sanggup, hanya kali ini keenan tidak mengabulkan keinginan kiara karen rasa cemburunya kepada adrian masih terasa kental sampai saat ini
dengan langkah gontai keenan kembali ke kamarnya keenan menghamburkan tubuhnya di atas kasur dengan terpaksa malam ini dia harus tidur tanpa memeluk istrinya
jika saja saat ini mereka sedang berada di apartemen pasti keenan rela untuk menunggu kiara di depan pintu sampai kiara membukanya tak peduli seberapa lamapun dia harus menunggu
sudah pukul 02:00 keenan masih terjaga memikirkan tentang keputusannya yang akan mengijinkan kiara untuk dinner atau tidak dengan adrian
sungguh tidak dapat di percaya kiara mengalami ngidam seaneh ini
"aaaarrrgggghhhh" teriak keenan frustasi
pukul 05:00 kiara terbangun sesudah menyelesaikan kewajibannya sebagai seorang muslim kiara pergi ke dapur mencari bi tuti
dia sengaja mencari bi tuti pagi-pagi buta begini agar tidak bertemu dengan keenan
saat kiara ingin membuka pintu kamar bi tuti ada seseorang yang menepuk pundaknya dari belakang
__ADS_1
"mami" kaget kiara
"kamu ngapain ngendap-ngendap ke kamar bi tuti hah?" tanya mami linda penasaran
"kia minta bi tuti buat bikinin susu sama sarapan buat kia mi, terus anterin ke kamar tamu" sahut kiara
"kok ke kamar tamu? kamu berantem lagi sama suami kamu?" selidik mami linda
"keenan nyebelin kia gak mau ketemu sama dia dulu, biarin aja dia sengsara gak di urusin sama kia" kiara mengerucutkan bibirnya
"jangan gitu sayang emangnya kamu mau keenan di urusin wanita lain di luar sana? kalau ada masalah itu selesaikan baik-baik jangan menghindar gini nak, mau besar ataupun kecil kalau di biarkan berlarut-larut itu gak baik bahkan masalah kecil pun kalau di biarkan akan menjadi masalah besar cepat samperin suami kamu sana, bangunin dia dan siapkan keperluan keenan buat ke kantor" mami linda menasehati kiara
"iya deh iyaa" sahut kiara cemberut
"kalau mau ngurusin suami itu yang ikhlas kiara kalau gak ikhlas nanti gak dapat pahala yang ada kamu jadi nambah dosa"
kiara berjalan menuju kamarnya berusaha untuk menghilangkan kekesalannya kepada keenan, sebenarnya juga kiara merasa takut dengan ucapan mami linda, kiara berusaha menghilangkan ego nya demi untuk kesejahteraan rumah tangganya dengan keenan
kiara membuka pintu kamarnya melihat keenan yang terlelap
"mas bangun sholat subuh dulu" kiara mengguncangkan tubuh keenan agar bangun
keenan merasa ada yang menggoyangkan tubuhnya segera membuka matanya dan tersenyum ketika melihat kiara di hadapannya meskipun dengan wajah masam kiara membangunkan keenan tapi setidaknya kiara masih mau mengurusi keenan
keenan langsung menarik tubuh kiara pelan ke dalam pelukannya
"kamu udah gak marah lagi sama mas?" bisik keenan
"enggak lah" sahut kiara ketus
"kok gitu" keenan mengerutkan keningnya
"aku cuman gak mau kamu di urusin sama wanita lain" sarkas kiara
"pikiran dari mana itu, mas sudah punya kamu ngapain nyari wanita lain" keenan menekan kening kiara gemas
"udah ah sana mandi waktu subuhnya keburu abis" titah kiara
"mandiin dong" rengek keenan
"OGAHHHHH"
__ADS_1