
seminggu berlalu
kiara sangat di sibukan dengan tugas skripsinya dia ingin benar-benar mengerjakan tugas akhirnya karena ingin lulus dengan nilai yang terbaik dan tidak mengecewakan kedua orang tuanya
keenan merasa di acuhkan oleh calon istrinya itu karena untuk memberi kabar kepada keenan pun sangat jarang, bahkan kalau keenan yang mengirim pesan terlebih dahulu kiara akan membalasnya sangat lama bahkan bisa seharian dia mengacuhkan pesan dari calon suaminya
kiara yang saat ini sedang berada di kampus bersama kedua sahabatnya seketika terhenyak ketika melihat sosok pria tampan dan gagah mematung di hadapannya dengan tatapan tajam kepadanya
" mas keenan kok disini? gak pergi ke kantor? tanya kiara
" kerjaan mas sudah selesai, mas mau menyelesaikan masalah yang lain dulu" jawab keenan dingin
" apa ada masalah serius selain masalah kamu di kantor? tanya kiara penuh selidik
" ayo ikut, kamu harus bertanggung jawab atas masalah ini " hardik keenan
tentu saja kiara merasa kaget dengan apa yang di ucapakan keenan
seingatnya dia tidak pernah membuat masalah lagi
kiara berkecamuk dengan pikirannya sendiri, dia tahu betul ketika keenan sedang marah akan seperti singa yang akan menerkam mangsanya
" cepat kiara, mas tidak punya banyak waktu" ucap keenan dengan nada sedikit meninggi
kiara mengekori langkah keenan menuju parkiran di kampusnya
kiara tidak tahu keenan akan membawanya kemana
sementara di kantin sekolah denis dan viola masih terdiam melihat sahabatnya pergi begitu saja
" gila... gila... si keenan serem amat yak kalau lagi murka... emangnya tuh si oncom bikin ulah apa lagi? tanya denis kepada viola
" mana gue tahu bambang, kan lu tahu sendiri kita baru ketemu sama dia lagi hari ini " sungut viola
*******
" guys sorry ya gue balik duluan, nanti gue kasih kabar kalau masalah gue udah kelar"
kiara mengirimkan pesan kepada kedua sahabatnya karena merasa tidak enak hati meninggalkan mereka begitu saja tanpa sepatah katapun
kiara masuk ke dalam mobil sport keenan dengan memainkan ponsel di tangannya
keenan melirik ke arah kiara dengan lirikan sinis dia tidak suka kalau kiara kelihatan sibuk padahal sedang bersama dirinya
kiara yang bisa menangkap ekpresi wajah keenan menyimpan ponselnya ke dalam tas miliknya
keenan menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi sama sekali tidak memperdulikan wajah kiara yang sedikit ketakutan
" mas kamu kenapa sih? bawa mobil ngebut begini emangnya kita mau kemana? tanya kiara sembari memasangkan sabuk pengamannya
" ikut saja jangan cerewet" jawab keenan dingin
" perasaan gue gak punya salah deh kok dia judes banget sama gue" batin kiara
mobil keenan berhenti di sebuah gedung apartemen mewah
__ADS_1
kiara belum tahu kalau apartemen mewah ini adalah milik calon suaminya sendiri
keenan turun dari mobil membukakan pintu mobil kiara
" ayo turun kita masuk ke dalam" ajak keenan dan menggandeng tangan kiara
" ini apartement siapa? tanya kiara heran
" masuk saja dulu" keenan melangkahkan kakinya menuju lift yang akan membawanya tepat di depan pintu kamar apartementnya
ting....
lift terbuka dan sampailah mereka di apartement pribadi milik keenan
kiara membulatkan matanya ketika masuk ke dalam apartement itu
disana banyak sekali potret dirinya bersama keenan yang berada di villa waktu itu
" mas kok bisa ada foto kita berdua disini" kiara semakin heran
keenan sama sekali tidak menjawab pertanyaan kiara
keenan memeluk kiara dari belakang melepaskan rasa rindunya karena beberapa hari ini tidak bertemu dengan calon istrinya
" mas kangen kamu" bisik keenan di telinga kiara
kiara membalikan tubuhnya ke arah keenan
dia merasa penasaran karena keenan tidak menjawab setiap pertanyaan yang dia berikan
keenan mencium bibir kiara begitu lembut dan semakin dalam kiara pun tak menolak dengan aksi calon suaminya itu
keenan terus saja melakukan aksinya tanpa melepaskan pelukannya bahkan pelukan itu semakin erat dan membuat kiara ikut terhanyut dalam hasrat keduanya
keenan mencoba meraba dua gundukan padat dan mulai menepelkan juniornya ke daerah teritorial milik kiara yang seakan menggoda dirinya namun dengan sigap kiara melepaskan pelukan keenan
" jangan mas... " kiara menepiskan tangan keenan dengan lembut agar keenan tak tersinggung
" kenapa? hal ini wajar di lakukan sepasang kekasih apalagi kita sudah tunangan sayang" ucap keenan dengan suara paraunya
" mas boleh melakukan apapun setelah kita menikah, dan aku tidak akan pernah menolak asal dengan keadaan kita sudah halal, kalau kamu sayang sama aku seharusnya kamu mengerti " jawab kiara tegas
keenan seakan di tampar dengan ucapan kiara memang benar yang di katakan kiara tidak seharusnya keenan melakukan ini
seharusnya keenan bisa menjaga kehormatan calon istri yang sangat dia cinta
kiara menghela nafas dalam-dalam
kiara mencoba menahan amarahnya dia cukup mengerti apa yang di rasakan keenan dan kiara juga tidak mau sampai ikut terhanyut dalam bisikan s***n yang bisa menghancurkannya
senakal-nakalnya kiara, dia sangat menjaga kehormatannya sebagai seorang wanita, dia tidak ingin mengecewakan suaminya nanti dan dia hanya ingin melakukan malam pertamanya dengan laki-laki yang sudah sah menjadi imamnya
" maafin mas ya, gak seharusnya mas seperti ini seharusnya mas lebih bisa mengontrol diri mas sendiri " ucap keenam lirih
" aku gak marah, aku ngerti kok mas cuman bukannya aku munafik atau sok suci aku hanya ingin melakukan itu dengan suami aku nanti kalau kita benar-benar sudah halal" sahut kiara sembari mengecup pipi keenan lembut
__ADS_1
keenan berhamburan memeluk kiara dengan erat dia merasa sangat bersyukur memiliki calon istri yang bisa menjaga kehormatannya untuk suaminya
CUP
keenan mengecup kening kiara
" makasih ya sayang, mas bersyukur bisa memiliki kamu di hidup mas"
kiara hanya tersenyum dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik keenan
kiara sampai lupa menanyakan masalah apa yang harus dia pertanggung jawabkan kepada keenan
" kamu bilang mau menyelesaikan masalah, masalah apa sebenerya sampai aku harus bertanggung jawab segala " ucap kiara yang meregangkan tubuhnya dari keenan
" masalahnya mas kangen banget sama kamu, mas bisa mati nahan rindu kalau gak buru- buru ketemu kamu" bisik keenan di telinga kiara
" kamu tuh bener-bener yaaa.... nyebelin" kiara mencubit perut keenan begitu erat
" sayang sakit ih,, lagian siapa suruh seminggu terakhir kamu nyuekin mas, pesan dari mas sampai seharian gak kamu bales, di telfon juga jarang dia angkat" keenan menjawab dengan nada ketus
belum sempat kiara menjawan ucapannya keenan kem ali teringat dengan janji kiara yang akan memberikan jawaban seminggu lagi dan sekarang sudah tepat satu minggu kiara mengucapkan janji itu
" sayang ini sudah satu minggu.. jawaban kamu gimana? setuju apa engga? tanya keenan sembari tersenyum kepada kiara
" jawaban apaan? kiara pura-pura lupa
" pernikahan kita, masa kamu lupa? keenan menekan ucapannya
" pernikahan apa aku lupa? kiara terus menggoda keenan
" mau jawab atau mas gelitikin kamu" ancam keenan
" iya... iya... aku setuju pernikahan kita di percepat" sahut kiara yakin
" kamu lagi gak bercanda kan, kamu serius kan? tanya keenan tak percaya
" aku serius sayang, kasian liat junior kamu udah gak tahan pengen muntahin lava nya" kiara tertawa puas
" berani yaa kamu " keenan menggelitiki kiara sampai tak bisa berkutik
kiara memohon ampun kepada keenan untuk menghentikan gelitkannya
keenan mendengar suara cacing di perut kiara yang sudah mulai berdemo
" kamu lapar ya" tanya keenan tersenyum licik
kiara mengangguk
" ya sudah kita makan diluar, mas mandi dulu sebentar" sahut keenan
kiara pun menunggu keenan yang akan melakukan ritual mandinya
kiara juga merapikan rambut dan pakaiannya yang sedikit berantakan
juga memoles kembali riasan tipisnya agak tidak terlalu tampak pucat
__ADS_1