
keenan dan kiara pun sampai di villa yang khusus di persiapkan hanya untuk mereka berdua
kiara memperlihatkan wajah masamnya kepada keenan
kiara mencoba menahan amarahnya sejak kehadiran dua wanita durjana yang merusak suasana hatinya
"sayang... jangan marah" keenan memeluk kiara sembari menciumi tengkuk leher kiara
"kok bisa sih mereka berdua bisa hadir di pesta pernikahan kita bikin mood aku ancur aja tau gak" sahut kiara ketus dan melepaskan pelukan keenan
"mana aku tau, mungkin mereka sengaja buat ngancurin acara pernikahan kita tapi kan kita baik-baik aja acara kita berlangsung dengan lancar gak ada gangguan apa-apa " keenan mencoba membujuk kiara agar suasana hatinya kembali membaik
"untung mereka datengnya pas akhir acara, kalau datengnya dari awal gak kebayang deh seperti apa jadinya acara pernikahan kita" kiara menghela nafas panjang sembari merebahkan dirinya di atas ranjang
"udah dong sayang jangan di bahas terus, ini kan malam pertama kita masa aku harus ngeliat kamu manyun terus kayak gini, mending kita bikin dedek bayi aja dari pada mikirin yang gak penting" bisik keenan dengan menggigit telinga kiara nakal
"dasar mesum, aku bersih-bersih dulu" kiara beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa begitu lengket
"mau aku bantu gak" teriak keenan yang sudah tidak sabar ingin melihat tubuh polos istrinya
"gak usah" teriak kiara
keenan menghela nafas dan menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang sembari menunggu kiara selesai mandi
di bawah guyuran air shower kiara membasuh dirinya tak lupa kiara memakai sabun beraroma cherry blossom favoritnya
sampai akhirnya ketukan pintu kamar mandi membuat kiara kaget
"sayang cepet, lama banget ngapain aja" teriak keenan tak sabar
"sabar dong, bentar lagi selesai" sahut kiara di dalam kamar mandi
karena merasa bosan keenan memainkan sebuah game di ponselnya
tiga puluh menit kemudian kiara keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang menutupi tubuh polosnya
keenan membulatkan mata melihat tubuh mulus kiara yang hanya tertutup dengan handuk
gairah keenan semakin meningkat ketika melihat kiara mengibaskan rambutnya yang basah dan mengeringkannya dengan handuk kecil
keenan menelan salivanya
"so sexy " keenan menggumam
keenan menghampiri kiara yang berdiri di depan pintu kamar mandi
keenan memeluk kiara dari belakang dengan penuh gairah
"you look so sexy baby" bisik keenan di telinga kiara dan tentu saja membuat kiara menggeliat geli
"mandi dulu sana" titah kiara yang masih mengeringkan rambutnya dengan handuk
__ADS_1
"mau ini dulu" keenan menyentuh daerah teritorial milik kiara yang begitu menantang
"sayang" kiara merajuk
keenan membalikkan tubuh kiara kehadapannya
keenan mengecup bibir ranum kiara
kiara pun ikut terhanyut dengan ciuman yang di berikan oleh suaminya itu
dan perlahan ciuman lembut itu menjadi semakin liar dan panas
keenan mulai melakukan aksinya semua pakaian yang melekat pada tubuh keenan sudah berantakan di atas lantai kini keduanya sudah benar-benar polos tanpa tertutup sehelai benang pun
keenan semakin menggila mendengar suara ******* istrinya yang membuatnya semakin buas
mereka terbuai bersama seakan tebang ke langit ketujuh
mereka mengerang dan mengeluarkan pelepasannya bersamaan keenan pun menyemburkan benih cinta miliknya di rahim kiara
keenan melewatkan malam pertama tanpa membuat kiara tidur sedetikpun
mereka melakukan kegiatan panasnya sampai beberapa ronde membuat kiara begitu lemas tak berdaya
keenan yang ambruk di atas tubuh polos kiara enggan untuk melepaskan penyatuan mereka
"makasih sayang..." bisik keenan sembari mengecup kening kiara dengan penuh kasih sayang
keenan memeluk kiara begitu erat
kiara yang sudah lemas hanya bisa tersenyum dan menenggelamkan wajah lelahnya di dada milik keenan
" I love you so much my beautiful wife" ucap keenan tulus
"I love you to my
handsome husband" balas kiara tersenyum malu
"kamu bahagia kan dengan pernikahan kita" tanya keenan yang enggan melepaskan pelukannya
"bahagia banget, semoga kamu tetep seperti ini ya jangan pernah berubah sampai kita punya anak dan cucu yang banyak" jawab kiara
"aku janji gak akan pernah membuat kamu terluka, kamu adalah hidup aku untuk saat ini dan selamanya" keenan semakin mengeratkan pelukannya
kiara tersenyum mendengar ucapan suaminya yang benar-benar membuatnya merasa wanita palinh beruntung di dunia ini
keenan dan kiara akhirnya tertidur pulas karena kelelahan dengan malam pertamanya yang begitu menggairahkan
keduanya tidur dengan tubuh yang masih polos dan saling berpelukan dengan selimut tebal yang menutupi tubuh mereka yang tanpa mengenakan sehelai benangpun
08:00
__ADS_1
semua keluarga sudah bersiap untuk sarapan
viola dan denis serta bagas pun ikut serta untuk sarapan bersama pagi ini
namun semua keluarga di buat menunggu lama karena pasutri baru yang masih anteng di dalam kamarnya
keenan dan kiara memang masih terlelap tidur meski waktu sudah menunjukan pukul delapan pagi
"gas coba kamu panggil bos kamu di kamarnya, ngapain sih jam segini masih diem di kamar" titah mami yasmin kepada bagas
"ya belah duren lah tanteu ngapain lagi" sahut denis nyeletuk
"mulut lu kalau ngomong gak pernah di saring cumi" sungut viola melemparkan buah apel ke wajah denis
"sue lu" ucap denis ketus
semuanya tersenyum dengan ucapan denis yang tidak pakai filter
"sayang temenin aku bangunin bos keenan yuk" ucap bagas sembari mengulurkan tangannya kepada viola
"sayang????" gumam semua orang yang berada disana sambil melirik satu sama lain
"kalian udah pacaran?" tanya mami linda
"jamet lu gak bilang kalau cowok yang deket sama elu si bagas" sahut denis
"ternyata kamu suka sama cewek juga gas, kirain kamu sudah mati rasa sama makhluk yang namanya wanita" ucap mami yasmin tersenyum
bagas dan viola tidak menjawab semuanya pertanyaan yang di lontarkan semua orang disana
mereka hanya tersenyum dan pergi meninggalkan semua orang disana untuk membangunkan keenan dan kiara
bagas menggenggam erat tangan viola seakan ingin menunjukan kepada semua orang kalau viola sekarang sudah menjadi miliknya
"gas... kamu gak risih kita pegangan tangan terus, kayak orang mau nyebrang tau gak" viola tertawa
"kamu tuh emang gak ada romantis-romantisnya" bagas melepaskan tangan viola dan berjalan lebih dulu meninggalkan kekasih barunya itu
viola yang sadar dengan kekesalan bagas langsung berlari menghampiri bagas
viola langsung menggandeng lengan bagas dan menempelkan kepalanya di pundak bagas
"maaf... aku cuman bercanda, jangan manyun gitu mukanya nanti cakepnya berkurang" ucap viola melirik bagas dengan senyuman
"dasar nyebelin" sahut bagas mengacak rambut viola
##masih menunggu dukungan kalian para readers tercinta
semoga suka dengan karya author yaa
happy reading***##
__ADS_1