Suami Untuk Kiara

Suami Untuk Kiara
Beramal


__ADS_3

tok... tok... tok....


"den keenan di tunggu nyonya sama tuan untuk makam malam" teriak bibi dari balik pintu


"iya bi kami segera turun" sahut keenan


hari sudah menunjukan pukul 19:00 namun kiara masih terjaga


keenan mencoba membangunkan istrinya perlahan karena tidak ingin membuatnya kaget


cacing di dalam perut keenan pun sudah mulai berontak menandakan dia juga sudah sangat lapar


"sayang bangun, kita makan malam dulu yuk" bisik keenan di telinga kiara sembari mengelus lembut puncak rambut kiara


hhoooaaammmmm


kiara membuka matanya perlahan dia menyenderkan tubuhnya di atas ranjang


"mas jam berapa sekarang?" tanya kiara dengan suara khas bangun tidurnya


"jam 7 sayang, kamu cuci muka dulu gih lalu kita makan malam mas udah laper banget" titah keenan yang masih fokus menatap wajah kiara


kiara beranjak dari tempat tidur dan mencuci muka terlebih dahulu


keenan menunggu kiara sembari memainkan ponselnya


tak lama kiara keluar dari dalam kamar mandi dan bergegas untuk malam bersama dengan kedua orang tua keenan


keenan menarik kursi untuk kiara dan keenan duduk di samping kiara


"sayang sudah enakan perutnya" tanya mami yasmin


"sudah mi, sudah tidak terlalu sakit" sahut kiara


"ini mami buatkan sup ayam, ayo di makan" ucap mami yasmin menyodorkan satu mangkuk sup ayam kepada kiara


"beneran mami yang bikin? gak yakin aku" seloroh keenan yang menyodok nasi ke dalam piringnya


"sini biar aku aja mas" sela kiara


"gapapa kamu lagi gak enak badan biar mas saja sekalian punya kamu mas ambilkan" sahut keenan tersenyum menatap kiara


mami yasmin hanya melotot ke arah keenan karena selalu saja menjatuhkan image mami nya di depan kiara


meskipun memang betul yang bikin sup ayam itu bukan mami yasmin melainkan bibi yang masak


mereka dengan lahap menyantap hidangan makanan malam itu


kiara sudah tak ada rasa canggung lagi ketika berhadapan dengan mertua yang begitu sangat menyayanginya seperti anak kandung sendiri


"besok kamu ke kantor nan?" tanya papi adi yang sedang mengunyah makanan di dalam mulutnya

__ADS_1


"ke kantor pi, seminggu lagi kan aku berangkat bulan madu harus menyelesaikan dulu pekerjaan yang tertunda kemarin" sahut keenan


sedangkan di rumah viola ada bagas yang kembali mengunjungi rumah viola dengan membawa beberapa makanan untuk kedua orang tua viola


"wah mau nyogok nih ceritanya" ucap viola melihat barang bawaan kekasihnya yang begitu banyak


"bukan nyogok tapi memperjuangkan kamu itu harus maksima" bagas tertawa sembari berjalan masuk ke dalam rumah viola


"kok sepi yang? mama papa kamu kemana?" tanya bagas yang clingak clinguk mencari keberadaan kedua orang tua viola


"mama papa lagi ke kalimantan ada urusan kerjaan tadi pagi mendadak pergi kesana" jawab viola nyelonong ke dapur untuk membuatkan minuman untuk bagas


bagas berpikir keras


untuk apa dia repot-repot membawa banyak makanan dan barang-barang untuk kedua orang tua viola kalau orang yang di maksud tidak ada di rumah


"kamu kenapa bilang kalau mama papa kamu gak ada di rumah" ketus bagas


"kamu gak nanya" sahut viola santai


"terus ini gimana?" bagas menunjuk makanan yang dia bawa begitu banyak


"yang tarpaksa kita makan semuanya" seloroh viola


bagas menelan salivanya


makanan yang bisa di bagikan sampai orang seRT itu tidak akan habis kalau di makan hanya berdua saja


"apa liat-liat?" viola melotot ke arah bagas


"panggil keenan sama kiara deh suruh ngabisin ni makanan denis juga" ucap bagas ketus


"kenapa judes begitu, gak ikhlas kamu?" viola menatap bagas tajam


"bukan gak ikhlas aku ngerasa sia-sia aja gitu, capek-capek bawa semuanya kesini eh mama papa kamu gak ada" bagas menghela nafas kasar


"kan aku anaknya apa bedanya si, gak usah di bikin ribet deh" ucap viola mengambil ponselnya mencoba menghubungi kiara dan denis


namun sayang baik kiara maupun denis tidak ada yang menjawab panggilan dari viola


sejenak viola berpikir harus di kemanakan makanan-makanan ini supaya tidak mubazir


akhirnya viola mendapatkan ide untuk membagikan makanan itu untuk anak-anak jalanan dan para pengemis


viola memanggil bibi di rumahnya untuk membantu memasukan kembali makanan yang di bawa bagas kembali ke dalam bagasi mobil


viola hanya menyisakan beberapa box pizza dan kentang goreng saja


"kok di masukin lagi" tanya bagas dengan wajah masamnya


"udah jangan cemberut gitu, kita beramal sekarang, ayo bagiin semua makanan ini buat anak jalanan dan para pengemis" ajak viola menarik bagas untuk berdiri dari sofa

__ADS_1


"emang masih ada pengemis dan anak jalanan jam segini mereka juga butuh istirahat kali yang" sahut bagas malas


"aku tau dimana mereka semua tinggal, ayolah jangan malas, biar gak mubazir ini makanannya" viola menarik tangan bagas untuk memasuki mobilnya


bagas melajukan mobilnya sesuai dengan arahan dari viola


viola menatap bagas dengan wajahnya yang terlihat tidak bersahabat


"mau sampai kapan kamu cemberut begitu" tanya viola


"siapa yang cemberut" sahut bagas ketus


"sekali-kali gapapa dong kita beramal sama orang yang lebih membutuhkan dari pada makanannya nanti basi terus kebuang kan sayang buang-buang uang, membuat orang lain senang itu pahala lho yang" ucap viola mencoba membuat bagas menghilangkan rasa kesalnya


yang di ucapkan viola memang benar


lagian ini semua juga salah bagas kenapa gak bilang dulu kalau mau berkunjung membawa makanan banyak ke rumah viola


bagas perlahan melupakan kekesalannya dan memegang tangan viola untuk meminta maaf


"maaf" ucap bagas tulus


"gak perlu minta maaf, udah gak usah di bahas lagi ya kan bawa makanan buat mama papa bisa besok-besok


duit kamu gak mungkin langsung abis kan cuman gegara beli makanan sebanyak ini" sahut viola terkekeh


"kamu itu ada-ada aja kalau ngomong" bagas mengacak rambut viola gemas


kiara tersenyum ketika melihat bagas yang bersikap seperti biasanya


setengah jam berlalu akhirnya mereka sampai di kediaman para pengemis dan anak jalanan itu


mereka semua tinggal di bawah kolong jembatan yang sama sekali tak layak huni


rumah yang hanya beralaskan tanah dan berdinding kardus membuat bagas merasa iba melihat kondisi mereka yang memperihatinkan


apalagi di samping tempat tinggal para pengemis dan anak jalan itu terdapat kali yang airnya sudah tercemar oleh limbah pabrik dan berserakan sampah dan tentu saja sangat mudah terkena penyakit kalau terus menerus menghirup udara yang tidak sehat itu


viola dan bagas membagikan semua makanan yang sudah di turunkan dari bagasi mobil


para pengemis dan anak jalanan itu tampak bahagia sekali mendapat makanan enak dari viola dan bagas


mereka pun mendoakan bagas dan viola agar selalu sehat dan rezekinya semakin berlimpah ruah


"ternyata bahagia itu tak harus mewah" batin bagas yang tak melepaskan pandangannya dari para anak jalanan dan pengemis itu


##***mohon maaf kalau up nya sedikit telat ya di usahakan tiap hari akan up satu atau dua bab


mohon dukungannya ya para readers tercinta like, koment dan vote nya


biar aouthor makin semangat nulisnya

__ADS_1


happy reading guys***###


__ADS_2