
kiara menggeliat di bawah selimut tebal yang menutupi tubuh polosnya
tangan kekar keenan masih melingkar erat di perut rata kiara
kiara beranjakan dari tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi
kiara berendam di dalam bathub yang sudaj berisi banyak kelopak bunga mawar merah dan di kelilingi liling aroma terapi di setiap sudut kamar mandi
ceklek....
pintu kamar mandi terbuka karena memang kiara sengaja tidak menguncinya
"sayang mau mandi kok gak ngajak-ngajak sih" keenan dengan muka bantalnya masuk ke dalam bathub tanpa meminta ijin kepada istrinya
"iiiiisssshhhhh kebiasaan, kalau udah gini pasti mandinya lama" kiara mendengus
"jangan membuang kesempatan dalam kenikmatan sayang" bisik keenan menggigit telinga kiara gemas
kini kiara yang sudah berada di atas pangkuan keenan dalam rendaman air bathub
keenan mulai bergerilya menjelajah daerah teritorial kiara yang sudah menjadi tempat favoritnya sejak menikah
lama mereka melakukan adegan saling bertukar peluh sampai akhirnya mereka mengerang dan melepaskan pelepasan mereka secara bersamaan
"mas aku laper, abis ini kita keluar cari makan nya sambil jalan-jalan di pantai" ucap kiara manja
"iya sayang ayo... kamu udah laper banget kayaknya ini perut udah bunyi kerucuk kerucuk dari tadi" keenan tersenyum sembari mengelus perut kiara yang kelaparan
"jelas aku laper banget lah kamu gempur aku habis-habisan tanpa ampun" sungut kiara mengerucutkan bibirnya
"tapi bikin ketagihan kan" keenan menaikan alisnya sebelah sembari tersenyum nakal
mereka memilih sebuah resto yang tepat berada di pinggir pantai
suara deburan ombak yang silih berganti membuat suasana terasa lebih romantis
keenan tetap saja menggenggam erat jemari kiara enggan untuk melepaskannya walau sedektik saja
kiara nampak begitu menikmati hawa pantai yang sudah sangat lama tak ia rasakan
"abis ini aku mau liat sunset ya mas jangan duku balik ke hotel" ucap kiara
"apa sih yang engga buat kamu" sahut keenan menatap kiara
"kamu kenapa sih sekarang jadi pinter banget ngegombal? belajar dari mana" kiara melotot ke arah keenan
"itu tulus lho bukan gombal" sahut keenan menyeruput es jeruk di hadapannya
petang menjelang
keenan dan kiara sudah berada di bibir pantai
kiara tak sabar ingin melihat matahari tenggelam di upuk barat pantai labuan bajo
__ADS_1
tak lupa kiara membawa sebuah kamera untuk mengambil foto dirinya dan keenan
keenan memeluk kiara dari belakang sembari menikmati indahnya pemandangan di hadapan mereka
"sungguh indah dan sempurna ciptaanMu ya Allah" kiara berdecak kagum atas ciptaan sang maha kuasa
"are you happy baby" bisik keenan di telinga kiara
"i'm so happy, very very happy, thanks for everything my beloved husband" sahut kiara tulus dan sontak saja membuat seulas senyuman di bibir keenan
keenan mengecup mesra kening kiara merasakan betapa bahagianya mereka saat ini
tanpa memikirkan masalah apapun yang sudah terjadi dalam hubungan mereka
malam semakin larut desiran angin malam semakin menusuk ke dalam pori-pori kedua pasutri ini
keenan hanya memakai celana yang panjangnya hanya selutut dan memakai kemeja tipis terlihat mulai kedinginan sedangkan kiara yang memakai mini dress bunga-bunga terlihat semakin menikmati suara deburan ombak dan desiran angin malam di pinggir pantai
kiara melirik ke arah keenan langsung mengajak keenan untuk kembali ke hotel karena dia melihat tubuh suaminya sudah sangat kedinginan dan mulai menggigil
keenan langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang dan membalutnya dengan selimut tebal
terlihat sekali kalau keenan begitu kedinginan bibir yang berubah menjadi keungu-unguan dan badannya yang semakin menggigil
sedangkan kiara yang sudah terbiasa dengan angin malam malah terlihat biasa-biasa saja
kiara merasa khawatir melihat kondisi badan suaminya yang mungkin tak terbiasa kena angin malam
"peluk aku yang dingin banget" sahut keenan dengan suara bergetarnya
"ganti baju kamu ya biar lebih anget aku mau minta air jahe dulu ke bagian pantry, tunggu sebentar ya"
setelah memakainya baju hangat kepada keenan dan mengganti celananya dengan celana trening kiara bergegas ke bagian resepsionis hotel untuk menanyakan posisi pantry sebelah mana
tak lama kiara kembali dengan segelas air jahe hangat untuk suaminya
"mas di minum dulu ya air jahe nya biar badan lebih terasa hangat" titah kiara
keenan meminum air jahe yang sudah di bawa oleh kiara
kiara memeluk keenan erat agar suhu tubuhnya bisa kembali normal
tedengar suara dengkuram halus dari mulut keenan pertanda bahwa dia sudah terlelap
"dasar anak mami kena angin segitu saja sudah menggigil" batin kiara
setelah mengganti pakaiannya kiara menyusul suaminya yang sudah terlelap terlebih dahulu
tidak ada acara traveling mengelilingi bukit dan hutan rimba malam ini karena keduanya sudah terbang ke dalam mimpinya masing-masing
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
pagi menjelang
__ADS_1
kiara bangun terlebih dahulu dan bergegas pergi ke kamar mandi mengambil air wudhu dan melaksanankan kewajibannya sebagai seorang muslim
kiara melihat keenan yang masih terlelap dengan keadaan wajahnya yang masih pucat
kiara tak berniat untuk membangunkan keenan dia memilih menunggu keenan terbangun dengan sendirinya
kiara menatap ke arah jendela kamar hotelnya pemandangan yang langsung menghadap lautan luas yang begitu biru membuat hatinya merasa tenang dan damai
kiara tetap diam mematung sampai menunggu suaminya terbangun namun waktu sudah menunjukan pukul delapan keenan belum. bangun juga
"awww... panas banget" kaget kiara menekan kening keenan lembut
"ya Allah mas kamu demam, aku harus gimana? aku belum pernah ngurusin orang sakit" kiara gelagapan entah apa yang harus ia lakukan
dia teringat kalau dia demam mami linda selalu mengompres keningnya dengan air hangat agar demamnya bisa turun
kiara mencoba nyari wadah untuk air panas dan mengompres kening keenan
keenan mengelus-elus rambut keenan lembut dan akhirnya kiara terlelap di samping keenan dengan tubuhnya yang menyender di kepala ranjang
keenan mengerajapkan matanya karena merasa ada sesuatu yang menempel di keningnya
keenan melirik ke sampingnya kiara yang sedang tertidur dengan tangan masih memegang kepala keenan
"ya Allah sayang kok tidurnya gitu" keenan merubah posisi tidur kiara namun gerakan keenan terasa oleh kiara
kiara pun terbangun dan mengucek-ucek matanya
"mas kamu ngapain, masih demam gak" kiara kembali menekan kening lembut
"kamu tidurnya gitu mana aku tega ngeliatnya" keenan ikut menyenderkan tubuhnya di samping kiara
"aku gapapa, kamu istirahat lagi ya demamnya sudah mulai turun alhamdulilah...
aku pesen makanan dulu ya kamu kan belum makan apa-apa" kiara membenarkan kembali posisi tidur keenan
"pesen dari sini aja gak usah keluar, mas gak mau di tinggal yang" keenan merajuk
tak lama makanan yang di pesan kiara datang
2 porsi sup iga dan 2 piring nasi putih
kiara menyuapi keenan dengan telaten, keenan melahap makanannya sampai habis tak tersisa
kini giliran kiara yang mulai memakan sup iga miliknya
keenan menatap istrinya yang tengah makan dengan lahap
"sayang maaf aku jadi ngerepotin kamu, bukannya senang-senang malah ngurusin aku yang lagi sakit" ucap keenan lirih
"ngomong apa sih mas, aku itu istri kamu sudah jadi kewajiban aku ngurus kamu dalam keadaan sehat apalagi dalam keadaan sakit begini, jangan mikir apa-apa dulu yang penting sekarang kamu harus sehat dulu ya sayang.
senang-senangnya nanyi aja masih banyak waktu " sahut kiara memperlihatkan senyuman terbaiknya kepada keenan
__ADS_1