
kiara yang sudah mengemas semua pakaian miliknya dan pakaian keenan sedikit kesal melihat keenan yang begitu fokus pada ponselnya sampai membiarkan kiara kerepotan sendiri mengemas barang-barang mereka yang cukup banyak belum di tambah lagi dengan oleh-oleh yang akan mereka pulang ke jakarta
kiara menghela nafas dan duduk di atas sofa sembari menegak satu gelas air putih sampai tandas
kiara benar-benar lelah dan ingin merebahkan tubuhnya sebentar
keenan yang masih asik dengan ponselnya melirik ke arah kiara yang memejamkan matanya di atas sofa
keenan menghampiri kiara dan mencium pucuk kepala kiara
"sayang kamu tidur?" tanya keenan mendudukan bokongnya di samping kiara
kiara sama sekali tak menjawab ucapan keenan karena kiara merasa kesal pada suaminya
kiara tetap memejamkan matanya pura-pura tak mendengar apapun yang keenan ucapkan
keenan melihat pada dua koper yang sudah rapi di sudut ruangan kamar hotelnya
"ya Tuhan kenapa gue gak nyadar kalau dari tadi kiara berkemas sendirian" keenan bergumam dalam hatinya
keenan memeluk tubuh kiara dan mencium sekilas bibir kiara
keenan tau kalau saat ini kiara sedang berpura-pura tidur karena sedang kesal padanya
"sayang katanya mau jalan-jalan ke pantai kok malah tidur" ucap keenan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher kiara
"aku lelah, udah gak mood buat pergi jalan-jalan" sahut kiara dengan matanya yang masih terpejam
"ayolah hari ini hari terakhir kita disini, kamu gak bosan kalau hanya diam di dalam kamar" keenan menggoda kiara dan mencoba menggelitiki pinggang kiara
"keenan stop it" ucap kiara sedikit membentak ke arah keenan
keenan menatap ke arah kiara baru kali ini kiara dengan begitu jelas memanggil namanya tanpa panggilan mas atau sayang dan hal itu tentu saja membuat keenan sedikit merasakan nyeri di hatinya
"kamu marah sama mas?" tanya keenan dengan wajah sendunya
"kamu pikir aja sendiri, istri lagi kerepotan malah anteng sendiri maen ponsel" sahut kiara ketus
"mas lagi ngecek kerjaan sayang" keenan menarik tubuh kiara yang sudah berdiri dan kembali terjatuh pada pangkuan keenan
"bohong" kiara tak percaya dengan ucapan keenan
"kamu boleh liat sendiri kalau gak percaya" keenan memberikan ponselnya kepada kiara
*
__ADS_1
*
*
*
*
viola yang sedang sibuk mempersiapkan acara pertunangannya dengan bagas sampai lupa untuk kembali menghubungi kiara
dua hari yang lalu viola beberapa kali mencoba menelfon kiara namun nomor ponsel kiara tidak bisa di hubungi
saat akan menelfon kiara, viola di kejutkan dengan kedatangan bagas yabg tiba-tiba sudah berada di dalam kamarnya
"sayang kamu kenapa bisa disini" tanya viola kaget
"emangnya aku gak boleh masuk ke kamar calon istriku sendiri" jawab bagas berjalan mendekati viola
"bu... bukan gitu aku hanya kaget kamu tiba-tiba ada disini tanpa ngabarin aku dulu" sahut viola gugup
"I miss you dear" bisik bagas di telinga viola
viola tersenyum mendengar ucapan bagas tepat di telinganya
viola menatap bagas yang sudah berada tepat di depan wajahnya
entah dapat keberanian darimana sampai viola berani untuk mengungkapkan perasaannya dan memulai mencium bibir bagas yang terlihat menggoda di mata viola saat ini
bagas tersenyum menang melihat sifat viola yang sudah tidak malu-malu lagi di depannya
bagas memeluk tubuh viola erat dan kembali memulai ciuman mereka yang sudah membuat bagas kecanduan dengan bibir seksi milik viola
"ehemmmm.... eheemmmm"
tiba-tiba terdengar suara deheman seorang pria di ambang pintu kamar viola
viola dan bagas melihat ke arah pintu secara bersamaan dan tentu saja menahan rasa malu mereka karena sudah tertangkap basah sedang berciuman
viola membulatkan matanya ketika dia melihat denis yang sudah berdiri di ambang pintu dengan berkacak pinggang
"kalau mau pacaran itu pintunya di tutup dulu bisa kali, biar jiwa kejombloan gue gak meronta-ronta liat kalian mesra-mesraan" ucap denis dengan wajah yang berpura-pura sedih
"kampret lu, gue kira siapa bikin kaget aja" sentak viola kepada denis
"lu takut bokap lu yang kesini kan" selidik denis tertawa
__ADS_1
"lu ngapain kesini, dasar penggangu" sungut bagas
"gue kesini mau ketemu sahabat gue, jangan geer lau" denis menjawab tak kalah tengil
bagas terpaksa mengijinkan denis untuk bergabung bersama mereka karena ada hal penting yang akan denis sampaikan pada viola
bagas pun penasaran hal penting apa yang akan di sampaikan denis kepada kekasihnya
bagas duduk di samping viola dengan wajah masamnya tak bisa di pungkiri ada sedikit rasa cemburu di hati bagas ketika melihat keakraban denis dan viola yang menurut bagas melebihi kedekatan seorang sahabat
denis seakan tau isi hati bagas saat ini denis pun sengaja merangkul pundak viola dan membisikan sesuatu kepada viola seakan obrolan mereka tak ingin di ketahui oleh bagas
bagas mulai tersulut emosi dan ingin sekali mendaratkan pukulan di wajah mulus denis namun bagas sadar dengan posisinya saat ini yang sedang berada di rumah viola bagas tidak ingin membuat keributan di rumah calon mertuanya
denis menahan tawanya karena melihat ekspresi wajah bagas yang sedang menahan amarah dan rasa cemburunya secara bersamaan
seakan belun puas mengerjai bagas, denis kembali membisikan sesuatu kepada viola sembari tertawa lepas begitupun dengan viola yang langsung tertawa mendengar ucapan sahabatnya
"EHEMMM.... EHEMMMM.... "
bagas sengaja berdehem dengan sangat keras agar viola sadar kalau dia sudah mendiamkan bagas saat denis datang
viola melirik bagas yang sudah terlihat jelas di wajahnya sedang kesal menahan kemarahannya
"yauda gue balik dulu yak com, takut ada perang ketiga disini" ucap denis tertawa dan berlari kecil meninggalkan bagas dan viola
🍁🍁🍁🍁🍁
akhirnya keenan berhasil membujuk kiara dan memaafkan kesalahannya
keenan dan kiara berjalan saling bergandengan tangan di tepi pantai sembari menikmati pemandangan yang sangat menakjubkan di hadapan mereka saat ini
keenan mengabadikan momen romantisnya bersama kiara menggunakan kamera yang sudah keenan siapkan
keenan juga memotret kiara beberapa kali tanpa sepengetahuan kiara dan hasilnya membuat keenan senyum-senyum sendiri melihatnya
setelah puas menikmati pemandangan di pantai kiara mengajak keenan untuk makan siang terlebih dahulu karena perut kiara sudah mulai keroncongan
keenan dan kiara makan siang di resto yang tak jauh dari pantai karena setelah selesai makan siang keenan berniat mengajak kiara untuk menaiki jetski
keenan ingin memberikan kenangan indah untuk kiara sebelum mereka kembali ke jakarta
kiara nampak kegirangan saat keenan mengajak kiara untuk menaiki jetski di hadapannya saat ini
keenan mengendrai jetski dan kiara duduk memeluk keenan di belakangnya
__ADS_1
kiara terlihat sangat bahagia karena mendapatkan suami yang sangat mengerti apa yang kiara inginkan dan salah satunya adalah menaiki jetski memutari lautan dengan suami tercintanya